
Posisi Al serba salah, dia juga kasian melihat Yasmin yang mau melahirkan itu begitu kesakitan
Aliza sudah kabur dan pergi mungkin sakit hati karena niat baiknya di tolak sama Yasmin
Da saat ini di ruangan para dosen semua kosong, secara jam saat ini adalah jam belajar semua berada di ruang kelas masing masing dan tidak ada siapapun
" Al... Tolong Gue Al.." ucap Yasmin memelas
Al teringat betapa sulitnya Uminya dulu Uminya meminta bantuan pada orang lain, bahkan pada Abahnya sendiri
Al bingung mau gimana , Al gak tau mau kejar istrinya apa bantu Yasmin, semua serba salah
Akhirnya Al mendekat pada Yasmin dan membantunya, secara dia punya ibu dan punya istri yang sedang hamil suatu saat butuh bantuan orang lain
Seenggaknya kalau tidak bantuan dari Yasmin pasti Allah juga mengganti bantuan dari orang lain
Perbuatan baik pasti di balas dengan kebaikan pula
Kini Heny terus berjalan, berharap suaminya mengejar tapi sama sekali tidak ada, Heny masih menunggu di parkiran kampus di dekat mobilnya, tak lama Al membantu Yasmin dengan menggunakan Kursi roda yang di ambil dari ruang UKS Sebelumnya
Antara matah dan kasian, gimana tidak secara suaminya malah membantu mantannya, tapi kasian juga melihat Yasmin yang sudah menahan rasa sakit
Apa lagi Aliza yang juga sedang hamil gak kebayang kalau ada di posisi seperti itu juga
Yasmin awalnya sudah di minta untuk cuti sama Ilyas, tapi Yasmin justru menolaknya, dan ngeyel tetap bekerja sampai akhirnya terjadi seperti ini
Aliza terdiam tanpa mau berkata lagi, tatapannya sudah lain terhadap Al yabg datang membawa Yasmin
" Sayang..." ucap Al mendekat Pada Heny dan membiarkan Yasmin berada di kursi roda sendirian
Aliza sama sekali tidak menjawab dan mengalihkan pandangannya ke arah lain
Al tau sekarang istrinya marah, dan dia segera mengambil ponselnya di saku celananya
Al kemudian menghubungi Ilyas untuk segera menyusulnya ke luar dan menghampirinya di parkiran
" Aku pulang dulu mas" Ucap Aliza di saat Al masih ngobrol sama Ilyas
Al langsung gelagapan karena istrinya pergi, di tambah bingung lagi pada Yasmin yang terus berteriak kesakitan
" Sayang... Mau pulang sama siap?" tanya Al langsung menarik Aliza
Tak lama Ilyas datang dengan lari sekencang mungkin menghampiri Istrinya yang ada di kursi roda
" Udah mas Anter aja Yasmin, dia gak mau kalau ada adek di sana " ucap Aliza berusaha melepas tangan Al yang sudah mencegahnya
" Gak ada hak dia untuk mau apa tidak, adek istri mas, adek harus ada di sebelah mas, " Jawab Al meyakinkan dan Aliza masih ngotot gak mau
__ADS_1
" Udah anter aja, Adek mau pesan ojol aja, dia butuh bantuan mas" jawab Aliza lagi masih sakit dan gak tega juga
Al gak mau dengar jawaban Aliza lagi dan langsung menarik tangan Aliza dan di bawanya kemobilnya
Sebelum membuka pintu untuk Aliza, Al berkata pada Ilyas dulu
" Masukin istrimu ke dalam Yas, gue antar" ucap Al langsung membuka pintu untuk Aliza
" Masuk, bukan begini yang mas mau, Mas mau kamu selalu ada untuk Mas" ucap Al pada Aliza yang akhirnya masuk mobil juga
Ilyas sudah memindahkan Aliza ke dalam mobil Al, dan diapun juga ikut masuk sekalian mendampingi istrinya
Al sudah masuk, dan lanjut melajukan mobilnya, tak lupa dia juga mengambil tangan Aliza dan terus di genggamnya
Di bangki belakang, Yasmin terus mengaduh kesakitan, dan Ilyas terus berusahan menenangkannya
Apa lagi melihat tangan Aliza yang terus di genggam dan di cium Al, membuat teriakan Yasmin makin mengencang
Di sini terlihat Yasmin begitu egois dan masoh belum move on dari Al sama selaki sekalipun sudah bersuami
Wahai sahabat...
