Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Prank Balik


__ADS_3

Zain langsung tersenyum mendengar ucapan istrinya yang sudah kembali move on dari seorang Rani


Cupp... Muuaacch.....


Zain mencium pucuk kepala Jihan secara lembut dan kembali merangkulnya


" Mau di balas gimana kira kira Sayang?" tanya Zain lagi karena merasa Jihan moodnya sudah kembali


" Bantuin mikir dong, Umi udah blank oraknya gara gara lihat muka sih cendol dawet tadi" jawab Jihan kesal


" Maaf ya " ucap Zain lembut


" Abah seneng, foto kenangan bersama mantan di pajang?" tanya Jihan sambil cemberut


" Enggak dong... Abah rasanya sudah mau setengah mampus melihat foto itu, dan benar 3 jam Abah di luar nungguin Umi gak di buka buka pintunya" jawab Zain langsung mengungkapkan nelangsanya


" Jangan nangis lagi" ucap Zaij memelas


" Air matamu sangat di sayangkan, kalau hanya untuk menangisi masa lalu, udah terkuras banyak lho Mi, nanti kalau Abah gak ada keburu air mata Umi kering gak ada yang menangisi" jawab Zain mulai bergurau


" Emang Abah mau kalau maninggal nanti di tangisi istrinya?" tanya Jihan padahal hal itu sangat di sayangkan


Konon katanya, tangisan seorang keluarga menjadi siksaan bagi si alm yang meninggalkan keluarganya


"Ya kalau Umi gak nangis, nanti di kira Umi bahagia di tinggal Abah, nanti malah jadi rebutan para lelaki dan duda bahkan perjaka, secara siapa sih yang gak mau sama janda cantik kaya raya" jawab Zain dan membuat Jihan tertawa


" Lho Umi sangat bahagia, secara tinggalannya buanyak, jadi janda sultan nanti, kalau udah jadi janda sultan itu udah gak butuh laki lagi bah, ngapain capek capek ngurus lelaki," jawab Jihan malah santui dan seolah terlupa akan kejadian barusan


Ya itu trik Zain untuk meredakan Jihan, mengajak dan menyelipur Jihan agar kembali moodnya, di ajak bercanda


" Gitu ya..." ucap Zain lagi, dan Jihan kembali serius pada Zain


" Hem Bah.." ucap Jihan lembut


" Iya sayang ... " jawab Zain kembali mendekap Jihan


":Seumpama Umi pergi duluan, Abah akan?" tanya Jihan pelan


" Abah akan membangun istana yang megah" ucap Zain langsung terpotong boleh Jihan


" Langsung apa? Nikah lagi?" potong Jihan cepat

__ADS_1


" Bukan dong, Abah akan tinggal di istana itu juga, yang di sana Ada Umi, biar Abah selalu di dekat Umi" jawab Zain gombal dan bergurau tentunya


Dulu Rosulullah di makamkan di kamar Rosulullah sendiri, dan di sebelah ranjang tempat tidur Rosulullah , dalam arti masih di dalam Ndalem atau rumah Rosulullah sendiri


Yang mana, setiap hari dan malamnya Sayyidatinaa Fatimatul Qubro Al Batul, tidur di ranjang Rosulullah atau du sebalah makam Rosulullah


" Kalau Umi, gimana? Kalau seumpama Abah pergi duluan" tanya Zai balik


" Umi akan mengurus semua santri Abah, akan fokus pada mereka, dan meminta bantuan mereka untuk selalu kirim hadiah doa, untuk Abah setiap harinya " jawab Jihan yang berbeda dengan jawaban Zain


" Karena doa, Umi merasa selalu ada Abah di samping Umi" jawab Jihan dan langsung membuat Zain makin klepek klepek dan menggulat pada Jihan


" Main yuk" ajak Zain memberi kode


" Mian apa? Dadu apa lompat tali?" jawab Jihan nyeleneh


" Bikin adeknya Bibi" jawab Zain semangat


Dan gak menunggu babibu lagi, Zain langsung gas pol menindih Jihan dan saat asyik asyiknya bunyi ketukan dari luar karena anak anak mereka sudah kembali


Ya secara sudah lama juga , hampir 4 jam sampe sudah pingsang pingsan segala, dan sampai akhirnya Al El Il bibi dan Aliza kembali untuk mengecek keadaan Jihan lagi


