Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Empuk nanti


__ADS_3

Al membelai ramput cantik Aliza, mengelusnya dan menciumnya,


Gak malu maypun kaku, 2 hari sebelum menikah Al sudah mempelajari hal intim seperti itu, untuk menghilangkan kekaluannya


Al membelai wajah Aliza dengan lembut , membuat Aliza merasakan rangsangan yang syahdu, begitu juga dengan Al, yang sudah menahan rasa keras yang ada di dalam sarungnya


Cup......Cup...


Al mencium lembut pipi kanan dan kiri Aliza


Dan... Cup... Muaach...


Kecupan lembut mendarat tepat di bibir cantik milik Aliza, seketika Aliza menutup bibirnya karena kaget, baru pertama Al yang mencium bibirnya


" Kenapa?" tanya Al pada Aliza


" Ini ciuman pertamaku sayang" jawab Aliza cepat


" Alhamdulillah .. " ucap Al bahagia karena Aliza bisa menjaga keutuhannya bahkan sampe bibirnya


" Gak pernah pacaran memang sebelumnya?" tanya Al lagi dan bercanda


" Siapa yang mau sama saya pak, polos gini, " jawab Aliza merendah karena memang gak pernah ada yang nembak dia apa lagi pacaran


" Kan aku mau sayang, " Jawab Al sambil merebahkan tubuhnya, dan berbantalan dengan pangkuan Aliza


Aliza terkaget, tapi juga tersenyum dan memberanikan diri mengelus lembut rambut Al


" Hem... Kalau bapak punya mantan gak?" tanya Aliza lirih


" Kenapa?" tanya Al menghadap ke wajah Aliza


" Maaf, sayang punya mantan gak?" tanya Aliza terlupa dengan Al yang menjadi mantan Yasmin


" Punya, tau sendiri lah , Zula pernah cerita kan?" tanya Al balik


" Oh iya, haduh bahaya..." ucap Aliza membuat Al kembali terduduk


" Kenapa?" tanya Al lagi


" Nanti kalau dia tau kita menikah, kan selama ini masih menganggap sayang punya suami Zula" ucap Aliza khawatir


" Itu urusan sayang, gak enak deh ngucapnya, itu urusan Abang, gak usah di pikir" jawab Al santai dan merubah bahasanya


" Jadi Abang aja?" tanya Aliza tersenyum


" Iya ya, sayang nanti sama menggilnya, bingung, " jawab Al merangkul pundak Aliza


" Siap, adek panggil abang ya" jawab Aliza juga merubahnya


" Siap...Muaach.. " ucap Al kembali mencium Aliza


" Sunah rosul yuk " ucap Al tanpa basa basi


" Haa.... Beneran langsung?" tanya Aliza kaget dan langsung faham


" Mau ya, " ucap Al lagi


" Hem... Adek halangan sayang" jawab Aliza lembut membuat Al melotot tajam


" Beneran?" tanya Al memelas dan langsung lemes

__ADS_1


" Bener" jawab Aliza dan Al spontan langsung gulung gulung di kasur lantai rumah Aliza


Kamar Aliza sangat sederhana, bahkan di kamarnya cuman pake kasur lantai


" Maaf ya sayang, maaf banget tadi Adek mandi masih keluar dan belum bisa sucian dong, baru 5 hari" jawab Aliza terus terang


" Haduh... gak bisa Allahumma tak loss" jawab Al menarik pinggang Aliza pelan ke dalam pelukannya


" Ya udah lah, ayo bobok, sini Abang peluk sayang, " jawab Al kembali memeluk Aliza karena gagal mau sunah rosul


Akhirnya mereka tidur untuk istirahat dengan Al yang kemungkinan akan ngolet semalaman, karena lebih dari 8 tahun gak tidur di kasur yang tipis seperti itu


Dan Benar....


Keesokan harinya sesudah solat subuh, rasanya punggung Al terasa di gebuki maling, eh salah maling di gebuki warga


Remek dan otot tubuhnya mulai kaku, akibat tidur semalaman di kasur tipi, namanya juga sultan gak terbiasa


Al mengengkokkan tubuhnya berulang kali,


" Kenapa?" tanya Aliza melihat Al yang begitu repot sendiri


" Pegel" jawab Al spontanitas


" Maaf ya, gara gara kasur tipis Adek, Abang sampe pegel gini" jawab Aliza mendekat pada Al


Aliza membantu memijat Al, Aliza mulai terbiasa, karena dalam dekapan semalaman di pelukan Al, dia mulai terkesima dan terbiasa dengan sentuhan dan bertemu kedua kulitnya


" Eh.. Enggak sayang... Gak apa apa, " jawab Al dan Aliza lanjut memijatnya


" Nanti agak siangan kita kerumah Abah aja ya, tadi udah bilang sama mbak, soalnya kan Abang harus kerja, harus menghadiri pengajian, dan lain lainnya, jadi nanti kalau dari sini kejauhan" jawab ucap Aliza yang sudah memikirkan dan meminta izin dari kakak kakaknya


" Udah gak apa apa, Mas kan juga gak nyaman di sini, sempit nanti kalau mau kamar mandi harus keluar rumah, payah, " ucap Aliza pindah lagi manggilnya


" Kok Ganti Mas" ucap Al sambil tersenyum menyelidik


" Gak terbiasa abang, kan adek orang jawa Mas, " jawab Aliza gak seperti Zula dan Jihan


