
" Astagfirullahal adzim" Ucap Bunda Maulana yang langsung jongkok saat anaknya jatuh
Sedangkan Aufi sudah berpindah ke pelukan orang tuanya saat melihat Maulana sujud ke kaki Zula tadi
Secara dia wanita yang sekarang sah menjadi istri Maulana, jadi tetap sakit hati kalau melihat suaminya yang bergitu pada wanita lain
Tapi melihat Maulana pingsan mereka langsung mendekat pada Maulana dan hendak memindahkan Maulana ke kamar pengantin yang sudah tersedia
Zula di luat bahkan berjalan dari dalam sampai parkiran sambil menangis, bahkan Ryan sendiri gak tau gimana cara menghentikannya
Memang sakit ini lebih parah dari pada luka bakar, atau sampe berdarah darah
Tin ...
Bunyi mobil tanda kunci di buka, Zula langsung masuk dan menangis sejadi jadinya
Ryan langsunf ikut masuk juga, dan menunggu Zula sampai agak reda nangisnya
Tapi sudah 30 menit di dalam mobil Zula sama sekali tidak berhenti menangis dan masih menutup mukanya dengan kedua tangannya
" Laa... Udah... Loe jangan nangis gitu, kita pulang ke hotel ya, istirahat, " Ucap Ryan dan Zula berhenti menangisnya
Zula melirik pada Ryan dengan mata sembabnya
" Kita ke Cappadocia aja, sambil nunggu waktu pagi, " Ucap Zula karena cukup dekat jaraknya
" Ngapain, ini udah jam 10 malam Ula, kalau nunggu pagi masih lama" jawab Ryan yang mungkin sudah capek
" Kalau pak Ryan mau ke hotel gak apa apa, gue ke sana sendiri" Ucap Zula dan Ryan gak mungkin membiarkan Zula apa lagi suasananya lagi gak baik baik saja
" Okey gue temani loe" jawab Ryan gak tega juga
Akhirnya Ryan melajukan mobil yang dia sewa menuju tempat yang Zula minta
__ADS_1
Di kamar hotel Maulan masih di pijit pijit oleh Aufi sebagai istrinya, ya semua karena permintaan Nenek mereka juga
Padahal kalau Maulana bangun mungkin maulana menolak, secara dia sendiri sama sekali gak cinta sama siapa siapa
Di sana bukan hanya ada keluarga inti saja, tapi Om dan beberapa saudaranya ikut mendekat pada Maulana yang sudah tidak sadarkan diri hampir 1 jam itu
Perlahan, Maulana mulai sadar dengan terus memanggil nama Zula, dan sambil keluar air mata
Sampai mata Maulana terbuka dan berteriak
" Sayang...." Teriak Maulana saat bangun dan kembali menangis
" Bi.... Bunda.." panggil Maulana pada kedua orang tuanya
" Zula datang Bund.. Bi, dia mau kasih jawaban penantian Lana selama ini, Bi" Ucap Malana frustasi
Bunda dan Abinya langsung mendekat dan memeluk anaknya, Maulana gak peduli dengan anggapan orang lain yang ada di sana
" Lana sudah menanti lama Bi, menanti lama jawaban itu, dan justru sebelum dia berkata Lana sudah berhianat padanya, Lana sudah menyakiti hati wanita yang Lana cintai Bi" ucap Maulana sambil menangis sejadi jadinya
" Ponsel Bi ponsel, Lana harus kejar Zula, Lana harus jelaskan semuanya padanya" Ucap Maulana hendak mencari keberadaan Zula saat ini
Aufi dan yang lain hanya terdiam,mereka gak tau apa apa, yang penting bagi mereka lana dan Aufi sudah sah menjadi suami istri
Walaupun hati Aufi sedih dan harus berada di sandaran kedua orang tuanya
Salah satu asisten kakeknya memberikan ponsel Maulana, dan langsung muncul pesan dari nomer Zula dengan mengirim voice not
" Assalamualaikum...... Sorry, mungkin panggilan sayang atau beb, sudah sanpai ke batas waktu, dan gak bisa ku gunakan lagi untuk memanggil dirimu, " Voice pertama
