
" Wah... Rasnaya senikmat hidup di surga El" jawab Zain langsung nyeplos
" Jadi kamu mau di majukan karena itu?" tanya Jihan dan El mengangguk
" Ya udah dari pqda nanti jadi Zina, okey mau kapan? Berapa bulan lagi?" tanya Zain langsung to the poin,
Masalah persiapan Ah mudah, Al kemaren aja bisa apa lagi El, masalah biaya penghasilan dari perusahaan sehari saja lebih dari cukup untuk mengcover biaya pernikahan anaknya, apa lagi semuanya
" 2 Bulan lagi Bah" jawab El sambil menimang baby Bibi
" Kok 2 bulan gak kelamaan?" tanya Zain lagi
" Akhir bulan ini Al ada pelatihan lagi di Jakarta, udah terjadwal juga gak mungkin lah" jawab El dan Zain mengerti
" Apa mau nikah siri dulu? Nanti bawa pakde untuk nikahkan, kan bisa besok langsung terbang ke German, kalau gak bisa nahan" cibir Jihan dan membuat El tertawa
" Kalau belum pernah tau rasanya, ya gitu tertawa" jawab Zain dan El makin tertawa
Malam Harinya Al dan Aliza sampai di bandar udara SSK II Pekanbaru, setelah mendarat dia sudah di sambut oleh mobil yang menjemput dan siap mengantarkannya ke tujua utama
Tapi sebelum keluar dari pesawat Al dan Aliza sudah sepakat untuk mampir dulu di hotel menahan lebih dari 2 jam cukup membuat keduanya tersiksa karena gak tahan lagi
Dan mereka juga menghubungi Luna sama Rizqy kalau gak bisa langsung ke rumah Utinya, karena kondisi sudah malam, padahal sudah jadi hal biasa di Riau kalau mendarat malam,
Cuman namanya ibu Hamil Rizqy dan yang lain gak bisa mencegah, takut di jalan Aliza gak tahan dan kurang sehat tapi padahal enggak sama sekali
" Kita ke hotel xx Aja ya bang" ucap Al menyampaikan pada draiver kantor milik Abahnya
" Oh siap Pak" jawab dang draiver setuju
10 menit dari bandara, mereka sampai juga di hotel tujuan, dan yurun langsung cek in,
Setelah mendapat kunci mereka berjalan bergandengan menuju kamar tersebut,
Sesampainya di kamar mereka Al langsung merebahkan dirinya di sofa kamar, dan begitu juga dengan Aliza yang langsung nemplok di dada Al, yang kemudian merangkulnya
" Baby..... Utunnya Abah" ucap Al sambil mengelus perut Baby Dalam perut Aliza
" Iya Babah" jawab Aliza mewakili
" Seneng ya kalau di tengokin Abah" ucap Al kembali menelusup dan membuka atau menaikkan baju Aliza
Al mengelusnya secara langsung, membuat Aliza kembali merasakan sentuhan yang selalu di rindukan
" Babah...." ucap Aliza mau menjawab tapi sudah kembali merasakan kenikmatan dari sentuhan Al
" Sayang... Kita sholat dulu ya,... Habis itu baru lanjut" ucap Al tepat di telinga Aliza
__ADS_1
Aliza mengangguk dan membenahkan bajunya
" Makin agresif ya selama punya utun" ucap Al kembali mengelus perut Aliza
" Maaf... Mas gak suka ya" ucap Aliza menunduk
" Suka banget sayang.. Bahkan jangan sampai hilang ya, kalau udah punya baby nanti tetap seperti ini" jawab Al dan berbisik di telinga Aliza kemudian menciumnya
" Jangan sayang , ayo sholat dulu" ucap Aliza dan Al melepas kemdian ke kamar mandi secara bergantian
Setelah ambil Wudhu mereka sholat berjamaah dengan menjamak kosor sholat mereka, yaitu menjamak magrib dengan isya' dan mengkosor sholat isya' jadi 2 rokaat, karena mereka sudah kategori musafir dan jarak tempuh mereka lebih dari 83 km, artinya boleh majamak kosor sholat, karena perginya tidak bermaksiat
Setelah sholat berjamaah, berdzikir dan berdoa, Al tiba tiba ingin ke kamar mandi untuk buang hajad,
Selagi nunggu Al selesai buang hajadnya di toilet Aliza bersiap siap terlebih dahulu,
Dia menggunakan baju dinasnya dengan merk jala ikan, yang sangat terlihat transparan banget dengan lekuknya
Baju berwarna merah menyala itu, hanya menutupi bagian yang sangat istimewa, itupun dengan bentuk segitiga yang sangat kecil, sehingga saat Al keluar dari kamar mandi dan melihat pemandangan yang cukup indah itu
Hingga..
