
" Abah teruuusss....." Ucap Zain gak terima dan mereka tertawa
" Ya bener... Novita kawannya siapa dulu coba?" tanya Jihan lagi
" Entah... Kawan Rani lah" jawab Zain pura pura amnesia
" Terus Rani siapanya Abah?" tanya Zula lagi padahal dia tidak kenal siapa Rani
" Mantan Istrinya Abah" jawab Jihan mewakili
" Enggak... Lagian dulu gak sah, Rani masih punya suami, gak boleh piandri kan" jawab Zain membela diri
" Sama Aja udah sakiti hati Umi" jawab El membela Jihan,
Jihan langsung mengacungkan kedua jempolnya, atas pembelaan El
" Makanya El, jangan frustasi, Abah dulu udah pernah frustasi di bikin Umi, kayak gembel ODGJ" Ucap Zain mengalihkan pembicaraan
" Kok bisa Umi yang bikin, Abah sendiri yang bikin , orang kesalahan sendiri di bikin sendiri, malah di lempar ke Umi, baru sadar langsung depresi huuuaaaaa" Jawab Jihan dan meledek Zain membuat anak anaknya tertawa
" Lha Umi di lawan, Umi bukan wanita lemah ya Bah, apapun bisa Umi lakukan untuk Anak anak, " ucap Jihan lagi
" Cuman di blokir, orang punya tenaga, punya pikiran kerja dong, " tambah Jihan membanggakan dirinya sendiri
" Iya ya Umi sayang... Iya" jawab Zain sambil merangkul Jihan
El dan Zula santai sambil memerhatikan Uminya cerita di waktu menjelang subuh ini
" Murahan, obaral murah murahan, kalau ingat itu haduh... Sakit banget, padahal Umi tuh poll mahal lho" ucap Jihan lagi menirukan Zain
" Mahal gimana Mi?" tanya El kurang faham
" Mahal dong, Abahmu tuh bilang Umi murahan, tapi sekali dia membujuk Umi, berapa ratus milyar bahkan sampai berapa Triliyun coba untuk membuat Umi kembali?" jawab Jihan menjelaskan
Secara Membujuk Jihan pulang memang Zain habis uang ratusan bahkan triliyunan, Zain lakukan demi Jihan kembali kepadanya
__ADS_1
" Sorry ya kalau Umi cuman seperti cendol dawet yang cuman dapat jatah jutaan saja perbulan, dan ujung ujungnya masuk dan membusuk di penjara" ucap Jihan lagi membuat El dan Zula kompak bertanya tanya
" Abah tuh, bujuk Umi kembali yang terang terangan sudah jelas, beasiswa di luar negri, 2 fakultas udah berapa ratus juta, belum beli rumahnya di Inggris, berapa M, belum mobil dan apartemant yang di berikan secara diam diam berapa M, rumah sakit sama rumah di SRG berapa T, gak murah demi Umi kembali, karena saking mahalnya Umi, Iya gak bah?" tanya Jihan pada Zain
" Iya Umi, gak ada duanya" jawab Zain mengalah pada Jihan
" Pinter.... Nah gitu dong, hidup sama Umi pasti makin pinter, Hidup sama Rani makin bloon" jawab Jihan lagi sambil menepuk wajah Zain yang berewok
Allahuakbar Allahuakbar...
