Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Batal Nikah


__ADS_3

Mereka ngobrol satu sama lain dan sekedar basa basi


" Oh ya Pak Buk, kedatangan kami kesini mau menanyakan gimana kabar Heny?" tanya Ibuk pak Lurah calon besan ayah Heny


Ayah dan bundanya kaku banget, dia bingung dan sangat deg degan gimana nanti cara menghadapi pak lurah yang minta segera di nikahkan


" Bunda takut yah" ucap Bunda Heny


" Tenang bund" jawab ayahnya berbisik


" Saya sendiri kurang tau pak, selama 2 bulan ini saat kembali ke SRG, saya telfon gak pernah di angkat, saya WA balasannya singkat, apa pak lurah gak pernah menghubunginya sendiri?" jawab Ayah Heny dan bertanya balik


" Saya sering kirim chat dan menelfonyya karena LDR ya pak, tapi Heny jawabnya selalu sibuk ngurus sekripsi, emang sekripsi itu sulit ya pak?" tanya pak Lurah yang hanya lulusan SMA


" Saya sendiri gak pernah kuliah pak, dan saya gak tau itu, " jawab ayah Heny


" Berarti masih agak lama ya pak kalau memang susah?" tanya bapaknya pak lurah


" Mungkin pak, apa lagi Heny kemaren 3 bulan udah mogok ngerjain tugasnya dan mungkin makin lama lagi" jawab Bundanya asal asalan padahal gak tau juga


" Kalau masih lama kata teman Heny waktu itu berarti harus ngulang ya buk, nambah satu tahun, gimana kalau.." Ucap Ibunya pak Lurah terhenti


" kalau apa buk?" tanya bundanya Heny


" Gini pak, sebenarnya kedatangan kami kesini mau menyampaikan, gini, kan Anak saya ini mau jadi mantu bapak, begitu juga dengan Heny yang mau jadi mantu atau istri dari anak saya" Ucap bapaknya pak lurah dan Ayahnya Heny masih menyimak


" Karena tahun lalu anak saya ini nyalon jadi lurah udah habis banyak uang, dan masih banyak hutang, gimana kalau kami meminta sebidang tanah bapak, sebagai warisan Heny, atau anak saya yang bakal jadi anak bapak juga, untuk nutup bank, karena sudah jatuh tempo juga" Ucap bapaknya pak Lurah tanpa basa basi dan rasa sungkan


" Iya pak Besok kan Heny kalau udah jadi istrinya anak saya kan dia juga gak menikmati hasil dan gajinya, bengkoknya kan juga banyak nanti juga kan anak bapak menikmatinya" saut Ibunya pak Lurah cepat


Cukup syok kedua orang tua Heny, ada aja pejabat dan bisa di katakan orang nomer 1 di desa datang minta warisan bahkan belum resmi jadi menantunya


Kok bisa orang seperti mereka itu ada, dan tanpa malu sama sekali menyampaikan maksud tujuang mereka

__ADS_1


Ayah Heny sangat gonduk apa lagi bunda Heny yang sangat jengkel, ini kesempatan bagi mereka melepas Lurah yang gak punya ahlak itu


Secara El yang sangat beradap kaya jauh lebih kaya dari mereka sudah mengajukan proposal, dan Heny sendiri juga menolak sama pak Lurah, eh pak Lurah berulah


" Maaf pak... Sampean itu belum jadi apa apanya saya, kok bisa bisanya sudah meminta jatah Heny yang belum jadi istri bapak" jawab Ayah Heny sudah jengkel


" Kalaupun sudah jadi menantu saya, itu juga gak patut minta warisan dari saya, yang selaku mertua, " tambah Ayah Heny makin murka


" Ibuk dan bapak ini maksud anda mendekat dengan saya dan meminta perjodohan, untuk mengincar harta saya? Maaf harta saya gak ada apa apanya, sudah saya korbankan untuk kuliah anak saya, dan saya lebih baik berkorban untuk anak saya sendiri dari pada untuk kalian" tambah Ayahnya sudah gak terkendali


" Lho pak saya kan sudah bilang, kalau sudah menikah..." Ucap Ibunya pak lurah langsung di potong oleh bundanya Heny


" Maaf buk, anak saya tanpa harta bapak dan ibuk, apa lagi dari pak lurah, dia masih bisa makan, insyaallah bisa cari kerja sendiri, cari duit sendiri, jangan di bicarakan apa yang belum terjadi" sangkal Bunda Heny makin gak terima


" Saya sudah jelas lho buk pendapatannya, dan saya sudah jelas bisa kasih kemasukan untuk Heny" jawab Lurah angkat bicara


" Maaf pak Lurah, jabatan bapak bukan selamanya, jadi maaf masalah rezeqi jangan di bahas di sini, Allah sudah membagi ke semua makhluknya" sangkal Bunda Heny sudah kesal


