Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Sana bantuin


__ADS_3

Posisi Al serba salah, dia juga kasian melihat Yasmin yang mau melahirkan itu begitu kesakitan


Aliza sudah kabur dan pergi mungkin sakit hati karena niat baiknya di tolak sama Yasmin


Da saat ini di ruangan para dosen semua kosong, secara jam saat ini adalah jam belajar semua berada di ruang kelas masing masing dan tidak ada siapapun


" Al... Tolong Gue Al.." ucap Yasmin memelas


Al teringat betapa sulitnya Uminya dulu Uminya meminta bantuan pada orang lain, bahkan pada Abahnya sendiri


Al bingung mau gimana , Al gak tau mau kejar istrinya apa bantu Yasmin, semua serba salah


Akhirnya Al mendekat pada Yasmin dan membantunya, secara dia punya ibu dan punya istri yang sedang hamil suatu saat butuh bantuan orang lain


Seenggaknya kalau tidak bantuan dari Yasmin pasti Allah juga mengganti bantuan dari orang lain


Perbuatan baik pasti di balas dengan kebaikan pula


Kini Heny terus berjalan, berharap suaminya mengejar tapi sama sekali tidak ada, Heny masih menunggu di parkiran kampus di dekat mobilnya, tak lama Al membantu Yasmin dengan menggunakan Kursi roda yang di ambil dari ruang UKS Sebelumnya


Antara matah dan kasian, gimana tidak secara suaminya malah membantu mantannya, tapi kasian juga melihat Yasmin yang sudah menahan rasa sakit


Apa lagi Aliza yang juga sedang hamil gak kebayang kalau ada di posisi seperti itu juga


Yasmin awalnya sudah di minta untuk cuti sama Ilyas, tapi Yasmin justru menolaknya, dan ngeyel tetap bekerja sampai akhirnya terjadi seperti ini


Aliza terdiam tanpa mau berkata lagi, tatapannya sudah lain terhadap Al yabg datang membawa Yasmin


" Sayang..." ucap Al mendekat Pada Heny dan membiarkan Yasmin berada di kursi roda sendirian


Aliza sama sekali tidak menjawab dan mengalihkan pandangannya ke arah lain


Al tau sekarang istrinya marah, dan dia segera mengambil ponselnya di saku celananya


Al kemudian menghubungi Ilyas untuk segera menyusulnya ke luar dan menghampirinya di parkiran


" Aku pulang dulu mas" Ucap Aliza di saat Al masih ngobrol sama Ilyas


Al langsung gelagapan karena istrinya pergi, di tambah bingung lagi pada Yasmin yang terus berteriak kesakitan


" Sayang... Mau pulang sama siap?" tanya Al langsung menarik Aliza


Tak lama Ilyas datang dengan lari sekencang mungkin menghampiri Istrinya yang ada di kursi roda


" Udah mas Anter aja Yasmin, dia gak mau kalau ada adek di sana " ucap Aliza berusaha melepas tangan Al yang sudah mencegahnya


" Gak ada hak dia untuk mau apa tidak, adek istri mas, adek harus ada di sebelah mas, " Jawab Al meyakinkan dan Aliza masih ngotot gak mau

__ADS_1


" Udah anter aja, Adek mau pesan ojol aja, dia butuh bantuan mas" jawab Aliza lagi masih sakit dan gak tega juga


Al gak mau dengar jawaban Aliza lagi dan langsung menarik tangan Aliza dan di bawanya kemobilnya


Sebelum membuka pintu untuk Aliza, Al berkata pada Ilyas dulu


" Masukin istrimu ke dalam Yas, gue antar" ucap Al langsung membuka pintu untuk Aliza


" Masuk, bukan begini yang mas mau, Mas mau kamu selalu ada untuk Mas" ucap Al pada Aliza yang akhirnya masuk mobil juga


Ilyas sudah memindahkan Aliza ke dalam mobil Al, dan diapun juga ikut masuk sekalian mendampingi istrinya


Al sudah masuk, dan lanjut melajukan mobilnya, tak lupa dia juga mengambil tangan Aliza dan terus di genggamnya


Di bangki belakang, Yasmin terus mengaduh kesakitan, dan Ilyas terus berusahan menenangkannya


Apa lagi melihat tangan Aliza yang terus di genggam dan di cium Al, membuat teriakan Yasmin makin mengencang


Di sini terlihat Yasmin begitu egois dan masoh belum move on dari Al sama selaki sekalipun sudah bersuami


Wahai sahabat...


