Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Urusan Abah


__ADS_3

Jihan kembali ke tempat tidurnya, dan perasaannya yang hancur ini makin hancur, dan kembali menangis dengan mendekap baby Bibi yang masih bobok


" Sayang.... Kamu tetap bahagiain Umi ya" ucap Jihan lagi sembari kembali menangis


Di luar kamar, Zain yang sama sekali tidak bisa marah sama anak anaknya hanya diam dan frustasi sendiri,


Pasalnya mau marah gimana? Dia sampai saat ini masih banyak disa dengan anak anaknya, anaknya juga korban dari wanita yang ada di cover kue ulang tahunnya itu


" Udah kalian makan aja deh, kuenya bawa aja kemana, kebawah sana biar di makan sama yang lain" ucap Zain sudah sangat lemas dan gak tau nantinya Jihan gimana di dalam


Zain justru makin kepikiran dengan Jihan, yang pastinya kembali merasaka kepedihan, apa lagi sampai mereka semua di suruh keluar


" Bah maaf Bah, kami cuman mau bercanda tadinya" ucap Zula dan Zain gak bisa jawab apa apa dan hanya mondar mandir gak jelas


" Iya lho bah, maaf" jawab Al lagi merasa bersalah


" Udah udah, semua udah terjadi, gak usah di bahas lagi, Umi di dalam ini, sendiri, " jawab Zain gak mau mikirin yang sudah kejadian


" Ya gimana dong... Kami gak tau kalau akhirnya Umi seperti ini" jawab El lagi dan Zain sama sekali gak menjawab


Capek dengan mondar mandir Zain akhirnya duduk di salah satu kursi depan kamarnya, sambil memikirkan gimana menghadapi Jihan yang pastinya sangat kecewa hari ini


Al El dan Zula kini kembali ke kamarnya masing masing, sambil menikmati angin sepoy sepoy dari laut yang menuju ke pulau komodo


Sampai saking paniknya mereka tak terasak akan sampai di pulau tersebut dan Zain yang masih bibgung terus menghubungi Jihan tapi sama sekali tidak ada jawaban


Berkali kali ucap salam dan ketuk pintu sama sekali tidak ada jawaban dari Jihan yang berada di dalam


" Sayang... Yuk, udah mau sampai ke pulau komodo nih, ayo keluar dulu buka dulu" ucap Zain sambil mengetuk pintu


Tapi sama sekali gak ada jawaban dari dalam karena Jihan masih menangis di dalam, merenungi rasa kecewanya yang sebenarnya Alhamdulillah kini dia jauh lebih enak hidupnya dan lebih bersyukur tentunya


Cuman sayangnya anak anaknya begitu mudah munculkan kembali, rasa sakit itu, dan dirinya yang mau move on, akhirnya kembali terbuka lukanya yang menyakitkan itu


" Sayang.... Plis dong ayo buka, kita liburan masa seperti ini" ucap Zain lagi dan sama sekali gak ada jawaban


Kini sampai anak anaknya turun dan menghampiri Zain yang masih di luar kamar begitu juga dengan Aliza yang sudah tau ceritanya dari Al

__ADS_1


Aliza tidak diam saja, Al juga sudah kenyang omelan dari Aliza tadi, untung dia gak ikut ikutan tadi


" Belum keluar sama sekali Bah?" tanya El lirih dan Zain cuman menggelengkan kepalanya


Dari dalam Jihan mendengar suara rame dari anak anaknya di luar kamarnya,


Jihan memilih mengirim pesan pada Aliza agar di sampaikan pada yang lainnya


Ting..


