Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Kasih sayang cucu


__ADS_3

Zula nyengir tanpa rasa dosa, karena dia merasa bahagia karen baby berumur 2 bulan itu kini sudah memakai kostum yang dia beli beberapa waktu lalu, yaitu kostum badut


Dan parahnya, baby Bibi senyam senyum dengan muka warna merah di pipinya dan juga di hidungnya


" Ya Allah ya robbi... Kamu jadikan apa adekmu ini..." Kesal Jihan berteriak


" Lucu kan Mi.." ucap Zula tanpa rasa bersalah


" Dia aja ketawa ketawa, jangan melotit nanti takut nangis baby Mi" tambah Zula makin happy


Dan berkali kali Zula memasang camera untuk baby Bibi yang super duper menggemaskan baginya


Jihan bingung ingin tertawa atau menangis , melihat kelucuan baby Bibi dan gak tega di buat mainan kakaknya itu


Tak lupa Zain menyusul, dan masuk ke kamar baby Bibi,


" Assalamualaikum..." Ucap Zain saat masuk


" Kum salam... Bah lihat nih anakmu... Ya Allah.... piye toh ki..." ucap Jihan dan Zain justru tersenyum


" Kok malah senyum sih, bah.." kesal Jihan


" Yang penting babynya Happy" jawab zain malah mengajak ngomong baby Bibi


" Betul banget... Entah tuh Umi, orang baby aja senyam senyum ketawa ketawa, Uminya sewot gak asyik" jawab Zula masih asyik berfoto pada baby Bibi


Di bawah mereka yang membersihkan ikan masih lanjut, dan El kini mndorong kursi roda Umi Zahra, dan di bantu oleh kang santri yang mendorong kursi roda abah Hasan


Walaupun anak cucunya kumpul, dan rau keadaan kakek neneknya sakit, cuman yang merawat dan membantu juga cuman anak anak Zain dan Jihan saja


Seolah mereka lepas tangan, apa lagi dari golongan Aisyah, haduh bu nyai satu itu parahnya minta ampun sampai ke bawa ke turunannya


Sesekali adam dan istrinya membantu, karena Adam sendiri pernah mwnjadi pengasuh di sana walaupun cuman beberapa tahun saja


Tapi lebih seringnya El dan saudaranya sendiri


Mereka enggan dengan alasan takut salah, nanti justru makin parah


Ah... Udah basi di grub ghibahan mereka, yaitu Al El Zula, dan kini El membawa Umi dan Abah Mbahnya ke kamar, dan kemudian memeriksa keadaan beliau


Kondisi masih normal, cuman gak bisa di biarkan, dalam arti harus ada yang menunggu

__ADS_1


" Zula kemana El? Mbah Umi Abah belum lihat" tanya Abah Hasan


" El telfon dulu ya mbah, tadi di atas sama Bibi, biar segera kebawah" ucap El dan Mbahnya mengangguk


El menelfon Zula dan Zula dengan sigap menanggapinya


" Eh... Laa.. Lepas dulu gimana?" kesal Jihan saat Zula langsung turun dan pergi tanpa mikir gimana adeknya.


" Sayang Umi" jawab Zula singkat dan berlari


" Udah biarin, mbahnya nanyain lho, Umi kan bisa bersihin dan lepas juga" ucap Zain yang sangat bangga pada anak anaknya yang sama sekali tidak mengeluh


Cuman sempat kesal juga pada sepupu mereka yang jauh lebih besar tapi plonga plongo


" Makasih ya..." Ucap Zain teduh dengan menatap Jihan


" Tumben" ucap Jihan sambil tersenyum dan berjalan menuju pintu dan menutupnya


Jihan kembali ke hadapan suaminya, dan sambil mengambil tissu basah untuk mengelap pipi baby Bibi yang di gambar sama Zula


" Iya makasih banyak" ucap Zain lagi dengan mata berkaca kaca


" Kenapa sih? Maksudnya makasih untuk apa?" tanya Jihan berhenti dan kemudian menatap Zain lekat


" Apaan sih pake nangis segala, udah Ah, .." Ucap Jihan yang sebenarnya dia juga terharu dengan anak anaknya


