
" Jangan salahkan Umi lah mbak, Umi juga gak akan begitu kalau gak ada akar pokok masalahnya" Bantah El yang tiba tiba muncul di belakang mereka
Semuanya menoleh ke asal suara, dan kaget dong dengan bantahan el secara tiba tiba
El awalnya terbangun dan mencari semuanya keluarganya juga gak ada, Zula Umi abah abangnya pada gak ada, karena Zula kali ini menemani Umi Zahra untuk menunggu Abah Hasan di rumah sakit
El yang laper terbangun dari tidurnya, dia sendiri gak terbiasa merepotkan orang yang gak dia kenal, apa lagi para petugas cleaning servis,
Kalau di rumah dia lebih baik minta tolong pada Umi dan saudara lainnya, kalau enggak ada mereka ya ke Aliza kakak iparnya, dan jarang banget minta tolong kang santri apa lagi mbak santri
Sifat El yang cenderung seperti Umi Jihan, yang gak mau merepotkan orang lain
" Ya kan gak harus di umpetin El, sampe belasan tahun, jadinya kan Zula jadi korban, berawal karena Umimu yang egois, dan gak percaya sama Abahmu" jawab Aisyah masih membantah
Entah kenapa Aisyah kembali kumat dengan mulutnya yang pedas, dan panas di telinga itu, mana kalau ngomong gak mau di kalahkan
Dan seolah Aisyah punya rasa dendam ataupun Iri pada Jihan, di saat Jihan terpuruh baru dia ada rasa iba pada Jihan
" Yang jadi korban aja santai lho mbak, masalah sudah selesai 4 tahun silam, jangan di bahas lagi, Mbah Abah lebih penting dari pada bahas perkara yang sudah lewat " jawab El lagi makin kesal pada Aisyah
Aisyah terdiam, dan mati kutu tidak bisa jawab lagi, apa lagi kalau omongan El yang terkadang nanti dia sendiri yang kena Skak
" Umi udah berangkat mbak?" tanya El pada Aliza
" Iya, tadi sama Abah, Ula sama mbah Umi juga" jawab Aliza sambil menepuk Bibi yang sepertinya sudah ngantuk
" Bang Al? Kemana?" tanya El lagi
" Oh.. Ke kampus, sini yang deket sini, katanya ada urusan" jawab Aliza dan El mengangguk
" Kamu mau sarapan?" tanya Aliza seolag faham apa yang di maksud El
Soalnya dia yang beberapa bulan serumah dengan El, tau kalau El enggan tanya dan minta tolong kecuali pada keluarganya sendiri
El hanya tersenyum memberi jawaban
Aliza berdiri dan berniat mengambilkan serta menyiapkan sarapan untuk El
" Ya udah sini pangku dulu babynya, Mbak ambilkan, " jawab Aliza dan El menerima baby Bibi
__ADS_1
" Haduh udah ngantuk ya.... Baby baby.." ucap El gemas pada baby yang di gendongannya saat ini
El berjalan dan duduk di salah satu sofa yang Aliza tempati tadi, di sofa dekat kolam renang
" Ya Allah... El, gitu ambil sarapan sendiri aja ngapa, gitu aja nyuruh kakak iparmu" ucap Aisyah lagi
" Ya Elah mbak, yang ngambilin aja gak keberatan, di ruang makan lho banyak orang, di dapur juga, gak enak lah" jawab El apa adanya
" Loe gak sungkan Bang sama kakak ipar?" tanya Halwa lagi
Kalau Halwa panggil El dan Al, serta Zula pake bang, karena apa mereka gak mau di panggil Om apa lagi tante, masih muda di panggil seperti itu ogah katanya
Mungkin baby Bibi kalau udah besar juga akan protes dengan panggilan dari keluarga Aisyah
" Kenapa harus sungkan?" jawab El bertanya balik
" Ya secara kan Bang, dia bukan kakak kandung, dan belum lama kenal, baru beberapa bulan, gak sungkan maksudnya" jawab Halwa yang dia sendiri sering sungkan sama keluarga suaminya
" Ck... Enggak lah, dia biasa sama kami semua, gak ada sungkan sungkanan," jawab El santai
