Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Minta maaf


__ADS_3

Kini semua santri sudah pada di kamar masing masing, mereka cukup kaget dengan pernyataan Abah Hasan barusan, yang memperkenalkan Zula adalah cucunya


Mereka sebagian takut apa lagi yang sudah menggunjing Zula, ternyata selama ini Zula menyamar dan menjadi orang biasa padahal dari keluarga luar biasa


" Gue takut, gue termasuk kualat gak sih, dulu gue ikut maki neng Zula lho" ucap salah satu santri di sana


" Gue juga, apa lagi gue kan dulu ngengnya Nada, haduh gue takut ilmu gue gak barokah nanti" ucap salah tau teman Nada pada waktu itu


" Ya gimana? Gue kira nada memang nengnya dan Cucu Abah Hasan, gak taunya ternyata Nada cuman saudara tiri dari Guels Al dan Gus El, dan yang kita hina adek mereka gimana dong?" ucap mereka makin ketakutan


" Udah udah, kita gak ada jalan lain selain minta maaf sama Neng Zula, kalau mau kita di sini baik baik saja dan belajar dengan tenang" jawab salah satu temannya yang sudah cukup dewasa


" Ya udah sekarang kita sama sama, ayo ke sana, gue gak mau ilmu gue gak barokah gara gara pernah menghina cucunya Abah" Ucap Mereka makin panik


" Cepetan gak usah gengsi, ini mumpung masih jam 6 pagi, nanti kan kita harus siap siap ngaji lagi di aula" jawab lainnya dan mereka gak mau lama lama langsung gerak cepat untuk ke ndalem


Mereka berjalan melewati lorong pesantren, tak jarang mereka di tanya sama santri santri lainnya


Bukan mereka saja yang ketakutan, dan bukan dari kamar mereka saja, masih banyak santri bahkan hampir di setiap kamar ada yang pernah menjadi hatersnya Zula


" Mau kemana?" rame rame?" tanya santri yang nongol di pintu yang mereka lewati


" Mau ke ndalem, gue merasa bersalah, takut kualat mau minta maaf sama Neng Zula cucu abah Hasan" Ucap salah satu mereka yang seperti rombongan demo


" Kami ikut bareng" Ucap salah satu mereka yang sempat mendengar


Kini mereka sama sama hendak menggegerkan Ndalem Abah Hasan, tapi sebelumnya mau ke Ndalem berjumpa dengan salah satu santri yang ngabdi di Ndalem


" Eh... Ada apa? Mau kemana?" tanya santri tersebut ramah


" Mau ke Ndalem, kami mau minta maaf sama Neng Zula, bisa kan mbak, plis" ucap mereka ketakutan dan saling saut sautan meminta izin


" Haa.. Ketahuan kalian semua hatersnya neng Zula ya" Ucap mbak santri sambil nunjuk ke mereka


" Huruh.. Abah Zain tau kalian langsung di keluarkan dari pesantren ini" Ucap mbak santri lagi


" ya Allah.. Terus gimana dong, kan kamu mau minta maaf" Ucap lainnya makin ketakutan


" Tau gak, Neng Zula itu anak kesayangan Abah Zain, dan kalian bisa di tuntut" ucap mbak Santri makin membuat panik mereka

__ADS_1


Mungkin Zain bisa gak terima tapi do balik Zain yang paling tegas masalah Zula, ada Umi Jihan sebagai mendamainya


Umi Jihan bukan orang yang penuh dendam tapi pemaaf, yang dengan mudah memaafkan, tapi tidak dengan 1 wanita yang pernah menghancurkan rumah tangganya


Tapi karena Rani sudah meninggal Jihan juga sudah memaafkannya, karena kasian kalau menambah beban siksa kubur Rani yabg sudah dholim kepada siapapun


" Ada apa sih?" tanya mbak Ndalem lagi yang kebetulan mau kembali ke asrama, karena tugasnya di ndalem sudah selesai


" Kayak orang mau demo aja" ucapnya lagi


" Iya nih, katanya pada mau minta maaf sama neng Zula, Hatersnya neng Zula dulu" jawab mbak santri yang datang duluan


" Oalah... Tapi jangan kayak orang demo gitu dong, masak mau ke Ndalem seperti ini, gak sopan tau" Ucapnya menyegeh dan agar lebih ber etika lagi


