Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Zula Hilang


__ADS_3

Sore harinya Kini Zula sudah kembali pulang ke rumahnya, dan karena sangat capek, habis meeting diluar dari habis dzuhur sampai jam 5, dan sampai rumah juga udah magrib, Zula yang biasanya mampir dulu ke kamar Baby Bibi kini langsung ke kamarnya


" Huh ..... Alhamdulillah" ucap Zula saat berhasil menaiki tangga yang bengitu banyak menurut bayangan dengan tubuh capeknya


Ceklek...


Zula membuka pintu kamarnya sendiri


" Assalamualaikum..." Ucap Zula saat masuk


Walaupun di sana tidak ada orang, Zula selalu mengucapkan salam saat masuk kamarnya sendiri


Zula merebahkan tubuhnya di kasurnya dan tak terasa sebelum sampai dia mandi justru sudah terlelap duluan


Sampai dia tidak dengar berkali kali Maulana memanggilnya tapi tidak dengar sama sekali


Di lantai bawah Zain sudah mulai ketar ketir karena sudah jam 9 malam Zula sama sekali belum pulang, di telfon beberapa kali tidak ada jawaban, di WA juga tidak ada jawaban


Dia telfon Irfan juga katanya sudah pulang tapi Zain dan yang lain tidak melihat Zula pulang , karena pas jamaag sholat Magrib


" Ada apa sih Bah?" tanya Al setelah selesai ngajar di pondok


" Adekmu belum pulang hingga sekarang, kemana ini?" jawab Zain makin bimbang


" Nanti kan juga pulang lho Bah, mungkin masih meeting juga, " jawab Jihan sembari pumpung


" Nanti kapan sih Mi ? Ini lho udah jam 9 malam, meeting apaan? Kata Irfan udah pulang juga" bantah Zain paling gak bisa kalau anakperempuannya pulang telat


" Ya mana tau main dulu, belanja atau jajan dulu kan" jawab Jihan lagi yang tau karakter suaminya gimana


" Jajan atai shoping kenapa telfon Abah gak di angkat" jawab Zain lagi masih grusa grusu


" Ya udah tenang Lho, nanti juga pulang" kesal Jihan yang sedari radi melihat suaminya mondar mandir


Zain tidak menjawab dan langsung keluar dari kamar Baby Bibi


" Kamar sayang Yuk" ajak Al pada Aliza yang menemani baby Bibi


" Adeknya di cari dulu" bentak Zain makin heboh


Kalau Abahnya udah bentak seperti itu udah gak bisa di nego dan di bantah lagi kalau gak mau makin heboh rumahnya


" Iya Bah" jawab Al langsung kembali ke mode Awal


" Tolong taruh kamar dulu Sayang, sekalian panggil El" pinta Al untuk menaruh kitabnya pada Aliza


Aliza nurut dan tanpa bertanya atau berkata apapun, baru lihat Abah mertuanya yang baru di ketahui marahnya seperti itu


Al berjalan kebawah bermaksud untuk mencari keberadaan Zula yang sudah menggegerkan dunia


Di atas Aliza sudah menemui El dan menyampaikan apa yang Al perintahkan tadi


" Jadi belum pulang tuh anak?" tanya El lagi ikut khawatir

__ADS_1


" Belum, Abah mulai heboh do bawah" jawab Aliza dan El langsung lari kebawah


" Ck... Cil bocil, masalah gue belum selesai 100% loe udah bikin ulah" ucap El sambil berlari


El menghampiri Al dengan membawa kunci mobilnya, dengan Al yang ada di lantai dasar bersama Abahnya


Zain masih menggunakan sarung dan juga kaosnya dan makin bingung dengan terus menelfon Zula


" Kemana sih tuh anak?" tanya El saat mengahmpiri Al


" Kalau tau juga gak di cari, " jawab Al masih berdiri di sebelah Abahnya


" Ya sana buruan di cari, " kesal Zain kembali marahi Al dan El


El buru buru berlari dengan Al keluar rumah menuju ke mobilnya dan sesaat kemdian ponsel Al berbunyi panggilan dari Maulana


" Assalamualaikum..." ucap Al saat panggilan terhubung


" Waalaikumsalam..." jawab Maulana di seberang sana


" Ada apa Maul, gue mau cari Zula dulu nih, belum pulang sampai sekarang" jawab Al kesal karena dia yang kena marah dari Abahnya


" Apaa?" kaget Maulana mulai makin panik


Secara dari tadi dia telfon juga gak di angkat ini malah bikin gara gara Si Al bilang Zula hilang


" Ya Allah... Jadi kemana Bang? Ini tadi gue juga mau tanya Zula di mana? Soalnya gue telfon, gue WA gak ada balesan sama sekali" jawab Maulana ikut panik dan..


