
El hanya tersenyum dan mengangguk, dan tidak mengiyakan atau gimana mengangguknya karena mau menghormati saja
" Iya mas di bantu, biar cepet lulus dan saya cepet nikah" ucap Pak Lurah calon Heny
" Udelmu " Batin El kesal
Di sakit hati banget malah suruh bantuin agar cepet lulus biar cepet nikah
Ting....
Pesan balasan dari Heny baru masuk
From: My Love 💚
Sorry banget 🙏🙏
To: My Love 💚
I'm Fine, semangat ya..
El harus legowo toh El tau kalau ini adalah perjodohan, kalau bukan perjodohan Heny gak mungkin di atas terus dan gak mau turun sama sekali
Heny di kamar sudah menangis sedari tadi bahkan sedari kemaren saat tau kalau dia akan segera di lamar oleh tunangan pilihan Ayahnya itu
Sesaat kemudian mereka para temua peminang pamit pulang dan El masih di sana, dia mau menunggu Heny pulang
" Nak Heny mana ya buk?" tanya Ibunya pak Lurah
" Sebentar saya panggilkan ya Buk" jawab Bunda Heny
Bunda Heny berdiri dan pamit kebelakang dan menaiki tangga menuju kamar Heny
" Udah ngapain nangis aja?" kesal Ibunya karena Heny sedari kemaren terus menolak
" Heny gak mau Bund" jawab Heny sambil menangis lagi
" Terus gimana? Maumu apa? Bunda sama Ayah udah budek Hen.. Setiap hari dapat cibiran dari orang orang, anaknya jadi perawan tua, lihat tema temanmu sudah pada nikah, kamu jangan mengharapa El terus, mereka bukan sederajat sama kita, kamu jangan kebawa mimpi sama dia" ucap Bundanya menyeramahi Heny
" Tapi Heny hanya sayang dia Mi" jawab Heny masih kekeh
__ADS_1
" Iya tapi kita jauh nak, mereka pasti juga cari yang sepadan, ayah sama bunda itu siapa? Punya apa, El keluarga priyayi, udah nak janga bikin malu ayah sama Bunda lagi, ayahmu sudah menerima lamarannya, kamu sudah di pinang sama pak Lurah nak, kamu tau gimana nasib kita kalau sampaj mempermalukan pak lurah karen lamarannya kamu tolak, Bunda minta kali ini aja, ikuti apa kata ayah sama bunda, udah kali ini aja, ayah sama bunda gak pernah minta apapun sama kamu, " ucap Bunda Heny sampai menangis
Tak lama ayah Heny juga datang karena istrinya gak turun turun juga
" Hen... Ayah minta nak, ayah sama bubda sudah tua, dan tidak punya siapa siapa lagi, anak ayah sama bunda cuman kamu, satu satunya, jadi plis ayah minta sama kamu, satu kali ini aja, jangan bikin malu ayah sama bunda nak" Tambah Ayah Heny sampai terduduk jongkok
" ayah Bunda.." Ucap Heny menghampiri dan meminta mereka berdiri
" Gak boleh begini, " tangis Heny sampai pecah kembali karena permohonan Ayah bundanya
Kini mereka berdua berdiri dan menenangkan Heny sampai berkali kali meminta maaf dan memohon sama Heny agar mengikuti kemauan ayah bundanya
" Kamu masih ada waktu untuk kenal sama Pak Lurah nak, pasti kalau udah saling kenal pasti enak, percaya deh, dulu ayah sama bunda juga di jodohkan, dan akhirnya ada kamu yang menjadi anak ayah sama bunda" ucap Bu da Heny sambil mengelap air matanya dan meminta agar Heny merapikan tampilan nya
Heny mengikuti dan kini lebih seger dan tidak begitu kelihatan sembab lagi
" Ya Allah baru seminggu bangga dan curhat sama sahabat gue, ternyata rencana dan impianku lain ya Allah, lain dan saya pasrah apa nanti yang akan terjadi selanjutnya" Batin Heny saat menuruni tangga bersama Ayahnya
