
Sakit sangat sakit hati Aliza di kala mendengar perkataan Queen yang mengucapkan kata Najis pada Aliza
Tapi Aliza tetap tersenyum menanggapinya dan gak mau ambil pusing
" Terimakasih" jawab Aliza singkat dan lembut
Sesaat kemudian tatapan tajam dan serangan dari Queen hampir saja di lontarkan, tapi kedatangan Yasmin dan beberapa orang pada Aliza
" Ada apa Za?" tanya Yasmin mendekat
" Gak ada apa apa, Cuman buk Queen menyapa gue aja" jawab Aliza berbohong
" Oh.... Kantin yuk, gue laper nih, yuk loe belum cerita sama kita tentang loe kemaren kemana, yuk" ucap Yasmin yang masih baik sih, karena belum tau sebenarnya
" Boleh " Jawab Aliza singkat dan menutup laptonya
Aliza berjalan mengikuti Yasmin dan ketiga temannya yang memang selalu bersamanya
Annisa dan Meli adalah teman Aliza, di tambah satu Yasmin, yang selama mereka bekerja dan ngekos di tempt yang sama,
Mereka juga tau kalau Queen adalah orang yang iri pada Aliza, selama Aliza gak masuk Queen selalu mengompori Teman teman Aliza
" Heh... Loe masih mau berteman dengan orang Najis seperti dia" ucap Queen menjadi kompor
Queen di Kampus Al bekerja bukan sebagai dosen, tapi melainkan sebagai bagian admin saja, di bagian pendaftaran atau resepsionis lah kalau di kantor
" Udah jangan dengarkan dia, loe tau dia siapa, dan kalian tau doa bagai mana" ucap Aliza sambil menarik tangan Yasmin Dan Annisa yang ada di sebelahnya
Mereka berjalan ke kantin dan tak lupa sesampainya di sana mereka bertempat di bagian pojok, yang seperti biasa mereka nongkrong
Setelah memesan sambil menunggu pesanan datang, mereka ngobrol dan biar mengintrogasi Aliza
__ADS_1
" Za... Loe tau kita kan, loe tau siapa kita dan loe tuh kalau sama kita selalu sama sama, plis deh, jangan low umpetin tentang apa yang terjadi sama elo selama 3 bulan ini, gue minta coba loe cerita" Ucap Meli karena sedari tadi Aliza mengelak dan tidak mau jawab apa yang di pertanyakan sama teman temannya
" Iya... Gue gak ngumpetin sama kalian, nanti akan gue buka, kalian tenang aja, ini bakal jadi kejutan biat kalian semua" jawab Aliza terlihat happy
" Ih... Males ah, gak seru kalau masih do rahasiakan seperti ini" ucap Annisa udah gak sabar
" Ante cantik.. Ayo dong cerita,baby mau tau nih..." ucapYasmin merayu dengan menggunakan Alasan baby yang ada di perutnya
Aliza tersenyum gak tega kalau harus menahannya, dia bakal ngalamin hal sama dengan Yasmin nantinya, kalau ngidam pengennya tentu selalu di turuti terus dan seketika
" Ini yang buat gue gak tega tau gak" ucap Aliza sembari mengusap perut Yasmin
" Ayo dong ante jawab, apa sebenarnya kabar bahagia tuh gak boleh di umpetin" jawab Yasmin kembali mewakili anaknya
" Tapi bentar, loe nanti kembali ke kosan kan?" tanya Annisa yang satu kamar dengannya
Awalnya dulu Yasmin dan Aliza satu kamar, tapi setelah Yasmin menikah dan tinggal bersama dengan suaminya, Aliza ikut pindah ke kamar Annisa dan Meli karena kalau bayar kos sendirian Aliza gak kuat
" Ih.. Iya, Nis, barang Aliza lho udah di ambil sama kakaknya, loe pikun ya, mana ngambilnya pas kami gak ada lagi, buk kos juga gak tau apa masalahnya" jawab Meli yang hanya sekedar tau saja
