Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Nitip Al


__ADS_3

Dengan ucapan ijab qobul yang lantang, dan ucapan Sah dari para saksi, Doa langsung di panjatkan, dan di pimpin oleh Abah Zain sendiri,


Jihan sudah meneteskan air mata, terharu akhirnya anak lajangnya sudah menemukan jodohnya,


Zula tak henti hentinya menangis, dan di peluk oleh El, karena selama hampir 4 tahun ini dia mendapat kasih sayang penuh dari abangnya, dan sekarang harus rela membagi kasih sayangnya dengan istri sang abangnya


Setelah doa di panjatkan, Aliza juga di keluarkan dan di tuntun oleh sepupunya menuju musholla untuk menghadap Al yang kini sudah menjadi suaminya


Dan kini Aliza di duduk di sebelah Al, yang mana Al pun tersenyum menyambut Aliza


Bahkan Al tidak berkedip sama sekali, melihat kecantikan Aliza yang sangat pangkling,


Dan bahkan dia sendiri sampe terlupa kalau dia atasan Aliza sebelumnya, dan tidak menyangka juga akhirnya habis sudah masa jomblonya


Aliza mau mengulurkan tangannya, tapi kembali ragu dan malu, karena gak terbiasa dia bersalaman dengan lain makhormnya, bahkan tidak tau,


Dan ini atasannya yang sekarang resmi dan halal untuknya, sudah mengucapkan ijab qobul yang penuh hikmat, yang menjadikan dirinya sekarang menjadi Istrinya


Jihan masih menangis dan terus menundukkan kepalanya,


Beberapa kali Aliza menarik kembali hingga membuat Al tersenyum memandangnya, sedangkan Aliza masih menunduk malu dan Takut


Zula yang ada di sebelahnya bergeser maju untuk membantu Aliza


" Mbak Liza, sini tangannya" ucap Zula sembari meraih tangan Aliza dan juga Al


" Mbak Liza, Bang Al sekarang menjadi suami mbak Liza, dan wajib bagi mbak Liza untuk bersalaman dan menciun tangan bang Al, untuk meminta Ridho darinya" ucap Zula lembut dan akhirnya mereka bersalaman juga dengan Aliza yang mencium tangan Al.


Al menaruh tangannya di kepala Aliza, dan mengucapkan doa, yang terbaik untuk istrinya dan rumah tangganya


Foto grafer jepret sudah mengambil moment tersebut


Setelah bersalaman Al yang masih menggenggam kedua tangan istrinya, kini Al mendekatkan wajahnya dan Cup, mencium kening Aliza dengan lembut


Setelah itu, Al dan Aliza meng hadap ke abah Uminya, yang ada di dekat mereka untuk bersalaman


" Umi.." ucap Al Lirih dan bersalaman pada Jihan


Tangjs Jihan kembali pecah, dan langsung memeluk anak sulung kesayangannya

__ADS_1


" Masyaallah... Putra Umi, " ucap Jihan menangis sembari memeluk erat Al yang juga memeluk erat Uminy


Anak yang selalu dia jaga sedari kecil, yang menjadi penyemangatnya sedari dalam kandungan, menjadi twman curhatnya juga sejak dalam kandungan, sekarang sudah beranjak dewasa bahkan sudah menikah dan menemukan pendamping hidupnya.


Jihan harus rela berbagi kasih sayang dengan Aliza menantunya,


" Di jaga istrimu, di sayangi istrimu, dan jangan sakiti istrimu ya nak, istiqomah saling percaya, sayangi dia seperti kamu menyayangi Umi, cintai dia sama seperti kamu mencintai Umi, kalau kami sakiti dia, kamu sama halnya menyakiti Umi," ucap Jihan Lirih masih dalam pelukan, dan Al mengangguk dan kembali mencium kening dan tangan Uminya


Kini gantian, Al yang pindah ke abahnya, giliran Aliza ke Umi Jihan


" Putri Umi sayang...." Ucap Jihan sambil memeluk Aliza


" Umi.." jawab Aliza sambari memeluk Jihan dengan lembut


" Sayang... menjadi istri Al, kamu harus sabar ya, ridhoi dan izinkan suamimu nanti untuk berdakwah, jangan takut sendiri di rumah, ada Umi yang siap menemani, " ucap Jihan lirih dan Aliza mengangguk dengan lembut