Terdengar suara adzan subuh di masjid Al Musthofa
Obrolan mereka berhenti sejenak, untuk mendengar dan menjawab adzan dari masjid
Sampai suara adzan sudah terhenti dan mereka lanjut berdiri sendiri sendiri
" Udah El jamaah, Zula sama Umi ayo ke kamar, kembali bobok" Ucap Jihan karena masih dalam keadaan Nifas
Karena Jihan masih belum selesai dan belum ada 40 hari juga, sedangkan Zula masih halangan
" Setuju... Ayo baby, kita bobok lagi" ucap Zula sambil memainkan tangan baby Bibi yang ternyata sudah merem
" Sholat jamaah, di Imami Aulanya" ucap Zain lagi dan masih menarik telinga El
" Aduh aduh duh duh .... Sakit bah" ucap El mengaduh kesakitan
" Makanya yuk jamaah anak ganteng" jawab Zain dan akhirnya El menurut
El kembali ke kamarnya untuk gosok gigi, cuci muka, Wudhu dan ganti baju kemudian turun kebawah dan ke aula
Sedangkan Jihan dan Zula kembali merem dan tidur di kamar Zula,
El turun ke Aula, untuk menjadi seorang Imam, karena kalau Subuh Zain sering kali jamaah di Masjid, karena jadwal Imam Zain di masjid yaitu subuh dan dhuhur, serta asar, selebihnya gantian dengan para sesepuh sana
Kalau magrib Isya' Zain menjadi Imam di Aula pesantren, dan karena sekalian lanjut storan
__ADS_1
Para santri semua jamaah di Aula, kecuali kalau sholat jum'at,
Dan kini El sudah berada di aula, dan para santri sudah melaksanakan sholat sunah qobliyah subuh, begitu juga El
Kabar tentang kandasnya hubungan El dengan Bule Jerman sudah terdengar di telinga para santri, dan mereka ikut prihatin tak jarang dari mereka malah mengajukan diri dan berlomba menjadi calon istri dari El
Ikomah sudah di kumandangkan oleh santri putra, dan El sudah menyiapkan dirinya sebagai seorang imam
" Allahu akbar" takbirotul ikhrom berkumandang dengan lantang dan El mulai menjadi Imam
Sholat jamaah subuh telah terlaksana, dan El dengan khusuk suara lantang menjadi seorang imam sampai sholat selesai
__________________
Hari hari sudah terlewati dan 3 minggu sudah kandas hubungan El dan Ailza,
Hari ini di mana akan jadi moment terindah antara Soni dan Ailza, karena akan melaksanakan resepsi pernikahan keduanya
Karena setelah sampai Indo dan selesai urusan El dan Ailza, Soni dan Ailza langsung melaksanakan ijab qobul pagi harinya di rumah Soni
Mengenahi menikah saat hamil, itu ada beberapa pendapat yang berbeda, dari para ulamak
Ada yang mengatakan boleh, ada juga yang tidak, dengan alasan yang sudah tertera
Tapi setau author boleh, karena kalau menunggu bayinya lahir tekutnya perzinaan makin berlanjut,
Kalau pisah atau cerai saat hamil menurut hukun negara itu tidak di perbolehkan, tapi kalau menurut agama boleh, dan masa idahnya seorang istri nanti sampai anaknya lahir
Seumpama siang tadi Istri di talak suami, dan malam istrinya lahiran, itu udah habis masa idah seorang istri tersebut
Tapi kalau hamil di luar nikah, anak yang dalam kandungan itu tidak bisa di katakan anak biologis dari bapak yang menghamilinya
Seumpama anak si Ailza besok adalah cewek, otomatis saat menikah perlu wali, tapi si Soni tidak bisa jadi wali nikahnya, karena anaknya adalah anak hasil di luar nikah, dan si Soni tidak bisa jadi wali nikahnya walaupun Soni sudah menikahi Ailza sekalipun
Makanya hati hati, salah satu yang perlu di perhatikan masalah pernikahan, kalaupun Soni gengsi dan memaksa untuk tetap jadi wali nikah dari anaknya, justru membuat tidak sah pernikahan tersebut karena Soni yang sebenarnya gak bisa menjadi wali dari anaknya
__ADS_1
Jadi hati hati ya sahabat, itu salah satu terjadinya perzinaan, karena setahu kita pernikahannya sah, karena merasa walinya adalah bapaknya sendiri, tapi kan aslinya bukan bapak biologis, jadi tetap tidak bisa, dan sampai turun temurun kalau kita tidak hati hati
Jangan cuman ikuti gengsi, tapi ikuti peraturan yang ada, dan s