Lalalalala.... Semua menari di atas awan dan manikmati surga dunianya
Setelah itu keduanya tertidur dan terlelap dengan saling berpelukan
Dijam 2 malam, Aliza terbangun dari tidurnya, dan tiba tiba dia pengen makan nasi padang
" Iya sayang... Gimana?" tanya Al kebangun tapi belum terkumpul nyamawanya
Al kembali memejamkan mata dan membawa Aliza dalam dekapannya
" sayang...." Ucap Aliza lembut
" Bangun dong" tambah Aliza lagi menepuk pipinya
" Iya sayang.. Mas ngantuk, gimana?" tanya Al mulai sedikit sadar
" Mau makan Nasi padang, " jawab Aliza yang sebelumnya belum pernah makan nasi padang
Kalau nasi pecel sering nasi nasi bungkus iya, tapi nasi padang belum pernah cuman pernah denger dan nonton doang di jutup
" Apa?" kaget Al langsung bangkit
" Adek utun mau makan nasi padang Bah" jawab Aliza sambil membinat binarkan matanya
" Tengah malam sayang... .apa ada yang buka?" tanya Al lagi masih ragu
__ADS_1
" Gak ada yang buka sayang, sabar ya" jawab Aliza langsung merubah posisinya miring
Aliza kembali menangis di kala pengen sesuatu suaminya gak mau usahain,
Ya namanya ngidam, kadang gak kenal waktu sama sekali
Tapi namanya Al ya, yang kepekaannya terlalu pelit jadi dia milih untuk kembali tidur lagi
" Ya Allah ya robbanaa.... Kenapa bojoku kurang peka?" Batin Aliza dan bangkit dari tidurnya
Aliza berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri,
Kepengennya makan nasi pada sama sekali gak bisa di tunda, sama halnya kayak maman sambal jengkol teri yang gak bisa di tunda lagi
Aliza ke kamar mandi untuk sesuci dengan Al yang masih molor tanpa terbangun
" Ya Allah.... Ya Allah... Sabar ya utun kita sholat dulu nanti keluar bareng Umi" ucap Aliza mengelus perutnya
Aliza berganti baju dan langsung mengambil mukenanya lalu sholat tahajut dan berdoa semoga di beri kelancaran dan keistiqomahan dalam ibadah dan juga menjadi orang yang baik dan bisa memberi manfaat kebagusan pada siapapun
Setelah sholat Aliza memberanikan diri untuk keluat sendiri menunggu suaminya peka juga gak akan bisa membuatnya bisa makan nasi padang juga
Aliza turun dari kamarnya lalu ke resepsionis
" Bapak ... Mau tanya, kira kira jam segini masih ada nasi padang yang buka gak ya" ucap Aliza tanya pada bapak itu di tengah malam.
" Wah buk... Gak ada kalau nasi padang jam segini buka, tapi ibuk kenapa, jam segini cari nasi padang? Mau sahur?" tanya Bapak resepsionis
" Enggak pak, kebetulan saua sedang hamil dan tiba tiba ngidam pengen nasi padang sekarang" jawab Aliza terus terang
Dan bapak tersebut teringat pada istrinya yang lama gak hamil hamil, dia pengen siapa tau menolong ibu hamil mereka yang lama menanti bisa segera menyusul
" Ini udah jam 3 pagi buk, coba saya lihat di dapur ya buk, mana tau sudah ada yang ready" jawab Resepsionis dan Aliza mengangguk
" Ya sudah sekarang ibuk kembali ke kamar, nanti saya anterkan, ibu di kamar nomer berapa?" tanya Petugas lagi.
" Bomer 125" jawab Aliza lagi
" Okeu baik, silahkan kembali ke kamar nanti saya antar" jawab petugas Aliza mengangguk dan kembali ke kamar
Dan benar semua sudah tersedia dan tak lama menunggu keinginan Aliza terkabulkan
Mendengar dentingan sendok membuat Al terbangun
" Lho sayang... Kok udah makan, itu nasi padang ya" tanya Al pada Aliza
" Iya" jawab Aliza singkat
__ADS_1
" Pergi sama siapa? Dapat dari mana?" tanya Al khawatir
" sama bapak Resepsionis lah, kan bapaknya utun gak peduli " jawab Aliza menyindir