Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Produksi lagi


__ADS_3

Heny melahirkan tanpa persiapan sama sekali, dan saat main dan di sana dia melahirkan


Ya mau gak mau, harus memakai baju Aira waktu bayi, dan perlengkapan Aira waktu masih bayi untung semua masih bersih dan tersimpan Rapi


Kini kedua bayi kembar sudah di bersihkan dan sudah cantik dan ganteng, dan di pangku sama Zula dan Ryan


Aira akhirnya mau turun juga setelah melihat bayi kembar itu


" Masyaallah cantiknya, abang dan kakaknya Aira ini" Ucap Zula pada Aira


" Kan mereka kecil mamah masak kakak sama abang" ucap Aira merasa sudah besar


" Iya dong, kan ini anaknya papi El, Mamah panggilnya Abang adek juga ikut abang sama kakak dong" jawab Zula yang tidak menjelaskan dengan ditai pasti tidak akan faham


" Okey deh, kakak kecil sama adek kecil" jawab Aira sambil menyolek nyolek pipi gembul bayi tersebut


" Oh ya Aira kan lagi demam, pake masker dulu ya nak kalau dekat adek bayi, tolong ambilkan om Bibi" Ucap Zula dan Bibi langsung bangkit dan tau tempatnya di mana


Setelah mengambil Bibi sekalian memakaikan maskernya pada Aira


" Tangannya baby... Sini Om kasih antis" Ucap Bibi dan Aira dengan pintar menadahkan tangan ya kemudian menggosok gosok setelah di semprot


Sedangkan di dalam kamar, El dan Jihan bekerja sama membantu Heny untuk membersihkan Heny dan juga Ari ari anaknya


Zula sudah mengirim foto kedua bayi itu di grub keluarga dan Al sama Aliza langsung meluncur ke sama, dan Zain akan langsung mampir kesana setelah acara


" Assalamualaikum bulek" Ucap Zula menelfon Bundanya Heny


" Waalaikumsalam.. Iya mbak Zula, gimana? Heny udah di sana kan? " ucap Ibundanya yang sedari tadi Zula berangkat udah khawatir


" Iya Bulek, mbak Heny di sini, dan malah melahirkan di sini bulek" jawab Zula sopan


" Apa? Ya Allah... Bulek kesana mbak Zula, tapi naik apa ya... Gimana Ini Yah" ucap Bunda Heny bingung sendiri


" Gimana Bund? Ada apa?" tanya Ayah Heny yang masih terdengar oleh Zula


" Heny melahirkan Yah, di rumah mbak Zula," jawab Ibunya


" Ya Allah... Ayah bilang juga apa, suruh di rumah aja merengkel" jawab Ayahnya Heny


" Udah udah gak apa apa bulek paklek, mbak Heny baik baik saja, selamat begitu juga dengan kedua bayinya, " jawab Zula menenangkan keduanya


" Alhamdulillahirobbil alamin" Ucap mereka agak lega


" Kalau gitu bulek siap siap, nanti biar di jemput sekalian sama supir kantor ya, biar di antar kesini" ucap Zula dan mereka mengiyakan dan memutus panggilan telfonnya dan tak lupa salam


Zula masih memangku dan memandang imut dan lucu bayi kembar itu mana laki laki sama perempuan yang begitu comel


" Mah kita program lagi yuk, biar punya kembar kayak gini lucu banget" Ucap Ryan seolah pengen punya bayi lagi.

__ADS_1


" Gak boleh, " jawab Aira ketus dan mereka tertawa


__________________


Sudah seminggu Heny melahirkan, suatu kebahagiaan tertentu bagi kedua pasangan yang istiqomah saat SMA sampai saat ini


El sengaja ambil cuti kerja tanpa batas waktu, hanya untuk menemani mereka berdua, bayi tampan dan cantik yang blasteran dengannya dan juga Heny yang begitu lucu


Di hari pertamanya lahir pas kelahiran Baby Twins itu El meminta untuk semua resto milik abahnya, tepatnya Bibi sih, karena dia ke bagian resto, tapi belum di wariskan, untuk membungkus dan di bagikan ke semua yang membutuhkan di jalan jalan dan pedagang kali 5


Karena rasa syukurnya El dan Heny serta yang lainnya atas keselamatan kelahiran baby kembar itu


Hari ini adalah hari di mana akan di adakat tasyakuran arau walimatul Akikah untuk kedua baby kembar itu


Keadaan Rumah El dan Heny sudah di hias dan di pasang dekorasi, suara gema mengaji para santri di sana


