
Kini Di bawah sudah rame dengan para santri yang sedang beroyongan untuk masak masak acara tasyakuran kelahiran baby Bibi,
Jihan memanggilnya Bibi, dari Muhasibi, yang di panggil Bibi, Gak boleh Ul, terkesan kayak cewek katanya,
Dan Zula seharian gak mau berangkat kerja dan terus berada di kamar Uminya, apa lagi dia yang sedang halangan mekin betah di kamar Uminya
Sedangkan Al dan El sudah berangkat ke kantor masing masing, Dan Aliza sedang ikut bantuin yang lain di bawah atau dapur
" Nak.... Kamu gak capek lihatin adeknya gitu terus?" tanya Zain pada Zula, dari jam 7 pagi sampe jam 10 posisi Zula masih sama di sebelah Bibi
Zula menoleh sepertinya Abahnya ada yang mau di ungkapkan sama Uminya, soalnya sedari tadi Zain sering kali bertanya seperti itu
" Capek sih,... Tapi boleh gak sih baby Bibi Ula bawa ke kamarnya" ucap Zula yang sedari tadi belum berani menggendongnya
" Kan belum di bersihkan sayang" jawab Jihan yang masih berbaring sembari mengawasi Zula
Kayak bayi aja Zula pake di awasi, padahal di usia Zula sekarang dulu Jihan sudah punya anak, dan sudah merantau sendiri menghadapi masalah keluarga
" Iya sih, tapi kalau Ula bawa ke kamar Ula boleh gak Mi?" tanya Zula lagi
" Nak adeknya belum ada sehari, baru beberapa jam lahir jangan di oncrot oncrot" jawab Jihan memberi pengertian
" Ya udah Ula bersihkan kamarnya dulu ya, nanti biar boboknya sama Ula, Umi sama Abah bikin lagi yang baru" jawab Zula seperti anak kecil yang gak mau kehilangan atau jauh sama adeknya
" Okey lah silahkan, ...." jawab Zain lembut Dan Zula segera bangun dan langsung ke kamar Baby Bibi
Seperginya Zula Zain langsung mendekat pada baby Bibi dan juga Jihan, tak lupa mencium Jihan lagi dan Lagi
" Sayang masih sakit gak itunya?" tanya Zain lirih
" Apanya?" tanya Jihan balik
" Itu kesukaan Abah, sakit gak saat ini? Untuk ngeluarin baby sebesar ini lho Mi" ucap Zain lagi
" Oh ya ya.... Umi sampe lupa, belum Umi timbah dan ukur babynya bah, untuk mengurus akta juga belum Umi siapkan" ucap Jihan malah mengalihkan pembahasan
__ADS_1
" Mi..... Ck kok malah itu sih, itu nanti tinggal minta dari rumah sakit, udah beres gak usah bingung, nanti telfon El" jawab Zain kesal dan Jihan nyengir
" Kenapa tanya? udah pengen?" tanya Jihan balik
" Ya kalau pengen terus Mi, tapi sakit gak? Sekarang masih sakit gak?" tanya Zain lagi
" Udah enggaj Abah.... Umi udah aman, dan tinggal pemulihan, tadi gak ada yang sobek kan? pokoknya aman nanti balik lagi setelah habis Nifas" jawab Jihan sambil membelai wajah Zain
Zain tersenyum dan mencium Bibir Jihan tepat dengan Zula yang sudah datang
" Udah gue duga, mereka pengen seperti itu, huh.... udah punya mantu mau pinya cucu, anak baru lahir, nanti dulu kek" gerutu Zula pelan dan mendekat pada mereka
" Tahan Bah, gak lihat apa, bru aja brojol pagi tadi udah ngasih kode lagi" uca Zula sambil naik ke atas ranjang dan membuat mereka gelagapan dan mengusap bibir masing masing
Zain dan Jihan saling pandang karena katahuan anak gadisnya secara terang terangan
" Kamar baby udah kakak bersihkan, sekarang baby pindah yuk ke kamar baby, biar Abah sama Umi sayang sayangan dulu" ucap Zula mau memggendong Baby Bibi tapi gak tau caranya
Zula mengambil dari arah kanan, kiri, atas bawah, dan sebagainya tapi masih ada rasa takutnya
" Hehe... Abah Umi, gimana dong ini gendongnya, Ula gak bisa" ucap Zula nyengir
" Awas tangannya, tolong guling bah" ucap Jihan pada Zula yang menindih perlak baby Bibi, dan guling di sebelah Zain
Jihan menarik secara perlahan baby Bibinya, dan membuat Zula kaget
" Mi kok di tarik sih, kasian babynya" ucap Zula mulai posesif
Jihan tersenyum dan perlahan mengambil baby Bibi dari tidurnya
" Uluh uluh uluh.... Anak Umi nih, kakaknya posesif tuh kayak Abahnya, " ucap Jihan pada baby Bibi yang sudah mengolet .
