Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Kejutan


__ADS_3

" Kok jadi Ryan sih, kan udah ada Maulana" ucap Jihan saat mendengar ledekan El pada Zula


" Entah tuh abang, Zula kan setia, gak kayak abang" jawab Zula lagi dan mengundang emosi El yang di katain gak setia


" Setiap tikungan ada" ucap El kesal


" Udah lanjut ah... Jangan debat" ucap Zain melerai dan El mulai melakukan tindakannya


El memang bukan specialis kandungan, tapi setidaknya dia tau gimana cara USG, Dan Jihan sendiri sebagai dokter Umum, sekaligus dokter specialis bedah cukup tau gimana kondisi saat USG, dan cukup belajat banyak tentang hal itu juga


Hasil yang cukup membuat mereka semua tersenyum dengan keadaan calon baby Jihan, yang terlihat sehat di usia kandungan 5 minggu itu


" Sehat sehat ya baby,.... " ucap Zula mengelus perut Uminya


" Dulu kita di dalam situ juga Lho La" ucap El saat melihat Zula gang terus mengelus perut Uminya


" Iya ya... Kok bisa langsing banget mi, gak gendut padahal udah 4 anak lho yang ada di dalam" ucap Zula heran, dengan postur tubuh Uminya yang masih ramping aja


" Ada rahasianya dong" jawab sambil membantu Jihan bangkit dari duduknya


_______________


Sebulan lebih berlalu, hari ini tepat Ulang tahun Zula yang ke 20 tahun, dan kehamilan Jihan bukan membuat Jihan semangat justru makin ke sini makin lemes badannya,


Tidak minta apa apa, bahkan rasa ngidampun belum ia inginkan, tapi bawaan lemes dan malesnya menyertai hari harinya


Hari ini, Keluarga Zula akan memberi kejutan untuk Zula, terutama kedua abangnya itu


Dan Al akan mengajak Aliza untuk ikut serta hadir di acara special Zula yang beranjak dewasa


Aliza sekarang sudah menjadi sekertaris pribadi Al, setelah hal yang di pertimbangkan oleh Al dari Usulan Zula, yang bisa menaikkan jabatannya agar Aliza dapat gaji yang lumayan untuk mencukupi kebutuhannya


Sedangkan Yasmin, dia sudah resmi menjadi tunangan Ilyas, setelah waktu itu janji Ilyas langsung di tepati untuk datang kerumah Yasmin, dan melamar Yasmin


Dan tak lama lagi mereka juga akan melangsungkan pernikahan, dan tinggal beberapa bulan lagi


Al dan Aliza sudah saling dekat, karena pekerjaan yang mendekatkan mereka, dan sering kali Zula yang sering mengajak Aliza jalan dan Al sering kali mengantarkan mereka

__ADS_1


" Maaf pak Al, jadi gimana? Hem... Ulang tahun dek Zula mau di adakan di mana?" tanya Aliza setelah Al menawarkan untuk mengajak Aliza datang ke ulang tahun Zula


" Gak mewah sih sebenarnya, cuman mungkin Ula lebih seneng aja kalau orang terdekatnya ada di hari bahagianya" jawab Al dan Aliza mengangguk


" Dan acaranya malam nanti, paling setelah dia pulang kerja, soalnya tau sendiri, dia pelupa dan sepertinya dia juga lupa kalau hari ini hari ulang tahunnya" jawab Al bercerita


" Ya Allah... Gak berubah ya tuh anak, masih aja sama" ucap Aliza dan El tersenyum


" Ya udah kalau gitu, saya permisi dulu ya pak, " ucap Aliza dan Al memgangguk


Sore harinya, Al sudah siap dan menunggu Aliza agar sekalian jalan dan ikut pulang bareng dia, mereka cuman sebatas atasan dan bawahan aja, karena Al masih mempunyai Heln yang masih menjalin hubungan


Cuman Heln orangnya terlalu santai gak di ambil pusing, dan bukak sosok wanita yang posesif dan intinya percaya aja apa yang mereka jalani saat ini


" Jadi sekalian pak?" tanya Aliza saat mendatangi Al


" Iya, ayo, bentar lagi paling datang tuh anak" jawab Al lagi dan Aliza mengangguk


" Kamu bawa apa itu?" tanya Al saat melihat Aliza yang membawa bungkusan kado besar


" Hehe.. Apa pak, cuman kado ala kadarnya untuk dek Zula" jawab Aliza ramah


" Gak seberapa kok pak, dan ini udah tak siapkan lama, " jawab Aliza sopan


" Okey... Makasih ya, ayo masuk" ucap Al dan Aliza masuk di pintu belakang karena dia gak enak kalau harus di depan dengan Al, dan tau diri dia siapa juga,


