Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Gak jomblo lagi


__ADS_3

Seminggu telah berlalu.....


Kini Zain dan rombongan sudah mendarat di bandara setempat


Zula menjenput mereka, karena gak ada kabar dari supir ndalem dan permibtaan Zain untuk datang menjemput sendiri jadi Zula juga menjemput sendiri


Awalnya mau meminta Ryan untuk di temani, secara ya sekarang mereka sudah menjalin hubungan jadi seolah Zula ingin di temani begitu juga sebaliknya


Cuman kesannya bagai mana gitu toh dia belum bilang sama abah dan Uminya soal ini jadi, biar dia berangkat sendiri dan Ryan juga punya kerjaan juga yang harus di selesaikan besok


Seminggu kemaren mereka baru saja menghadiri pertemuan di Jakarta, dan banyak PR yang perlu di revisi juga


Kini Zula juga sudah menunggu di ruang kedatangan, karena dia sendirian jadi terkesan santai


Sambil menunggu Zain dan yang lain datang Zula juga di temani Ryan


" Gimana sayang? Abang Kesana ya" Ucap Ryan karena gak tega lihat Zula sendirian


Mereka manggilnya sudah berbeda, jadi Abang sama Adek aja biar lebih enak dan sopan kata Ryan


" Udah gak apa apa, udah ada pengumuman kok kalau pesawatnya sudah mendarat, " jawab Zula santai


" Tapi adek sendirian tuh gak ada temannya" ucap Ryan lagi


" Gak apa apa sayang.. Udah lanjut aja kerjanya ya, sambil temani adek di sini" ucap Zula sambil tersenyum manis


" Okey siap.." jawab Ryan semangat


Tak lama rombongan Zain mulai bermunculan


" Sayang itu udah ada, udah dulu ya, lanjut nanti malam lagi" Ucap Zula dan Ryan menyetujuinya


Hingga akhirnya mereka mengakhiri panggilannya dan Zula menaruh ponselnya di kantongnya


Zula berjalan menghampiri mereka dengan melambaikan tangannya


" Assalamualaikum..." Ucap Zain pada Zula


" Waalaikumsalam..." jawab Zula mencium tangan Zain dan memeluk Abahnya


" Alhamdulillah udah sampai rumah" Ucap Zula bergantian menyium tangan dan pipi keluarganya


Tak lupa kedua bocil yang menggemaskan itu sudah menarik baju Zula karena juga kangen dengan sosok Zula


" Kakak, Ante... " ucap keduanya bergantian


" Weh .. Jagoan jagoan ganteng ini, Muuach.. Muuuach...." Ucap Zula mencium keduanya secara bergantian


" Yuk jalan yuk.... " Ucap Zula sambil menuntun baby yang selisih beberapa bulan itu


Seolah terlihat seperti bayi kembar, apa lagi Baby Alwi yang cenderung mirip babanya, dan Baby Bibi yang juga mirip dengan Al, sudah seperti kembar keduanya, padahal om dan ponakan


Semuanya ikut berjalan hingga sampai ke parkiran mobil Zula,


Semua barang sudah di masukkan, ke bagasi, dan gantian El yang nyeir dengan Al yang ada di sebelahnya,


Zula duduk di sebelah Abah Zain, dengan memangku kedua bocil yang sepertinya kangen banget dengan Tantenya,


Sedangkan Jihan, dan kedua menantunya berada di paling belakang , ya karena sudah sering pergi jadi gak seheboh orang lain yang baru sekali berangkat umroh


" Kakak kakak... " Ucap Baby Bibi


" Ante Uya Ante Uya" sambung Baby Alwi gak mau kalah


" Ih... Awi diem dulu, Bibi mau ngomong dulu" Ucap Bibi kesal dengan ponakan kecilnya yang menurutnya rusuh


" Awi uyu om.." Bantah Alwi


" Eh... Kok rebutan sih... " Ucap Aliza dari belakang


" Bibi ngalah sama adeknya nak" Ucap Jihan pada Baby Bibi


" Awi terus, " sewot Bibi dan membuat Zula tertawa


" Wah.... Wah... Kok Ula aja yang di buat rebutan sih, Abang kan ada" Ucap El dari depan


" Abang gak asik" Ucap Bibi cepat dan makin membuat mereka tertawa

__ADS_1


" Hahaha..... udah udah, gantian gantian siapa yang mau cerita duluan" ucap Zula melerai


" Awi, Bibi, Awi, Bibi" saut merek berantem...


