
Zain terdiam dan mematung, nasi jagung jaman sekarang dia caro penjual nasi jagung aja entah ada entah enggak, lah ini suruh masak lagi resepnya bagaimana dia juga tidak tau
" Hem... Apa masaknya gak pake rice cooker ya Mi?" ucap Zain yang sempat gelagapan saat ini
" Entah... Umi sendiri aja makannya sejak kecil, dan gak tau masaknya gimana" jawab Jihan santai
" Terus abah harus gimana Mi?" tanya Zain sambil garuk kepalanya yang tidak gatal
" Harus bikin Bah" jawab Jihan dan Zain makin seperti orang linglung
" Eeaaa..... Kena deh" Ucap El dari belakang
Zain masih lingak linguk gak jelas dia harus gimana untuk mendapatkan nasi jagung itu
" El kerjanya udah belum? masih ada jadwal lagi gak?" tanya Zain berharap anaknya bisa bantu
" Gak usah minta bantuan, Abah sendiri dong yang cari, orang mintanya sama abah kok, tau lho Umi kalau ada campur tangan orang lain" ucap Jihan dan membuat Zain nyengir kecut
" Okey okey Umi, Umi di sini dulu ya, Abah jadi pemulung nasi jagung dulu" ucap Zain sepertinya harus berjuang lagi
" Emangnya enak punya anak lagi, susah kan" gerutu Jihan saat Zain hendak pergi
" Okey... Abah siap berburu, Umi di sini aja, gak usah pulang dulu, sebelum benar benar sehat" ucap Zain pamit
" Okey, abah hati hati" jawab Jihan dan Zain mencium kening Jihan
" Assalamualaikum..." ucap Zain untuk berjalan keluar
Sebelum sampai keluar Ternyata berpapasan dengannZula yang hendak masuk ke ruangan Uminya
__ADS_1
" Assalamualaikum..." ucap Zula saat masuk
" Waalaikumsalam..." jawab semuanya menoleh padanya
" Abah mau kemana?" tanya Zula lagi
" Itu Umi ngidam, Abah mau cari dulu apa yang Umi inginkan" jawab Zain dan mencium kening Zula dan langsung keluae
" Emang Umi pengen apa?" tanya Zula mendekat pada Uminya
" Nasi jagung" jawab El yang ada di sebelah Uminya
" Emang ada ya nasi jagung?" tanya Zula yang gak faham makanan itu
" Entah tuh, Gue juga gak tau seperti apa bentuknya, belum pernah tau" jawab El yang sama sama tidak tau apa kemauan Uminya
" Umi aja udah lupa, cuman tiba tiba kebayang aja" jawab Jihan santai
" Abah sendiri yang nawarin, gak apa lah sesekali, untuk nebus 3 kali ngidam tak pernah tau" jawab Jihan makin santai membuat El dan Zula saling pandang
Zula tadi setelah pergi mengantar Maulana langsung ke Rumah sakit, bermaksud untuk mengantar Mobil El, tapi karena Uminya sendirian jadi dia gak tega dan udah males balik lagi ke kantor
Zula kini duduk di bangkar sebelah Uminya, sambil mengelus lengan Uminya yang selama sebulan ini lemes tak berdaya
" Dulu waktu Umi hamil Zula juga seperti ini?" tanya Zula lembut
El yang mendengar kemudian menghentikan aktifitasnya dan ikut duduk di bangku dekat Zula
" Semua, Umi saat Hamil selalu seperti ini, lemes dan Mual tiap hari, seperti yang kalian lihat, " jawab Jihan mulai bercerita
__ADS_1
" Tapi di saat Umi hamil Kalian ( Zula dan El) Umi harus kuat, Umi harus bisa bangkit dan tidak boleh seperti ini, Walaupun badan Umi lemes Mual muntah setiap hari, Umi harus kuat untuk bekerja, Harus bangkit untuk semangat," jawab Jihan lanjut bercerita
