
Selesai mengibat dan mengusir kedua serangga tersebut Al melihat jengkolnya yang begitu buanyak berserakan di sana,
Gak sadar saking asyiknya ternyata sangat buanyak buanget padahal dia tadi cuman mengantongi kresek saja, bukan bawa karung goni
" Udah Al" teriak Rizqy yang menghampirinya dan ..
" Masyaallah.... Ini mau buat apa Al, segini banyaknya" ucap Rizqy kaget
Karena dia baru ngecek belum lama yang terkumpul segitu banyaknya
" Hehe Al juga gak sadar lho Om, asyik aja lihat banyak banget buahnya, di tambah ingat anak istri yang makin ngences" jawab Al gak sadar
" Lha terus ini nanti di bawa pake apa? Loe aja cuman bawa kresek doang, gak muat lah" jawab Rizqy sambil mikir gimana bawa pulangnya
" Truk Om udah jalan belum? Bisa lah untuk ngangkat ini semua" jawab Al lagi
" Truuknya udah jalan dari sebelum subub tadi lah Al, pabriknya jauh juga" jawab Rizqy
" Telfon kakungmu aja suruh nganter karung " ucap Rizqy lagi
" Hus... Gak sopan nyuruh orang tua, Al aja yang pulang" jawab Al lagi
" Elo di sini Aja, biar sekalian nanti bawa keranjang omnya" jawab Rizqy lagi
Mereka saling diskusi dan udur uduran
" Jangan lah om, gue gak kenal orang sini, nanti di kira maling jengkol lagi, kan lucu, apa lagi kalau masuk brita, tercoreng nama baik gue om, ustadz kondang ini" jawab Al lagi dan sok sokan terkenal
" Ah... Udah lah... Nanti aja itunya, tuh ambil petenya, banyak tuh , kan kasih campuran pete juga" jawab Rizqy lagi
" Semuanya ya Om, sayang tuh jengkolnya juga banyak, nanti tak bikinkan pabrik sambal jengkol terenak se Dunia, kan di luar negri gak ada jengkol" ucap Al ngayal
" Terserah...." jawab Rizqy langsung pergi
Al justru tertawa karena melihat tingkah Al yang cukup membuatnya pusing karena menurunkan semua jengkolnya
Al kemudian semangat manjat lagi karena petenya haduh pating grandul dan menggiurkan, tapi sebelumnya Al juga memvideo biar bisa buat dokumentasi perjuangan dia sebagai bapak terbaik
__ADS_1
Tapi boong orang Aliza sudah makan Sambal yang dia inginkan, dan sudah menikmati dan kemungkinan habis ini udah gak pengen lagi, dan pencarian Al sia sia
Di atas sana Al melihat pemandangan indah yaitu uraian buah pete yang sangat rapi dan indah barisannya
Di tambah dompolan dan bergelantungan secara serempak, atau buanyak sehingga membuat Al makin gak sabar untuk memanennya
" Al Al... Kalau itu pake tali aja, sayang kalau di rontokin satu satu " teriak Rizqy dari bawah
" Pake tali gimana om?? " tanya Al belum faham dan berteriak balik
" Tuh sebelahmu ada tali, loe kalungkan yalinga ke tangkai yang mau loe potong, baru di potong tangkai yang atas tali tuh" jawab Rizqy dan akhirnya Al faham
Al memgikuti apa yang Omnya perintahkan dan sampai akhirnya Al memotong kemudian menurunkan serta menahan pelan pelan tali tersebut hingga berulah kali dan makin buanyak lagi dompolan yang dia turunkan
" Udah Al besok lagi" teriak Rizqy lagi
" Nanggung Om, lagi semangat besok males," jawab Al sampe selesai dan habis buah pete yang sudah siap panen
" Cah gendeng, kalau ketularan mboknya ya gitu, gak itungan dan gak ukuran masalah seperti ini" gumam Rizqy kesal
