
Zula dan Aliza kini sampai di kamar Heny, yang mana Heny masih terbaring lemas di atas bangkat specialnya
" Assalamualaikum..." Ucap Zula langsung masuk
Di dalam El masih memeluk Heny di bangkar Heny
" Waalaikumsalam..." jawab El dan Heny masih di dekapannya
" Masyaallah... Mesra banget" Ucap Aliza melihat keduanya
Dan gak kaget sih karena El sering mengumbar kemesraan di depan saudar saudaranya
Dan jawaban dari El selalu, bisa berdua terus karena belum ada gangguan anak anak
" Kebiasaan, gak milik bestie" jawab Zula mendekat ke arah Heny
Heny yang masih lemes masih tidak lepas dari pelukan suaminya, apa lagi cuman Zula dan Aliza, sama Umi Jihan dan Abah Zain aja gak ngaruh bagi mereka
" Kenapa Mbak, tadi lho masih sama Aira sekarang malah manja gini" Ucap Zula saat di dekatnya
" Entah ya, gue tadi tiba tiba pusing muntah, sempet muntah juga tadi Pah, makanya Mamah terus tergeletak di toilet" jawab Heny bercerita
" Ya Allah... Jadi tadi pingsan ceritanya??" tanya Aliza dan Heny mengangguk
" Terus gimana bang udah di priksa? Kenapa kak Heny? " tanya Zula dan El belum menjawab Zula masih lanjut nyerocos
" Nanti tau tau ada isinya kak, kak Heny kan udah lama gak halangan kan? Udah Abang priksa belum?" cerocos Zula
Dan El gelagapan, niat mau kasih hadiah sepertinya harus gagal gara gara adeknya
" kok diam, gimana sih bang, gimana hasil pemriksaan kak Heny, gak jelas nih dokter berdua ya, " tambah Zula makin nyerocos
" Iya coba di cek dek.... Kakak belikan tes pack ya, biar sekalian di cek kami bantu" tambah Aliza mulai heboh
El langsung gelagapan dong karena dia sudah tau dan mau gak mau akan kasih kejutan gagal karena kedua ibuk ibuk rempong yang baru datang ini
" Eh... Gak usah" Cegah El cepat
" Kenapa??" tanya Zula dan Aliza kompak
" Huh...." El menghembuskan nafas kasar
" Sayang.... Maafkan Abang ya, sebenarnya mau kasih kejutan ini saat Adek udah sembuh" Ucap El lembut
Heny menatapnya heran tapi perasaannya sudah lain, ada seseuatu yang mengharukan apa lagi tadi adeknya mau beli test peck tidak di perbolehkan
" Tadi Abang udah periksa Adek, dan kondisi Adek baik baik saja, tapi Abang curiga ada hal lain dari kondisi Adek, apa lagi gak seperti biasa, Abang cek lebih lanjut, Abang sudah menduka, tapi untuk memastikan Abang ambil sempel darah Adek, dan ini hasil laboratorium dari Adek" ucap El sambil menyodorkan kotak brand dari Zula
Untung Zula sudah mengambil Video sejak tadi, jadi ini bisa jadi bahan konten atau kenangan untuk mereka
__ADS_1
Heny sudah gemeteran menerima kotak tersebut, dan perlahan membuka kotaknya dan langsung membuka kertas hasil labnya
" Ini bener sayang?" tanya Heny sudah mulai menangis
Dan El mengangguk lalu memeluknya, sampai keduanya menangis hari
Bukan hanya mereka berdua tapi Zula dan Aliza juga ikut menangis melihat mereka akhirnya datang penantian panjang mereka
" Alhamdulillah ya Allah...." Ucap Heny di pelukan El
" Huuuu huuuu Kita akan jadi orang tua yang sesungguhnya sayang" tangisan Heny makin menjadi
Zula dan Aliza mendekat padanya dan memeluk Heny
" Selamat kak..." Ucap Zula dalam pelukan Heny
" Di jaga kesehatannya, di jaga babynya, ini berharga banget" Ucap Zula dan Heny gak bisa berkata lagi
" Selamat ya Dek, Akhirnya doa kalian dan penantian kalian di ijabah oleh Allah SWT" ucap Aliza ikut memeluk Heny
" Makasih mbak Dek, kalian yang selalu memberi semangat untuk Heny, makasih banyak suportnya, dan doanya" jawab Heny terus menangis di dalam pelukan mereka
El ikut terharu dan meneteskan air mata, melihat istrinya yang hampir putus asa, sekarang menangis bahagia, biasanya menangis penyesalan dan emosinya gak terkontrol saat belum hadir jabang bayi dalam rahimnya
