Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Ketahuan


__ADS_3

Meeting telah usai, dan Al Sudah menutup serta meninggalkan ruangan meeting tersebut dan Aliza masih di pojokin oleh rekan kerjanya, dan masih duduk di tempat karena masih di tahan sama teman temannya


" Bu Aliza kemana aja? Gak ada izin dan gak ada kabar juga, itu udah melanggar peraturan yayasan" ucap Pak dekan pada Aliza berniat mengintrogasi


" Maaf pak, saya salah, dan saya gak ada Izin dulu kemaren" jawab Aliza menundukkan kepala


" Iya, semua udah tau, tapi kenapa?" tanyanya kembali


" Saya ada urusan yang gak bisa di wakili pak, dan maaf saya sendiri gak sempet memegang ponsel jadi saya tidak bisa menghubungi siapapun" jawab Aliza bahkan menghubungi Kedua kakaknya aja lewat nomer Al


" Iya urusan kamu Apa?" tanya temannya mendedas


" Pacaran lah, gebet suami orang mentang mentang jadi sekertarisnya, mungkin mau merebut hartanya" nyingir salah satu orang yang sangat benci dnegan Aliza setelah Aliza di angkat jadi sekertaris Al


Padahal secara logis gak masuk, karena Aliza hanya lulusan SMA, dan dia lulusan S1


" Astagfirullah Hal adzim..." Ucap Semuanya dan menatap Aliza sendu


" Maaf pak buk, saya permisi dulu, saya sudah di tunggu untuk menghadap pak Al, " ucap Zula memotong dan berdiri


" Assalamualaikum..." Ucap Aliza langsung berjalan dengan hati yang cukup sakit di kira merebut Al dan mau menguasai hartanya


" Waalaikumsalam.." jawab semuanya dan membiarkan kepergian Aliza


Aliza terus berjalan dengan hati yang sudah tidak bisa di atur lagi, ingin nangis sebenarnya dan jatuh kepalukan suaminya


Aliza akhirnya berjalan cepat dan berlari menuju ruangan Al, dengan air mata yang terus dia tahan


Sesampainya di depan Ruangan Al, Al masih setia menunggunya, dan Melihat kedatangan Aliza sudah langsung berubah mukanya,


" Sayang...." Ucap Al saat menyambut Aliza


Aliza langsung masuk dan mengabaikan Al yang menunggunya, dan Al langsung menyusulnya tak lupa menutup dan mengunci pintu ruangannya


Aliza langsung mendekat pada Al, dan memeluk Al serta menyandarkan dirinya di pelukan Al


" Hiks...... Mas" ucap Aliza di pelukan yang akhirnya tumpah air matanya


" Kenapa sayang?" tanya Al sambil mengelus pundak Aliza


Aliza belum mau menjawab, walaupun dia sudah kebal, tapi hati wanita akan remuk kembali dan menja saat bersandar ke suaminya


" Enggak sayang, Mas gak akan beri Adek SP, kalau Surat peranjangan Mas selalu berikan" ucap Al malah bergurau

__ADS_1


Seketika tangis Aliza terhenti dan mencubit pinggal Al


" Kalau itu aja nyaut" jawab Aliza sambil merengut dan memajukan bibirnya


Tapi justru membuat Al makin terpesona dan


" Cup..... Emmmuach" satu kecupan dan usapan mendarat di bibir Aliza


Kebiasaan Zain dulu justru nurun ke Al, manja mesum dan gak bisa nahan titisan Zain adalah Al


" Sini Duduk dulu " ajak Al setelah menberi kecupan


Aliza duduk dan menyandarkan kepalanyandi dada Al, ucapan dan tuduhan pedas dari teman temannya cukup menyayat isi hatinya


" Mas... Adek gak rebut Mas dari siapapun kan?" tanya Aliza lirih


" Kenapa?" tanya Balik Al dan Aliza mengucapkan balik


" Adek gak rebut Mas dari siapapun kan? " tanya Aliza lagi


" Ya enggak lah, emang rebut dari siapa sayang?" tanya Al balik


" Gak apa apa, udah lah, gak penting" jawab Aliza gak mau mengadu domba suaminya dengan karyawannya


