
Kini Ilyas sudah masuk ke Ndalem keluarga Al Musthofa, dan hendak menemui Al dan Aliza,
Dan kebetulan yang buka pintu adalah mbak santri, dan kemudian mbak santri nimbali atau memanggil Al ke lantai 3, akhirnya Ilyas naik ke lantai 3 untuk menemui Al dan Yang lain
" Assalamualaikum Abah, Umi" ucap Ilyas saat bersalaman pada Abah Zain, Jihan tidak dong
" Waalaikum salam... Silahkan duduk kang" ucap Zain pada Ilyas
Mereka ngobrol basa basi, sebelum Ilyas menyampaikan maksud dan tujuannya
Setelah ngobrol basa basi, Ilyas mulai minta izin untuk menyampaikan maksud dan tujuannya kemari
" Sebelumnya saya mohon maaf banget ya pak Al, atas apa yang Istri saya lakukan pada bapak, sama mbak Aliza, apa lagi di lingkungan kampus juga, yang cukup mencoreng nama baik kampus bapak dan Mbak Liza" ucap Ilyas langsung meminta maaf atas nama istrinya
" Saya sebenarnya gak nyangka lho pak Ilyas, kenapa bisa begitu? tapi setelah saya mendengar cerita dari Zula akhirnya saya tau, dan saya sendiri gak menyangka Yasmin bisa senekat itu" ucap Al heran
" Apa pak Ilyas belum pernah tau kalau saya adalah mantan Yasmin?" tanya Al pada Ilyas
" Saya baru tau tadi pak, pas Neng Zula ngobrol sama Yasmin, dan ..." ucap Ilyas terhenti
Ilyas gak kuat untuk menyampaikan hal itu, cukup sakit hatinya, dan itu cukup menjadi aib istrinya yang perlu di tutup juga
" Sebenarnya dulu pas bapak dan yang lain hadir di pernikahan saya, saya cukup heran, cukup kaget, dan bertanya tanya ada apa, pas saya tanya sama Yasmin, dia bilang gak perlu di tanyakan, itu cukup jadi kenangan, jadi saya nurut aja kalau memang gak perlu di bahas lagi, dan mungkin ini menjadi jawaban dari apa yang menjadi penasaran" jawab Ilyas mengalihkan pembicaraan
" Maaf Kang Ilyas, itu artinya kang Ilyas dan istri kurang saling terbuka, coba di perbanyak ngobrolnya, healingnya, atau komunikasinya lah, di perbanyak waktu berduaannya tih di tambah lho" ucap Jihan memberi solusi
" Jangan pas berdua cuman enak enakan aja kang, " tambah Zain
" Mana Pas enakan malah bayangin suami orang kok Bah" tambah Jihan keceplosan
" Maaf kang" ucap Jihan spontan
" Gak apa apa Umi, saya yang mohon maaf" jawab Ilyas sopan
" Jadi gimana pak Al, apa sangsi yang perlu istri saya terima?" tanya Ilyas menyangkut hukuman istrinya
__ADS_1
" Gimana ya kang ya... Saya sendiri agak bingung dan serba salah ini, mau tak pecat kok gak tega, " ucap Al yang gak mudah merumahkan karyawannya
" Jangan Mas, jangan halangi jalan rizki orang lain" ucap Aliza memberi solusi
" Nah kang... Yang udah di sakiti aja masih mempertahankan, dan justru membelanya" ucap Al sambil merangkul Aliza
" Mau saya biarkan nanti tiap hari jumpa saya di kampus makin kesemsem lagi, gak move on move on" tambah Al masih bingung
" Masak iya saya yang mengundurkan diri dari pengurus atau pimpinan yayasan, agar gak jumpa sama dia, kan gak mungkin, orang sebelum dia lulus saya udah menjadi pimpinan yayasan kok, gak boleh jadi pengurus" ucap Al lagi
" Siapa yang gak boleh?" tanya Zain cepat
" Tuh readers, ðŸ¤ðŸ¤£ yang koment" jawab Al yang ikut baca komentar readers