" Okey gak apa apa, besok Mas ajak adek ke rumah Uti di Riau" jawa Al sembari menikmati Aliza yang masih memijatnya


" Siap mas, lagian ya, kalau di sini adek gak enak juga, kalau junub mandi pagi pagi, habis kramas di lihat mbak sama mas, risih gak sih, kan malu" ucap Aliza lagi dengan terus terang


" Widih... Udah pengen junub toh, ?" goda Al membuat Aliza mengeraskan pihatannya


" Hahahaha... Udah udah sayang, kita simulasi proses junub dulu ya, " jawab Al menggoda Aliza dan melanjutkan aksi simulasinya 🤭🤣


Mereka lanjut pijat pijat dan bermesraan serta sebelum sarapan, apa lagi Al tuh hawanya pengen nyosor mulu pada Aliza, membuat setan yang ingin menggodanya itu memanas dan kabur menghilang di telan angin


Hingga tiba tiba kamar Aliza di ketuk oleh Kakaknya untuk sarapan, karena waktu sudah semangkin siang


Tok tok tok


" Za... Iza, sarapan dulu, om Al, ajak sarapan juga" ucap Kakaknya dari luar membuat mereka terdiam membeku


" Ayo sarapan, mentang mentang manten anyar gak sarapan" ucap Al lirih membuat Mereka tertawa


Akhirnya mereka keluar untuk sarapan, bareng dengan saudara dan tetangga yang akan membatu membereskan sisa acara kemaren


Setelah sarapan, Aliza mandi karena sepertinya sudah selesai masa haidnya, dia memang rutin datang dan gak lama, cukup 5-6 hari saja


Kalau Al lanjut ngobrol dengan tetangga sodara dan juga kakak Aliza di depan

__ADS_1


Setelah selesai mandi, Aliza mengeringkan rambutnya dengan hair dreyer mini miliknya,


Sengaja Aliza beli online dan datang sehari sebelum resepsi, dengan tujuan bisa untuk mengeringkan rambutnya agar gak ketahuan basah kalau habis mandi besar, saat di kamar mandi yang ada colokan sanyo di dalam sana


Padahal Hair dreyer di rumah Al juga sudah tersedia yang lebih besar,


Jam 10 pagi, Aliza sudah siap siap, bahkan sudah selesai paking juga, baru manggil Al yang masih di luar


" Mas, " panggil Aliza lembut


" Gimana sayang?" jawab Al menoleh padanya


" Udah selesai paking, ayo keburu siang panas" jawab Aliza memberi kode


" Mau kemana? udah mau balik ke KDS? Tempat pak Yai? " tanya tetangganya


" Iya pakde, masih ada banyak kerjaan, sekalian mau bikin paspor sama visa, lusa adek saya gantian yang lamaran ke Germant" jawab Al apa adanya pada tetangganya Aliza


" Oalah... manten anyar jalan jalannya ke luar negri Za" saut lainnya pada Aliza yang mana Aliza hanya tersenyum saja


" Ya udah mari pam saya masuk dulu ya, " pamit Al dan di angguki tetangganya


Al masuk kembali ke kamar Aliza, dan berganti baju kaos lengan panjang, karena itu yang hanya dia bawa kemaren,


Al gak mandi, karena Aliza melarangnya dengan alasan kamar mandinya masih kotor dan biarin mandi di rumah saja


" Mana yang mau di bawa sayang?" tanya Al pada Aliza


" Ini Mas, kardus sama paperbag dan Tas mas aja" jawab Aliza apa adanya


" Kardus isinya apa?" tanya Al balik


" Baju baju adek yang ada di sini" jawab Aliza polos dan Al sempet trenyuh, karena baju istrinya di masukkan ke kardus mie instan


Al clingukan dan mencari tas atau koper ternyata gak ada, bahkan lemari Aliza hanya lah lemari plastik biasa


Aliza pamit dengan kakaknya saudara dan juga tetangganya, setelah Al menaruh bawaannya ke mobilnya


Setelah itu Al juga pamit dan kembali ke mobil untuk menuju ke rumah Abah Zain di KDS


Sesampainya di sana, Aliza juga berbincang dengan ibu mertuanya, dan Al lanjut pamit untuk mengurus berkas milik Aliza ke kantor sipil, serta surat surat untuk pergi ke German, karena Aliza gak punya sama sekali karena belum pernah ke luar negri


Setelah itu, Aliza menemani Umi Zahra yang hendak kembali ke kamar, padahal Aliza belum masuk ke kamar Al sama sekali, bahkan belum melihatnya


Sedangkan Zula dan El, mereka sibuk cari hantaran El untuk di bawa kerumah Ailza


Istri Al: Aliza


Calon istri El, Ailza


Hampir sama memang,


Setelah itu Aliza di antar mbak santri ke kamar Al, dan betapa tabjuknya Aliza melihat kamar Al yang lebih luas dari pada kamar Zula, dan lebih simpel serta rapi


Tak terasa waktu dzuhur sudah masuk, Aliza masih asyik dengan ponselnya kiriman foto fotonya kemaren, hingga tak terasa sudah hampir jam 2 siang


" Masyaallah..." kaget Aliza dan berlari mencari kamar mandi dan wudhu lanjut sholat


Saat Aliza sholat Al masuk, dan melihat istrinya sholat, dia langsung tersenyum dan ada maksud lain di setelahnya


Mungkin Aliza tau, dari pada di kamarnya bikin Al tambah remek tubuhnya, mending kembali pulang agar lebih empuk nantinya

__ADS_1


__ADS_2