Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Cemburu baby Bibi


__ADS_3

Al menangis tersendu sendu bersamaan dengan tangisan babynya yang lahir


Al tidak langsung mengambil dan pengen tahu anaknya tapo dia terus mendekap Aliza dan terus berkata terimakasih pada Aliza yang sudah mau berjuang untuk buah hati mereka


" Terikasih banyak sayang.... Udah berjuang demi buah hati kita" Ucap Al sambil terus menangis dan mencium kening Aliza


Aliza sudah mulai lega karena rasa sakitnya memang benar benar hilang


" Alhamdulillah ini jadi kawan Om Bibi, sama sama Cowok" Ucap Jihan sambil menaruh Al junior di atas dada Aliza


Aliza makin menangis saat melihat baby tampan yang mirip abahnya itu


" Mas anak kita" Ucap Alomiza dan al hanya tersenyum dan mengelus kepala Aliza


" Al mau potong tali pusarnya?" tanya Jihan dan Al mengangguk


Jihan menyiapkan semuanya dan mengajari Al cara potong tali pusar yang baik dan benar


Setelah itu Jihan kembali mengambil cucunya dan di bersihkan dengan lembut


Kemudian Jihan gantian membantu membersihkan Aliza dan menggantikan Aliza sampai benar benar bersih


Al masih menggendong anaknya, dan kini setelah Aliza selesai Jihan memibta Al untuk memindahkan Aliza ke atas kasur dan sekaligus Al juga di minta untuk mengadzani buah hatinya


Tangisa Al tak kunjung selesai saat mengumandangkan adzan di telinga anaknya , tangis haru campur bahagia


Setelah itu Jihan memanggil El untuk meminta bantuan membersihkan ari ari atau plasenta milik anak Aliza dan Al di minta membersihkan tempat bersalin istrinya tadi


" Al panggil kang santri apa mbak santri aja ya Mi.." Ucap Al awalnya menolak untuk membersihkan


" Eh...... Berani berbuat berani bertanggung jawab, jangan hanya enaknya aja maumu bang" bantah El kesal


" Sekalian tak suruh bersihkan plasenta ini lho, " Ucap El makin kesal


" Bapak bapak mau enaknya aja" tambahnya lagi malah ngomel


" Cepet bersihkan" Tambahnya dan Al gak berani berkutik


Jihan menggendong baby Bibi dan mendekat pada Aliza yang sudah memangku buah hatinya


" Hii .... Hiii... Ban Ai" ucap Bibi saat melihat Al membersihkan perlak dan lain sebagainya bekas lahiran istrinya


" Hihi hihi.... Kamu juga gitu kayak gini Bi" jawab Al kesal sendiri pada adek bayinya yang udah berusia 9 bulan itu tapi ceriwis banget


Sudah pinter ngomong dan sudah mulai bisa berdiri walau belum berani melangkahkan kakinya, dia paling geli dan paling risih dengan perkara yang menjijikkan


Secara anak momongan El dan Zula itu selalu di buat steril jadi kebawa sampai saat ini

__ADS_1


" Assalamualaikum baby...." Ucap Jihan mewakili baby Bibi


" Itum bi" ikut baby Bibi


" Waalaikumsalam om kecil" jawab Aliza mewakili baby yang ada di pangkuannya


" tak tak.... No no"ucap baby Bibi yang maksudnya gak boleh gendong baby atau cemburu


" Eh.... itu kan adeknya Bibi, putra kak Liza, biar di gandong Uminya, kan Bibi gendong Umi juga" jawab Jihan yang faham


"okey?" tanya Jihan lagi dan Bibi mengangguk


Setelah beres semuanya dan plasenta juga di kuburkan, kini Zain yang selesai setoran menyusul ke kamar Al


" Assalamualaikum..." Ucap Zain saat masuk


" Waalaikumsalam.." jawab yang ada di sana termasuk Al dan El juga


" Masyaallah.... Udah lahir ?" ucap Zain saat melihat baby yang ada di gendongan Jihan


" Gimana sih Bah, udah kesakitan gini, mau kapan lahirnya" bantah Al melihat perjuangan istrinya