" Sudah gini aja pak, saya berterimakasih bapak dan ibuk serta pak lurah sudah berkenan hadir di sini, dan cukup sampai sini saja, Heny bukan jodoh pak Lurah, dan saya selaku wali dari Heny membatalkan perjodohan ini" Ucap Ayah Heny membatalkan semua perjodohannya


" Saya kembalikan buk tunggu" Geram Bunda Heny dan berdiri mau mengambul perhiasan yang pernah mereka bawa ke sini


Untungnya Heny gak pernah mau memakainya dan selalu di biarkan di meja riasnya sehingga bundanya tau kalau itu masih utuh dan siap di kembalikan pada keluarga pak Lurah itu


Pak lurah itu memang saat mencalonkan diri cukup habis banyak, untuk di bagikan pada orang agar pada memilihnya


Dan Benar dia jadi dapat pilihan terbanyak walau hanya beda 2 angka saja, dan perbedaan yang sangat tipis


Ibu pak Lurah terkenal garang dan pelit serta peritungan, tapi saat anaknya mau mencalonkan dia seolah berubah dan alim kali ini kembali keluar macannya dan mungkin setelah ini dia akan menyebarkan gosip yang enggak enggak pada warganya


Dan benar mendekati ayahnya Heny karena untuk mendapatkan putrinya, karena keluarga Heny termasuk keluarga berada di kampung sana


" Ini Buk... Saya kembalikan perhiasan yang pernah ibuk bawa kesini" Ucap Bunda Heny sopan dan menyodorkan kotak perhiasa pada Ibunya pak lurah

__ADS_1


" Terus masalah kuenya, ibuk pikir saya belinya gak pake uang, kendaraan dan yang lain, gak pake uang, mana sekalian ganti ruginya, saya juga gak mau rugi kalau memang gak jadi besan" ucap Ibunya pak Lurah sangat peritungan


Pak lurahnya sudah pasrah dia yang gagal dapat tanah dan juga gagal nikah karena sudah di batalkan, dia makin pusing dan malu serta kesal juga, apa lagi jawaban ayah Heny cukup sadis, di tambah Ibunya yang nyinyir membuatnya makin pusing dan pengen geblak


" Berapa totalnya buk.? Biar saya yang ganti?" Tanya El yang kebetulan datang untuk mambahas tentang hal itu


Mendengar ucapan ibunya pak Lurah El langsung faham kalau ayahnya Heny berpihak padanya dan juga anaknya


" 10 Juta, mampu kamu?" sombong Ibunya pak Lurah


El tersenyum dan orang seperti ini diam dan kalem saat di tabok pake uang mulutnya


El sama seperti Zain yang pasti selalu ada uang Cash di tasnya, walaupun sekedar bayar parkir atau apa, karena parkir di rumah sakit keluar tetap harus bayar karena pake kartu juga, walaupun dia pemilik rumah sakit


Dan kalau ada uang cash jadinya dua lebih mudah untuk sering berbagi


El membuka resleting tasnya san mengambil kantong kresek hitam di dalamnya, memang sering di kresekin uang itu


Di dalam kresek terdapat lipetan bahkan gendelan uang berwarna merah


" Ini ada 20 juta buk, saya ganti 2 kali lipat, barang kali nanti isi bensin untuk para pengikut juga di hitung, atau upah tukang kuenya juga di hitung biar sekalian, " Ucap El santai dan memberikan pada ibuknya pak lurah


" Saya terima, tapi ingat pak buk, cara bapak ibuk membatalkan seperti ini, gak akan mungkin ada laki laki yang mau sama anak ibuk" cerocos ibunya pak lurah makin menjadi


" Saya yang siap menikahi Heny" jawab El spontan dan tenang


" Emang siapa kamu? Hati hati habis ini suruh bayar hutang untuk menutupi biaya kuliah anaknya, yang gak lulus lulus itu" tambahnya makin gak habis nyinyirannya


"Ibuk belum kenal saya?" tanya El balik


" Iya siapa? Rentenir?" nyinyirnya makin parah


" Saya perkenalkan, dan maaf sebelumnya saya haturkan ribuan trimakasih atas sikap bapak dan ibuk serta pak lurah terhormat, saya gak perlu capek berperang panjengan sudah sedia dengan pembatalan perjodohan ini, " Ucap El sangat bersyukur akhirnya batal juga

__ADS_1


" Perkenalkan saya Dr. Azmi Alfi syahr El Musthofa , Putra dari Abah Zain Musthofa, dan Umi Jihan aulia, pengasuh pondon pesantren Al Musthofa, " Ucap El santai dan tenang, tapi terpaksa dia menyombongkan dirinya di hadapan orang sombong seperti ibunya pak Lurah


__ADS_2