
Kini Zula dan Ryan sudah transit di Jakarta, karena terbangnya ke Paris masih tengah malam, jadi Zula dan Ryan bersinggah ke Aparteman dulu dari pada nunggu di bandara
Kini Zula baru selesai sholat asar dan mendekat ke arah jendelan Apartemen mengarah ke jalan dan gedung pencakar langit itu
" Hem... Indah ya bang" Ucap Zula pada Ryan yang ada di belakangnya
Ryan tidak menjawab dan malah memeluk Zula darj belakang dan mencium tengkuk belakangnya membuat Zula menghadap ke arahnya
" Abang Pengen" Jawab Ryan lirih
" Sekarang??" tanya Zula membalas pelukan Ryan
Ryan mengangguk karena memang sudah puasa dari beberapa bulan
" Boleh?" tanya Ryan lirih dan lembut
Dari Mimik wajah Ryan, Zula sudah bisa menebak kalau suaminya gak bisa di tahan lagi
Apa lagi beberapa kali Zula melihat suaminya yang mimpi basah, dan mengenahi dirinya pas tidur, karena ngempet dan menjaga mood Zula
" Ayo, " Jawab Zula dan Ryan langsung memberi serangan pada bibir indah istrinya itu
Zula ikut menikmati itu dan mulai kembali bermanja dan ber ber indah untuk suaminya dan jangan lupa berdoa ...
Jam 11 malam, mereka sudah di jemput mobil kantor atau mobil travel yang akan mengantar mereka ke bandara, karena mereka tak off di jam 00:15, masih 1 jam lebih
Dan setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit mereka sampai di bandara, dan Ryan sudah bisa chek in, Ryan gak mau pake prifat jet, sepi katanya, jadi mereka menggunakan pesawat umum di friss class, dan tentunya sangat nyaman banget
Sambil menunggu panggilan untuk para penumpang pesawat, Ryan dan Zula nyantai dulu dan makan serta ngopi dulu, karena nanti harus terbang lwbih dari 16 jam
Yang pastinya dia butuh tenaga untuk mengendalikan amukan dan mood dsri istrinya yang pastinya berubah rubah
Tak lama pas di kopi habis, panggilan untuk mereka dan lanjut berjalan ke arah pesawat
" Bang capek" Ucap Zula saat baru bangkit dari duduknya
" Kita pake kursi roda??" tanya Ryan lembut
" Enggak ah.... Kayak orang gak bisa jalan aja" jawab Zula cepat
" Yang pake kursi roda kan bukan yang gak bisa jalan aja sayang, gak apa apa, apa Abang gendong?" tanya Ryan lagi dan Zula tetap menolak
" Jalan pelan pelan aja, dekat kok" ucap Ryan dan Akhirnya Zula jalan pekan hingga sampai di dalam pesawat
Tengah malam waktunya tidur, tapi kali ini mereka tidur di atas awan
__ADS_1
16 jam penerbangan mereka sampai juga di bandara Paris dan langsung menuju hotel yang sudah di siapkan
Siangnya setelah istirahat cukup mereka mulai menikmati keromantisan di kota paris
Dan di sana Zula mulai nafsu makannya, walaupun terkadang dia masih merasakan mual mual, tapi keharmonisan it melawan mualnya
" Mau makan lagi, Abang seneng lho kalau adek makan terus, udah lama gak lahap makannya" Ucap Ryan terus menawarkan makanan pada Zula
" Biar anak Ayah gemuk dan besar ini" Ucap Ryan sambil mengelus perutnya
" Haduh kenyang sayang, " jawab Zula mengelus juga dan menimpa tangan Ryan
" Adek... Masih ada tempat gak dek? Untuk duselin makanan ini" gurau Zula pada jabang bayi di dalam rahimnya
Mereka berjalan sambil bergurau dan ngobrol, tak sengaja
Bruk.....
