Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Non stop


__ADS_3

Pagi harinya Al dan Aliza sudah rapi sebekum subuh juga udah mandi, dan habis sholat shubuh dia juga udah siap siap


Al menelfon supir kantornya, bukan untuk mengantar tapi meminta untuk di siapkan mobil saja


Al lebih nyaman pergi berdua saja dengan Aliza di banding harus di supirin, gak bisa kikuk kikuk di jalan gak bisa pegangan dan cium sembarangan


Dan sesaat kemudian mobil yang Al minta udah sampai, dan Al serta Aliza cek out kemudian langsung membawa mobilnya tepat di jam 5 pagi


Masih sangat gelap tapi justru belum banyak polusi dan tentunya belum macet juga di bumi lancang kuning ini, dan di penuhi jalanan anak yang mau berangkat sekolah


Di sepanjang perjalanan Aliza kembali memejamkan mata karena sangat ngantuk banget, secara semalam di genjer terus sama Al yang tidak istirahat, di tambah makin lama Aliza makin agresif juga sehingga membuat malam yang sangat panas dan berkeringat


Melihat Aliza yang tidur dengan posisi kursi mobil masih tegak Al tidak tega, dan membangunkan Aliza yang masih tertidur itu dengan lembut,


"Sayang...." Ucap Al lembut


" Gimana Sayang?" jawab Aliza yang membang belum begitu nyenyak tidurnya


" Mas betulkan dulu ya kursinya, agar adek bisa enak boboknya" jawab Al pada Aliza yang langsung bangkit


Al perlahan memencet tombol pengatur sandaran kursi mobil agar agak kebelakang dan Aliza bisa lebih nyaman


1 Jam perjalanan mereka baru sampai di salah satu kota Pangkalan Kerinci, yaitu di jam 6 pagi,


Jalanan belun rame mungkin setengah jam lagi akan rame dengan kendaraan anak sekolah


Al masih melanjutkan perjalanan, hingga sampai di rumah kakeknya sekitar jam 7 lebih 15 menit


Mobil berhenti di pelataran rumah Kakeknya, yang mana Aliza sama sekali belum pernah ke sana dan sampai saat ini masih tidur


" Alhamdulillah..... Akhirnya datang juga" ucap Luna yang sedang nyapu di halamannya


Al di dalam mobil tersenyum dan menurunkan kaca jendela mobilnya ,dan Luna mendekat


" Masih tidur?" tanya Luna pelan melihat Aliza yang masih nyenyak


Al Hanya mengangguk dan gak tega membangunkan istrinya


Tapi sedetik kemudian Aliza mulai menggeliat dan perlahan membuka matanya


" Mas... Dah sampai mana?" tanya Aliza bangun


" Udah sampai tempat uti sayang" jawab Al menoleh dan mengelus kepala Aliza


" Haa.... Udah sampe?" tanya Aliza langsung bangkit


" Tante" kagetnya lagi nelihat Luna di balik jendela


" Iya cah ayu, ayo turun, Uti udah menunggu dari semalam" jawab Luna dan Aliza mengangguk

__ADS_1


Aliza dan Al sama sama turub dari pintu yang berbeda dan udah di sambut oleh Luna di luar mobil


" Selamat datang di bumu melayu cah ayu" ucap Luna memeluk Aliza


" Assalamualaikum Tante" jawab Aliza dan menciumnya serta Luna yang kembali memeluk dancipika cipiki


" Waalaikumsalam.. Yuk masuk yuk, pada di belakang semua" ucap Luna mengajak Aliza masuk


" Al pindahin koper dulu tan" jawab Al yang membuka pintu bagasi mobilnya


" Iya yaz nanti langsung nyusul ke belakang ja " jawab Luna dan di setujui Al


Aliza di tuntun Luna masuk, dan langsung menuju pintu belakang, karena semuanya di belakang termasuk ke 3 anak Rizqy yang masih kecil,


Hampir setiap tahun Rizqy dan Luba punya Anak, baru tahun lalu udah melahirkan dan sekarang sudah hamil besar lagi


" Tante sehat? Babynya sehat juga ya" ucap Aliza ramah sambil mengelus perut Luna


" Alhamdulillah tante sehat Kak, Iya kamu udah isi juga kan waktu resepsi kemaren, selamat ya " jawab Luna dan Aliza tersenyum


