
" Aku yang ke Indonesia" jawab Maulana sudah tau apa maksud tujuan Al
Ini yang dia nanti, sebenarnya Dia sudah mau datang ke Indonesia beberapa waktu lalu, dia tanya dulu sama Ryan gimana, cuman Ryan selalu menjawab jangan
Dia salah dia tau dia harus bertanggung jawab, tapi dia juga harus menunggu ke siapannya atas itu semua, dan Ryan selalu mejawab Zula masih belum siap
Dan selama ini Maulana juga gak tenang banget hidupnya, sudah 2 bulan menikah dia masih kepikiran banget tentang Zula
Terakhir melihat wajah Zula yang penuh air mata, itu masih terngiang dalam hatinya
" Saya terbang sekarang ke Indonesia" jawab Maulana tegas tanpa mau basa basi
" Gue tunggu" jawab Al juga penuh emosi dan langsung memutuskan panggilan telfonnya
El masih sangat marah, okey dia sendiri tersakiti tapi kalau melihat sosok adeknya yang tersakiti seolah dia sangat gak terima dan ikut sakit hati
Di Turki Maulana langsung paking beberapa bajunya di koper, dan tanpa bicara dulu pada Aufi
" Kok peking mau kemana?" tanya Aufi yang baru selesai mandi pagi
" Mau terbang ke Indonesia sekarang" jawab Maulana cepat
Sontak Aufi langsung kaget, pikirannya langsung ke arah mantan dari suaminya itu
Secara sekarang kalaupun punya rekan kerja di Indonesia itu pada perusahaan yang sama dengan mantan dari suaminya
Aufi milih terdiam dan tidak bertanya lagi karena hatinya udah sakit dengan cintanya yang bertepuk sebelah tangan
Maulana setelah peking langsung keluar tanpa pamit sama Aufi sama sekali
Ya begitu lah, sikap Maulana pada Aufi selama 2 bulan ini, Mau cerai? Gak bisa ancaman dari kakek neneknya selalu di ucapkan, di tambah dengan Maulana yang sudah memakan Aufi juga
Kini Maulana langsung ke bastmant Apartemannya, dia tinggal di apartemant berdua dengan Aufi, Dan sudah terpisah dengan orang tuanya yang sudah kembali ke rumahnya
Maulana mengendarai mobilnya ke rumah orang tuanya, mau menyampaikan sesuatu dan seenggaknya pamit minta doa dari orang tuanya
Setelah mengendarai mobilnya lebih dari 40 menit, Maulana sampai di pelataran rumah orang tuanya dan langsung turun
" Assalamualaikum.. " Ucap Maulana saat masuk rumah
" Waalaikumsalam.." jawab Bundanya saat di luar bersama neneknya
Maulana salaman dan mencium tangan kedua wanita itu
__ADS_1
" Mana Aufi sendirian aja?" tanya Neneknya
Maulana sama sekali gak menjawab, dan selama ini memang Maulana gak pernah menjawab ucapan kakek neneknya semenjak nikah dengan Aufi
Hatinya sangat hancur banget gara gara neneknya calon istrinya menangis dan harus merasakan goresan luka di hatinya
" Abi ada?" tanya Maulana
" Ada lagi sarapan, tumben pagi pagi udah ke sini ?" tanya Bundanya sambil mengikuti Maulana yang berjalan masuk ke dalam rumahnya
" Iya Lana mau ke Indonesia Bund" jawab Maulana sambil duduk di ruang tengah menunggu Abahnya keluar
" Ngapain ke Indonesia?" tanya Kakeknya dan Maulana diam tidak menjawab juga
" Gak usah aneh aneh untuk mencari perkara kamu Lana, gak usah balik balik lagi sama mantan tunanganmu itu, kamu udah jadi suami dari Aufi" tambah Neneknya yang gak di gubris sama Maulana
" Ada kerjaan dadakan sama dengan pak Imam apa pak Ryan?" tanya Abinya yang baru keluar dari ruang makan
" Tadi bang Al telfon, " jawab Maulana singkat
Sontak kedua orang tua Maulana tentu kaget, karena ini akan menjadi masalah besar
" Ya udah hati hati, kamu harus siap menghadapi" Ucap Abinya sambil mengelus pundak Maulana
" Kakaknya tunangan Lana dulu" jawab Abinya Lana singkat
" Gak usah ke sana, ngapain? Yang ada nanti kamu gak balik" Ucap Nenek Lana sudah takut duluan