" Ula males lah kalau berebut" ucap Zula membuat kedua bayi itu terdiam


" Ini dulu bapak bapaknya sering berantem paling sama saudaranya, " Ucap Zula tertuju pada Al dan Zain


" Abah gak pernah berantem sayang waktu kecil, abah orang alim" jawab Zain percaya diri


" Preeet..." saut Jihan dan membuat mereka kembali tertawa


" Kalau gue mana bisa berantem, ah.. Tau sendiri masa kecil kita kayak mana? Lepas dari kata main bareng, apa lagi gue sebagai abang di tuntut untuk selalu sholeh dan tau gimana kondisi adeknya" jawab Al dan tak lupa menonyor kepala El yang ada di sebelahnya


" Ck... Apaan sih bang.." kesal El pada Al


" Mulai.... Kayak gitu gimana gak di tiru anaknya" Omel Aliza dari belakang


" Entah tuh... Bapak dan Abang sesat" saut Zula ikut ikutan


Kini akhirnya baby Bibi yang bercerita duluan, dan baby Alwi ikut ikutan bercerita selama mereka di Makkah sampai nyanyi juga dan Zula dengan telaten menanggapi dan sabar menjawab cerita mereka berdua sampai akhirnya capek sendiri dan pada tertidur semuanya


" Yah.... Pangeran kecil habis batrai ini" Ucap Zula saat mereka sama sama tertidur di pangkuannya


" Sini biar sama mbak Alwinya La" Pinta Aliza dari belakang


" Udah gak usah mbak.. Biar di sini aja, sudah dekat kan" jawab Zula lembut dan lanjut ngobrol sana sini sampai di rumahnya


Sesampainya di sana, ternyata semua santri sudah pada menunggu dan berbasir rapi


Itu yang membuat mereka itu diam diam, pergi tanpa heboh, karena merasa gak enak di sambut seperti ini


Setelah bersalaman dengan ribuan santri, mereka lanjut berkumpul dan berdoa di aula pesantren dan selanjutnya untuk beristirahat


Zula sebenarnya sudah gak sabar pengen menyampaikan masalah hubungannya dengan Ryan


Tapi karena Zain dan Jihan sedang butuh istirahat akhirnya di tunda dulu


Tapi ya namanya Zula anak kesayangan Zain ya, 15 hari tidak berkumpuebuat Zain rasanya ketar ketir banget


Sama seperti saat Zula sedang pergi keluar kota maupun ke Luar negri, saat Zula pulang juga Zain langsung ke kamar Zula dan menemani Zula


" La.... Ula... Kakak..." Panggil Zain saat Zula selesai memandikan kedua baby tersebut


" Dalem iya Bah" jawab Zula dari kamar sebelah


Karena ini masih jam 5 Sore jadi masih agak terang lah dan magrib masih lama


" Sini nak" Ucap Zain pada Zula


Zula segera menyelesaikan kedua bocil dan meminta mereka untuk tetap anteng dan gak main jaug jauh, dan untungnya ada mbak santri yang membantu mereka untuk momong kedua bocil


" Assalamualaikum..." Ucap Zula saat masuk kamar Zain


" Waalaikumsalam... Putri Abah" jawab Zain dan Jihan sambil tiduran di atas ranjangnya dengan Jihan yang memijatnya


" Udah adeknya ?" tanya Jihan sambil melanjutkan pijatanya


" Udah sama mbak santri, boleh Zula tutup? " tanya Zula terlebih dahulu


" Tutup lah, kunci gak apa apa" jawab Zain santai


Zula menutup sekaligus mengunci pintu kamar Abah Uminya dan mendekat ke mereka


" Udah lah Bah... Nanti lagi ya, Sepertinya ada yang mau di sampaikan nih" Ucap Jihan langsung peka


" Umi nih.. Kayak bang El aja, peka banget" ucap Zula


" Bang El yang ikut Umi" jawab Jihan duduk di sebelah Zain yang juga imut duduk


" Sini" Ucap Zain dan Zula mendekat lalu berkali kali Zain menciun kening putri kesayangannya itu


" Sehat kan? Sepertinya sumringah banget ini" Ucap Zain lagi dan Zula tersenyum


" Biasanya ada kabar bahagia kalau begitu" Ucap Jihan dan di angguki sama Zula


" Apaan sih? Umi jadi kepo" Ucap Jihan lagi

__ADS_1


Zula tidak langsung menjawab dan malah makin membuat kedua orang tuanya penasaran, apa lagi Zula hanya senyam senyum alay seperti itu