Di kantor seperti biasa, Zula di sibukkan dengan perdebatannya dengan Ryan, sikap cuek Ryan yang mood moodan saat menghadapi Zula, membuat Zula kadang tak sabar untuk mengerjakannya


Pasalnya kalau Zula sedang memberi arahan, Ryan kadang gak menganggapnga dan hanya di jawab dengan deheman saja, atau irit suara


Dan Zula yang di tanggapi seperti itu merasa makin jengkel, dengan sikap cuek bos yang menurutnya itu terlalu lola dan oon


" Terserah.... Terserah... Udah pusing gue La, loe kerjakan sendiri aja, dari pada ngomel aja dari tadi, " ucap Ryan yang sedari tadi mendapat Omelan dari Zula karena dirinya yang cuek pada Zula


" Ya gak bisa gitu dong pak, ini projek perusahaan lho pak, ratusan nasabah yang antri untuk kerja sama, seharusnya bapak ambil sikap, jangan lepas tangan gitu" jawab Zula makin jengkel


" Gue udah kasih arahan ke elo, gue udah kasih ide juga ke elo, tapi semua ide gue kayaknya gak ada gunanya di elo, " jawab Ryan marah karena merasa tidak di gunakan idenya

__ADS_1


Sebenarnya Zula bukan tidak menerima ide Ryan, cuman sering kali Zula menambai agar lebih perfack lagi cuman karena Ryan yang sudah tua mungkin membuat darah tingginya kumat


" Maaf ya pak Ryan yang terhormat, bukannya saya tidak menggunakan ide dan arahan bapak, saya cuman menambahi dan melengkapi saja, kenapa bapak jadi marah marah gini sih, takut ya posisinya tak ambil, makanya gak pernah terima apa yang saya ajukan" jaeab Zula meluruskan dan ..


" Bodo amat terserah.... Kerjakan aja sendiri" ucap Ryan makin jengkel dan keluar dari ruangannya


Di tambah waktu udah sore sudah saatnya dia juga pulang, dan makin jengkelnya lagi saat dia keluar Zula justru tertawa ngakak melihat emosi Ryan yang setiap hari mewarnai hidupnya


Zula walaupun kesal dan suka debat dengan Ryan, tapi Zula tidak membiarkan ruangan Ryan untuk berantakan, dan ikut merapikan lagi saat hendak pulang, karena yang punya ruangan lago esmosi


Tapi beberapa menit kemudian Ryan kembali dengan amarahnya yang masih terlihat di wajahnya


" Ada orang yang cari loe" ucap Ryan saat membuka pintu ruangannya


" Siapa?" tanya Zula heran


" Pacar loe" jawab Ryan lagi makin kesal


" Hah... Yang bener?" kaget Zula segera keluar dari ruangan Ryan


" Masih bocah aja udah pacaran" cibir Ryan


" Yee... Gak apa apa lah, dari pada situ udah tua, gak laku laku" jawab Zula santai dan lanjut masuk ruangannya untuk ambil tasnya karena mengingat udah waktunya pulang juga, males aja untuk kembali ke atas lagi hanya sekedar mengambil tas


"Sekali laku cukup sekali se umur hidup" jawab Ryan santai


" Yang penting bukan orang kayak elo, nyebelin ! yang ada emang sekali seumur hidup tapi langsung mati muda gue" ucap Ryan lagi dan mereka justru berjalan berdampingan untuk ke lift


" Yee..... siapa juga yang mau sama elo, ogah bikin mutah" jawab Zula dan mereka malah sama sama sok mual seolah muntah saat melihat satu sama lain


Sesampainya di lantai dasar, Zula melihat Maulana yang tanpa di ketahui hadir tanpa kabar dan memberi kejutan untuknya


Zula berlari kecil menghampiri Maulana yang juga berjalan untuk menghampirinya


" Assalamualaikum Sayang" ucap Maulana lembut sambil memberikan buket yang cukup indah pada Zula


" Waalaikumsalam...." jawab Zula sambil menerima buket tersebut

__ADS_1


" Barokallah fi umrik sayang" ucap Maulana pada Zula


" Hah..... Apa ini hari ulang tahunku?" tanya Zula kaget, dan mereka bercakan tentu menggunakan bahasa asing, biar gak repot jadi langsung di b. Indonesia aja ya 😁


__ADS_2