Disaat yang lain datang, dari jauh dan hanya minta di perlakukan sebagai ratu dan raja,


Anak anaknya yang kehidupannya seperti ratu dan raja, yang setiap hari semua tersedia tapi sama sekali gak pernah manja, dan selalu tulus


" Berhasil ya apa kata Umi? Bisa menjadikan anak anak yang palo g pengertian dan sukses" ucap Jihan sengaja mengalihkan dan membanggakan dirinya sendiri


" Dangat sukses, makasih banyak" jawab Zain singkat


Jihan tertawa dan kembali menghadap baby Bibi yang masih cemong


Zain memeluknya dari belakang, apa lagi Jihan agak jongkok, atau gerakan seperti rukuk dan Zain malah memepetkan sesuatunya pada bokong Jihan


" Abah..." Ucap Jihan lembut


" Hehehhe... Maaf, pengen banget " jawab Zain yang masih puasa lagi, semenjak kabar Abah Hasan drop mereka kembali libur

__ADS_1


" Lagi ngelap anaknya kok ya" sebal Jihan dan Zain tersenyum dan membaringkan tubuhnya di samping baby Bibi


" Masyaallah... Di pakein apa tadi kamu baby sama kakak Ula?" tanya Zain sambil memegang tangan baby Bibi


" Entah tuh kakaknya" kesal Jihan pengen rasanya bites Zula kalau sedang ngerjain adeknya


Di bawa Zula sudah menemani kakek neneknya dan tak lupa saat ini sedang menyuapi beliau, dengan piring dan sendok yang sama


Seolah sedang merawat dua bayi kembar dan menyuapi bergantian


Ya itu lah manusia, semakin tua usia dan semakin tidak bertenaga, akan kembali sepeeti bayi lagi


Setelah sarapan kemudian Zula membantu beliau untuk minum obat, dengan telaten dan Hati hati serta kesabaran dan ke ikhlasan,


Zula selalu menahan haru saat merawat abah Hasan dan Umi Zahra, dia gak tau ini sampai kapan,? Apa masih bisa di perpanjang apa cuman dengan beberapa waktu dekat saja?


Zula yang sedari kecil tidak pernah merasakan suapan dari orang yang mencintainya, hal ini menjadikan rasa syukur yang luar biasa, dia masih bisa berada di sebelah kakek neneknya setelah dulu dia merasa gak punya saudara


El yanh selesai memeriksa sudah menemani Zula juga ,dia keluar duluan, dan melihat kakaknya sedang makan


" Ciieeeleh... Laper bos habis tempur?" ledek El pada Al dan Aliza


Aliza sudah terbiasa di ledek El, kalau Abah Zain justru pasti langsung pingsan, kalau cuman El Zula alah udah mati dan putus urat malunya


" Iya dong... Gue udah, tiap hari malah, elo kapan?" balik Al mejaeab dengan ledekan


" Masih puasa ya, lama amat puasanya" tambah Al dan El cemberut duduk di sebelah Al tanpa menjawab


Di kamar Abah Hasan setelah minum obat, beliau berdua di minta Zula untuk istirahat,


" Mbah tidur dulu ya, istirahat dulu, nanti waktunya makan siang Ula suapin lagi, kita makan bareng bareng pake sea food yang Ula beli sendiri untuk mbah" ucap Zula dengan senyum sumringah


Kedua mbahnya tersebut tersenyum dan terlihat sangat antusias, pada cucu cantik dan solehannya itu


" Ya udah kalau gitu Ula kedapur dulu kembalikan piring mbah, istirahat dulu ya mbah" ucap Zula dan menyelimuti kakek neneknya yang sudah terbaring di atas tempat tidur


Kini Zula sudah berada di meja makan bersama kakak kakaknya


Tak lama Jihan turun membawa baby Bibi, bersama dengan Zain dan mendekat di sana, masih dengan menggunakan kostum badut


Ya sempat Jihan tadi mau gantiin baju, tapi baby Bibi malah menangis seolah tidak mau

__ADS_1


" Wiih.... Baby... Masyaallah lucunya" ucap Aliza spontan terbangun dari duduknya dan mendekat pada baby Bibi


" Pasti di gambar lagi sama Ula" ucap El sudah bisa menebak


__ADS_2