" Iya tuh, mana ponsel gak aktif gak bisa di hubungi, kenapa sih ? Tadi juga pak dekan sampe marah sama elo, gara gara gak buka ponsel" jawab Nissa membuat Yasmin terus mengangguk membenarkan
" Ya maaf, gue gak sempet sama sekali pegang ponsel, baru aja tak buka kiriman dari pak Dekan, " jawab Aliza tetap santai sambil menikmati jus jambu biji yanh barusan datang
" Tapi ya Lucu, kenapa pak Dekan malah ngirim ke Gue, admin dan SC nya aja si Queen, kenapa di lempar ke gue, emang sibuk apaan tuh sih Queen" jawab Aliza sembari mengomeli Queen
Karena sedari dulu Aliza sebenarnya faham tentang si Queen yang iri dengki padanya
" Udah lah gak usah bahas Ibuk komplek sebelah tuh, bikin gue mau mual aja" ucap Yasmin yang sama halnya dengan Aliza
Karena Yasmin juga pernah mengalami waktu dekat dengan Ilyas sebelum menikah,
__ADS_1
Si Queen memang gak suka kalau ada dosen berhubungan dengan dosen lain, apa lagi sampe menikah, mungkin karena gak ada yang ngedeketin dia kali
" Sabar Say loe lagi Hamil, jangan bayangin dia" ucap Meli membuat mereka semua tertawa, sedangkan Yasmin mengelus perutnya sambil ngucap jabang bayi
" Oh ya, gimana tadi di ruangan pak Al, loe gak di kasih SP kan?" Tanya Annisa pada Aliza
Yasmin menghindari pertanyaan tentang Al, karena kalaupun dia sudah hamil anak Ilyas, dia belum sepenuhnya move on dari Al, dan sampe sekarang masih kepo kepo tentang Al
" Enggak, gue cuman di kasih kerjaan doang, apa yang pelu saya kerjakan, setelah baliu libur 3 minggu kemaren" ucap Aliza santai tanpa membuka suara tentang hubungan keduanya
" Hah... Yang bener? Jadi loe gak di tegur dan gak di kasih surat peringatan?" tanya Meli serius
" Iya, beliau kan juga sama gak ada masuk, baru hari ini masuk juga kan" jawab Aliza pura pura polos padahal Al dan dirinya gak masuk karena sesnag bulan madu
" Iya sih, tapi kalian kok bisa sama ya, sebenarnya ada apa sih? Apa benar kata Queen, loe godain pak Al ya Za" ucap Meli asal nyeplos
" Astagfirullah.... Elo Mel, gak boleh ngomong gitu sama sahabat sendiri" ucap Annisa
" Bu mantan jangan diem dong" ucap Meli menyenggol Yasmin
" Lha gue harus ngomong apa, pak Al lho udah punya Istri, gak mungkin juga godain Aliza, istrinya aja jauh lebih cantik dari pada Aliza, mana doyan pak Al sama Aliza" jawab Yasmin apa adanya dan membuat Aliza meringis mwndengar jawaban Yasmin
Ya gimana tidak, secara Aliza adalah istrinya Al, dan setiap hari setiap saat Al gak pernah mau renggang darinya, tapi pikiran Yasmin justru lain
" Iya juga sih, gak mungkin dong" sambung Meli
" Jangan di masukin ke hati Za, itu nyata loe sadar diri aja" ucap Meli lagi dan Aliza mengangguk serta meringis
Sebegitu berkelasnya suaminya di hadapan mereka, sehingga seolah gak level untuknya dan gak sudi padanya, padahal Al jauh dari tipikal yang mereka bicarakan, apa lagi opini itu dari Yasmin sendiri yang sebagai mantan dan mungkin tau karakter Al justru malah seolah melihat Al yang gak mau sama yang pas pasan
" Sama gue aja gak mau, apa lagi sama Elo Za, prestasi gak punya, hidup pas pasan, apa lagi muka loe juga pas pasan" ucap Yasmin lago asal nyeletuk karena sering kumpul seolah gak ada ketersinggungan di antara mereka
__ADS_1