" Nek... Lana masih punya tanggung jawab untuk menyelesaikan ini, gak bisa di tinggal begitu saja, dan semua ini gara gara nenek sama kakek" Ucap Lana membantah keras dengan kedua kakek neneknya
" Abi sama Bunda ikut?" tanya Lana
" Enggak.... Bunda sama Abi sangat merasa bersalah, dan gak sanggup untuk bertatap muka dengan beliau semua, apa lagi sama Zula, Bunda belum sanggup" jawab Bunda Zula kadang masih teringat dengan sosok sepeeti Zula
Terkadang Bunda Lana yang snagat mendambakan menantu seperti Zula, menangis sendiri, di kala ingat kata kata dan pamit terakhir dengan DERAI AIR MATA dari Zula
" Ajak Kakek nenekmu... Biar tau siapa Keluarga Zula" jawab Abinya
" Okey..." jawab Kakeknya enteng dan masih meremehkan
Dan mereka akhirnya siap siap dan akan ikut mengantar Maulana ke Indonesia
Di Indonesia setelah selesai bertemu dan menghubungi Maulana, Al dan El menyusun rencana setelah Ryan pergi dari hadapan mereka
__ADS_1
" Kita ketemunya di rumah sini aja semua bang, gak enak di lihat para santri, masak iya harus ada konflik mulu dalam rumah itu, udah biar di rumah sini aja, pinta Abah sama Umi dan yang lain ke Rumah sini, kita tanya juga Zula kenapa gak cerirta sama kita semua" ucap El dan akhirnya di setujui oleh Al
" Tapi kerjaan Abang belum siap El, kita kerja dulu sore pas nanti Maul mendarat biar sekalian ke sini, " jawab Al dan El akhirnya setuju juga dan langsung kembali ke pekerjaan masing masing
Sore hari semua sudah di kabari untuk pulang ke rumah SRG, dan semuanya ke sana, Abah Zain Umi juga , Aliza dan juga baby Bibi sudah berada di sana, dan tinggal menunggu Zula yang masih mengerjakan lemburannya Butik karena dia hari ini libur gak kerja
Ya untuk menghilangkan suntuknya mengingat sosok Maul di kamarnya, makanya dia sengaja lama lama di butik sampai tutup
" Tumben nyuruh kesini ada apa?" tanya Abah dan Uminya saat mereka duduk di sofa ruang tengah
Tak lama terdengar suara salah dari luar ya siapa lagi kalau bukan Zula yang sudah datang akhirnya
" Waalaikumsalam.." jawab Mereka semua dan Zula langsung bersalaman dan duduk di dekat El
Ya karena gandengannya hanya El, masing masing udah pada punya pasangan
El spontan memeluk dan mengelus Zula dengan lembut
" Tumben, kangen ya sama mantan?" tanya Zula menutupi ke gugupannya
Padahal selama ini dia hanya mengharapkan itu dari Abangnya dan sangat ingin menangis di pelukan abangnya tapi dia gak kuasa
" Kenapa Loe gak pernah bilang sama kita La?" tanya Al yang mendekat pada Zula
Semua jadi hening dan hendak mendengarkan apa yang mereka bahas, bahkan baby Bibi ikut anteng dan menunggu jawaban
" 2 Bulan Lho La, loe diam sendiri, loe rasakan sendiri, loe gak sendiri lagi La, loe ada kita, Gue ini Abang Elo, kami semua keluarga Elo La, Bukan keluarga angkat tapi keluarga kandung, " tambah El dan akhirnya tumpah juga air matanya dan bersandar di dada El dan Al ikut memeluknya
Zula sudah gak kuat lagi menopang dan memendam sendiri kalau kedua abangnya sudah tau seperti ini
" Ada apa ini?" tanya Jihan dengan suara keras
"Huu.... Huu.... Hiks hiks.." tangisan Zula semakin menjadi dengan makin mengeratkan genggaman tangannya pada baju kedua abangnya
Tak lama terdengar suara ketukan pintu dan salam, Jihan sudah panik, apa lagi Zain yang melihat anak kesayangannya menangis sudah sangat panik
Dan akhirnya Aliza yang mengalah keluar dan membuka pintu
Dan ternyata Mauo dan kakek neneknya Aliza tanpa basa basi mempersilahkan masuk
" Kenapa ? Ada apa dengan Zula?" tanya Zain makin panik
" Maulana Sudah menikah 2 bulan yang lalu, pas Zula di Turki, dengan orang Turki sendiri" jawab El menjelaskan pas kebetulan Maulana sampai di ruang tengah karena Aliza yang mempersilahkan
__ADS_1