
Setelah mereka makan Ryan dan Zula kembali pulang untuk menengok baby Bibi
jam sudah menunjukkan jam setengah 8 malam, dan mereka lanjut perjalan yang kemungkinan setengah 9 bari sampe rumah Zain
Di perjalanan Zula sudah merem sedari 1 km perjalan awal,
Saking capeknya dia yang tidak sedang menyetir dan tenang sampe ketiduran begitu
" Dasar kebo" ucap Ryan saat melihat wajah Zula yang justru semakin cantik saat tidur
Dan hanya Ryan yang bilang dia kebo padahal aslinya bidadadi
45 Menit perjalan telah di lalui, hingga akhirnya Ryan memarkirkan mobilmya dan melihat Zula yang masih tertidur pulas di sampingnya
" La.... Ula..." panggil Ryan pada Zula
" Hem.... Apaan sih,?" jawab Zula masih merem
" Udah sampe loe turun gak?" jawab Ryan menoleh padanya
" Masak?" tanya Zula dan gelagapan
Zula melihat memang dia sudah berada di kawasan ponpes Al Musthofa
" Uh......" Zula menggeliat karena pegal habis tidur di mobil
" Ya udah turun " Ucap Zula pada Ryan
" Ya udah ayo" jawab Ryan masih di posisi yang sama
" Ya Ayo" jawab Zula lagu malah udur uduran
" Ayo loe duluan deh" jawab Ryan
" Bilang kek dari tadi, " jawab Zula kesal dan membuka pintu mobilnya
" Ya loe perasaan kali La, ini mobil gue, loe turun duluan" bantah Ryan yang gak di dengar oleh Zula
Zula, Keluar dan di ikuti oleh Ryan yanv keluar dari pintunya sendiri, Tapi setelah itu Ryan mengambil kado yang begitu besar dari belakang, dan membawanya keluar untuk ikut Zula
" La Tungguin dong" ucap Ryan berlari mengejar Zula
" Ya...." jawab Zula Dan berhenti sejenak
Kini mereka sama sama masuk dan tak lupa mengucapkan salam juga
" Assalamualaikum..." ucap Zula dan Ryan kompak
" Waalaikumsalam...." jawab santri yang kebetulan ada di sana
Melihat Zula yang datang dengan sosok cowok membuat mereka kaget, betapa bar barnya Zula, gak tau diri karena membawa cowok di kawasan pesantren
__ADS_1
Padahal Abah Zain slow kalau masalah itu, apa lagi itu rekan kerjanya Zula sendiri, dan anak buah terpercayanya
Zula sama sekali gak menyapa, melihat pandangan mereka aja udah bisa menebak kalau mereka sedang berfikiran negatid tentangnya
" Mari mbak" ucap Ryan sopan
" Iya mari kang" jawab santri tersebut tersenyum getir dan kaku
Ryan hanya menggelengkan kepala melihat Zula yang asal nyelonong aja, dan memgambil kesimpulan memang itu watak Zula yang di bawanya
" Loe cuek banget sama mereka La, sapa kek, " ucap Ryan menegur
" Gue gak kenal sama mereka " jawab Zula singkat
" Elo kan satri di sini masak gak kenal sama mereka?" tanya Ryan heran
" Gak.... " jawab Zula singkat dan cepat
Ryan mengidikkan pundaknya dan mengukuti langkah Zula sampai ke lantai dua
Sesampainya di lantai dua, Zula langsunf menuju kamar baby Bibi yang masih terlihat terang, Karena masih ada Irfan dan juga Ismi di sana
" Assalamualaikum..." ucap Zula saat masuk kamar tersebut
" Waalaikumsalam..." jawab Mereka yang ada di sana
" Alhamdulillah udah pulang..." ucap Zain terpotong saat melihat penampakan Ryan di belakangnyav
" Waalaikumsalam.." jawab yang ada di sana kompak
Kemdian Zula dan Ryan bersalaman pada semua yang ada di sana, secara bergantian hingga melihat baby Bibi yang ada di pangkuan Ismi
