Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Down


__ADS_3

Al yang baru saja dari toilet cukup kaget karena ada Yasmin yang sudah menunggu di sana


" Assalamualaikum pak" ucap Yasmin formal sambil berdiri


" Waalaikumsalam... " jawab Al santai


" Gimana silahkan duduk" ucap Al lagi dan Yasmin terduduk di bangku depan Al


Yasmin menarik nafas dulu lebih panjang, sebelum menyampaikan maksud dan tujuannya


" Gimana?" tanya Al lagi


" Begini pak, Saya kemari mau menyampaikan ini pada bapak , saya ingin mengundurkan diri dari PTIQ Sini" ucap Yasmin to the poin


Al tidak langsung kembali bertanya dan mengerutkan keningnya serta memanukan badannya ke mejanya


" Dengan alasan?" tanya Al singkat


Yasmin terdiam dan menitikkan air mata, dengan cepat segera dia hapus karena takut ketahuan Al


Al melihat itu dan langsung mencerna apa yang terjadi pada Yasmin


" Apa karena kita sekantor, dan saya yang punya Yayasan ini?" tanya Al to the poin


Yasmin sudah tidak bisa menahan rasa sakit hatinya yang sudah mendalam, karena tidak pernah di tegur oleh Al sama sekali


Air matapun tak bisa di tahan dan di bendung lagi, dengan tanpa aba aba terus lolos membasahi pipinya

__ADS_1


" Kenapa jadi menangis? saya salah ada di sini? kamu udah hampir setengah tahun lho kerja di sini, dan kenapa saat saya kembali kamu justru mengundurkan diri" tanya Al lagi dengan terang terangan


" Karena saya gak tahan," jawab Yasmin cepat dengan nada nyolot


Rasa sakit hatinya itu sudah gak bisa di sembunyikan lagi, rasanya dia ingin mengungkapkan semuanya pada Al yang sama sekali gak peka


Al kaget dengan ucapa Yasmin barusan, pasalnya baru kali ini dia melihat Yasmin marah dan ngegas cara bicaranya,


Dulu selama mereka masih bersama, Yasmin gak pernah semarah ini, walaupun ngambek paling 5 menit baikan lagi


" Seminggu saya berada di posisi yang dekat dengan anda, tapi anda seolah tidak pernah mengenal saya, saya seperti orang asing di hadapan anda, seolah kita tidak pernah ada apa apa, padahal anda itu pernah hadir dalam hidup saya, dan begitu juga sebaliknya, apa segitu kejinya saya di hadapan anda, apa anda Jijik melihat dan mengenal saya lagi, " ucap Yasmin dengan tangisan yang makin menjadi


Al makin kaget, pasalnya Yasmib bukan memakai nada bicaea yang santai, tapi keras dan nyolot seolah mengungkapkan emosiolannya


Al berdiri sejenak, dan berjalan menuju pintu ruangannya yang terbuka lebar, pasalnya tadi Yasmin masuk karena memang pintu tersebut terbuka


Al menutupnya rapat dan menutup semua jendela serta gordennya, agar tidak di dengar oleh siapapun apa lagi di lihat oleh karyawannya yang lain


Al menatap mantan terindahnya dan cinta pertamanya sendu, dia sadar dia salah, dia gak seharusnya melakukan seperti itu pada Yasmin sehingga membuat Yasmin tersinggung padanya


Al perlahan mendekat pada Yasmin dan memutar kursi yang Yasmin duduki agar menghadap padanya


" Kenapa jadi bawa bawa kerjaan sih, kalau hanya masalah pribadi?" ucap Al sambil menatap Yasmin santai


Yasmin tidak menjawab dan masih nangis sesenggukan, dia awalnya berharap segera dapat Acc dari Al tanla harus mengungkapkan isi hatinya yang dongkol selama seminggu ini


" Hay... jawab dong, jangan nangis terus, kalau nangis gak selesai nanti masalahnya" ucap Al santai makin membuat Yasmin kebaperan dan deg degan