Ryan menabrak seorang anak kecil, laki laki seumuran 1.5 tahunan, yang sedang bermain
" Sorry sorry.... Kamu gak apa apa nak?" spontan ucap Ryan dan Zula sama sama berjongkon
Mereka dengan menggunakan bahasa inggris tentunya
Bocah kecil itu tentu tidak menjawab dan hanya tersenyum
" Sayang..." ucap Ibu dari anak tersebut mendekat
" Maaf ya Pak" Ucap ibu tersebut
" Gak apa ap..." Ucap Ryan dan Zula terhenti saat melihat sosok ibu dari anak tersebut
Mereka seolah kenal, dan memang sangat kenal dengan orang tersebut, secara itu penyebab Zula konflik hampir putus asa
Tapi Aufi kurang mengerti mereka, dan kurang fahamz mungkin ada perubahan dari Zula maupun Ryan
" Sayang.. Gimana? Udah jumpa anaknya?" tanya Maul dari belakang mereka
Ryan langsung merangkul Zula, seolah takut kehilangan Zula, dan takut kalau Zula kembali kenapa napa
Maulana langsung mendekat ke arah istrinya yang berada di hadapan mereka
" Maaf ya p...." Ucap Maul kaget
" Pak Ryan, " Ucap Maul saat mengenali Ryan karena Zula masih menunduk dan membenahkan jaket tebalnya karena kena salju
Ya di Paris sedang musim salju dan Zula makin seneng itu
__ADS_1
" Pak Maul, apa kabar?" tanya Ryan gantel dong, itu masalalu dan dia harus siap hadapi itu
" Alhamdulillah baik, sedang berlibur ke sini?" tanya Maul yang dia sama sekali gak menyalahkan Ryan
Bahkan setelah kontrak terja sama di putus beberapa kali Maul mengajukan banding tapi gak di terima
Dan sampai akhirnya perusahaan Maul berdiri kembali karena di bantu oleh mertuanya
Zula sudah gak peduli tentang hal itu, ada baby mungil dalam perutnya yang sudah menjadi bukti sayang dan cintanya pada suaminya
" Iya sedang liburan kebetulan, istri lagi ngidam pengen kesini" jawab Maul santai dan mencoba tetap menguatkan hatinya walaupun ada rasa cemburu
" Oh udah punya istri?? Selamat" ucap Maul menjabat tangan Ryan
Tak lama Zula menampakkan wajahnya dan betapa kagetnya Maul saat tau siapa istri dari mantan teman bisnisnya itu
Zula tersenyum santai, dan sudah hilang rasa dan kenangan dia bersama Maul saat itu
Saat ini dia sudah punya kehidupan sendiri, sudah bahagia bersama suaminya, dan keluarga kecilnya
" Ula" Ucap Maul spontan
" Iya saya, Apa kabar?" tanya Zula santai dan Ryan makin mendekatkan pinggang Zula biar mepet dengannya
" Ak .... Aku.... Alhamdulillah sehat" jawab Maul gugup dan gak melepas pandangannya ke aeah Zula
Yang mana Jelas sekarang Zula makin cantik, makin seger lagi, jauh dari kata terakhir saat Zula menangis di hadapannya
" Loe apa kabar? Sehat kan?? Ini anaknya, udah besar ya, " Ucap Zula mulai makin santuy
" Oh iya, mbak sehat kan??" Ucap Zula bersalaman dan cipika cipiki pada Aufi
" Ganteng, tos dulu sama tante" Akrab Zula pada anaknya juga
" Kalau Om? Tos dong Om" ucap Zula dan Ryan mengikuti
Ryan mulai faham permainan istrinya ini, dan okey dia siap mengikuti
Aufi pun ikut bengong meoihat Zula dan Ryan dan mulai kembali teringat tentang Zula juga
" Kalian sudah menikah?? Dan ini pasangan suami istri?" tanya Aufi perlahan
" Iya mbak.. Alhamdulillah" jawab Zula santai dan menarao Ryan yang mana saling tatap
" Selamat ya..." Ucap Aufi dan Zula tersenyum
" Ucapkan selamat dong By, kan sudah punya kehidupan masing masing, jangan bengong aja" Ucap Aufi menyenggol Maulana yang masih gak menyangka
__ADS_1