
Pagi harinya Zula terbangun di saat suara adzan sholat subuh berkumandang
" Alhamdulillahilladzi ahyana wabakda amatanaa wailahin nusur" ucap Zula melantunkan doa setelah bangun tidur
Kretek... Kretek... Kretek..
Beberapa kali menggerakkan badannya dan bunyi otot otot yang kaku dari beberapa sendinya
Zula menatap seluruh kamar yang di tempatinya dia bingung, di hotel gak mungkin seperti ini
" Gue di mana ini?" ucap Zula masih memutari kamar tersebut
Tapi kandung kemihnya sudah penuh dan dia segera lari ke kamar mandi yang berada di kamar tersebut
Setelahnya Zula langsung mandi dan juga langsung mengambil air wudhu dan lanjut ganti baju dan sholat subuh
Sehabis sholat subuh sebagai seorang hafidzoh.. Dia juga gak melupakan kewajibannya untum murojaah,
Saat ini Zula sedikit terlupa akan kegalauan dan rasa sakit yang meninpanya, dan bahkan terlupa kalau Maulana sudah menikah juga
Di saat dia sampai ke suatu ayat yang mana tepat di jus 21, surah Arrum, Ayat 21, yang menerangkan tentang jodoh dia kembali tersadar dan kembali ber DERAI AIR MATA
Di sini dia yakin, kalau jodoh Allah yang mengatur dan terus menekankan hatinya agar bisa terima tentang apa yang dia dapatkan saat ini
Dari luar Putri, adek dari Ryan mendengarkan lantunan ayat Al Qur'an dari Zula, dan cukup tersenyum karena dia sudah mengetahui kalau ada teman Ryan yang ada di kamar tamu
Tak lama Ryan datang dan mengagetkan Putri
" Kenapa?" tanya Ryan pada putri dan menekan kepalanya
" Abah ih... " kesal Putri dan mencubit lengan Ryan
Kebiasaan mereka memang selaly bertengkar dan Ryan juga selalu jahil pada Adeknya
" Emak mana?" tanya Ryan lirih
" Emak di sini, baru aja beli lauk di luar, Emak belum ke pasar gak ada sayur.." jawab Emaknya dari belakang
" Mana Neng Zula udah bangun?" tanya Emak Ryan
" Bentar Ryan panggil " jawab Ryan langsung tanggap
Zula mendengar suara grunengan dari luar kemudian dia bangkit dan melepas bawahan mukenanya kemudian keluar dari kamar dan..
__ADS_1
Tuk.... Ryan hendak mengetuk pintunya tapi malah kena kening Zula
" Eh.. " ucap Emak dan Putri kompak
" Haduh... " Keluh Zula mengelus keningnya dan Ryan nyengir
" Sorry..." Ucap Ryan, dan Zula menahan amarahnya
Kalau tidak di hadapan emak dan adek Ryan mungkin Zula sudah membalas Ryan
" Gak apa apa," jawab Zula lembut dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah Emak dan Adek Zula
" Assalamualaikum Bude" Ucap Zula bersalaman pada Emak Ryan
" Waalaikumsalam..." jawab Emak Ryan dan membalas salam dari Zula, Zula mwncium tangan Emak dari Ryan dengan lembut
" Ini Emak gue La" ucap Ryan memperkenalkan
" Masyaallah.. Jadi ini di rumah pak Ryan? Ya Allah maaf buk merepotkan" Ucap Zula merasa gak enak
" Enggak merepotkan nak Zula, kan nak Zula kawan Ryan" jawab Emak Ryan lembut dan mengelus pundak Zula
" Dan ini adeknya paj Ryan?" tanya Zula sambil mengulurkan tangannya pada Putri
" Masyaallah.. Salam kenal ya, saya Zula, rekan kerjanya pak Ryan" jawab Zula mengajak putri cipika cipiki
" Bude dari mana dan bawa apa itu?" ramah Zula pada Emaknya
" Eh.. Jangan bude panggilnya Neng, panggil Emak aja" jawab Emak Ryan gak enak
" Oh .. Iya Emak, oh iya ada yang bisa saya bantu emak?" tanya Zula merasa gak enak