Gak masalah kalau nanti akhirnya di bagi bagikan, cuman Al tuh gak mikir ngangkutnya bagai mana dan seperti apa nantinya
Sebenarnya ladang ini juga milik Jihan dan Zain, dan bahkan setiap ladang milik mereka itu ada tanaman buahnya atau pohon yang menghasilkan walau hanya sekedar jengkol maupun pete seperti yang Al panen barusan
Dan pasti buahnya itu selalu lebat, dan bisa di bagi bagikan oleh semua orang, bahkan beberapa dari hasil kebun bukan di alihkan untuk uang pribadi tapi justru untuk kepentingan Umum, seperti infak di masjid dan lainnya
Dengan berbanyak shodaqoh maka harta mereka justru semakin
Rizqy di bawah mengumpulkan terlebih dahulu jengkol maupun petainya untuk di jadikan satu sebelum mengambil karung kerumah dan menunggu truk datang
" Om.... Al aja lah yang pulang ya, kelamaah kalau nunggu truk datang, kasian Istri Al udah ngidam sedari kemaren" jawab Al lagi dan di setujui oleh Rizqy
Akhirnya Al pulang bermaksud minra karung, okey karung dapat dia disuruh bawa keranjang katanya kelamaan, dan akhirnya bawa mobil yang milik kantir yang dia bawa,
Untung yang di bawa mobil pajero bukan mobil BMW, seperti yang di bawa abahnya kalau bisa gasrok gak bisa jalan melewati jalanan penuh batu dan pasir
Sultan mah bebas, gak perlu mikir kalau bawa mobil untuk apa, walau untuk di perkebunan masa bodo yang penting sampai
__ADS_1
Bahkan dia bawa trolinya juga naik mobil mewah pengeluaran baru tersebut hingga sampai di kebun dan tempat parkir biasa truk yang mengangkut sawit
" Loe bawa kangkong segala Al" ucap Rizqy lagi
" Iya untuk Om dorong jengkolnya lah, dan nanti Om pulang dorong ini" jawab Al gak dj jawab balik sama Rizqy
Mereka sama sama kompak memasukkan jengkol ke dalam karung dan petainya di biarkan berdompolan tanpa di masukkan karung juga
" Al bawa ke depan dulu ya Om karungnya" ucap Al dan Di angguko sama Rizqy
Diam diam Rizqy video call Jihan untuk memperlihatkan Al yang sedang singguh sungguh memenuhi keinginan Istrinya
" weh panen.. Mau dong.." ucap Jihan saat melihat pete dan jengkol berkarung
" Sini dong... Lihat tuh anak bujangnya, semangat" jawab Rizqy lagi
" Bujang apaan, udah mau jadi Abah tuh, sedang berjuang menepati ngidam istrinya" jawab Jihan gak terima dan Rizqy tertawa
" Jangan loe jual lho Qy, bagikan ke orang orang aja, apa biar di masak anak santri" ucap Jihan kembali mengingatkan
" Wokey...... Loe gak mau ini mbak?" jawab Rizqy tapi memperlihatkan jamur yang pernah Jihan ngidami semasa hamil Al
" Pengen tapi lonyot nanti sampe sini" jawab Jihan dan pas itu Al datang
" Ngerekam apaan sih Om?" tanya Al
mengagetkan Rizqy
" Ini?" jawab Rizqy sambil memperlihatkan jamur yang belum mekar
Seketika Al melotot dan mual melihatat jamur yang bentuknya seperti otong
" Hhuueeek....Jorok apaan itu" ucap Al langsung menjauh
Dia belum melihat pas saat berkunjung tidak pernah ada karena Zain sendiri jijik melihatnya
" Kwkwkwkwkwkw itu jamur Al, loe tau gak, dulu pas Umi Mu hamil kamu, Ngidamnya tuh ini, sampai jauh jauh ke sini" jawab Rizqy bercerita
__ADS_1
" Ih... Jorok " jawab Rizqy lagi