" Apaan?" kesal Jihan gak sabar


" Sabat lho Mi, jangan di bentak anaknya" ucap Zain yang masih sabar menunggu


" Hem.... Bah Mi, seumpama kalau Ula di lamar seseorang, gimana?" tanya Zula tiba tiba


" Siapa?" ucap mereka kompak


" Boleh gak??" tanya Zula lagi makin membuat keduanya penasaran


" Ya boleh dong, tapi harus yang benar benar tanggung jawab, Abah gak mau yang blegedes kayak Maul lagi" jawab Zain menegaskan dan cukup sekali lelaki yang membuat Putri kesayangannya sakit hati


" Siapa sih ? Abah Umi kenal juga gak?" kepo Jihan lagi dan Zula mengangguk


" Tapi pasti Abah sama Umi gak nyangka nanti siapa orangnya, " Ucap Zula makin membuat mereka penasaran


" Iya siapa sayang? " tanya Zain lagi


" Bang Ryan TR, " jawab Zula gak mau basa basi


" Alhamdulillah... Doaku di ijabah" ucap Zain dan Jihan kompak


Bukan Mereka yang kaget melainkan Zula, karena selama ini harapan mereka dan doa mereka untuk Zula bertemu dengan jodoh yang tepat seperti Ryan


Awalnya mereka mau menjodohkan Zula dengan Ryan, tapi biar waktu saja yang menjawab dan akhirnya hari ini doa mereka terjawab


" Maksudnya?" tanya Zula bingung karena kaget


" Gak usah tanya maksudnya, yang penting Abah sama Umi sangat setuju kalau memang pak Ryan yang melamarmu" jawab Jihan cepat pada Zula


" Tapi sebentar gimana ceritanya? Musuh jadi pacar?" tanya Zain menggoda Zula


" Abah Ih... Musuhnya udah jaman dulu lho bah, sekarang kan bestie bakal jadi suami, Ula gak mau pacaran" jawab Zula manja


" Gaya ini aja udah pacaran kok" jawab Jihan menyindir Zula


" Taaruf Mi, gak pacaran, ih, " kesal Zula dan Jihan tertawa


Zain diam diam mundang Abang Zula dan juga kakak iparnya untuk menyusul ke sana , dimana saat kabar gembira mereka dengar


Tak lama mereka yang sebenarnya sangat capek ikut menyusul dan membuka dengan tombol yang Zain berikan lewat WA


" Ada apaan sih?" tanya El sambil menggandeng istrinya dan duduk di atas ranjang juga


" Ada yang sudah gak jomblo lagi" jawab Zain menggoda anaknya


" Alhamdulillah...." Ucap Mereka semua sambil menatap Zula."


" Siapa La? Pak Ryan aja ya La" Ucap Al sangat penasaran dan malah mengajukan Ryan


" Iya La.. Dia aja ya La, biar gak perlu kenalan lagi, baik dan sholeh kan dia La" sambung El malah mendukung penuh


" Gimana sih? Jangan jangan kalian yang suruh dia untuk nembak gue nih?" heran Zula malah curiga balik


" Ya enggak dong.... Kalau dia baik kan doa kita juga baik La" jawab Al yang tidak lepas rangkulan di pinggang istrinya


" Tapi bener pak Ryan Dek?" tanya Aliza dan Heny ikut mengangguk


" Iya tapi, jangan jangan ini kalian yang paksa dia untuk nembak gue ya" curiga Zula belum berakhir


" Ya Enggak lah... Apa hubungannya, Emang pak Ryan sudah tau siapa kamu sebenarnya?" tanya Jihan pada Zula yang menjawab dengan gelengan kepalanya


" Kan... Ya gak mungkin, terus gimana ceritanya dek? " tanya Heny okut penasaran


Kemudian Zula menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dan gimana mereka bisa jadian, sampai Zula kembali menangis haru karena merasa di hargai sama Laki laki dan bahkan dengan pengorbanan yang begitu besar


" Kira atur aja nanti pertemuannya, kapan nanti malam? Apa kapan? Tapi jangan di sini" Ucap Al sat set


" Di mana dong?" tanya Aliza pada Suaminya


" Jangan nanti malam, dia masih lembur ini, kasian" jawab Zula perhatian


" Ya udah, besok malam abah tunggu, kita di rumah Ula aja, di perum mangga 2" Ucap Zain yang sepertinya kalau di sana cukup membuat Ryan terkejot


" Pas itu bah," jawab El mengacungkan jempolnya

__ADS_1


__ADS_2