
El masih terdiam tidak menjawab, masih ragu juga, dia mikir masih pengen sendiri dan tidak mikir masa lalu apa masa depan dulu
" Gue itu.." ucap El terhenti karena Heny di panggil oleh perawat untuk di mintai bantuan
" Hen.... Bantu bentar bisa gak?" ucap salah satu perawat lainnya meminta bantuan Heny
" Oh.. Gimana? Bantuin apa?" tanya balik Heny yang langsung nyaut
Orang tersebut mendekat dan menghampiri Heny dan El yang sedang duduk berdua
" Dokter " sapa orang tersebut ramah pada El
El hanya mengangguk dan tersenyum tipis
" Hem.... Itu ada pasien, yang sepertinya kambuh lagi, kami kekurangan personil" jawab Orang tersebut dan Heny langsung berdiri
" Ya udah ayo," ucap Heny menarik ornag tersebut
" Permisi ya Bang... Eh Dok.. Maaf" ucap Heny kikuk pada El
El hanya mengangguk dalam hati berfikir kok Heny panggilnya Bang, apa masih inget atau mengenang dulu, tapi
" Ah.... Cuman salah denger gue, Loe jangan GR El" batin El menyalahkan diringa sendiri
" Dia juga masih sakit kali El loe hianati dulu" tambah El gak yakin mau deketin Heny lagi
Takut di tolak lagi, soalnya dulu dia sudah pernah di tolak saat pertama jumpa Heny di kampus yang bawa tunangan
Dan dia gak mau kecewa ke beberapa kalinya lagi, karena dia sadar dia punya salah sama Heny
Karena sendirian El kembali masuk ke dalam ruangan Abah Hasan,
Di sana Fani masih duduk di kursi sebelah Abah Hasan, dan Hamzah di sofa yang ada di ruangan tersebut
" Pakde Bude laper gak?" tanya El pada mereka
" Belum El, masih ada jajan yang kamu bawa sama Zula di ruangan sebelah" jawab Fani menyaut
Karena tadi Zula dan El bukan hanya bawa baju ganti saja, tapi bawa cemilan juga
__ADS_1
" Sini El pakde mau tanya" ucap Hamzah pada El
El mendekat tanpa bertanya balik, El duduk di sebelah Hamzah dengan merebahkan punggungnya di sandaran sofa
Fani yang jenuh juga akhirnya ikut mendekat dan duduk di sebelah El yang bersandar santai
" El.. Ceritanya gimana? Bisa gagal nikah?" tanya Fani dan itu pertanyaan yang akan Hamzah ajukan
Hamzah seketika memanyun dan melirik pada Fani, karena lancang mendului dia
" Mak mak memang gak ada duanya, bukan cuman duwit aja yang cepat ngambilnya, pertanyaan aja di srobot duluan" batin Hamzah lagi
" Tapi mbah sakit" jawab El bohong
" Gak ada hubungannya, gak usah bohong" sengkal Fani gak percaya
" Hahaha.... Bude ini, gak percaya kali sama El" jawab El tertawa
" Ya iya, orang kami sebenarnya mau ke sini pas kamu mau nikah, bawa mobil rame rame seru ya bareng anak cucu" ucap Fani hendak bercerita
" Seru lah, anak cucunya se RT" Jawab El bergurau
" Iya lah, mau bikin anggota RT Sendiri kata Ibrahim" jawab Fani lagi dan malah melawak
" Ya iya, besok loe begitu El, vuat apa rumah besar besaran gak ada penghuninya" saut Hamzah lagi
" Ini mending tambah bayi 1, dulu pas Ula belum ketemu, El sama Bang Al masih di pondok apa gak cuman abah sama Umi doang tuh penghuninya, gak pake jasa ART pas mereka di rumah lagi" jawab El membayangkan sepinya rumahnya dulu
" Ya makanya besok kamu nurun pakde, buat anak sebanyak banyaknya, buat keluarahan sendiri" jawab Hamzan santai dan lanjut bergurau