" Karena di saat Umi Hamil kamu El, Ada Abah yang terbaring lemah, ada setumpuk pekerjaan yang harus Umi selesaikan, dan saat Umi Hamil kamu Il, ada Kedua abang kamu yang harus Umi pikirkan juga, jadi mau gak mau kuat gak kuat harus kuat" jawab Jihan lagi dan Zula memeluk Uminya
" Terimakasih, kalian dulu udah baik dan mau di ajak berjuang sama Umi," ucap Jihan lagi sambil memeluk kedua anaknya
" Terus terus Umi ngidam juga gak? terpenuhi gak?" tanya Zula selepas berpelukan
" Kalau ngidam pasti, dan semua terpenuhi, tapi dulu waktu Umi hamil kakak kalian, adeknya bang Al, Umi sempet ngempet, gak berani ngidam aneh aneh, makanya mutung sendiri dan gak mau sama Umi" ucap Jihan sambil tersenyum dan mengusap air matanya yang hampir saja jatuh
" Kok ngempet kenapa Umi? Umi gak mungkin kan gak punya uang, Abah kan udah lama punya perusahaan dan jadi sultan" tanya Zula polos
" Iya.. Tapi dulu Umi baru saja lulus, dan Umi juga baru saja melepas semua yang Umi punya, Umi masih jadi dokter honorer yang gak seberapa, masih harus bayar kontrakan, masih harus bayar baby sitter bang Al, masih untuk makan juga, untuk ongkos pulang pergi kerja juga, dan Dulu di pikiran Umi gimana Umi bisa sekolahin anak anak Umi, dengan uang Umi sendiri, jadi ada yang perlu di sisihkan, dan waktu dulu Umi pengen apa ya, buah plume dan mahal dulu di super market, jadi Umi gak sanggup, dan ngempet, belum sampe keturutan Umi udah keguguran" jawab Jihan lagi sambil tersenyum dan mengulum pahitnya kehidupannya waktu itu
" Enak ya pas Hamil bang Al, semua ada semua di turuti, dan enak masa kecil bang Al, bahagia di sayang sayang Abah" ucap Zula ngiri
Karena namanya juga manusia biasa, sudah tempatnya kalau ngiri dengan yang lain, apa lagi seperti Zula yang masa kecilnya berbanding balik dengan Al
" Sama, Umi waktu pertama kali hamil bang Al justru ada hal yang tak terduga, dan membuat Umi hancur, Umi sempet koma dulu, sudah hampir hilang nyawa juga, untung semuanya akhirnya baik baik saja, untung masa kecil kalian di rawat sama mbak Della yang baik, sempet bang Al di rawat sama suster yang gila, di ikat bang Al di kamar dia asyik main hp sama cobain baju baju Umi, gila banget" ucap Jihan kembali mengingat masa kecil Al yang salah dapat beby sitter, mereka lanjut bernostalgia dan bercerita masa kecil mereka
Sedangkan di sisi lain ada Zaij yang sedang kebingungan mencari di mana ada yang jual nasi jagung, kalau enggak bahan pokok nasi jagung lah yang bisa di masak
Tapi sayang sudah masuk beberapa pasat tidak ada sama sekali, yang ada justru penjual pakan ternak, berupa jagung yang sudah di belah jadi beberapa bagian
Dan gak mungkin Zain membeli untuk kasih makan ke istrinya, yang bener aja istrinya di kasih makan dengan pakan ternak
"Susah banget sih.... di mana ini nyarinya" kesal Zain sambil celingak celonguk di tengah jalan maksudnya di dalam mobil ya, bukan di tengah jalan umum , sambil mengendarai mobil
Hingga akhirnya dia kepikiran untuk pergi ke rumah Charir barang kali tau gimana cara bikin nasi jagung
__ADS_1
Di tengah asyiknya obrolan Jihan dan kedua anaknya ponsel Zula berdering ada pesan suara masuk dari Ryan yang berisi
" Nazulaaaa... Kembali ke kantor.. Sekaraaaaaannggggggggg" isi pesan suara Ryan yang sangat kesal