Kedatangan Heny menjadi pusat perhatian mereka semua, kecuali El yang sedari tadi diam dan menundukkan kepalanya sambil memainkan ponselnya
Beberapa kali dia sudah mengirim pesan ke grub ghibahnya dengan Zula dan Al, rapi belum ada tanggapan sama sekali
" Ya Allah.. Ayu tenan calon bu dokter kui" ucap para tamu yang hadir melihat kedatangan Heny di sana
Sosok Gadis cantik ini duduk tak jauh dari El, bahkan berada di hadapan El,
El masih tidak melirik sama sekali, dia menunduk sambil menahan air mata dan sesak dadanya
Sosok dokter yang selalu kuat tapi tidak pada hatinya yang harus terluka kembali saat ini
Tatapan Pak Lurah terus pada gadis cantik bunga desa, yang jadi warganya
Ibu Pak lurah mendekat, dan meminta kembali cincin yang sudah di berikan pada Bundanya, karena mau di sematkan langsung pada Heny
Tadinya Bunda Heny hanya memberi alasan kalau Heny tidak bisa turun, karena Bunda Heny tau perasaan Heny yang sedari kemaren terus menolak
Dan karena gak enak juga saat pamit masih di tanyakan akhirnya Heny di jemput paksa dengan dirinya dan suaminya memohon mohon
__ADS_1
Kini Heny di pasangkan cincin oleh calon ivu mertuanya tepat di hadapan El,
Masyaallah.. Hatinya seolah remok seremok remoknya
Tapi El masih kuat, dan bahkan menyempatkan diri untuk memfoto moment tersebut dan dikirim ke grub 3 ghibahnya itu
" Piye toh kiiii kok gething aku" itu cuption yang El kirim ke grub
Setelah selesai, Mereka lanjut pamit dan El masih di sana, tanpa pindah tempat apapun
Seperginya tamu Heny langsung mengnampiri El yang masih dengan posisi yang sama
" Sorry...." Ucap Heny sambil menangis di hadapan El
El akhirnya mengangkat kepalanya dan tersenyum menghadap ke Zula yang kini tepat di hadapannya tanpa penghalang apapun
Bahkan tangan Zula kini memegangi Lutut El dengan kuat
" Gak apa apa, semangat ya" jawab El lembut dan mengelus pundak Heny
Ayah bundanya Heny yang melihat mengangguk dan pamit masuk, memberi kesempatan Heny bicara dengan El
" Boleh aku jelaskan?" tanya Heny sebelum menjelaskan dan El mengangguk
Heny kemudian menjelaskan dan menceritakan, soal perjodohannya dengan pak Lurah dengan tangisan yang tersendu sendu
" Aku gak mau" Ucap Heny manja sambil menangis
" Ini kemauan Ayah sama bunda? " tanya El dan Heny menangguk
" Mereka sampai memohon seperti itu berarti mereka bener bener membutihkan kamu, kamu satu satunya harapan mereka" jawab El dengan lapang dada
" Mungkin saatnya kamu birrul walidain, pada ayah sama bunda, semua akan baik baik saja, walaupun zaman sekarang bukan zaman siti nur baya" jawab Elemberi pengertian, dia gak mau menentang keputusan ayah dan bundanya Heny
Heny bisa mengerti dia saat itu, dia gak boleh egois, uang dan harta serta jabatan bukan segalanya, dan bukan tolak ukur untuk mempunyai kewenangan maupun kemenangan untuk menjadi pembantah atau menyangkal urusan orang lain
" Aku pamit dulu ya, jaga kesehatan jangan banyak pikiran, " Ucap El mengelus kepala Heny
" Kira udahan ya, aku takut nanti terbawa masalah kamunya," tambah El memutuskan Heny
__ADS_1
" Hu .... Huu.... Hu.. Hiks hiks hiks.." tangis Heny kembali pecah saat El memutuskan untuk udahan dengannya