Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Iblis Rumah tangga


__ADS_3

Aliza tertawa melihat ekspresi wajah Al yabg cemburu padanya


" Ya enggak dong Mas, lagian Adek sadar diri juga kali, siapa adek, biasa apa adek, dan gak ada yang mau sama Adek, hanya Mas doang yang sepertinya salah alamat" jawab Aliza merendahkan hatinya


Walaupun Aliza sekarang sudah menjadi bagian dari keluarga sultan, yang menjadi mantu pertama keluarga Sultan, tapi Aliza tidak pernah menyombingkan diri


Dan selalu rendah hati serta merasa dirinya itu bukan siapa siapa, apa lagi dalam keluarga Sultan, dirinya merasa kalau dirinya hanya numpang


Padahal Umi Jihan dan Abah Zain apa lagi Al, yang tidak pernah menganggapnya seperti yang Aliza anggap pada dirinya sendiri


Setelah selesai makan makan dan saling ngobrol saling berncanda, mereka kembali ke kamar masing masing kecuali Jihan dan El yang Jihan rasa anak bujangnya ini butuh teman


Karena kebetulan Umi Jihan sudah tidur siang cukup lama, dan Abah Aain yang Sudah ngantuk, akhirnya Abah Zain kembali ke kamar dengan baby Bibi saja, dan Jihan masih di lokasi yang sama


Kini El mulai manja pada Jihan dan El tidur di pamgkuan Umi tercintanya, dengan Jihan yang mengelus Rambut panjang El


" Sesekali mboh di potong toh El rambutnya, apa lah ini" ucap Jihan lembut


" Nanti gak ada yang naksir sama El Mi" jawab El enteng


Jihan tersenyuk dan kembali mengelus kepala El dengan lembut


" Yang kemaren aja Gak naksir sama El, padahal udah 4 tahun bersama, dia bisa berpaling sesuka hatinya Mi, nanti kalau El gundul, yang baru malah tambah Ilfeel" jawab El lagi beralasan

__ADS_1


" Yang baru siapa?" tanya Jihan pelan


" Ya yang mau sama El Mi, " jawab El santai


" Tapi entah masih ada entah enggak yang mau sama El Mi," tambahnya merendah


" Ya Ada dong... Bahkan lebih baik lagi dari yang kemaren" jawab Jihan memberi dukungan pada El


Mereka sama sama kembali terdiam dan menciptakan keheningan di antara keduanya


" Mi.... Kalau menurut Umi Yang salah antara Ailza sama Suaminya siapa ya Mi?" tanya El polos


" Maksudnya?"


" Kalau menurutmu siapa El?" tanya Balik Jihan bermaksud mengetes


" Kalau Menurut El, hem..." Ucap Ek terdiam sesaat


" Kemaren El sempet mau menantang Soni, karena sudah merusak Ailza Mi, El geram tapi hati El juga sudah dongkol pada Ailza karena tidak bisa menjaga diri, El sudah merasa di permainkan" jawab El yang masih dongkol dan geram sampai saat ini


Jihan tersenyum dan masih mengelus lembut kepala El


" Adanya baby di dalam perut Ailza, adanya kejadian itu, semua atas keinginan dan kemauan keduanya El, hak itu gak akan pernah terjadi kalau keduanya tidak saling menyetujui, dan kamu itu tidak ada urusannya sama Soni, Soni Ada karena Adanya Ailza di masa lalunya, " ucap Jihan mulai menjelaskan

__ADS_1


" Urusan kamu sama Ailza, dia yang sudah tau kalau sudah punya tunangan, kenapa dia gak bisa jaga diri, gak bisa jaga nartabat dia sebagai wanita, jadi kamu gak perlu repot repot marah apa lagi menentang Soni, Soni bisa masuk karena ada pintu yang terbuka dari Ailza" tambah Jihan lagi dan El diam memahami dan meresapi


" Dulu El... 6 tahun lebih Umi bermasalah, Tapi sekalipun Umi gak pernah ngomong apa lagi berjumpa dan sampai ngelabrak pada Wanita yang menjadi pengganggu rumah tangga Umi" ucap Jihan kembali muncul masa lalunya


" Karena Umi rasa itu bukan Urusan Umi, Urusan dan masalah Umi hanya sama Abah, yang ada di tengah, dan yang menjalankan" tambah Jihan lagi


