
Pagi ini karena hari dimana Resepsi antara Ailza dan Soni, kini Keluarga Zain memilih untuk keluar berlibur, ya itung itung untuk menghibur El yang sedanggundah gulana
Sedari semalam El sudah tidak bisa tenang, entah perasaannya semakin menjadi dan rasa sakitnya makin terasa
Dikala pernikahan impiannya di tempati oleh laki laki lain
Keinginan El menikah seolah hilang seketika karena kehilangan mimpinya yang tinggal selangkah tapi gagal karena ambisi dari seorang wanita
Ya itu lah betapa pentingnya doa dan kata lancar sampai hari H, mungkin doa tersebut bukan doa yang tepat untuk El dan Ailza
Kini mereka sudah berada di bandara Internasional SRG, yang mana kali ini dia akan terbang ke Labuan bajo seperti yang di impikan oleh Jihan beberapa waktu lalu
Secara selama kembali bersama Zain, Jihan bukan liburan ke Indonesia cuman liburannya ke luar negri karena seringnya perginya bisnis kesana,
Dan terasa tidak tenang saat Zain belum mengetahui tentang Zula waktu itu, sehingga Jihan lebih menyibukkan diri untuk bekerja bukan liburan
Dengan baby Bibi yang baru berusia 2 bulan udah di ajak jalan jalan untuk pergi jauh berlayar di tengah lautan
Berbeda dengan kedua abang dan kakaknya, kalau Al dulu masak babynya okey di ajak kemana mana, tapi tidak dengan El dan Zula yang harus berada di penjara suci yaitu pesantren
" Enak ya baby... Perginya halan halan, kakak dulu umur segini di titipkan sama orang" ucap Zula seolah ngiri sama Baby Bibi
" Gak boleh gitu kakak, dulu kalau kakak ikut menikmati liburan di umur seperti baby juga belum faham, yang ada malah capek" jawab Jihan meredakan Zula agar tidak kemana mana
" Ini kalau bukan bang El yang galau kita juga di rumah aja ya baby" ucap Jihan lagi sama baby Bibi yang ada di gendongan Al
Al dan Aliza juga ikut serta dalam liburan kali ini, sedangkan pondok pesantren di liburkan juga sementara, selama mereka pergi liburan
El masih terdiam tanpa kata dari semalam, kepergian mereka ke labuan bajo aja dadakan, yang tau kalau El kembali terdiam dan tidak mood saat waktu mendekati resepsi pernikahan Ailza dan Soni
__ADS_1
Padahal seharusnya hari ini adalah hari di mana dia melepas masa lajangnya
" Dia juga bisa pergi sendiri, orang udah besar juga" ucap Al menyindir El
" Jangan begitu lah Al, nanti kamu setelah jadi Abah, akan tau betapa pentingnya peran sebagai orang tua, sebesar apapun kita, masih membutuhkan orang tua juga" jawab Zain yang tidak mau melewatkan moment sebagai orang tua
" Iya kan bah, lagian liburan Mas juga ikut kan, juga ninggalin sekolah, sampe pesantren aja di liburkan, kenapa gak di rumah aja, gantiin abah kalau gak mau liburan" bantah Aliza seolah gak terima dengan protesan Al
" Yaa Kali, semuanya liburan gue di rumah ngerumat santri, kita juga butuh liburan sayang" jawab Al gak mau ketinggalan
" Kalau butuh liburan, gak usah Protes" jawab Zula langsung di depan Al
Mereka tertawa kecuali El yang masih terdiam kalem dan sama sekali tidak bersuara
Di sisi lain, Ailza masih merasa bersalah sebab sikapnya dengan El yang tulus mencintainya
Dia Cinta Soni, tapi El jauh lebih tulus mencintai dirinya
Dia baru sadar saat baca surat dari El yang terakhir dia baca kemaren, dan El juga mengirimkan kado untuk Ailza juga
Ya walaupun sakit, tapi senggaknya cukup sebagai pengingat dan sebuah kenangan kalau dirinya pernah jadi bagian dari hidup Ailza
Awalnya Setelah pertemuan waktu itu Ailza mengirim cincin lamaran dari El, pasalnya pas berjumpa dia sangat syok dan El sudah langsung meminta mereka untuk pulang
Sesampianya di rumah Soni, sebelum ijab qobul Ailza baru sadar kalau cincinnya belum di kembalikan,
Al hasil Ailza me girimnya melalui surat dan jasa pengiriman ,
Tapi El mengembalikan kembali dan anggap aja sebagai kenangan, serta El juga menambah beberapa kenangan untuk Ailza
__ADS_1
Karena 4 tahun bukan lah waktu yang sebentar untuk menjalin hubungan, dan hanya di rusak dengan hadirnya seorang mantan
Di dalam surat El menuliskan, jangan berfikir menyesal apa lagi sampai berkata menyesal padanya maupun pada orang lain
Di saat kita berpisah aku yakin kalau kamu baru akan terasa, karena ketulusan cinta seseorang bukanlah yang memberi kenikmatan naf******u saja, tapi yang bisa menjaga agar tetap suci sampai hari H
Itu seolah sindiran keras bagi Ailza, karena Soni tidak mampu me jaga tapi hanya merusaknya
Cowok seperti El gak susah dan gak repot kalau hanya kehilangan cewem seperti Ailza,
Memperlihatkan ID nya saja, yakin banyak cewek yang langsung terpikat,
Tinggal nunjuk aja nikah itu aja bisa, dari sekian banyaj santri putri di pondoknya, dan sekian banyak perawat dan dokter muda di rumah sakitnya
Cuman cinta datang dari hati, bukan karena ambisi yang akhirnya jadi pelampiasan saja
Ailza membayangkan betapa indahnya hubungannya dengan El waktu itu, dan akhirnya harus kandas di tangannya sendiri
Tak terasa Air mata menetes membasahi pipinya, pacaran yang sehat membuat dirinya akan rindu dengan sosok imam yang bijak sana, yaitu El, tapi semua tinggal kenangan saja,
Dann terlihat beberapa benda yang El kirim beberapa waktu lalu di pojokan kamarnya membuatnya makin menitikkan air mata, dalam arti tangisnya makin menjadi dan gak bisa di bendung lagi
Hari ini seharusnya menjadi awal kehidupan barunya bersama keluarga Al Musthofa, menjadi sosok nyonya El Musthofa, dan menjadi wakil dari pimpinan rumah sakit yang sangat terkenal
Tapi mungkin selanjutnya dia hanya sebagai karyawan di sana, dan bahkan hanya pasien saja
Terlihat dan terdengar jelas kabar adanya rumah sakit cabang baru dari Jihan Aulia Hospital yang terletak tepat di samping hotel dan gedung tempat dia resepsi, atau di dekat perumahan tempat dia tinggal bersama dengan Soni nanti
Dan entah siapa yang akan menjadi nonya nanti, yang akan menjadi pimpinan, cabang Rumah sakit Jihan Aulia hospital nanti yang namanya mungkin bukan Jihan aulia lagi, melainkan Musthofa Hospital, yang jelas kata itu mengingatkan dengan nama sang mantan bagi Ailza
__ADS_1
Dan bahkan rencananya saat rumah sakit tersebut ber oprasi Ailza di minta Soni untuk melamar kerja di sana, karena posisi Ailza yang menjadi tenaga medis,
Berbeda dengan Soni yang sebagai pembisnis sudah menjadi karyawan di kantor Travel milik Zain yang gak jauh dari rumah sakit yang baru itu