Ingat.. Perasaan yang sulit di hilangkan, jangan sekali kali mencoba pindah keperasaan lain, takutnya orang lain yang menjadi korban
Contohnya seperti ilyas ini,
" Kok gak ikut masuk" ucap Aliza saat Al kembali
" Gaya tanya tanya" jawab Al meledek
" Yang ada nanti selain kita kebakaran, ya kamu kabur lagi" jawab Al santai dan Aliza langsung faham
" Kita kamu aja kali, Adek gak pernah beli mobil" jawab Aliza ketus
" Mau beli mobil?:" tanya Al lagi
" mobil mobilan? Gak bisa bawa mobil di tanyaan beli mobil" Kesal Aliza lagi
" Kok ketus jawabnya, gak boleh gitu sayang.. Abang paling lemes kalau kamu marah, kalau kamu ketus gitu" ucap Al pura pura lemas
" Gaya bilang aja seneng, kalau habis pegang pengang Yasmin" Jawab Aliza kembali kesal
" Cemburu ya?" goda Al lagi
" Iya cemburu banget" jawab Aliza makin kesal banget pada Al
" Maaf sayang... Besok gak lagi, " ucap Al lagi dan berjanji
__ADS_1
" Mas bikinkan surat pemecatan aja apa gimana ya sayang?" tanya Al pada Aliza sambil melajukan mobilnya
" tau ah... " Jawab Alizan Jutek seperti bebek
_____________
Tak terasa hari hari sudah di lalui, dan hari ini hari ke 7 kepergian Mbah Abah dan mbah Umi, semua santri mengaji,
Di rumah Zain di ruang tamu, giliran para cucu Abah Hasan ikut mengaji, ya Al El Il, serta Aliza
Mereka melakukan simaan, dan saling mengaji serta menyimak
Tak lama datang Irfan Ismi dan juga anak anaknya
" Assalamualaikum..." Ucap Mereka saat masuk
" Waalaikumsalam.." jawab semuanya yang ada di sana
" Masyaallah... Anak bujang Umi pada di rumah ini?" Ucap Jihan menyambut anak anak Ismi dan Irfan yang setau Jihan pada di pesantren
" Selama puasa di rumah Umi" jawab Ismi mewakili, karena anaknya hanya senyum doang
" Ikut ngaji kok Mi kalau malam" jawab Zain yang sudah mengetahui
" Iya kemaren kan ikut ke sini juga pas Abah gak ada" jawab Ismi mengambil alih baby Bibi
" Apa iya, maaf ya sayang... Umi gak nyamperin" Ucap Jihan menepuk pundak anak anak Ismi
" Siap ngaji ini pasti, udah hatam kan?" tanya Jihan sambil mengelusnya
" Belum Umi, doanya, sambil sekolah soalnya" jawab Anak Ismi yang pertama
" Lho bukannya kemaren ikut wisuda?" tanya Jihan kaget
Karena setahu Jihan anak Ismi udah pernah ikut wisuda
" udah tapi itu wisuda Imriti Umi" jawab anak yang kedua
" Oalah.. Gak apa apaz baru mulai kok, jus awal kan hafal" ucap Jihan lagi
" Jangan Umi, insecure sama Abang dan kakak Ula, apa lagi sama Umi dan Abah " jawab anak pertama Irfan merendah
Belum sempat Jihan menjawab ada ycapan salam dari luar
" Assalamualaikum..." ucap Ryan menyusul karena tadi sempat ke toilet dulu sebelum masuk dan berangkat bareng sama Irfan dan Ismi
" Waalaikumsalam..." jawab mereka kompak dan Zula sudah lain tatapannya
__ADS_1
" Hahaha... Sepertinya kegaduhan lantai paling atas di kantor pindah ke sini" ucap Irfan karena tau beru semalam mereka lembur dan berakhir dwngan cek cokan