" Mua bobok sama kakak? Mau sama kakak Ula? Bobok kamar sendiri?" ucap Jihan sambil memangku baby Bibi
Zula berpindah dan duduk di sebelah Jihan, sembari mengelus tangan mungil adeknya
__ADS_1
" Mau dong.... Ya... Nanti kakak Ula temani siang dan malam" jawab Zula sembari menggenggamkan jadi telunjuknya ke tangan baby Bibi
" Biar Abah sama Umi bikin baby lagi" jawab Zula sembari berbisik
" Huuu... Baru sehari momong, besok udah tinggal kerja capek tinggal adeknya" ucap Jihan sembari menonyor kepala Zula
" Umi...." tegur Zain gak terima kalau Zula di tonyor kepalanya
" Ya enggak lah, " jawab Zula santai
" Apa Bah? Mau juga?" tanya Jihan dan Zain merengut
" Ayok yuk ayok... Pindah kamar baby, di sini ACnya adem banget Umi gak bisa kalau lama lama di kecilik seperti ini, gerah panas" ucap Jihan sembari berdiri dan berjalan
Jihan sudah snagat sehat setelah 8 jam persalinan, dan sudah bisa berjalan tentunya, apa lagi persalinan normal
Di kamar baby Bibi, Zula juga sudah menyiapkan semuanya mulai suhi ruangan dan lain sebagainya,
Kalau Baby bibi di kamar Abah Zain dan Umi Jihan tentu akan membuat abah uminy kegerahan,
Tapi kalau Suhu AC nya di besarkan kasian baby Bibi yang kedinginan, jadi Sengaja di buatkan kamar sendiri dengan suhu yang sudah si sesuiakan jadi baby Bibi boboknya di sana, tentunya nanti Umi Jihan akan menemani saat malam, dan menjaganya, kalau dinas sama Abah Zain baru ke kamar
Zain dan Zula mengikuti Uminya berjalan ke arah kamar baby Bibi , yang bersebelahan di kamar mereka
" Assalamualaikum..." ucap Jihan saat masuk ternyata sudah sangat bersih wangi dan rapi banget
Susunan Rak baju vedong popok bahkan tempat mandiin juga sudah di siapkan, box baby yang berwarna abu abu, warna kesukaan Zula dengan mainan yang bergelantungan di atasnya, dengan tema kamarnya luar angkasa
" Huh... Udah mulai terasa hawa hangat ini, dan pastinya Umi perlu waktu untuk menyesuaikannya" Ucap Jihan dengan suhu yang snagat hangat
" Kata bang El begitu Mi, harus segitu dan anget gitu" ucap Zula gak mau di salahkan
" Bener sayang... Apa kata Abang, ini udah Pas, tapi Umi sepertinya gak tahan di sini, Baby harus terbiasa dengan hawa dingin" ucap Jihan yang sebenarnya Zula sama dengan Jihan, gak tahan panas, kalau panas langsung memerah wajahnya dan kulitnya
" Ya harus rela berkorban dong pada anaknya, harus tahan demi anaknya juga" jawab Zula dan Jihan meringis
__ADS_1
" Setuju" saut Zain juga
" Siap kakak Ula, nanti Abah yang jagain dan nyusuin ya, jangan lupa sama janjinya" ucap Jihan menyindir Zain