Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Pinjam uang


__ADS_3

Zula hanya tersenyum menanggapi ucapan Aliza, karena dia sendiri bahkan gak kepikiran sampe ke sana, dan enggan memperkenalkan diri sebagai anak pemilik yayasan BNT


" Gue aja gak kepikiran kak, dan males juga kalau memperkenalkan diri sebagai adek pemilik yayasan BNT " Jawab Zula santai


" Loe dari dulu sama ya dek, gak pernah mau menonjolkan siapa loe, masih seneng apa adanya, dan selalu berperan di balik layar" ucap Aliza paling bangga pada Zula yang cuek, tapi sukses, dan gak mau di sorot


Sesaat kemudian, pelayan datang menghampiri mereka dengan membawa buanyak makanan,


Tak beda dari Jihan, Zula pun doyan makan, apa lagi makan makanan pedas yang dower seperti lambe netizen,


Seperti saat ini yang dia pesan serba pedas, apa lagi ada temannya si Aliza dah pasti bikin betah nempelin bokong di kursi yang di duduki


" Dek... banyak banget" ucap Aliza kaget


" Biar makin betah kita mbak" jawab Zula santai


Padahal saat ini Zula sendiri terlupa bawa dompet,


Ya karena niatan awalnya dia cuman mau menemani Al, eh.. Ketemu Aliza jadi lupa diri


Dan ponselnya juga ketinggalan di meja ruangan Al tadi, dan entah jadinya seperti apa dan gimana bayarnya nanti, tunggu setelah makanan Zula habis


" Ayo makan mbak, nikmati aja dulu, sambil bernostalgia" ucap Zula dan mereka tertawa


Mereka lanjut BBQ dan masam beberapa sayuran yang ada di hadapannya, sambil ngobrol


" Jadi kamu udah lulus S2 dek?" Tanya Aliza


" Udah, kami tuh belum lama lho mbak, tinggal di Indo tuh, 3 tahun kami hidup di Swiss, dan baru pulang sekitar 10 harian lah" jawab Zula sambil malahap daging tipis yang dia angkat dari BBQ nya


" Kok bisa, secepat itu, kamu kan baru berapa tahun?" tanya Aliza terlupa umur Zula


" Gue baru 19 mbak, "


" Tuh kan malah baru 19, kok bisa cepet gitu" ucap Aliza lagi


" Iya namanya ada orang dalem, belum lulus minta segera di lulusin, terus kami semua pindah ke sana, sama abah Umi juga, dan bahkan bang Al , dia sekalian ambil S3 juga di sana, dan bang El, pindah dan transfer nilai juga, hingga lulus S2 juga di sana, bahkan kami wisuda bareng lho kak, dan so sweet banget abang abangku tuh, " jawab Zula dan cerita kegembiraannya


" Alhamdulillah ya Dek, mbak ikut bahagia kalau adek juga bahagia" ucap Aliza terharu, apa lagi kalau mengingat masa sedjh sedihnya Zula kalau istirahat atau pulang sekolah selalu menangis di hadapannya


" Iya mbak, ternyata gue punya keluarga yang luar biasa sayang kepadaku, dan luar biasa bisa membahagiakanku" ucap Zula penuh syukur


" Jadi Sekarang kamu kerja juga?" tanya Aliza lagi

__ADS_1


" Ya harus dong mbak, soalnya gak ada yang jadi penerus perusahaan, Anak Abah Umi cuman 3, tapi gue masih jadi asisten," jawabnya bercerita


" Pasti ada di balik tirai kan.?" faham Aliza dan Zula tertawa


" Dan gue tuh sebelnya dapat atasan rekan kerja yang masyaallah, luar biasa menyebalkan " ucap Zula bercerita


" Maksudnya?" tanya Aliza


" Gue tuh kerja di perusahaan Abah gue sendiri, dan gue yang kata mbah di belakang layar, benar, lha gue jadi sekertarisnya wakil presedir, dia tuh nyebelin tau gak, sebel gue, " ucap Zula sambil mengekspresikan wajah kesalnya


" Terus kalau kalian bekerja gimana?" tanya Aliza penasaran


" Ya seperti kucing sama tikus, tiap hari ada aja bahan bertengkar, sampe gue aja heran, " jawab Zula lagi


" Gak nangis lagi?" Goda Aliza


" Gengsi dong kalau nangis depan dia, gimana harga diri gue mbak, cengeng depan musuh bebuyutan" Jawab Zula dan Aliza tertawa


" Dari dulu ya, nanti sampe pondok nangis, ya Allah dek, kamu sekarang udah bahagia, berkumpul dengan keluarga yang luar biasa sayangnya sama kamu" ucap Aliza mengingat masa dulu dan Zula yang sekarang sudah menemukan kebahagiaan


Di saat mereka sedang asik ngobrol dan makan makanannya, Zula rasanya ingin kembali memesan minuman untuk menetralisir rasa pedas di mulutnya


Tapi saat dia mundur tiba tiba..