Sekarang... Di pelukan kedua saudara iparnya dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, istrinya menangis haru karena bahagia
" Abang.... Selamat" Ucap Zula gantian memeluk El
" Mau jadi papah, jaga istrinya, di sayang jangan di tunggangi dulu, di perhatikan terus, sama seperti Abang merhatikan Ula saat hamil dulu" Ucap Zula pada El
Karena dulu saat Zula hamil sampai melahirkan, selain ada sosok Ryan, sosok El selalu ada untuk dia selalu di dekatnya dan sat set juga
Di saat yang mengharukan gini tiba tiba ponsel Aliza berdering tanda panggilan dari Al
" Umma.... Jangan lama lama" Ucap Al di seberang sana
" Anaknya rebutan ini" tambah Al sebelum Aliza menjawab
" Babah ke sini aja lah, ini ada hal indah dan kabar bahagia, ajak anak anak ke sini, es creamnya bungkus aja" jawab Aliza langsung memutuskan panggilannya
Zula masih memeluk El dan Heny melihatnya dengan senyuman
" Udah La, lihat kakakmu, cemberut nanti" ucap El dan Zula melepasnya dan tersenyum kikuk
" Khusus hari ini dan besok semua yang berobat di Rumah sakit, Free" Ucap El berucap karena saking bahagianya
" Kalau bilang sama gue percuma, gue bukan menager ataupun bagian keuangan, bilang lah sama bagian kasir apa manager rumah sakit itu" jawab Zula dan El mengangguk
Saking bahagianya dan mengucap rasa syukur El langsung berlari dan mau menyampaikan ke bagian kasir maupun petugas yang di bagian adminitrasi agar semua yang berobat di sana di gratisi
__ADS_1
Aliza sudah 8 tahun menikah dan sudah faham gimana kehidupan keluarga Zain kalau keluarkan uang untuk orang lain dan seperti ini mungkin lebih dari milyaran belum lagi yang oprasi dan di rawat, di rumah sakit yang sangat besar ini
Cuman bagi mereka gak ada yang rugi dalam bersodaqoh, dan semua justru akan bertambah berkali kali lipat
Tak lama Al dan Ryan datang dengan anak anaknya
" Masih makan es cream suruh pindah" ucap Zea saat sampai
" Eh... Eh... Salam dulu dong, jangan marah marah" tegur Aliza pada Zea
" Assalamualaikum..." Ucap Zea dan Aira
" Waalaikumsalam..." jawab semuanya yang ada di dalam
Bukan hanya Zea saja yang ngambek Aira juga ngabek apa lagi bentuk Es creamnya sudah gak sama di sana
" Gak mau bentuk ini... Udah ancur " kesal Aira saat melihat es creamnya
" Aira..." Panggil Zula dengan nada khusus
" Maaf Mamah, tapi Aira gak mau" jawab Aira pada Mamahnya
" Kalau gak mau biar mamah yang makan ya" jawab Ryan membujuk
" Kita beli lagi papah" Pinta Aira
" Iya sayang nanti beli lagi, tapi kita denger dulu dong kabar baiknya, ada apa ini tuh mami Heny sakit, Ula gak kasian, Ula gak boleh rewel dong" Bujuk Ryan lagi pada Aira
Mata Aira menoleh ke arah Heny yang berbaring di bangkarnya dengan tersenyum
Aira langsung berlari kecil dan mendekat pada Heny
" Mamah... Aira mau naik" Ucap Aira pengen naik ke bangkar Heny
Zula langsung mengangkat putri kecilnya itu
" Mami sakit ya, mami kenapa??" tanya Aira lembut karena setiap hari mereka memang bersama
" Mami mau punya adek lho" Ucap Zula pada Aira
" Yang bener??" ucap Ryan dan Al kompak saat mendengar hal itu
" Iya Bang, Ryan, Gue mau jadi bapak" ucap El yang dari belakang mereka
Al dan Ryan langsung menoleh kebelakang dan El saking bahagianya langsung memeluk mereka
" Horee........ mami sama papi mau punya dedek" Ucap Aira tepuk tangan sendiri
Semua terdiam dan fokus pada anak kecil yang ada di sebelah Heny itu
__ADS_1
" Aira udah mau punya Dedek?" tanya Heny lembut
" Gak apa apa kalau dari mami, tapi kalau dari mamah Aira GAK MAU" jawab Aira menekankan kata akhirnya