Ingat.. Perasaan yang sulit di hilangkan, jangan sekali kali mencoba pindah keperasaan lain, takutnya orang lain yang menjadi korban


Contohnya seperti ilyas ini,


" Kok gak ikut masuk" ucap Aliza saat Al kembali


" Gaya tanya tanya" jawab Al meledek


" Yang ada nanti selain kita kebakaran, ya kamu kabur lagi" jawab Al santai dan Aliza langsung faham


" Kita kamu aja kali, Adek gak pernah beli mobil" jawab Aliza ketus


" Mau beli mobil?:" tanya Al lagi


" mobil mobilan? Gak bisa bawa mobil di tanyaan beli mobil" Kesal Aliza lagi


" Kok ketus jawabnya, gak boleh gitu sayang.. Abang paling lemes kalau kamu marah, kalau kamu ketus gitu" ucap Al pura pura lemas


" Gaya bilang aja seneng, kalau habis pegang pengang Yasmin" Jawab Aliza kembali kesal


" Cemburu ya?" goda Al lagi


" Iya cemburu banget" jawab Aliza makin kesal banget pada Al


" Maaf sayang... Besok gak lagi, " ucap Al lagi dan berjanji

__ADS_1


" Mas bikinkan surat pemecatan aja apa gimana ya sayang?" tanya Al pada Aliza sambil melajukan mobilnya


" tau ah... " Jawab Alizan Jutek seperti bebek


_____________


Tak terasa hari hari sudah di lalui, dan hari ini hari ke 7 kepergian Mbah Abah dan mbah Umi, semua santri mengaji,


Di rumah Zain di ruang tamu, giliran para cucu Abah Hasan ikut mengaji, ya Al El Il, serta Aliza


Mereka melakukan simaan, dan saling mengaji serta menyimak


Tak lama datang Irfan Ismi dan juga anak anaknya


" Assalamualaikum..." Ucap Mereka saat masuk


" Waalaikumsalam.." jawab semuanya yang ada di sana


" Masyaallah... Anak bujang Umi pada di rumah ini?" Ucap Jihan menyambut anak anak Ismi dan Irfan yang setau Jihan pada di pesantren


" Selama puasa di rumah Umi" jawab Ismi mewakili, karena anaknya hanya senyum doang


" Ikut ngaji kok Mi kalau malam" jawab Zain yang sudah mengetahui


" Iya kemaren kan ikut ke sini juga pas Abah gak ada" jawab Ismi mengambil alih baby Bibi


" Apa iya, maaf ya sayang... Umi gak nyamperin" Ucap Jihan menepuk pundak anak anak Ismi


" Siap ngaji ini pasti, udah hatam kan?" tanya Jihan sambil mengelusnya


" Belum Umi, doanya, sambil sekolah soalnya" jawab Anak Ismi yang pertama


" Lho bukannya kemaren ikut wisuda?" tanya Jihan kaget


Karena setahu Jihan anak Ismi udah pernah ikut wisuda


" udah tapi itu wisuda Imriti Umi" jawab anak yang kedua


" Oalah.. Gak apa apaz baru mulai kok, jus awal kan hafal" ucap Jihan lagi


" Jangan Umi, insecure sama Abang dan kakak Ula, apa lagi sama Umi dan Abah " jawab anak pertama Irfan merendah


Belum sempat Jihan menjawab ada ycapan salam dari luar


" Assalamualaikum..." ucap Ryan menyusul karena tadi sempat ke toilet dulu sebelum masuk dan berangkat bareng sama Irfan dan Ismi


" Waalaikumsalam..." jawab mereka kompak dan Zula sudah lain tatapannya

__ADS_1


" Hahaha... Sepertinya kegaduhan lantai paling atas di kantor pindah ke sini" ucap Irfan karena tau beru semalam mereka lembur dan berakhir dwngan cek cokan


__ADS_2