Zula menabrak seseorang yang ada di belakangnya


" Sorry sorry..." ucap Zula spontan


Tapi saat melihat siapa yang di tabrak dia langsung melototkan kedua matanya


" Elo" ucap Mereka barengan


" Iyyyuuuuh......" ucap Zula sambil mengelap semua bajunya seolah risih bertabrakan dengan Ryan


Karena Yang Zula tabrak tadi memang Ryan, yang sama sama manikmati masa weekandnya di kafe tersebut, dengan teman temannya


Ryan melihat Zula yang mengkipat kipatkan tangannya di bajunya semakin jengkel, dan tersinggung


" Heh... Gak sekalian loe cuci 7 kali, pake debu, biar sekalian kayak nyuci najis mugholadhoh," ucap Ryan jengkel


" Oh... Loe merasa seperti najis itu? nanti sampe rumah gue bilas semuanya, sekalian guenya juga,mandi pake parfum " jawab Zula nyolot


" Kenapa sih loe ada lagi di sini, seminggu ketemu elo mata gue sampek mau mint tau gak, ini weekand juga muka loe bikin mata gue makin pengen muntah" tambah Zula lagi yang menjadi pusat perhatian banyak orang

__ADS_1


Ryan yang sadar akan perhatian para pengunjung, merasa sangat risih, dan memilih untuk pergi aja dari pada berurusan dengan Zula yang makin membuat hatinya dongkol


Tapi sebelum pergi Ryan tentu menjawab ucapan pedas Zula dulu dong, gak seru kalau langsung pergi,


" Mau rabun, min plus, silinder, buta sekalipun bodo amat , " ucap Ryan langsung melenggang pergi menginggalkan Zula


Zula makin kesal dan akhirnya duduk lagi ,gak jadi pergi moodnya udah ilang


" Itu.." ucap Aliza langsung kepotong sama Zula


" Iya itu orangnya, ganteng tapi nyebelin, " jawab Zula tanpa basa basi


Di meja Ryan, yang sudah ditunggu oleh teman temannya pun pasti pada heran


" Weh yang habis tabrakan sama cewek cantik nih" gurau teman temannya pada Ryan


" Cantik sih cantik, kelakuan dan mulut kayak gitu bikin cantiknya pudar" jawab Ryan kesal


" Itu cewek yang loe ceritakan kemaren? sekertaris elo?" tanya salah satu teman Ryan


" Iya, itu orangnya" jawab Ryan sambil meneguk minumannya


" Hati hati Yan, lama lama loe naksir lho, mana cantik lagi, tiap hari jumpa" tambah teman lainnya


" Ogah... gak sudi" jawab Ryan jijik dan mengalihkan pembicaraan


Setelah selesai makan Zula dan Aliza akan bergegas pulang, apa lagi perutnya kenyang Zula rasa pulang terus bobok jadi makin nikmat


" Mbak sini dulu, Zula ke kasir dulu" ucap Zula dan Aliza mengangguk


Sesaat sebelum sampai di kasir Zula mencari dompetnya sama sekali gak ada dan ponselnya pun juga gak ada


" Haduh mau cuci piring berapa hari ini nanti " batin Zula sambil mengolak ngalik tasnya


Dan pas kebetulan di sana ada Ryan yang mau bayar juga, dia lewat tanpa memerhatikan Zula dan cuek bebek


" Pak Ryan, " panggil Zula sambil nyengir


Sebenarnya dia gengsi cuman, kali ini bodo amat dari pada harus cuci piring, di rumah aja jarang


Ryan cuman menoleh dengan wajah datar


" Boleh pinjem uang dulu gak? ponsel sama dompel Ula ketinggalan" ucap Zula menampakkan wajah imutnya

__ADS_1


__ADS_2