Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Makin akrab


__ADS_3

Zula mengerutkan keningnya melihat siapa yang tiba tiba menggandeng tangannya itu


Dan Zula mengibatkan tangan Ryan,


" Apaan sih Pak Ryan, main gandeng aja, gue bukan mau nyebrang" ucap Zula gak terima tapi tangannya belum bisa terlepas dari gandengan Ryan


" Ayo lah La, temani gue, masak gue udah ganteng ganteng gini gak ada gandengan, " ucap Ryan gak mau rau dan tetapenggandang Tangan Zula hingga sampe pelaminan


" Ih... Lepas dong... Makanya, cari gandengan udah tua masih jomblo aja" ucap Zula masih belum berhasil melapas tangannya dari genggaman tangan Ryan


" Selamat ya Bro, maaf bawa anak orang dulu masih jomblo gaes, gak ada calonnya kan di sini?" ucap Ryan saat bersalaman dengan Al


" Eh.... Siapa bilang, tuh di bawah.... " ucap Al membuat Aliza tertawa melihat tingkah Ryan


" Siapa siap di senggol kasar sama tuh orang arab loe Yan" tambah Al dan Ryan nyengir kuda


" Udah gak apa apa, dia orangnya santai kok, ayo foto dulu" ucap Al dan Akhirnya Ryan berfoto dengan kedua mempelai dan di dampingi oleh Zula


" Sekali lagi selamat ya brow, doakan gue selamat juga dari calon suaminya bocil aneh itu" Ucap Ryan langsung kabur


Ryan berlari menghampiri Zula dan Maulana yang berdiri di dekat pelaminan


" Maaf maaf banget ya Mas, gue gak punya pasangan jadi gak ada yang di gandeng, " ucap Ryan berkata jujur


" Gak apa apa, saya tau bapak rekan kerja Zula, yang setiap hari jagain Zula, saya malah terimakasih " jawab Maulana yang sangat hamble dan tidak cemburuan


Mereka justru lanjut ngobrol sana sini, dan makin akrab dengan ngobrol masalah bisnis


______________


Pernikahan atau resepsi ngunduh mantu sudah selesai dan semua sanak saudara juga sudah pada pulang, dan juga semua calon mantu Zajn dan Jihan sudah pada kembali pulang


Aktifitas sehari sehari hari sudah mereka lalui, sesuai profesi masing masing

__ADS_1


Aliza benar benar tidak kembali ke Kampus untuk kuliah maupun bekerja,karena kondisinya yang sudah hamil dan kejadian kemaren membuat Al trauma,


Bahkan undangan yang seharusnya di kasihkan ke semua dosen dan guru di yayasan tidak jadi di bagikan, akhirnya mereka tidak datang karena tidak mempunyai undangan


Apa lagi Ilyas dan Yasmin yang sama sama tidak mendapat undangan dan tidak di perbolehkan datang kalau akhirnya membuat masalah


Cukup ketat memang, tapi hal seperti itu memang harus di ketati agar tidak terulang kembali dan menjadi trauma yang mendalam


Pagi ini, mereka semua para dosen dan guru mengadakan pertemuan, karena sore nanti Al juga harus pergi ke Slandia baru untuk menjalankan bisnisnya di sana


Sebelum berangkat Al mengecej laporan terlebih dahulu, apa yang perlu di selesaikan dan di tandatangani sebelum dia pergi cukup lama


Setelah rapat selesai, Salah satu dekan di sana berdiri mewakili semua dosen dan juga Guru di BNT,


" Maaf sebelumnya kami minta maaf pak Al, kami selaku dosen dan juga para guru bermaksud meminta maaf atas kejadian yang menimpa sekolah ini teritama pada Bu Aliza istri bapak, beberapa waktu lalu" ucap Pak Dekan sopan


" Kami semua mengaku salah, atas apa yang terjadi waktu itu, dan kami mohon maaf, atas apa yang sudah terjadi" tambahnya lagi dan Al masih terdiam


" Okey semua sudah berlalu, dan saya dan Istri sudah memaafkan kalian semua, kasus sudah beres berkat bantuan adek perempuan saya, dan okey kita semua gak ada apa apa" jawab Al dengan tenang


" Oh ya.. Mohon maaf, kemaren gak ada yang datang ya ke acara saya dan Istri?" tanya Al tiba tiba


" Gak dapat Undangan pak gak bisa masuk" jawab Salah satu guru yang ternyata adalah Ahmed


" Sorry Bro.. Gara gara itu semua jadi gak bisa datang, tapi gak apa apa, siang ini saya undang kalian semua untuk makan siang di rumah, " jawab Al dan membuat semuanya bertepuk tangan


Setelah itu Al pamit dan meminta untuk para pegawai restonya menyediakan makan siang untuk semuanya sebelum sore nanti dia berangkat ke Slandia baru


Dan benar jam setengah 12 siang semua guru dan dosen sudah pada datang menghadiri undangan Al, bahkan bukan hanya itu, mereka membawa kado juga untuk Al dan Aliza,


" Mas sebenarnya ada apa sih?" tanya Aliza yang gak di brifing dulu sama Al


" Ya kemaren mereka kan gak datang sayang, karena gak dapat undangan, ya gara gara masalah kemaren, undangan gak bisa di bagikan, sedangkan Zula prosesnya masuk harus ada undangan," jawab Al dan Aliza mengangguk

__ADS_1


" Iya juga sih, namanya belum sempet di bagikan sudah huru hara" jawab Aliza dan Al tersenyum merangkulnya


Semua bersalaman dnegan Aliza dan Al saat sudah pada datang, dengan keduanya yang menyambut kedatangan mereka semua


" Say..... Maaf ya" Ucap Meli dan memeluk Aliza


Apa lagi Meli dan Annisa sangat merasa bersalah, karena setelah itu ponsel Aliza sama sekali gak bisa dihubingi , membuat keduanya makin kepikiran banget dan bahkan mereka saat ini sampai menangis


" Ya Allah . Say.. Gak apa apaz kalian gak ada salah, " jawab Aliza lagi


" Kami salah say, gak bisa membela elo, gak bisa nyelametin elo" ucap Annisa masih sangat merasa bersalah


" Alhamdulillah gue tetap baik baik aja say, dan selamat sampai sekarang" jawab Aliza sambil tersenyum.


" Selamat ya.... Udah sold out akhirnya" ucap Annisa lagi


" Trimaksih... Segera menyusul ya...." jawab Aliza


" Menyusul, carikan calon dong, pak Al, santrinya 1 boleh" ucap Meli ngasal dan membuat mereka tertawa


Acara makan siang sudah usai, semua tamu udah kembali ke kampus dan BNT, dengan meninggalkan tumpukan kado yang menggunung di sana,


Setelah itu kini Al dan Aliza sudah berada di kamar dan berbaring di ranjang mereka,


Awalnya Al mau mengajak Aliza enak enak sebelum berangkat ke Slandia baru, tapi karena Aliza lemes dan gak sanggup lagi membuat Al harus menahannya


Aliza kini di dalam dekapan Al, karena rasanya berat banget mau di tinggal suaminya pergi dinas dan terbiasa cewek memang cengeng banget


" Nanti kalau Zula sudah mengakui sebagai putri Abah, Mas gak akan pergi jauh jauh sayang" ucap Al sambil mengelus kepala Aliza


" Sama Aja nanti ngurus beasiswa di luar negri juga" jawab Aliza masih dengan isakan tangisnya


" Ya kan Adek nanti Mas bawa lah, sekalian healing" jawab Al santai dan justru membuat Aliza makin menangis

__ADS_1


__ADS_2