" Bah, mereka udah datang" ucap Jihan panik


" Hem... Apa ya Mi, Abah gak pernah Prank Orang, Abah bingung sendiri" jawab Zain ikut panik


" Okey tenang Bah... Kita pura pura bertengkar aja Bah, ya... Abah gak apa apa kata katain Umi, nanti selanjutnya Abah ikuti scenario Umi" ucap Jihan langsung menukan Ide


" Abah gak tega marai Umi, gak mau sakiti hati Umi lagi" jawab Zain lagi


" Kali ini aja" jawab Jihan hanya demi prank,


" Umi jangan nangis lagi, jangan pergi ya" ucap Zain was was


" Prank Bah, demi Prank.." jawab Jihan malah kesal


" Huh.... Okey" jawabnya lagi sambik menghembuskan nafas kasar


" Assalamualaikum Umi... Abah.." ucap Dari luar mereka bergantian dan gak atau apa yang terjadi di dalam sana


Zain dan Jihan sama sama Menghembuskan nafas kasar dan 1 2 3

__ADS_1


" Umi stop deg, yang lalu udah biar berlalu, gak usah di pikir lagi" jawab Zain dengannnada tinggi


" Abah Pikir membolak balikkan perasaan itu semudah membolak balikkan telapak tangan, haa? Abah pikir hati Umi apa gak sakit bah?? Ancur, luka dulu kembali kebuka lagi" jawab Jihan sembari pura pura nangis tapi menahan tawa


" Ya udah, udah 20 tahun lho, sekarang dia udah membusuk di penjara, Abah gak pernah sebenci itu sama tasim sama Veri sama Fahri, dan semua cowok yang dekat sama Umi dulu, Abah gak pernah membahasnya, justru silaturrahim terjalin dengan baik hingga saat ini" ucap Zain lagi membela dirinya


" Mereka dulu bukan jadi selingkuhan Umi, mereka hanya membantu Umi, menjaga Umi bukan ngapelin Umi" bantah Jihan cepat dengan ucapan ngegasnya


" Iya itu menurut pengakuan Umi, aslinya?? Apa sama seperti yang Umi ucapkan?" tanya Balik Zain makin ngegas


Sedangkan yang di luar makin was was dan takut sendiri kalau akhirnya Abah Uminya justru bertengkar seperti yang mereka dengar


Semuanya masih menguping dan mentelaah pembicaraan Zain dan Jihan sebelum mengambil kesimpulan dan bertindak


" Maksud Abah Apa?? Abah pikir Umi apaan kok ngomong kayak gitu?" tanya Jihan kembali masih berdrama


" Punya otak kan? Pikir dong, katanya otak google, gitu aja gak bisa mikir" jawab Zain makin meninggi suaranya


" Sekarang, wanita apaan coba di krubuni cowok cowok, kalau gak ada sesuatu, kalau bukan wanita l*****e" ucap Zain sambil menekankan katan terakhirnya


Deg..... Al El Il, dan Aliza Semua sontak kaget dengan ucapan yang Zain tekankan barusan


" Jaga Ucapanmu, kata kata itu cocok untuk Mantan Istrimu, Bukan untukku" tambah Jihan membantah


" Ngaca dong ngaca, dia aku nikahi, halal kan? Lah kamu?? Udah tau punya suami, masih cari perhatian sama laki laki lain, dasar obral" tambah Zain yang sebenarnya takut untuk mengatakan itu


" Karena kamu sebagai suami gak pernah kasih perhatian sama anak istrinya, " jawab Jihan dengan berteriak histeris


" Ya karena kamu murah obral mueah murahan, dan L********e, " jawab Zain memaki habis Jihan yang langsung menjerit


" Gue bukan seperti ituuuu" Jeritan Jihan makin histeris


" Iya L*********e, " ucap Zain lagi


Dan Jihan makin menjerit histeris dan Al El gak bisa nahan lagi mendengar Jeritan Uminya


Dan hendak mendobrak pintu kamar Jihan dan Zain, apa lagi Jihan yang makin menjerit dan menangis histeris karena gak terima


" Plak..... Obral, gak guna, rendahan" ucap Zain seolah memukul Jihan padahal menggebrak Meja kamar


Dan sampe berkali kali hingga Al dan El masih berusahan mendobrak, sedangkan Zula dan Aliza sudah panik dan bahkan sampai menangis

__ADS_1


Brank....... Pintu berhasil di buka dan Jihan masih ber ekspresi seolah di aniaya Zain


__ADS_2