
" Bener La, loe harus ikut, coba nanti reaksi Yasmin gimana, kalau ketemu langsung sama loe" jawab Al justru makin seneng kalau manasi orang lain
Orang yang terlihat panas pada dirinya, lebihnya mending di panasi aja lagi, biar makin hot, sekalian kalau masukkan ke Es batu anyes
" Tapi Kak Heny sama kak Yasmin saling kenal gak? nanti repot lagi " ucap Zula memastikan
Al dan El terdiam sejenak, dan mengingat masa mereka masih sama sama
" Dulu kayaknya kita pernah video call ya bang, bareng cuman sebentar dan cuman sekali, paling udah lupa gak sih, " ucap El teringat dulu saat mereka pacaran
" Alah udah lupa gue aja lupa apa lagi cuman di hp doang" jawab Al dan Zula mengangguk
" Lagian tempat mereka kerja kan beda, gak masalah lah, " jawab El lagi
" Okey jadi nanti pagi gue ikut abang Al ya, " ucap Zula suka aja ikut jahilin orang lain
" Boleh, " jawab Al santai
" Gue nanti pagi jadi nyonya Al," ucap Zula sambil menaikkan alisnya
" Nyonya Al Musthofa pemilik Yayasan BNT, Dan IPTIQ BNT" tambahnya membanggakan diri
" Besoknya jadi Nyonya El Musthofa, pemilik Rumah sakit Jihan Aulia Hospital, " tambahnya sendiri sambil memabayangkan drama yang akan dia buat
" Tapi tiap hari kerjanya sama musuh bebuyutan gak jelas, kayak si Ryan OON itu" tambahnya paling swedih kalau harus ke kantor nya sendiri
" Jangan gitu La, nanti naksir" jawab El menyindir
" Huueeek.... Gak akan ya bang, amit amit punya suami macem Ryan, apa lagi nama Gue ada Ryannya, nyonya Nazula Lailal Musthofa Ryan , " ucap Zula belum selesai tapo sudah di jawab dengan kedua abangnya dengan kata
" Amiin.... Amiin... Amin... Ya mujibassailin" ucap Al dan El kompak
" Kok di aminkan sih" ucap Zula kesal, mereka berdua tertawa
" Mana tau, dia baik lho La, ganteng lagi, cerdas, berwibawa cocok jadi pendampingmu, untuk lanjut sebagai pimpinan perusahaan" ucap Al membanggakan Ryan
" Bukan itu aja, dia juga seorang hafidz Al -Qur'an dan sab'ah, dia lho ahli tafsir juga" tambah El ikut membanggakan
__ADS_1
" Kenapa malah jadi ngomongin Ryan sih, ogah, ayo lanjut ghibah tadi" ucap Zula mengalihkan pembicaraan
" Okey okey terus gimana ceritamu tadi?" tanya Al beralih ke cerita El sama Heny
El dan Zula bercerita apa adanya dan Al mengangguk serta memahami di mana letak Henya
" Tapi dia kan udah punya keluarga, kenapa harus se sadis itu? " tanya Al setelah El dan Zula bercerita
" Makanya itu, gue juga heran, terang terangan lho, untung nih bocil bisa dewasa menyikapinya" ucap El juga belum tau kalau Heny belum berkeuarga bahkan masih jomblo
Karena Heny memang beda dengan Yasmin yang sudah punya beberapa mantan setelah putus dari Al
Kalau Heny, sama sekali tidak punya mantan karena prinsip dia kalau belum benar benar lupa ingatan dengan El gak akan cari lagi
Sudah malam sekitar jam setengah 12 malam mereka pun akhirnya pulang, dan pastinya sudah kenyang dengan ghibahan mereka dan juga
Sampai di rumah ternyata si Zula bobok manis di bangku belakang,
" Weleh bocah, udah ketiduran dia" ucap Al sambil menoleh ke belakang
" Bangunin El" ucap Al pada El
" Iya sih, kasian dia kerja seharian, padahal baru 19 tahun, kita masih enak enaknya kuliah sambil nodong, udah 16 tahun gak jumpa, 3 tahun nodong, lanjut kerja dia" jawab Al sambil membayangkan kehidupan adek perempuan semata wayangnya itu