" Sama siapa buatnya pakde? Istri belum punya" jawab El lagi
" Ya makanya, dang nikah, gimana sih jadi gagal, itu yang bude tanyakan El" jawab Fani lama lama kesal
El tidak langsung menjawab dan malah cengar cengir
" Dasar anake Zain, ra jelas selot sue ( Dasar anake Zain, gak jelas lama lama)" kesal Fani dan El malah tertawa
" Gagal bude pakde, karena tuh orang gak cocok sama El" jawab El apa adanya
__ADS_1
" Iya maksudnya gimana? gak cocok apanya, kamu lama lama memang plek abah umimu ya El, tiba tiba bilang, gak jadi pesta, gagal nikah El, tanpa ngasih tau alasan" jawab Fani ngomel sendiri
El tersenyum dan melihat Hamzah serta mendengar omelan Fani
" Cewek memang gini ya pakde? Ngomel muli sukanya" ucap El dan di acungi jempol oleh Hamzah dan El langsung di pukul pelan kakinya oleh Fani
" Gak cocok aja pakde bude, bukan jodoh El, dia punya jodoh lain, udah lah dia aja udah hamil, udah nikah, tempatnya Kami yang nyiapin dan mereka yang menikah, mantan terindah memang gak ada duanya, semua kebahagiaannya mantan di siapkan" jawab El gak langsung terang twrnagan dan Fani serta Hamzah kaget dengan ucapan El soal Hamil
" Dia kredit dulu El?" tanya Fani langsung nyeplos
" Iya lah, di bayar lunas kemaren malam" jawab El santai tanpa rasa dosa
" Yah... Gagal healing ke luar negri deh kalau gitu, gak jadi sama Bule Bah" jawab Fani pura pura kecewa
" Kayak gak pernah keluar Negri aja kan El, lihat budemu tuh" ucap Hamzah dan El geleng geleng kepala
" Ada Zula, aman ke Turky nanti kita" jawab Fani kembali tersenyum lagi
Setelah itu El menceritakan semuanya apa yang terjadi pada dirinya, dan kejadian tentang gagalnya pernikahan
Hamzah dan Fani memerhatikan dengan seksama, memahami cerita gagal nikahnya El
Dan sebagai ibu ibu komplek tulen, Fani juga ikut sebal dan bahkan merasa malu segitu murmernya harga dirinya di jual dan di kasih murah murahan
" Gak mau langsung cari lagi? Pengganti?" tanya Hamzah setelah El selesai bercerita
Ek kembali tersenyum tidak langsung menjawab
" Tapi bener kata Umimu lho El, kalau sampai tuh cewek gak ngomong, bisa bisa elo di bohongi dan tau tau dia udah hamil loe kira anakmu mlah bahaya El" tambah Fani masih lanjut dengan pembahasan Tentnag Ailza
" Iya bude, Allah membuka kebenaran sebelum semua terjadi" jawab El sangat bersyukur
" Gak mau cari lagi?" tanya Fani mengulang pertanyaan Hamzah
" Kan El, pikiran cewek selalu suudhon dan gak debger apa yang pade tanyakan, malah di ulang lagi" jawab Hamzah lama lama kesal dan El kembali tertawa
" Apaan sih Bi, perempuan mulu yabg di pojokkan, mentang mentang Umi di sini cewek sendiri apa" bantah Fani gak terima
" Kalau saat ini belum Pakde Bude" ucap El akhirnya menjawab
__ADS_1
" Kenapa gak langsung cari aja, orang cumanpacaran belum jadi istri, yang udah jadi istri aja, istrinya belum ada 7 hari udah minta kawin lagi" ucap Fani paling sebel kalau ada orang yang di tinggal mati istrinya, terus merengek lagi minta kawin
" Apa mau Pakde kenalkan sama santri pakde?" tanya Hamzah menawarkan