Di luar Al masih memindahkan kopernya dan juga barang barang bawaan dari Abah Uminya, untuk oleh oleh nenek kakeknya


Entah apa aja di bawakan, namanya juga bawa pesawat pribadi, dan bisa bawa apa aja


Satu persatu box dan paper bag Al keluarkan dari bagasi mobil nya, dan juga beberapa koper lainnya juga,


Sesampainya di belakang Aliza menghampiri nenek kakenya dan oomnya serta sepupunya yang sedang berkumpul di gazebo belakang


" Assalamualaikum..." Ucap Aliza menghampiri mereka


" Waalaikumsalam..." jawab Semuanya yang ada di sana


" Masyaallah.. Udah datang?" kaget Ulfa menghampiri cucunya


" Mbah Uti" ucap Aliza mencium tangannya dan bersalaman pada Neneknya


" Kapan datangnya? Gak denger suara mobil?" tanya Rizqy yang juga bersalaman dengan Aliza


" Ya gimana mau dengar memang mobilnya gak ada suaranyaz emang kayak truk Ayah, yang suaranya sangat bising?" jawab Luna bercanda


" Bawa mobil sendiri?" tanya Rizqy lagi


" Iya mas Al, katanya lebih nyaman bawa mobil sendiri" jawab Aliza yang masih berdiri


" Sini duduk ndok... Duduk sini sama Uti, " ucap Ulfa dan Aliza duduk di atas gazebo


" Alhamdulillah... Beru pertama kan sampe sini?" tanya Hamdan merangkul cucunya


" Iya kung...." jawab Aliza sopan

__ADS_1


" Karena sambel jengkol" tambah Hamdan makin membuat tawa


" Kalau kakung gak doyan" tambah Hamdan


" Kenapa Kung?" tanya balik Aliza


" Udah tua, takut encok " jawab Hamdan dan Membuat Istrinya tertawa juga


Dari dalam rumah Al sudah terlihat berjalan, dan menghampiri mereka semua


" Assalamualaikum..." ucap Al salaman satu persatu keluarganya


" Waalaikumsalam..." jawab nya sambil menerima salaman dari Al


Sampai di kakek neneknya dia pasti dapat bonus yaiti ciuman hangat dari mereka


" Weh... Jejer, udah bangun tos dulu dong sama Abang" ucap Al saat melihat ke tiga sepupunya yang sudah tampan dan sedang sarapan


Plak plak plak...


Ketiganya ber tos sama Al dan baby yang berusia 10 bulan itu di bantu oleh abang yang pertama


" Banyak anak do.. semuo laki" ucap Al mencibir Rizqy yang sok sokan mengikuti bahasa minang


" Tak apo, banyak anak banyak rezeqi, seperti saat ini bapak Ustadz yang tausyiahnya di mana mana, nanti saat pulang jangan lupa sepupunya di kasih ampau, kalau 3 kan lumayan" jawab Rizqy santai


Al memang gitu selalu memggoda dan bercanda dengan Om nya apa lagi mengenai anak, di tambah sekarang yang sudah nikah justru maki nemen mereka bercandanya


" Wah siap... Apa sih yang enggak untuk sepupu Abang yang gemoy ini" jawab Al mentoel pipi mereka


Al ikut naik ke gazebo dan mengambil baby yang ber umur 10 bulan itu,


" Sini sayang" ucap Al panggil Aliza agar mendekat padanya


" Simulasi punya baby sayang" ucap Al sambil mengajak main sepupunya yang masih bayi itu


" Aliza apa gak udah pinter? Orang kata Umimu aja pinter kok ngurus bayi" saut Ulfa pada Al


" Sangat pinter Uti, apa lagi bikinnya, lebih jago" jawab Al asal nyeplos dan ...


Cuuuiiiittt.....


Cubitan mendarat di paha Al, dengan sangat keras dan membuat Al mengaduh


" Aaaaaauuuuuuwwww sayang... Sakit" teriak Al membuat sepupu yang di pangkunya kaget dan menangis


" Tuh kan..... Mas sih" ucap Aliza langsung menggendong baby yang nangis tadi


" Sayang sayang.... Cup nak... Abang nakal ya, uh.. Abang nih, minta maaf abang... Minta maaf sama baby Abang" ucap Aliza mewakili baby kecil tersebut

__ADS_1


__ADS_2