Satu persatu katringpun datang untuk memberi jamuan para tamu


Karena pas Hari Libur Aira juga udah di sana sedari pagi di jemput sama Alwi dan juga Zea, jadi Zula yang masih mager meminta mereka untuk pergi duluan


" Kapan kesana sayang? Udah siang" Ucap Zula pada Ryan


Kalau weekand mereka agak males gerak, apa lagi jadwalnya ke gak kerumah Abah Zain, dan Ryan pengen menghabiskan waktu berdua saja, berhubung Aira sudah di bawa


" Nanti aja, agak sore, bilang aja ada kerjaan dadakan, apa cari kado dulu sebagai alasan" jawab Ryan masih mendekap Zula


Mana tangan Ryan sama sekali gak berhenti bergerak dan memaikan tempar ke istimewaannya


Padahal semalaman udah beberapa kali habis subuh juga udah ini masih minta lagi


" Biar cepet punya baby Twin sayang" jawab Ryan mencium punggung Ryan


" Di pecat jadi papahnya Aira nanti " jawab Zula sambi tertawa


Dan Selanjutnya mereka sudah kembali ke alam permainan dewasa


Di jam 11 siang, mereka baru saja keluar dan mau bernagkat ke rumah El, padahal acaranya nanti habis Dzuhur, tapi enggaknya belum ketinggalan


Mereka juga membawa dua kado untuk baby Twins tersebut


Aira kalau sudah bertemu dengan saudaranya sudah terlupa dimana palah mamahnya dan sibuk sendiri dengan mainannya


Jarak yang gak jauh membuat mereka cepet sampai rumah El dan ternyata sudah banyak para tamu yang hadir baik keluarga dari Heny maupun dari El


" Rame, gak kebagian tempat parkir sayang" ucap Ryan sambil mencari parkir


" Salah siapa berangkatnya siang" jawab Zula singkat


" Yang penting jatah tuntas" jawab Ryan ngasal dan Zula tersenyum

__ADS_1


" Mau lagi gak?" goda Zula


" Gimana putar balik kita? Pulang lagi lanjut lagi?" jawab Ryan dan Zula tertawa sampai akhirnya dapat parkir yang paling jauh dan harus jalan jauh juga


" Hem... Tau gitu jalan kaki aja tadi dari rumah, " ucap Zula saat berjalan dan bergandegan dengan Ryan


" Mau di gendong" jawab Ryan lagi


" Sampai kamar ya" goda Zula suka mancing mancing


" Siap dong.... Lanjut lato lato" jawab Ryan dan Zula mencubit pinggangnya


Hingga mereka sampai di depan rumah El dan sudah di sambut sama Abah Zain


" Assalamualaikum..." Ucap Zula dan Ryan lada Abah Zain yang ada di depan


" Waalaikumsalam... Nampaknya ke siangan ini mamah papah Aira, anaknya udah duluan sejak pagi, mamahnya ke siangan" ucap Zain saat Zula dan Ryan salaman


" Masih ada kerjaan Bah" jawab Ryan santai


" Kerjaan pribadi maksudnya " tambahnya berbisik


" Iya mumpung aman dari Aira" sambung Zula santai tanpa malu dan membuat Zain menggelengkan kepala


" Biar Abah segera punya cucu lagi" jawab Zain tertawa


" Hahahaha... Di pecat jadi orang tua Aira nanti bah" jawab Ryan sambil tertawa


" Udah lah, Zula masuk dulu aja, " Ucap Zula pamit


" Udah pada nunggu di dalam masuk aja" jawab Zain dan Ryan mengikuti


Ternyata simaan Al Qur'annya sudah selesai dan kini semua berkumpul kecuali Zula dan Ryan yang terakhir


Bahkan sampai Baha' dan Fani serta anak istrinya cucu menantunya kumpul di sana


" Assalamualaikum..." Ucap Zula dan Ryan saat masuk


" Waalaikumsalam.." jawab mereka menoleh ke Zula


Sedetik kemudian suara sorakan terdengar begitu meriah karena kedatangan Zula dan Ryan yang telat


" Huuuuuyyyyy" Teriakan semuanya dan membuat Zula malu sendiri,


Tapi namanya putri Umi Jihan, uratnya udah di putus sekalian dan malah menggendeng erat suaminya


" Lanjut Ryan lanjut, anak udah di bawain eh.. Rupanya emak sama bapaknya makin molor, lanjut lembur kalian?" kesal Al pada mereka


" Iya dong... Kalian udah punya dua dua masak gue masih satu aja, produksi dong" jawab Ryan santai sambil memeluk pinggang Zula

__ADS_1


" Aira... Kata papah mau di bikinkan Adek lagi" ucap Al langsung lapor pada Aira


__ADS_2