Ponsel Aliza berbunyi dan pesan masuk dari Jihan


From : Umi Jihan


Jalan aja dulu kak, sama yang lain ya, Umi masih pengen sendiri di kapal


Begitu pesan yang masuk dari Jihan pada Aliza


" Kata Umi suruh jalan duluan, Umi masih mau sendiri di sini" ucap Aliza menyampaikan pada yang lain, dan me.perlihatkan chatnya juga


" Ck... Ya Allah...." frustasi Zain yang mungkin makin pusing kepalanya


" Al, ajak istri dan adek adeknya turun, Liza belum pernah kan nak, ya udah turun aja dulu, ya.. Abah di sini nungguin Umi aja" tambah Zain lembut dan mereka masih berdiri di hadapannya


" Gam seru dong Bah, Umi dan baby Gak ikut" Ucap Zula gak nyaman dan merasa kurang


" ya Gimana lagi nak? Umi udah bad mood, udah ayo di nikmati liburannya, Umi biar jadi urusan Abah" jawab Zain menenangkan Anak anaknya


Karena Zain merasa saat ini liburan, jangan sampai hanya karena Jihan calon cucunya ileran


" udah gih nak, jangan sampai cucu Abah ileran lho" ujar Zain lembut menahan emosi


" Gak seru bah, Bibi gak ikut" ucap Zula lagi sebagai alasan dan Jihan masih mendengar hal itu


Seketika bangkit dari tidurnya dan mengambil topi serta perlengkapan baby Bibi agar bisa ikut bersama mereka


Ceklek...

__ADS_1


Pintu di buka , dan Jihan menampakkan wajahnya


" Alhamdulillah...." Ucap semuanya kompak


Jihan sama sekali tidak ber ekspresi, dan langsung memberikan baby Bibi pada El yang tepat di depan pintu dan kembali masuk ke kamar tanpa ngomong apa apa


Mereka benar benar di diemin oleh Jihan, yang sangat cuek tanpa kata pada mereka semua


Di saat Jihan akan menutup kembali pintunya, Zain segera menahannya, secara Abah Zain masih sispeck dan masih kuat kalau hanya melawan pintu


Sakingnya Zain yang lebih kuat sedangkan Jihan yang sudah lemas gam bertenaga lagi, akhirnya kalah dan membiarkan Zain berada di pintu dan Dia kembali ke dalam


" Udah kalian pergi dulu, Abah atasi Umi dulu" ucap Zain pada anak anaknya


Zain gak mau menunggu jawaban dari anak anaknya dan langsung menutup pintu kamarnya dan menguncinya


" Huh.... Kayak pasangan muda aja ya" ucap Zula pada Zain dan Jihan yang gak dengar tentunya


" Sakit Dek, mengenang hal yang membuat Umi hancur itu sakit" jawab Aliza yang tau perasaan perempuan


Zula mengangguk dan kemudian mereka berjalan mengikuti Al dan El yang sudah turun duluan ke bawah


El masih menggendong baby Bibi yang di serahkan oleh Umi Jihan tadi, dan sesampainya mereka di bawah ternyata para awak kapal sudah menunggunya untuk pindah ke kapal motor menuju pelabuhan pulau komodo


" Baby sama Abang ya jangan rewel" ucap El pada baby Bibi


" Kak Liza, gimana pakenya ini, biar Sama El aja baby" ucap El meminta bantuan pada Aliza agar memakaikan baby Bibi do gendongan kangurunya


" Nah tasnya bawa Bang, kasian kalau kak Liza yang bawa, dia udha gendong anak elo" ucap El sambil memberikan tas pada Al


Sedangkan Zula sudah membawa ransel isi bekal dan minum mereka


Aliza mulai memakaikan gendongan kanguru di tubuh El, dan memasukkan baby Bibi kedalamnya


Karena baby Bibi masih sangat bayi baru 2 bulan, Aliza menghadapkan baby Bibi ke arah El agar El bisa memegangi kepala dan lehernya yang belum benar benar kuat


" Baby... Tadi Umi di dalam ngapain? Cerita gak sama baby?" tanya Zula konyol yang kepo pada Baby Bibi

__ADS_1


" Elo tuh... Udah lah, di nikmati aja, biar jadi urusan Abah, gue makin punyeng kalau ngomongin itu, " jawab El yang butuh hiburan malah justru sebaliknya


__ADS_2