
Zula yang ceria orang ya selalu menampilkan senyuman kepada siapapun, dan juga pada Yasmin yang ada di hadapannya saat ini
" Assalamualaikum " ucap Zula lagi saat berada di sebelah Yasmin
" Ada tamu Bah," ucap Zula pada
" Eh.. Iya, buk " ucap Al santai dan duduk di bangku kerjanya
" Udah dari tadi mbak? maaf ya Lama" ucap Zula sambil bersalaman dengan Yasmin
" Oh... Enggak barusan kok buk, sambil menunggu pak Al" jawab Yasmin sopan
" Oh ya ayo duduk kembali" ucap Zula pada Yasmin yang sempat berdiri
Yasmin mengangguk dan kembali duduk berhadapan dengan Al yang sedang menunggu apa yang mau di sampaikan
" Gimana bu Yasmin?" ucap Al formal
" Maaf ini mbak Yasmin ya bah? yang abah ceritakan dulu?" tanya Zula memotong
" Iya sayang" jawab Al pada Zula
" Subhanallah, akhirnya kita berjumpa ya mbak" ucap Zula ramah
Ya Zula sama siapapun ramah, mau itu mantan abangnya apa saingannya, dia gak pandang, asal orang itu tidak pernah merenahkan dan menghinanya di depan mukanya dia akan selalu bersikap ramah
Zula bukan berarti memanas manasi mantan kedua abangnya, tapi justru dia setidaknya bisa jadi contoh walaupun mantan silaturrahim tetap berlanjut, dan saling menjaga tanpa adanya permusuhan
Selain itu Zula juga punya Misi, gimana sikap asli mantan kedua kakaknya itu, karena Zula percaya jodoh tidak ada yang tau, suatu saat mereka kembali Zula sudah mengerti mereka dan bisa menyikapi untuk menyesuaikan karakter mereka
" Iya saya Yasmin buk" jawab Yasmin formal seperti Al
" Jangan buk dong, Dek aja, ini masih anak anak lho" ucap Zula santai
Al mendengar menahan tawa, kalau gini bilang anak anak, kalau sama Ryan aja di bilang bocil dia selalu emosi
" Oh ya.... ?" tanya Yasmin balik
__ADS_1
" Iya mbak, lagian kita juga bukan atasan atau bawahan kan, gak enak kalau di panggil buk" jawab Zula ramah
Yasmin tersenyum saat melihat sikap ramah Zula di hadapannya, memang gak salah pilih si Al, karena Zula jauh lebih istimewa
Di banding dirinya yang cukup kaku dan gak seramah Zula saat berjumpa orang asing
" Iya mbak, " jawab Yasmin lembut
" Hehe.. Ya udah lanjut aja, urusannya sama bapak" ucap Zula begitu care ,dan Yasmin mengangguk
Yasmin menegakkan badannya di hadapan Al, dan mungkin kali ini hatinya kembali hancur untuk pertama terakhir kalianya, setelah mengetahui pasangan Al secara langsung
Insecure? jelas, Yasmin sangat insecure pada Zula yang terlihat cantik manis muda dan ceria, tentu membuat hidup Al jauh lebih berwarna
" Begini pak Al, saya kemari untuk menyampaikan keputusan saya kemaren" ucap Yasmin formal
" Iya sudah kamu pikirkan dan pertimbangkan lagi?" tanya Al lagi dan Yasmin mengangguk
" Bagai mana?" tanya Al lagi
" Saya tidak jadi mengundurkan diri dari Yayasan sini, dan benar kata bapak, saya lebih baik capek kerja, dari pada capek cari kerja yang gak dapat apa apa" ucap Yasmin lagi
" Baik terimakasih banyak pak" ucap Yasmin lagi dan Al mengangguk
" Kalau begitu saya permisi" ucapnya setelahnya
" Silahkan" ucap Al santai
" Mari mbak, saya permisi dulu" ucap Yasmin pada Zula
" Oh kok buru buru, gak mau ngobrol dulu?" tanya Zula santai
" Saya harus ngajar mbak" jawab Yasmin dan Zula mengangguk
" Okey lain waktu bisa ketemu lagi ya" ucap Zula dan Yasmin tersenyum tanpa menjawab
" Assalamualaikum..." ucap Yasmin keluar tanpa menoleh kebelakang
__ADS_1
" Waalaikumsalam..." jawab Al dan Zula bersamaan
