Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Bulan Madu


__ADS_3

Di negri Sakura, Aliza dan El kini sedang berendam di bat up kamar hotel mereka, keindahan bulan madu mereka cukup membuat mereka lupa akan arah pulang


Bahkan, mereka sengaja mematikan ponselnya, selama mereka berbulan madu agar tidak ada yang menggangggu, tapi mereka sebelumnya juga mengabari kalau ponsel mereka akan di matikan


Okey semua keluarga aman dan tau apa hak dari pengantin baru


Sedangkan di Yayasan PTIQ BNT, semua dosen dan guru bertanya tanya atas tidak berangkatnya Al dan Juga Aliza, sedangkan Al juga tidak ada scedhule untuk bertemu dengan rekan dari luar atau pergi ke luar negri, kalaupub pergi yabg di ajak biqsanya bapak kepala sekolahnya bukan Aliza


Apa lagi Aliza yang sama sekali tidak ada Izin pada pihak pengawas, ya semua karena permintaan Al yang menyuruhnya Los dan gak usah ngurus masalah perizinan dari pihak kampus, ya secara kampus milik suaminya sendiri kan


Banyak para dosen dan guru yang membicarakan mereka


" Entah ya, udah hampir 2 minggu lho mereka gak berangkat tuh, kalau pak Al mungkin ada bisnis, tapi si Liza kenapa tiba tiba gak berangkat" ucap salah satu teman mereka


" Apa Aliza juga jadi sekertaris di bidang bisnis pak Al juga ya?" tanya teman satunya lagi


" Apa gak istrinya yang jadi sekertatisnya? Kan yang ngurus perusahan pak Zain istrinya, mungkin pak Al menemani istrinya paling keluar negri" jawab Yasmin yang setau dia Zula yang menjadi istri Al


" Terus Aliza kemana ? Apa sakit ya?" tanya mereka kompak


" Ya di telfon kenapa? Kan ada nomer dia" jawab Salah satu rekan laki lakinya


" Gak bisa di hubungi gaes, nomernya sibuk dan sekarang justru gak aktif, " jawab Yasmin yang selalu menghubungi Aliza


" Ya udah kita doakan semoga baik baik saja, dan tidak apa apa, datang kembali dengan keadaan bahagia dan kanar gembira" jawab Ilyas suami Yasmin dan di aminkan semuanya


Di dalam bat up mereka masih lanjut bermain main, dengan sentuhan satu sama lain yang memberi kenikmatan keduanya


Dengan suara suara dari keduanya yang membuat mereka makin merasakan ke syahduan


" Mas, Adek mas ..." Teriak Aliza yang sama sekali tidak merasa bosan dengan permainan Al


" Enak gak sayang?" tanya Al masih memainkan bagian istimewa dadi Aliza


" Enak banget, terus mas" jawab Aliza seolah tidak mau kalau Al berhenti


Al tersenyum dan melanjutkan aksinya yang membuat Aliza makin melayang sampai ke awan


" Mas... Terus jangan berhenti," ucap Aliza tanpa sadar karena sudah di bawa ke alam keenakan dan...

__ADS_1


" Akh.... Mas... Jebol" ucap Aliza sudah sampai puncak maksimal


Tapi Al justru malah terus membuat Aliza makin tak karuan dengan terus memainkan keistimewaan Aliza hingga Aliza makin menjerit tak terkira


" Mas... Udah.... Akh....." teriak Aliza dan Al akhirnya melepasnya,


Di tengah genangan Air mereka sama sama berdoa dalam hati lanjut ke bagian Inti, dengan genangan Air yang membuat suasana baru dalam permainannya , sampai keduanya sama sama di puncak kenikmatan dan Al ambruk di badan Aliza


" Makasih sayang" Bisik Al saat Al susah berbaring di sebelah Aliza yang hanya menjawab dengan anggukan kepala dan merangkul tubuh Al sispeck itu


Ber istirahat sejenak mereka lanjut bersih bersih sebelum pergi jalan jalan, kali ini mereka mau lokasi yang bersalju, karena kebetulan di Jepang sedang musim dingin dan bersalju


Dan setelah makan siang, dan beberas mereka bersiap siap dengan baju dingin yang tentunya sudah mereka persiapkan juga


Mereka keluar dari lobi hotel dan sudah di tunggu mobil yang akan mengantarkannya,


Pemilik travel Al Musthofa tentunya mudah untuk melakukan apa aja, dan Sebenarnya dari beberapa waklu semala mereka berbulan madu, Aliza selalu bertanya, gimana kondisi keuangannya untuk jalan jalan sejauh ini, Kira kira habis berapa dan lain sebagainya


