
Sehabis menikmati indahnya surga dunia, mereka sama sama tepar dan tertidur hingga jam setengah 5 sore,
" Hem..." ucap Aliza menggeliat
Aliza tertidur di pelukan Al seperti semalam, bedanya ini di kasur ki g size yabg sangat embuk hingga membuatnya tertidur pulas karena saking nyamannya
" Bangun sayang" ucap Al mendengar suara lirih Aliza
" Hem... Jam berapa Mas?" tanya Aliza pada Al
" Jam setengah lima sayang" jawab Al masih dengan memejamkan matanya
" Masyaaallah.... Bang belum sholat asar" ucap Aliza langsung bangun dan duduk
" Aduh....... Sakit banget kenapa ini?" ucap Aliza merasakan sakit yang mendalam pada bagian istimewanya
Al seketika kaget dan ikut terduduk
" Kenapa sayang?" tanya Al khawatir
" Hehe.. Gak apa apa, tapi sakit banget nih, perih mas" ucap Aliza apa adanya
" Yang tadi, ini?" tanya Al kembali merogoh keistimewaan Aliza
Plak.... Satu pukulan mendarat di tangan Al
" Sakit mas, kok malah di pegang pengang" ucap Aliza posesif
" Maaf sayang, lagi yuk biar sakitnya hilang, biasanya kalau kalau gitu ke 3 ke 4 hilang lho sakitnya jadi nikmat" ucap Al menggoda Aliza yang mukanya langsung memerah
" Tau ah.. Udah sore mau mandi, belum asaran lho Mas" ucap Aliza berusaha menahan rasa sakit dan bangkit dari tempat tidur Al
Sesampainya di bawah dia menahan rasa sakit, dan mencoba bertahan sebelum melangkahkan kakinya
Aliza terus meringis dan Al melihat itu, saat berusaha mau jalan, tiba tiba
" Eh... Itu darah apa sayang?" tanya Aliza bangun dan Al sedang memakai boxer kecilnya yang tadi di buang sembarangan
Al tidak langsung menjawab dan malah mendekat pada Aliza dan memeluk Al yang masih menutupi tubuhnya dengan selimut
" Darah adek, darah seger, darah prawan" jawab Al sambil mencium leher Aliza
" Maksih udah menjaganya untukku" jawab Al lagi sembari mengangkat Aliza
" Mas..... Kok di gendong mau di bawa kemana?" tanya Aliza kaget
" Mas tau, adek gak mampu jalan, jadi mas Gendong aja lah" jawab Al santai sambil menggendong Aliza yang cukup ramping dan enteng itu
__ADS_1
Aliza akhirnya terdiam dan mengalungkan tangannya pada leher Al , Hingga masuk ke kamar mandi
Al mendudukkan Aliza di atas kloset duduknya, dan menyiapkan air hangar untuk Aliza berendam agar rasa nyeri di bagian istimewa Aliza tidak begitu menyakitkan
" Nanti malam lagi sayang, 3 ronde, biar besok pas ke German gak sakit lagi" ucap Al sambil menggoda Aliza
" Siapa takut" jawab Aliza sok nantang
" Bener lho ya, gak usah keluar dari kamar, " jawab Al membuat Aliza terdiam
Bisa saja mereka gak keluar dari kamar sama sekali, makan tinggal minta saja, nanti di antar, dan tinggal gencer habis habisan, tanpa keluar kamar, kalaupun laper sebenarnya ada banyak stok makanan di dalam kulkas kamar Al
Setelah lumayan banyak, Aliza kembali di bantu Al untuk masuk ke bat up, untuk berendam di air hangat yang sudah di tambah aroma terapi juga di dalamnya
" Berendam dulu ya, Mas ambilkan handuk untuk adek dulu" ucap Al sambil menyambar handuk yang sudah tersedia di sana dan cuman satu
Aliza mengangguk dan menikmati rendaman air hangat tersebut, kemudian Al keluar dari kamar mandi untuk mengambil apa yang tadi dia ucapkan
Saat Al mau ke arah ruang bajunya, yang ada di sebelah kamarnya, Al melihat bercak darah yang terlihat terang dan melebar, hingga akhirnya Al cuman mengambil sarung saja, dan keluar darj kamar
Kebetulan pas keluar ada si embak, yang bekerja di rumahnya setiap harinya sedang membantu membawa belanjaan Zula yang sebagian baru datang
" Mbak... Boleh minta tolong?" ucap Al pada Mbak Nanik, Saudaranya mbak Fatim yang sudah kembali ke rumah karena sudah semakin tua