" Gue gak tau dan gak mau tau serta gak mau dengar penjelasan apapun, dan Sorry gue cukup egois, cuman semua sudah terlanjur, jadi kamu jelaskan dan beri alasan juga gak bisa membuat kita bersama" tambah Zula di voice berikutnya
" Kamu baik Maul, kamu selalu memperlakukan aku sebagai ratu dalam hidupmu, terimakasih untuk itu, " suara dari voice selanjutnya
__ADS_1
" Maka dari itu jadikan istrimu sebagai ratu juga dalam hidupmu, jadikan dia wanita yang kamu sayangi dan kami cintai seperti apa yang kamu berikan pada aku dulu, jaga dia, karena itu titipan dari orang tuanya, ingat jangan lagi sakiti hati wanita, sakit Maul, snagat sakit.. Hiks hiks hiks.." ucap Zula mendalam di voice selanjutnya dan membuat Maulana kembali menangis
" Terimaksih atas semua yang telah kamu berikan kepadaku selama 3 tahun 9 bulan ini, aku sempat berencana di Universery kita ke 4, menjadi waktu yang bersejarah, dengan kamu yang menghalalkanku, tapi aku hanya manusia biasa, dan Allah mempunyai rencana lain pada hidup kita, dan detik ini kita tidak berjodoh lagi, " tambah Zula dengan isak tangis di belakang
Maulana makin menjadi tangisannya karena 3 bulan lagi waktu yang cukup dekat kalau Maulana kemaren menenrang keras kakek neneknya
Penyesalan itu bukan hanya di rasakan oleh Maulana tapi juga kedua orang tuanya, yang setelah ini mereka harus menyiapkan diri untuk menghadap kedua orang tua Zula juga
" Maaf, setelah ini gue blok ya, gau gak mau menjadi yang ke tiga dalam hidup kalian berdua, sekali lagi trimakasih banyak atas waktu 3 tahun 9 bulan ini, dan Selamat menempuh hidup baru.. See you Maul, selamat berbahagia, wassalamualaikum.." Ucap Zula dan berakhir dengan nomer Maulana yang sudah di blokir olehnya
Otomatis Maulana gak bisa menghubunginya apa lagi mengecek keberadaannya saat ini
Tangisa Maulana kambali pecah dan frustasi, sampai yang ada di sana sangat kualahan, dan Maulana sampe lemes lagi
Setelah agak larut malam, Maulana agak tenangan, dan hanya terdiam dan melamun mereka semua baru bisa istirahat
" Tadi ada mantannya datang?" tanya salah satu saudaranya
" Yang mana?" tambahnya lagi
" Apa yang tadi menangis ya?" tanyanya lagi
" Yang mana?" tanya dia salah satu dari mereka
" Kalau yang nangis tadi sama pak Ryan datang, salah satu rekan kerja dari Indonesia, yang ikut acara pagi tadi" Ucap salah satu saudara dari Aufi
" Kamu kenal?" tanya kakek Aufi
" Ya bukan kenal lagi, itu anggota dari perusahaan besar, " jawabnya dan tentu membuat semua yang ada di sana terbengong
Secara mendengar perusahaan besar yang mungkin di atas perusahaan mereka
" Alah pasti mereka juga cuman karyawan," jawab kakek Maulana meremehkan
__ADS_1
" Iya sih ..Mereka hanya utusan saja, tapi kalau yang perempuan itu sepertinya dia baru, tapi energik banget, aktif dan cara berfikirkan luar biasa, kami dari berapa ratus peserta meeting, sampe di bikin penasaran dia siapa,? Tau dari perusahaan milik pak Zain, cuman kemampuannya sangat energik, paling banyak apreasinya dari semua perusahaan" tambah Saudara Aufi yang memuji Zula dengan kemampuan kinerja dan pikirannya
" Alah cuman karyawan pak Zain aja, bukan anaknya," remeh nenek Maulana pada Zula