" Ealah... Sekenarionya kan dari author, ya kita mana tau," ucap Jihan dan membuat mereka semua mengangguk
" Ya udah gimana baiknya saja pak" jawab Ilyas pasrah
" Gini aja pak Ilyas, saya bukan merasa bersalah apa lagi belum move on dari Yasmin ya, saya udah move on lama, karena memang saya di putuskan Yasmin sudah 5 tahun yang lalu, dan gini aja, sepertinya pak Ilyas perlu pendekatan lebih pada Yasmin, agar dia lebih bersyukur dan menyadari apa yang sebenarnya harus dia lakukan" ucap Al masih bingung sebenarnya
" Maksudnya gimana pak? Saya sudah menjadikan dia sebagai ratu, dia sudah menjadi prioritas utama saya pak, karena dia memang maunya di prioritaskan, saya faham itu" jawab Ilyas menjelaskan
Setelah semua selesai akhirnya Ilyas pamit dan justru mendapat uang saku dari Zain untuk hidup selama 40 hari karena libur kerja
Di bandara El dan Zula masih menunggu kedatangan Ailza dan juga Maulana, mereka sudah mendarat tapi masih ambil bagasi masing masing,
Maulana dan juga Ailza tidak saling ketemu saat di bandara, mereka memang satu pesawat tapi bangku mereka berjauhan, sedangkan Ailza duduk di bangku klas ekonomi sedangkan Maulana di bangku depan di fristclass, dengan harga tiket cukup fantastis
Namanya anak sultan, dan anak tunggal juga, jadi uang saku aman
Tiba saatnya setelah bagasi di ambil dan melewati scurity cek, pasport visa dan lain lain, Maulana sudah berjalan menghampiri Zula yang sudah menunggunya
Zula sudah ganti baju, dengan menggunakan rok dan kaos panjang hoodie saja, sedangkan El cuman menggunakan celana boxer pendek, dan kaos hoodie
" Assalamualaikum sayang" ucap Maulana saat menjumpai Zula
__ADS_1
" Waalaikumsalam... Maul baby" ucap Zula sambil melambaikan tangannya
" Harus tahan lagi nih pelukannya, sabar ya" ucap Maul sangat menjaga jarak antara dirinya dan Zula.
" Hooh... Sabar ya sayang" jawab Zula cuman bisa menahan dan mempertahankan komitment mereka
" Bang El" ucap Maulana menyapa El
" Sehat Maul?" tanya El balik
" Alhamdulillah sehat, mana Ailza ?" tanya El lagi
" Dia kesini juga?" tanya balik Maulana yang tidak tau kalau mereka sepesawat
" Iya sayang, pesawatnya aja sama dengan kamu, masak gak tau?" tanya Zula
" Sumpah gak tau sayang, dia duduk di bangku nomer berapa?" tanya Maulana lagi
" Berapa bang?" tanya Zula lagi
" Di duduk di Bangku 20F Ekonimi Class" jawab El yang membelikan tiket
"Elo bang, belikan tiket calon istri ekonomi class" ucap Zula mencibir
" Untuk nabung La, gue bentar lagi merrid, kalau bisnis class, 3 kali lipat, dia juga yang minta" jawab El sambil nyengir
" Kalau Elo belikan Maul apa ? FristClass?" tanya balik El
" Wedih.... Enggak lah, dia beli sendiri, mau ketemu ya modal dong, ya gak beb?" jawab Zula dan Maulana mengangangguk
Dari jauh Ailza sudah berjalan sambil mendorong kopernya dan berteriak memanggil El
" Abang... El...." panggil Ailza dari jauh
" Sayang...." jawab El sambil berlari menuju ke arah Ailza
__ADS_1
" Widih... Lebay deh, kayak anak kecil, udah mau nikah juga, " ucap Zula melihat ke lebayan abangnya
" Kita kapan nikahnya sayang?" tanya Maulana tiba tiba