Ryan yang di sebelahnya sudah mencar mencor mulutnya dan komat kamit
Seorang Nazula membantu " Preet " Pikirnya, dia mana faham pekerjaan rumah, karena Ryan juga tau hal itu dari siapa lagi kalau bukan Ucup
" Udah gak usah, neng Zula di sini tamu, ayo duduk dulu ngobrol dulu sama Ryan, emak udah ada Putri" jawab Emak Zula dan di angguki putri
Zula mau gak mau akhirnya duduk di kursi ruang tamu bersama Ryan dan saling ngobrol, Zula bertanya dengan Ryan gimana ceritanya dia bisa di sini juga
Tak lama abah Ryan datang dan ikut gabung bersama mereka berdua dan ikut ngobrol bersama mereka
" Abah.... Dari mana?" tanya Zula ramah
__ADS_1
" Dari tempat pak RT neng, warga sini kalau ada tamu harus lapor, jadi tadi bapak minta izin sama pak Rt" jawab Abah Ryan
" Ya Allah Abah, maaf Zula jadi merepotkan" jawab Zula gak enak
" Enggak.... Kami gak kerepotan Neng, kami malah seneng, Neng Zula bisa silaturrahmi ke sini, " jawab Abah Ryan sopan
Mereka lanjut ngobrol satu sama lain, dan membahas tentang pekerjaan juga, tentang bisnis yang baru saja mereka deal kemaren di Turki
Sampai akhirnya Mereka di ajak sarapan bersama di ruangan tersebut dengan lesehan
Zula sangat menikmati keharmokeluarga Ryan, yang sama sama harmobis seperti keluarganya
Zula kangen tapi kalau dengan muka dan mood kesedihan masih melekat pada dirinya, dirinya belum berani Pulang dari pada masalah makin besar
" Maaf ya neng Zula, ini makannya seadanya, ibuk belum ke pasar " ucap Emak Ryan ramah
" Gak apa apa Buk, Ini udah masyaallqh banget, sudah ketemu nasi lagi, kami selama di Turki sama sekali gak nampak Nasi" jawab Zula sambil bercerita
Mereka lanjut sarapan dan ngobrol ke mana mana sedangkan Ryan sampai ketiduran karena dirinya memang kurang tidur sedari kemaren
" Udah agak siangan Nak Zula istirahat aja di kamar, Abah Mau ke toko dulu sama Emak" Ucap Abah Ryan yang memang seorang pengusaha dan punya toko material bangunan
" Oh begitu, silahkan Abah Emak" jawab Zula lagi
Karena adek dari si Ryan saat ini masih sekolah di bangku SMA, dan setelah sarapan tadi langsung berangkat kuliah
Sedangkan Emak dan Abahnya ke toko bangunan sekalian ke pasar, karena toko mereka berada di dekat pasar
Zula hendak kembali ke kamar setelah emak dan abah Ryan pamit pergi tapi Ryan langsung terbangun saat mendengar motor Abah dan Emaknya keluar
" Mau kemana?" tanya Ryan pada Zula
" Emang loe mau ngajak gue kemana?" tanya balik Zula yang mungkin kembali gabut
" Bentar, loe pengen sendiri atau" Ucap Ryan belum selesai
" Gue pengen teriak sekenceng kencengnya, sampe bikin kuping loe budek, gue pengen melampiaskan kekesalan gue " jawab Zula kembali duduk dan tatapan yang kembali lurus kedepan
Zulq begitu ramah dan tanpa beban saat di hadapan orang lain, jelas dia gak mau oeang tersebut berfikir aneh dan justru malah gak enak
Hanya Ryan yang tau makanya dia berani ngomong seperti yang dia inginkan saat ini
" Siap siap aja, mandi dulu ganti baju, biar seger pikiranmu" ucap Ryan yang siap mengajak Zula pergi ke tempat yang Zula inginkan tadi
__ADS_1
" Enak aja.. Gue udah mandi udah ganti baju juga nih..., Gue siap siap dulu, loe yang buruan mandi" jawab Zula mulai kembali kesal pada Ryan