__ADS_1


" Ya gimana tidak, siapa yang betah, kalau setiap hari di cueki sama atasannya, " jawab Yasmin lagi


" Lho saya gak nyueki lho, bukan anda aja, gak semua dosen dan guru yang mengajar di yayasan ini saya sapa, siapa yang sanggup menyapa ratusan guru dan dosen di sini" jawab Al yang memang jarang menyapa dan palingan senyum


Yasmin terhenti karena memang benar adanya, Al biasanya hanya senyum saja saat ada yang menyapa


" Apa mau di perhatika kayak dulu lagi?" tanya Al memancing makin membuat Yasmin kebaperan dan salah tingkah


" Udah lah ya, ini hanya hubungan pribadi kita, dan masa lalu kita, jadi saya minta profesional dalam bekerja, jangan bawa masalah kita dulu ke pekerjaan, itu udah lama, dan saya yakin kamu punya kebahagiaan tersendiri, begitu juga dengan saya, " ucap Al lagi gak mau basa basi


" Jadi pikir berkali kali dulu kalau mau keluar dari sini, kamu jauh jauh dari Banten ke sini, bahkan dari Kairo mesir, bukan cuman dari SRG, di nikmati, dan jalani apa yang menjadi tugasmu saat ini, dan plis jangan bawa masalah pribadi ke sini" ucap Al lagi agar Yasmin mempertimbangkan lagi


" Hubungan pribadi kita itu sudah masa lalu, dengan apapun itu, itu pilihanmu sendiri, keputusanmu sendiri, dan keingunanmu sendiri, " tambah Ak membuat Yasmin bungkam


" Aku gak tau gimana perasaanmu dulu saat kamu mengambil keputusan itu, dan kamu juga gak tau gimana aku dulu saat kamu mengakhiri semuanya, " tambah Al lagi dan Yasmin menunduk


" Sakit " ucap Yasmin lagi


Al tercengang, dan terdiam sesaat , kemudian kembali menghadap dan mendekat pada Yasmin dengan tatapan yang mendalam


" Lebih sakit mana dengan aku yang tiba tiba kamu putuskan,tanpa adanya alasan sama sekali, aku di sini merintis, dan aku berjanji demi masa depan kita, tapi kamu bukannya memberi semangat tapi buat aku down, kamu tau aku down," ucap Al mengungkapkan apa yang dulu terjadi padanya


" Jangan bohong, down dari mana? di sini ada anak murid cantik yang kamu dekati, " jawab Yasmin lagi


" Bahkan kalian kan sudah bahagia sekarang, sudah menikah dan punya anak, down apanya, aku yang down, melihat kebahagiaanmu " jawab Yasmin dan Al sudah bisa nebak kalau Yasmin memang belum move on


" Hubungan kita sudah 3 tahun lebih berakhir, dan itu gak perlu di bahas lagi, itu keputusanmu, dan kamu gak perlu repot repot down hanya melihat kebahagiaan yang ada pada diriku, " jawab Al santai karena gak masuk aja juga, kalau sekarang Yasmin tiba tiba bilang kalau dia down, sedangkan semua itu dia buat sendiri

__ADS_1


" sekarang terserah padamu, mau rigsain silahkan kalau kamu tiapa hari cuman tertekan hanya melihat kehadiran aku disini, tapi perlu kamu pertimbangkan lagi, jarang ada lowongan di PTIQ, sesuai jurusanmu di Indonesia, yang membuka lowongan, dan mudah untuk menerima pekerja wanita, saya susah bekerja sama dengan mereka semua, " ucap Al memperingati


" Semua keputusan ada di kamu, dan ingat jangan salah langkah untuk mengambil keputusan, kalau gak mau down seperti apa yang kamu rasakan selama bertahun tahun ini" tambah Al dan kemudian pergi keluar meninggalkan Yasmin yang tentunya dalam kebingungan


__ADS_2