Zain yang sedari tadi menunggu kedatangan mereka, membuka pintu rumahnya di kala menengar mobil datang, padahal suara mobil Al sama sekali tidak terdengar karena saking halusnya
Ceklek... Pintu terbuka dan Benar filingnya gak salah, anak anaknya habis pulang malam mingguan
Kalau Jihan masih di kamar Umi Zahra yang tadi Abah Hasan sempet masuk angin dan asmanya kumat
Ya Jihan pindah ke sana bukan hanya menggantikan posisi Umi Zahra, tapi juga merawat Abah dan Umi di saat seperti ini
Umur Abah sudah gak muda lagi, sudah hampir 90 tahun, dan sakit sakitan sering abah Hasan rasakan, membuat Jihan yang non aktif kembali dan fokus pada kedua mertuanya
Zain berjalan menghampiri anak anaknya, yang belum juga tidur
" Gendong loe ya bang" ucap El pada Al
__ADS_1
" Elo lah, badan gue sama elo aja besaran Elo" ucap Al membantah,
" Ya Zula besar juga bang, gak kuat gue kalau harus sampai kamarnya" ucap El membayangkan kamar Zula yang ada di lantai 3
Karena di lantai 2 khusus untuk para tamu atau orang tua yang menginap, jadi kamar kamar mereka berada di lantai 3 rumahnya, dulu yang cuman 2 lantai sekarang sudah Zain renov lama jadi 3 lantai
" Kenapa?" tanya Zain mendekat sambil mengetuk jendela pintu mobil Al
" Eh Abah" ucap El membuka pintunya
" Mana Zula?" tanya Zain paling khawatir sama anak gadisnya
" Tuh bobok di belakang, kami ragu kuat gak kalau harus gendong sampai lantai atas kamarnya," jawab Al di sebelah El
" Iya, mau bangunin kasian, dia capek kerja seharian, gak tega Kami Bah" saut El
" Ya udah buka pintunya biar abah yang gendong" ucap Zain gak segan segan kalau putri kesayangannya
" Beneran ? nanti encok lho bah" gurau El pada abahnya
" Abah punya dua dokter kok repot " jawab Zain sembari mendekat pada Zula dan menggendongnya
" Ya Allah, sama kayak Umi, " ucap Zain yang cukup berat badan Zula, jauh dari badan Jihan yang masih aja langsing dan enteng
Kalau dari segi perawakan tentu besar Zula, nanya juga blasteran, abah Zain dan Umi Jihan, yang mana Abah Zain tinggi besar dan Zula nurun perawakan dari Zain
El mengikuti abahnya takut juga boyoknya ambrol tengah jalan, bahaya glundung adeknya
Tapi Zain cukup kuat kalau cuman untuk gendong Zula, dan sampai juga di kamarnya yang di bantu buka oleh El
Zain membaringkan Zula lembut dan tak lupa membenahkan tidurnya dan menyelimutinya
" Dulu setiap kali kalau Abah sama Umi pulang malam, pasti begini, gendong terus setiap hari, " ucap Zain bercerita pada El
" Pantesan ada turunannya " jawab El sambil melihat Zula yang makin pulas tidurnya
" Kamu besok kalau sama istri juga harus begitu, apa lagi kalau sama sama kerja sama sama capek, Abah walau udah tua gini Umi tertidur juga tetap abah gendong, walau boyok juga hampir copot" ucap Zain dan El menahan tawa
__ADS_1
" Cintai sayangi dan haragai istrimu nanti, jaga emosi, pelan dan sabar, cukup abah dan Umi yang merasakan hancurnya kebahagiaan rumah tangga, jangan kamu ikuti, Alhamdulillah semua sudah normal kembali, dengan kebahagiaan yang haqiqi, anak semua akur dan kompak, " ucap Zain lagi menghayati kehidupan yang dia alami