Di luar ruangan, mereka ada salah satu karyawan yang sangat penasaran dan kepo akan apa yang nanti Al berikan pada Aliza,


Apa lagi yang sangat iri dengan Aliza yang begitu dekat dengan Al


Tapi Justru saat ini Al kembali ke mejanya dan ingin mengecek sesuatu yang ada di sana,


Salah satunya hasil rapat yang Aliza berikan kepadanya,


Bukan masalah Surat peringatan, ataupun peringatan tentang ke disiinan yang Al berikan, justru kecupan lembut dan tingkah laku lembut komplit dengan belaian kasih sayang yang Al berikan pada Aliza


Aliza masih duduk di sofa dan memainkan ponselnya, melihat apa yang dikirim oleh dekannya tadi ke padanya


" Hoalah..... Ini toh" ucap Aliza saat melihat dan mengecek dokumen yang pak Dekan kirim


" Kenapa?" tanya Al sambil mengecek pekerjaannya


" Dokumen yang di maksud tadi" jawab Aliza sambil mengotak ngatik ponselnya


Di luar masih mengintip dari balik kaca di ruangan Al

__ADS_1


" Coba Mana Mas lihat" jawab Al dan di luar sana masih mengintip dan menguping


" Mas?" Batin Queen, orang tersebut bernama Queen


Walaupun kedap suara, tapi dengan menempelkan kupingnya sedikit terdengae walau samar samar


Kemudian Queen mengintip lagi dan melihar Aliza yang berjalan ke arah Al,


Aliza tadinya mau kembali ke ruang TU, Tapi tentu di larang oleh Al yang gak mau di tinggal oleh istrinya


Yang justru malah melarang Aliza untuk kembali ke ruang TU itu, agar pindah kerja seruangan dengannya


Aliza berjalan ke arah Al, dan mendekat ke arah Al,


Dan spontan Al langsung menarik pinggang Aliza agar lebih dekat dengannya, dan Aliza seketika ter duduk di pangkuannya


Queen yang melihatnya seketika, melotot mwlihat perlakuan Al yang begitu miris di matanya terjadap Aliza


Apa lagi Aliza yang sama sekali tidak ada penolakan, dan justru membalas Al dengan sebuah ciuman di pipi Al, menambah mata Queen seakan mau copot


" Hah..... Jadi beneran?" ucap Queen membalikkan badannya dan merogoh ponselnya sambil menenangkan hatinya


Cekrek... Satu foto sudah terambil walau burem dan agak gelap cukup menjadi bukti aksi genit Aliza pada Al


Kemudian Queen pergi untuk menyebarkan hal tersebut kepada teman teman lainnya


Sedangkan di dalam Al dan Aliza semakin hot dan panas membahana


Queen berlari menuju ruangan dosen yang ternyata kosong karena semua sedang berada di kelas masing masing


Sedangkan Aliza yang lama lama gak enak, dan takut timbul fitnah karena mereka rekannya belum pada tahu tentang hubungan mereka, terus merayu dan memberi pengertian pada Al agar mengizinkannya untuk bekerja dan kembali ke Ruang TU


Dan pada saat Al ada jam masuk ke sekolah BNT, Akhirnya Al mengizinkan Aliza agar kembali ke ruangan TU, dengan sarat pas Al kembali Aliza juga harus ikut kembali


Kini Aliza sudah duduk manis menghadap laptopnya dan mengerjakan apa yang sudah menjadi pekerjaannya


Tapi tiba tiba di tengah ketenangannya dalam memgerjakan pekerjaannya Queen menghampirinya dengan menggebrak meja Aliza


Aliza kaget hingga berdiri bangkit dari kurisnya


" Ada Apa buk Queen? ada yang perlu saya bantu? Mohon maaf, saya masih punya telinga untuk mendengar tidak perlu menyakiti tangan ibuk untuk menggebrak Meja" ucap Aliza sopan dan bijak sana, yang sudah Zula ajarkan kepadanya


" Najis" ucap Queen seketika dengan tatapan sanga

__ADS_1


__ADS_2