" Bang Al gimana? Gak keberatan dia loe repotkan?" tanyanya lagi
Di dapur Aliza sedang mengambilkan makan El, dengan beberapa lauk yang pastinya kesukaan El, dan Aliza tau itu bahkan semua naggota keluarga Al, Aliza tau makanan kesukaannya apa
" Maaf mbak, mbak ini siapa ya, baru kelihatan?" tanya salah satu petugas Kebersihan rumah itu
Mungkin kalau dari semua keluarga Zain dan Jihan mereka faham, begitu juga dengan Zula sudah faham banyak
Tapi baru kali ini mereka melihat Aliza yang ada di sana, dan terlihar asing sendiri
" Oh... Iya bude, perkenalkan saya Aliza, istrinya bang Al" jawab Aliz sopan
" Masyaallah... Ini istrinya Gus Al, pangkling dulu pas jadi pengantin wajahnya lain" jawab petugas tersebut dan Aliza
" Hehe.. Iya bude dulu di dandani cantik, sekarang buseng" jawab Aliza bergurau
" Enggak neng... Tetap cantik, masyaallah lembut dan ramah banget" jawab Bibi tersebut dan Aliza tersimpu malu
" Gimana Neng, mau perlu apa, biar bude ambilkan" ucap Bibi tersebut juga ramah
__ADS_1
" Makasih bude, ini udah kok, ambilkan sarapan untuk El, " jawab Aliza makin ramah
" Oh... Gus El tuh, begitu neng, gak suka merepotkan orang lain, kalau ada apa apa bukan langsung tanya ke bude atau yang lain, kalau gak nunggu Uminya ya, pas kebetulan ada mbak Ismi ke sini baru dia tanya sama mbak Ismi" ucap Bibi yang faham sama sikap El
" Iya bude, memang begitu anaknya, " jawab Aliza ramah
" Udah semua neng, sini Ibuk bawakan, neng sedang hamil kan? Berapa bulan?" ucap Bibi lagi makin merembet
" Eh gak apa apa Bude, Liza bisa kok, bude lanjut kerjanya aja, " jawab Aliza menolak lembut
" Alhamdulillah ini udah 4 bulan jalan 5 bulan bude, doanya ya bude" jawab Aliza sopan
" Amin... Mudah mudahan sehat selalu sampai lahir nanti ya neng, gampang lahirannya, menjadi putra putri sholeh sholehah, cantik kayak Uminya dan ganteng kayak Abahnya" jawab Bibi seraya berdoa untuk Aliza dan calon babynya
" Amin.. Makasih bude, kalau gitu Liza pamit ke belakang dulu ya bude, " pamit Aliza lembut
" Oh Iya neng, mangga, " jawab Bibi dan aliza mengangguk tersenyum
Aliza berjalan dengan membawa nampan, berisi nasi dan lauk pauknya sekalian, beserta jus jeruk dingin kesukaan keluarga Zain, dan di tambah sayur yang ada di mangkok, serta beberapa buah yang ada di piring kecil
Lengkap dong, secara pak dokter makannya harus memenuhi gizi, Aliza yang dulu makannya seadanya, sekarang sudah mulai terbiasa mengikuti pola makan keluarga Zain dan Jihan yang sangat sehat
Apa lagi dia sedang hamil di jaga ketat banget oleh Jihan dan El, ya sesekali kalau lagi ngidam dan pengen banget baru mencicip boleh lah
Sesampainya di sana, Ternyara baby Bibi sudah tertidur di pangkuan El
" Lho udah bobok El?" tanya Aliza sambil melerakkan nampannya
" Iya mbak.. Barusan, mau di pindah?" tanya El balik
" Sini pindah pangkuan mbak Dulu, geser dikit dong" ucap Aliza pada El yang di minta geser
El menggeser posisi duduknya dan agak maju ke samping sedikit, dan kemudian memberikan baby Bibi yang seolah kaget dan terbangun
" Suut....suuut... Bobok lagi yuk" ucap Aliza sambil menepuk bokong baby Bibi
" Dang makan, kurus nanti" ucap Aliza pada El yang barusan mau mengambil nampannya
"hahaha Kalau kurus gak ada yang mau ya mbak?" tanya El sambil tertawa
__ADS_1
" Ya ada dong, yang bener aja seorang El Musthofa, gak ada yang mau" jawab Halwa pada El