Zain langsung menyaut ponsel Al yang masih terhubung dengan Maulana


" Hallo Bah... Kemana Zula katanya Bah?" tanya Maulana panik


" Abah Justru mau tanya kamu, kemana Zula, ada bilang gak sebelumnya?" tanya Zain lagi


" Siang tadi katanya mau meeting, terakhir itu sedari tadi Maul hubungi gak di angkat, hingga sekarang juga gak ada jawaban Bah" jawab Maulana makin membuat Zain panik


" Cepet El... Keluarkan mobilmu" teriak Zain makin panik


El yang melihat kepanikan Abahnya jadi tambah panik dan berlari ke garasi mobil keluarga


Dan... Keadaan panik ya, Mobil Zula yang berada di sebelah mobil El sampe gak kelihatan,


Kalau panik sudah bisa merubah semuanya, dan buru buru El memundurkan mobilnya dan langsung mengendarainya


Zain dan Al segera masuk, dan Al juga sudah menutup sambungan telfonnya dengan Maulana


Kini Mobil El melaju kencang ke arah jalanan, sambil mencari keberadaan mobil Zula di sepanjang perjalanan


Tujuan utama mereka adalah kantor dan tempat nongkrong atau swalayan biasanya


Padahal yang mereka cari sudah berada di alam mimpi indah bersama dengan sang tunangan


Sedangkan El, tanpa dia sadari sudah mulai lupa dengan masalahnya berkat kabar Zula yang di duga hilang

__ADS_1


Di Rumah Aliza dan Jihan masih menunggu kabar dari suami masing masing tentang keberadaan Zula


" Lagian tuh anak ya... Kenapa pake ngilang segala sih, gak biasanya pergi tanpa izin juga" Ucap Jihan sambil ngedumel


" Baru semalam Uminya ini seperti orang gila, frustasi di bikin Abangnya, ini gantian dia yang aneh aneh masyaallah" ucap Jihan sembari menggaruk kepalanya


2 Jam sudah Zain dan kedua anak bujangnya mencari Zula, hingga semua toko dan cafe sudah pada tutup, karena sudah jam setengah 12 malam


" Ini sudah kita puteri semua lho bah, di seluruh kota sini, mau cari di mana lagi?" ucap Al ikut frustasi


" Ya di cari sampe ketemu Al, itu adek kalian lho, putri satu satunya Abah, Abah udah kehilangan dia di masa kecil dan remaja, Abah gak mau kehilangan lagi " jawab Zain sudah tangisan mikirin putrinya


" Coba Ryan telfon Ryan, sama Irfan " ucap Zain masih sangat khawatir dan panik


" Bah..... Udah 30 kali lho kami ngubungi mereka, mereka juga gak tau, mereka ijut nyari juga lho Bah, capek mereka, biar istirahat" jawab El yang sedari tadi di buat bingung oleh Abahnya sendiri


" Kita pulang aja barang kali Zula sudah pulang" jawab El lagi


" Atau mana tau dia udah ketiduran di rumah temannya" tambah Al


" Temannya siapa? Dia gak punya teman orang sini" jawab El yang faham tentang Zula


" Mana tau sama orang kantor sendiri" jawab Al membantah


" Orang kantor siapa? Ya Ryan doang dong, udah lah, pulang aja ya, mana tau dia udah di rumah" jawab El langsung putar balik tanpa sepengetahuan Zain yang masih pusing dan tangisan


Di sepanjang perjalanan Zain gak henti hentinya menangis dan takut banget kehilangan putri kesayangannya


" Adek kalian itu anak yang paling ngenes, udah terlantar sejak dulu, sejak bayi, sejak dalam kandungan, setelah ketemu abah minta sekolah minta kerja, Abah belum bahagiain dia ini malah udah pergi lagi, gak ada kabar kemana toh ndok ndok" ucap Zain masih meratapi Zula


El dan Al sudah pasrah dan Al justru malah sudah tidur hingga sampai di rumahnya dan..


" Lha tuh... Mobil Zula kan?" ucap El sambil menunjuk Mobil Zula yang terparkir di sana


" Mana? Zula anakku" ucap Zain segera turun dan menghampiri mobil Zula


Zain langsung mengetuk jendela mobilnya dan mengintip dari luar kosong gak ada siapa siapa


Zain langsung berlari ke dalam untuk menemui Zula, sampai lupa salah saking khawatirnya


" Mana Bah... Ada gak Zulanya? Jumpa gak?" tanya Jihan yang menunggu kepulangan suaminya


Apa lagi sampai saat ini waktu sudah menunjukkan jam 1 malam


" Lho belum sampe Mi? Mobilnya udah di bawah lho" Ucap Zain makin grasak grusuk


" Kita tengok di dalam" jawab Jihan langsung bisa nebak


Jihan sambil menggendong baby Bibi naik ke atas tangga bareng dengan Zain untuk menuju kamar Zula


Zain segera mengambil kunci serep kamar Zula dan segera membukanya


Dan...

__ADS_1


Terlihatlah wajah cantik putrinya yang masih menggunakan baju kerja


" Masyaallah anakku......" Ucap Zain dan Jihan menghampiri Zula yang masih terlelap


__ADS_2