Tapi Al selalu menjawab, nikmati dan syukuri aja apa yang Allah beri kepada kita, gak perlu mikir lain lain karena semua ini adalah hadiah dan Nikmat dari Allah


Hidup memang simpel bestie, perbanyak rasa syukur nanti Allah Akan menambah nikmat hambanya


Hingga kini mereka sampai di tempat wisata saljunya,


Di sana ada seperti kereta gantung dan lain sebagainya, simulasinya seperti wahana yang pernah Zula dan Al nikmati saat di Jakarta dulu


" Ini pulang pulang berubah gak ya Mas, Liza?" tanya Aliza yang merasa hidupnya terlalu nikmat, karena tiap hari cuman jalan jalan tidur makan proses pembuhan itu aja,


Jajan sepuasnya, tidur sesukanya tanpa ada aktifitas pekerjaan sama sekali


Bahkan mereka sama sekali tidak bawa laptop apapun, karena pesan dari Umi Jihan dan Abah Zain suruh menikmati pengantin baru yang penuh kebahagiaan, gak usah mikir pekerjaan dan lain lain


Karena dulu mereka tidak bisa merasakan itu, makanya anak anaknya harus bisa merasakan hal itu


Memang orang tua yang baik dan mertua yang baik bagi Aliza yang cukup kaget dengan kondisinya, pasalnya ivarat level dari level 2 naik ke level 9 sekaligus,


Kenapa gak 10 karena terlalu sempurna, dan kesempurnaan hanya Allah yang punya


Mungkin apabila Yasmin tidak memutuskan Al, kemungkinan yang ada di posisi Aliza sekarang adalah Yasmin,

__ADS_1


Selain Al yang menyelidiki sikap Yasmin setelah putus darinya, Al juga gak mau kalau udah jadi mantan balik lagi, seperti yang dia ucupkan kemaren mantan itu cocoknya di buang ketempatnya gak perlu di pungut kembali


" Berubah apanya sayang?" tanya balik Al


" Badannya Mas, yang mulanya kurus kering langsung melembung, akibat cuman tidur , jalan jalan, jajan, makan itu aja" jawab Aliza yang sangat menikmati liburannya


" Kurang sayang" jawab Al lagi


" Kurang apa, orang kita gak kerja juga kan?" jawab Aliza lagi


" Kerja ya, siapa bilang" bantah Al cepat


" Kerja bikin anak" bisik Al membuat Aliza tersenyum manis dan pipinya merona


" Mulai memerah,... Udah ah.. Kita main salju yuk, belum pernah kan, di Indonesia gak ada" jawab Al sambil menggandeng tangan Aliza


Mereka berjalan di atas kelembutan salju putih yang sangat dingin,


Dan mereka bermain lempar salju seperti anak kecil, apa lagi Aliza yang baru pertama terlihat begitu Happy dan bahagia


" Nanti buka sampe Indonesia juga, bukan badannya saja yang melembung, tapi juga perutnya ya, berisi baby" ucap Al di sela mainnya dan mengelus perut Aliza yang setiap hari dia cium


" Amin Amin ya Allah..." ucap Aliza dengan mengaminkan nya


" Nanti kalau langsung jadi, Umi punya anak sekaligus punya cucu" ucap Al lagi


" Iya ya... Wah makin rame nanti, Rumah sebesar itu apa lagi lantai 3, sebesar itu cuman di isi 3 orang, mana di tempatinya pas malam aja " jawab Aliza merasa kalau rumah Jihan terlalu besar tapi tak berpenghuni


" Adek belum pernah ke rumah SRG kan?" tanya Al tiba tiba


" Kenapa?" tanya Al lagi


" Makin besar makin horor, mending di situ ada banyak santri, di sana pembantu aja cuman datang waktu pagi" jawab Al yang bercerita kalau rumah mereka sebelumnya tambah horor dan sepi


" Masak? "


" Iya sayang..." jawab Al dan Aliza lanjut memventuk bentuk Salju yang di mainkannya


" Hem... Seumpama, Mas dan adek, tingal berdua di tengah tengah hamparan salju, apa yang akan mas lakukan?" tanya Aliza tiba tiba

__ADS_1


" Mas akan cari kehangatan, dengan cara mainan sama adek di kamar untuk proses perkembang biyakan" jawab Al santai langsung membuat Aliza makin memerah pipinya


__ADS_2