" Om kapan sampai, udah di sini aja " ucap Zula pada Irfan
" Gue tadi aja jumpa kalian berdua di mall, mau masuk ke toko kremes gak jadi kan? Di tarik sama Ryan" jawab Irfan buka kartu
Zula langsung tertawa karena Irfan yang justru terang terangan membuka kartu Ryan
" Hahaha.. Jangan keras keras napa Om, seneng amat buka kartu" ucap Zula tertawa
" Entah tuh, Gue buka ya Pak Irfan, kartu bapak yang siang tadi" ancam Ryan dan langsung membuat Irfan melotot
" Apa Ryan?" tanya Ismi spontan sambil menatap horor Irfan
" Gue gak ikut ikutan ya Om...." jawab Zula kembali tertawa
" Bay... Ula naik dulu Bah Mi, capek" ucap Zula justru pergi
Ryan masih ingin tertawa dan ingun sekali menjawab Ucapan Ismi yang snagat horor itu
" Loe ngucap, gue potong gajian Loe untuk bayar makanan Zula tadi" ancam Irfan lagi, dan memberi ancan
__ADS_1
" Makanan apa?" tanya Jihan pada Irfan dan Ryan
" Gak usah aneh aneh pak, Gue udah traktir dia juga tadi, makannya buanyak banget" jawab Ryan lagi dan membuat tertawa Zain
Jangan heran Ryan dan Irfan ya, dengan panggilannya saat di luar kantor yang sengaja menggunakan bahasa yang beken gitu
Zain tau kalai Zula sedang mengerjai orang dengan kekalapannya yang suka makan, begitu juga seperti Jihan dulu yang kalau udah sama makanan, lebih dari jutaan, bahkan sampai sekarang
" Itu ajaran Saya pak Ryan" jawab Jihan membuat Ryan melongo
" Jangan kaget kalau ngajak Zula makan, itu bisa lebih sampe jutaan, anaknya doyan makan, " sambung Zain lagi
" Habis makan tidur" sambung Ismi yang juga faham
" Pantesan" jawab Ryan lagi dan hilang rasa herannya
Di kamar Zula langsung mandi dan bebersih kemudian sholat isya' lanjut dengan tidur karena dia sangat capek banget,
Awalnya pengen kebawah lagi menemui baby Bibi, tapi setan kotak memanggilnya alias hp karena panggilan dari Maulana yang sudah menunggunya
Di bawah Ryan dan yang lain masih mengobrol satu sama lain, dan bergutau juga
" Yan.... Umur berapa sekarang coba?" ucap Ismi yang tetangga sendiri sama Ryan
" Kenapa buk? Mau di jodohin sama anaknya?" tanya Ryan balik
" Mau loe sama Kevin dan Gafin?" tanya balik Irfan
" Gue masih normal kali pak, gak mau yang begituan, sama saya udah punya sendiri" jawab Ryan tanpa sungkan membuat semuanya tertawa
" Jadikan mantu aja pak Zain" ucap Irfan keceplosan
" Anak gue aja cowok masak mau di jadikan mantu" jawab Jihan menyaut untuk menutupi ucapan nyeplos Irfan
Irfan langsung nyengir dan langsung sadar juga dengan ucapannya
" Maksudnya kenalkan sama santri putrinya Lho Say... Suruh milih boar gak jomblo lagi" jawab Ismi lagi
" Pilih aja yang mana pak Ryan, biar gak kesepian, kasian jalan sendirian mulu" ledek Zain membuat tawa mereka
" Haduh insecure saya pak kalau sama mbak santri" jawab Ryan santai
" Kenapa kan santri juga" jawab Jihan lagi
" Saya nanti nunggu adeknya beby aja buk, mudah mudahan ada lagi cewek, siap nunggu saya" jawab Ryan sambil bergurau
Mereka kembali tertawa apa lagi ucapan Ryan yang sama sekali gak masuk akan, yang menunggu adeknya baby Bibi
" Nanti pas udah lahir mau nikah, kamu jalannya udah pake teken Yan hahaha" saut Ismi lagi sambil tertawa
" Di kira embahnya,... " saut Irfan juga
__ADS_1