Mereka terdiam dan berunding agar bisa menyampaikan maaf mereka pada Zula


" Mending kalian perwakilan dulu, dan nanti yang lainnya nunggu disini, neng Zula ber sedia gak? " Ucap santri ndalem memberi masukan


Mereka kembali berunding dan memilou perwakilan untuk menghadap keluarga Ndalem


" Ya udah kami berdua ya yang mewakili" Ucap salah kedua dari mereka yang harus menyiapkan mentalnya


" Kalian tunggu di sini, biar mereka berdua yang menghadap nanti seterusnya nunggu intruksi" Ucap mbak Ndalem dan mereka ngikuti


" Ya udah ayo, gue temani" Ucap santri ndalem senior dan mengajak mereka berdua yang mewakili lewat pintu belakang


Sesampainya di Ndalem semua sepi, jelas pada ngaji di kamar masing masing, dan kedua santri tersebut mengikuti seniornya naik ke lantai dua


Hingga mereka sampai di depan kamar Zain dan Jihan


Tok tok tok....


Santri senior mengetuk pintu kamar tersebut


" Mbak kita gak langsung ke neng Zula?" tanya salah satu dari mereka


" Mau dapat maaf gak?" tanyanya balik dan mengangguk kemudian mengikut lagi


Ceklek..... Pintu terbuka dan di buka oleh Jihan

__ADS_1


Melihat wajah Jihan mereka langsung jongkok sopan pada Jihan,


" Eh... Berdiri aja mbak Atik" Ucap Jihan paling gak enak di gitukan


Ya mbak senior yang mengantsr mereka berdua adalah mbak Atik yang sudah lama ikut ndalem


Kemudian mereka berdiri dan menundukkan kepalanya, kalau mbak Atik menatap Umi Jihan yang selalu bersikap santai pada siapapun, tentu dengan ucaoan yang santun juga


Kemudian mbak Atik menyampaikan maksud tujuannya mengantsr kedua santri yang ada dk belakangnya


Di sela obrolan mereka abah Zain menyusul dan ikut nimbrung , dan betapa dongkolnya Zain saat mengetahuo ternyata yang membuat putrinya hilang kepercayaan adalah santri santrinya sendiri


" Yang lain di mana?" tanya Zai tegas dan menahan amarah


Kedua santri di belakang mbak Atik spontan mau copot jantungnya mendengar ucapan Zain yang cukup horor itu


" Bah.... Udah.. Puasa ya bah, sabar, pelan pelan" Ucap Jihan mengelus dada Zain yang tau pasti kalau ngomong sama suaminya yang ada akan jadi malin parah


" Ya sudah yang lain di ajak kumpul dulu di aula ya mbak, nanti kami menyusul kesana" jawab Jihan gak enak kalau melihat suaminya yang sudah mulai esmosi


" Ya sudah kalau gitu kami pamit dulu ya Umi untul kembali ke Aula" Ucap Mbak Atik pamit dan Jihan tersenyum dan mengangguk


Mereka bertiga salaman dengan Jihan dengan begitu santun


" Assalamualaikum Umi" Ucap Mereka sopan


" Waalaikumsalam..." jawab Jihan dan Zain


Jihan langsung menghadap pada Zain yang masih berdiri di belakangnya


" Mau ngapain ayo turun" Ucap Zain masih menahan amarah


" Ih..... Ngomongnya itu lho, bisa halus sedikit gak sih" Kesal Jihan justru mencubit Pinggang Zain


" Emosi Abah Mi, mereka yang membuat Ula seperti dulu" ucap Zain yang mengingat siapa anaknya pada masa itu


" Koreksi diri, semua gak akan terjadi kalai bukan karena Abah, jangan gitu lah, ajarkan anaknya saling memaafkan, Umi aja maafin Abah, Coba di inget gimana salah abah pada jaman itu?" jawab Jihan justru ngomel pada Zain


" Lain cerita Abah gak terima anak kesayangan Abah dulu di hina" jawab Zain justru langsung keluar pintu dan hendak ke aula

__ADS_1


Apa yang akan terjadi selanjutnya....


Jeng jeng jeng... Nantikan episode berikutnya


__ADS_2