" Kalau sekarang masih ada istri Sah yang melabrak Pelakor, itu dia kurang kerjaan, dan justru memberi pembelaan pada suami laknat yang sudah menduakan dan menyakitinya, " ucap Jihan lagi


" Ngapain suami seperti itu di bela, dia sudah jelas menyakiti hati kita, kalau Umi males suruh memvela dan malah buang buang waktu untuk melabrak pelakor, malah ngelihatin kalau kita tuh kalah dari pelakor itu " tambah Jihan lagi dan mempunyai prinsip berbeda


" Dulu justru Umi yang seting di jumpai, di labrak suruh ninggalin Abah, Umi santai orang Umi udah pergi jauh dari hidup Abah, seolah dulu malah Umi yang pelakor, tapi Umi santai gak pelu di tanggapi dalam dalam, orang seperti itu yang menjadi iblis dalam ibadah runah tangga, itu gak bakalan akan kekal , " tambah Jihan lagi


" Jadi Dulu Ngapain Umi pergi, Umi kalah dong waktu itu, karena Umi pergi menjauh dari Abah Malah" jawab El lain kesimpulannya


" Ya Umi gak mau ada di abtara masalah mereka, Umi sengaja pergi dan gak mau pulang kalau masih ada belatung di dalam rumah tangga Abah sama Umi, karena Umi tau Abah gak mau melapas Umi, tapi dia gak mau dan gak bisa melepas Istrinya juga, ya udah Umi yang masih bisa hidup dan berusaha sendiri gak butuh laki laki yang menyakiti El" jawab Jihan menjelaskan alasannya


" Laki laki tuh ya, dia kalau udah punya banyak uang, istri 1 itu kurang, padahal yang menemani berjuang itu istri ke 1, yang selanjutnya dia cuman menikmati aja, tapi kalau perempuan sudah punya kehidupan apa lagi penghasilan dan uang banyak dia gak butuh laki laki lagi, " jawab Jihan yang prinsipnya lain dari pada yang lain


" Karena Umi ogah cari perkara, dan gak pernah mendatangi tuh pelakor, makanya dia yang masih belum jadi seutuhnya datang sama Umi, seperti yang Umi katakan tadi, meminta Umi untuk jauh, padahal Umi udah jauh, karena dia merasa kalah dari Umi " tambah Jihan lagi


" Kan Umi udah di sakiti bahkan Abah gak bisa lepas perempuan itu, tapi kenapa Umi gak sekalian pisah dari Abah aja, kan Umi udah bisa hidup sendiri" tanya El justru berfikiran sebalik nya


" Ya karena ada kalian, ada hati orang tua yang perlu Umi jaga, nama Baik Abah dan keluarga Al Musthofa yang perlu Umi jaga, nama baik perusahaan juga perlu Umi jaga, kalau Umi mau El, bisa Umi merobohkan semuanya, Umi minta pisah, atau menggugatnya, dan membocorkan semua Aib Abahmu, bisa Umi lakukan, Cuman Itu bukan tipe Umi, Umi paling gak seneng cari pembelaan sana sini, cari perhatian sana sini, Umi bukan tipe orang yang terlalu tersakiti, apa lagi terhianati, selagi Umi bisa hidup sendiri, biar dia bersalah dan menyadari kesalahannya sendiri, Kalau Umi merobohkan semuanya, sama dong Umi dengan para penghianat dan wanita yang hanya merampas hartanya karena penuh dendam dalam hatinya, betul gak? Tanya Jihan pada El yang hanya menjawab dengan anggukan kepala

__ADS_1


" Udah gak perlu di bahas lagi, kamu sekarang kembali ke kamar, ini malam Jum'at, kembali ke kamar sholat istikharoh, dan temukan JODOH DALAM ISTIKHAROHMU, walau kehidupan tak semudah dan seindah yang kita bayangkan, pasti ada yang namanya DERAI AIR MATA, tapi Yakin kalau nanti akan menjadi JODOH DUNIA AKHIRATmu, dan menjadi pelajaran serta cerita PERJALANAN CINTA 3 BERSAUDARA, Untuk Kamu Al dan Zula, Baby Bibi belum tau Cinta, masih bayi" Ucap Jihan pada El yang sudah bangun dari pangkuannya dan tersenyum semangat


__ADS_2