" Eh boleh, gimana gus?" tanya Balik mbak tersebut
Mbak Nanik mengikuti langkah Al, dan menuju ke ranjang Al yang menjadi saksi ke perawannya Aliza
" Mbak Liza lagi halangan ya Gus" Tanya Nanik melihat darah, karena Nanik itu sudah biasa sama Al dan yang lain
" Enggak mbak" jawab Al sambil tersenyum
" Oh.... Iya saya tau, wah.. selamat Gus, semoga langsung jadi" ucap Nanik dan di aminkan oleh Al
Al, El, Zula, adalah orang yang cukup sibuk dengam kerjaan masing masing, masalah prifasi kamar memang tidak untuk mbak Nanik yang setiap hari keluar masuk untuk membereskan kamar mereka dan mengisi stok apa yang habis untuk keperluan mereka
Setelah selesai membereskan dan mengganti seprai, mbak Nanik pamit untuk segera mencuci, mumpung masih basah dan masih gampang ngilangin nodanya
Al memudian menyusul Aliza yang ternyata sudah mulai mandi, dan sudah agak enakan jalannya
Setelah itu, Aliza buru buru kembali ke kamarnya karena belum sholat dan ganti baju,
Baju Aliza juga sudah di pindahkan oleh Mbak Nanik tadi saat Aliza baru datang
Dan Aliza justru kebibgungan mencari di mana bajunya
" Cari apa sayang?" tanya Aliza
__ADS_1
" Mas gak punya lemari ya? baju Adek tadi di bawa masuk mbak Nanik, tapi gak tau di taruh mana kerdusnya" ucap Aliza masih celingak celinguk
Enak aja sih Aliza bilang Al gak punya lemari, mungkim tidak kelihatan dark balik pintu sekat menuju ke ruang ganti baju
Al berjalan dan di ikuti Aliza yang menggunakan kimono sama dengannya
" Nih baju adek semua di sini, ada baju dinas juga lho" ucap Al sembari menggoda
" Apaan sih, dinasnya masih nanti malam, awas kalau ketiduran" jawab Aliza gak mau kalah
" Harus siap jamu biar bisa gencer habis" jawab Al makin menjadi
Aliza gak jawab lagi dan cepet cepet ganti baju, karena mau segera sholat asar
Al masih santai dan berganti baju, Aliza sampe terlupa ada imam yang siap menjadi imamnya di setiap sholatnya,dan baru sadar saat hendak takbir
" Masyaallah Za... Loe udah punya imam, kenapa malah mau sholat duluan" ucap Aliza menepuk Jidatnya sendiri
" Udah selesai sayang? Cepetnya" ucap Al saat keluar dari kamar
" hehe.. Nungguin Mas, hampir aja tadi lupa kalau udah ada imam" jawab Aliza sembari menoleh Pada Al yang berjalan ke arahnya
" Hih.... Kebiasaan, minta di lanjut nih, biar tau sudah di kasih jatah enak" jawab Al sembari mengelus kepala Aliza yang sudah memamai mukena
Akhirnya mereka sholat berjamaah untuk pertama kalinya,
Seharian Al ogah keluar kamar, El dan Zula bahkan tidak mengerti kalau abang mereka beserta istri sudah pulang ke rumah,
Malam hari saat mereka pulang mencari perlengkapan, dan saat hendak memasuki kamar, mereka lambat laun mendengar suara aneh dari dalam kamar Al
Walaupun kedap suara, senggaknya kalah berjerit dan ada trobosan udara yang keluar mereka masih bisa mendengar
" Bang denger suara aneh gak?" ucap Aliza pada El yang hendak masuk kamarnya
" Dari kamar Bang Al sepertinya" jawab El yang sangat peka
" Iya tuh, suara apa sih ? gak jelas kalau dari sini, coba kita dengar dari balkon, kalau dari jendela kamar bang Al pasti kedengeran" ucap Zula penasaran
El tidak menjawab dan malah tersenyum karena pikirannya yang mungkin sudah traveling
" Bang Al apa udah pulang ke sini?" tanya El pura pura
" Tau, belum kayaknya, tadi ada gak mobilnya di bawah?" tanya Ula lagi
" Abang gak lihat ada mobil siapa aja" jawab El mengikuti langkah Zula menuju kebalkon
Sesampainya di balkon, tepat ya di jendela kamar Al yang dekat dengan balkon terbuka,
__ADS_1
Betapa terkejutnya mereka melihat sesuatu yang membuat mereka makin spot jantung,