Sejak kehilangan Ibu bapaknya, dan hanya punya kedua kakaknya yang sekaligus menjadi orang tuanya saat ini,


Dan Kini setelah kembali bertemu dengan Zula, Aliza seolah merasa kembali mempunya ibuk, kasih sayang dan kelembutan Jihan dia rasakan, dan sekarang benar benar menjadi orang tuanya, yaitu mertuanya


" Nitip Al ya nak, " ucap Jihan dan Aliza mengangguk


Setelah itu Jihan mencium Aliza


" Nak, jaga istrimu, sayangj istrimu, jangan seperti Abahnya yang penuh salah ini, bela istrimu kalau dia tidak melakukan kesalahan, bela istrimu di setiap apapun, percayai istrimu dan jaga lisanmu "ucap Zain dan Al hanya mengangguk


Kemudian Aliza juga bersalaman dengan Zain, Zain mengucapkan doa dan pesan terbaik untuk menantunya


Lanjud keduanya bersalaman dengan pasa saudar saudaranya Aliza, yang mana mereka semua juga terharu dan menitipkan Aliza pada Al


Sehingga acara selesai dan mereka pamit pulang, Al kini beristirahat di kamar Aliza yang cukup sempit dan sederhana,


Mobil Al tidak di bawa pulang, karena agar memudahkan dirinya untuk nanti kembali ke rumah dengan membawa istrinya


Aliza masih malu malu berduaan di kamar cuman dengan Al,


" Maaf ya pak, kamar saya sempit" ucap Aliza sembari duduk jauh dari Al


Al tersenyum dan berdiri, untuk mengunci kamar Aliza dengan balok kecil sebuah kayu yang bisa di geser ke atas kesamping sebagai pengunci pintu

__ADS_1


Mungkin di keluarga Al Musthofa tidak ada seperti Itu, tapi dulu Al di pondok pintu kamar mandi dan lemarinya seperti itu


Setelah mengunci, Al langsung duduk mendekat pada Aliza yang masih terdiam dan menundukkan kepalanya


Al duduk di belakang Aliza, dan memegang pundak Aliza


Aliza kaget, dan hampir menyingkir tadi di tahan oleh Al


" Mau kemana sayang?" tanya Al lembut


Aliza tidak menjawab dan terdiam kaku, dia tau apa maksud Al, tapi dia juga takut


" Hem... Maaf pak," ucap Aliza masih mengundang kak


Al menghadapkan tubuh Aliza menghadap ke padanya


Aliza sudah selesai acara, dan sudah tidak menggunakan pakaian pengantin, apa lagi waktu sudah malam seperti ini,


Seharian penuh Aliza menggunakan baju dan make up tebal ala pengantin,


Al juga begitu, tapi saat prosesi ijab qobul dan seserahan selesai, Al ikut menemui tamu dari kakak kakaknya, karena Aliza tidak mengundang teman temannya


Hingga kini pagi berganti malam, akhirnya setelah menunggu seharian waktu yang di tunggu tunggu datang


" Bisa ngomong sayang gak?" ucap Al menghadapkan Aliza padanya


" Sayang.." ucap Aliza lembut


" Gitu dong, kalau bapak kan di kantor sayang, kelau di rumah sayang" ucap Al menjelaskan dan Aliza tersenyum


" Baik sayang.." jawab Aliza lembut dan membuat Al makin terpesona dan tak tahan lagi ingin menerkamnya


" Maaf ya pak, Eh.. sayang kamar Liza sempit" ucap Aliza lagi dengan tangannya yang di genggam Al


" Gak apa apa, malah enak, kalau.." Ucap Al yang sudah ingin tau rasanya malam pertama


Apa lagi suasana semakin malam, dan sudah makin sepi, hal yang sangat di tunggu oleh sepasang pengantin


Al membuka jilbab Aliza dengan lembut, dan menaruhnya di sebelahnya

__ADS_1


Pertama kali Al melihat rambut dari wanita yang berhijab selain dari saudaranya


Rambut Aliza yang sangat lemir dan lurus , serta potongan yang se pundak mekin membuat terbawa suasana dan ingin segera melanjutkan niatnya


__ADS_2