Setelah kepergian Yasmin Zula langsung tegak menghadap pada Al, dengan mata yang melotot
" Dulu gimana kamu perlakukan saat masih pacaran?" tanya Zula tiba tiba
" Kenapa tiba tiba tanya itu?" tanya Al balik
" Gimana lho" paksa Zula penasaran
" Gue gak pernah yang namanya marahan sama dia, gue selalu ada untuknya dan selalu memberi kelembutan padanya, kita setahun lebih bersama gak pernah yang namanya berantem" jawab Al apa adanya karena mereka selalu akur
" Kayak gue sama Ryan?" tanya Zula lagi
" Apa lagi, kalau loe sama Ryan mah sudah seperti bebuyutan tikus sama kucing, yang selalu bersama tapi gak pernah akur" ucap Al kesal kalau lihat mereka berantem tiap hari
Untung sekarang dia jarang ke kantor, dan sudah di handel sama Zula dan juga Ryan serta Irfan
" Pantes, dia saat di dekatmu bang, kemungkinan dia merasa kalian masih dekat, dan gak akan pernah terima kalau loe cuek dan gak kenal sama dia, dia ingin selalu di perioritaskan , dan di nomer satukan" jawab Jihan sudah bisa membaca karakter Yasmin
" Gue tau itu, Gue ada elo La, ada Umi dan ada Yayasan ini, yang harus gue prioritaskan La, hidup gue sebagai anak pertama juga harus mengemban tanggung jawab lebih, masih perusahaan yang sekarang mau gak mau abang tetap ikut andil" jawab Al apa adanya dan Zula mengerti itu
" Okey dulu waktu kami masih sama sama di Mesir, gue cuman kuliah semua uang saku dan fasilitas lainnya dari abah, apa setelah lulus gue juga harus seperti itu dan hanya memanjakan dia?" tambah Al makin meluapkan isi hatinya
" Okey sekarang gue tau gimana dia, bukannya Ula kompor ya bang, dan gak suka sama kak Yasmin, gue suka dia ramah juga, tapi kalau orang seperti dia, sulit untuk di ajak berjuang, apa lagi bukan hanya yayasan dan keluarga yang abang ucapkan tadi, tapi mulai saat ini abang kan juga sering gantiin Abah dan di undang untuk siap tausyiah, kalau memprioritas jadi pilihan utama dia, itu gak bisa, " ucap Zula lagi mengingat kondisi keluarganya yang harua berjuang untuk banyak umat
" Itu lah, udah ah gak usah di bahas, Ada Helend yang menunggu" ucap Al mengalihkan pembicaraan
" Kak Helend juga harus di pertimbangkan juga, jangan langsung nikah" ucap Zula lagi
" Yang langsung mau nikah siapa, Abang gak buru buru La, loe aja yang sering ngajukan abang untuk segera menikah" jawab Al dan Zula nyengir
" Sebenarnya gue tuh gimana ya, hem... motif kalian apaan sih, kok tiba tiba nyamar dan mengajak gue berdrama jadi pasangan kalian" ucap Zula yang asal iya aja tanpa peduli alasan abangnya
Tapi lama lama dia sebagai cewek kalau di gituin juga gak mau dan gak terima, apa lagi sama mantan
" Oh.. semalem El juga cerita soal elo yang asal iya aja, ya.. gimana ya, kalau dari gue, cuman ingin buktiin aja sih, kalau gue bisa dapat yang lain, dan bisa bahagia dengan yang lain setelah dia mutusin gue, intinya kebagiaan itu selalu ada di manapun kita berada" ucap Al memberi alasannya bukan hanya mempermainkan mantan ya, karena mantan ada tempatnya masing masing, tergantung sikap sang mantan juga
__ADS_1
" Terus kalau El, dia pernah kecewa saat tau kalau Heny punya tunangan, dalam jangka waktu belum lama, baru 1 tahun putus darinya, jadi sama lah, di mau buktikan kalau dia juga punya pilihan, laki laki menang harga diri La, menang milih juga" jawab Al membanggakan jiwa laki lakinya