" Ya semua wanita sama Al, perjuangan istrimu sama dengan perjuangan Umi dulu saat melahirkanmu" jawab Zain sambil mengambil alih cucunya dari gendongan Jihan


" Udah punya cucu kira Bah" ucap Jihan dan Zain tersenyum


" Muhammad Alwi Suheil Musthofa" ucap Al nyeletuk saat dia sedang memikirkan nama untuk anaknya


" Mantaap..." ucap El yang faham artinya


" Manggilnya?" tanya Aliza


" Alwi aja, kalau Suheil, keseusahan Ma" jawab Al sambil mengelua kepala istrinya


" Kok Ma, mama?" tanya El


" Umma aja biar gak sama kayak Umi, nanti semua manggil Mi, bingung, Umma Liza" Ucap Al dan Aliza tersenyum malu


" Baba Al" jawab Aliza lirih dan gak terdengar siapapun


" Bah bah.. No No" Ucap Baby Bibi ikut rame


" Kenapa sayang?" tanya Zain karena merasa di panggil


" Dia tuh dari tadi cemburu lho bah, " jawab Jihan dan Zain tertawa kemudian memberikan baby Alwi kepada Aliza dan mengambil baby Bibi dari gendongan El


" Cemburu segala, kan Abah juga sayang sama Bibi" ucap Zain dan baby Bibi mengangguk

__ADS_1


" Mi.. telfon mbak Fatim suruh belanja masak Mi" Ucap Zain dan Jihan mengangguk


Setelah itu Jihan dan Zain pamit biar oeang tua baru itu istirahat karena belum sempat istirahat dari kemaren katanya


______________


Sore harinya Zula sudah pulang dan di antar oleh Ryan dan kini mobil Ryan sudah masuk ke halaman rumah Zain


Mereka langsung masuk karena gak ada yang menyambut tapi tak lupa salam juga


" Duduk dulu pak Ryan" Ucap Zula pada Ryan


Ryan mengangguk dan langsung duduk di atas karpet ruang tamu


Zula masuk dulu, dan berniat mengambilkan minum tapi di dapur sangat rame


" Rame banget" Ucap Zula pada santri


" Iya neng... Among among anaknya Gus Al" jawab Salah sayu santri


" Ha...? Udah lahiran?" tanya Zula kaget


" Udah neng pagi tadi" Jawab mereka dan Zula kembali ke depan dan terlupa membawakan minum


" Pak Ryan... Mau sekalian ikut gue gak?" tanya Zula pada Ryan


" Kemana? Ngapain?" tanya Ryan bingung


" Anaknya Bang Al udah lahir, mau sekalian nengok gak?" ajak Zula pada Ryan


" Eh... Gue gak bawa apa apa nih La, beli dulu lah... Yok kawani gue" Ucap Ryan langsung sat set


Tanpa basa basi Ryan menarik Zula kembali kemobil minta di temani untuk mencari kado dan hadiah untuk baby Alwi


Karena dekat dengan kota dan toserba, kini Ryan dan Zula juga gak lama perginya dan kembali dengan membawa kado besar bahkan Ryan membelikan sekalian bagi Zula biar di kasihkan sekalian


Kini mereka berada di kamar Al dan sedang mengok baby Alwi


Al dan Ryan mengobrol satu sama lain dan Zula ngobrol juga dengan Aliza sambil memangku baby Alwi


Al hendak menceletus tentang dirinya yang mau menyapa Zula sudah waktunya, tapi Ryan seketika mengalihkan, takut kalau Zula akhirnya kembali teringat Maul


Malam Harinya sampai jam 8 malam, saat mereka makan malam bersama Ryan juga, tapi tidak dengan El


Mereka mengira El sedang lembur atau ada tugas, tapi tidak El sedang jalan dengan ke kasihnya si Heny


Hari hari sudah terlewati, kedua orang tua Heny sangat bingung dengan ungkapan El waktu itu, dia masih mikiran apa kata orang desa

__ADS_1


Tak lama tiba tiba ketukan pintu terdengar dan ternyata pak Lurah dan keluarganya yang datang


__ADS_2