
Hari berganti hari...
Heny dan El kembali seperti pengantin baru, dan Heny mulai belajar menerima kenyataan dan pasrah kepada sang pencipta langin dan bumi se isinya
Dan hanya pasrah berusaha dan berdoa, tentang rezeki titipan Allah pada mereka
Hari ini adalah hari di mana jadwal oprasi Zula, ya Zula tidak bisa melahirkan dengan normal, Zula harus melahirkan lewat jalur SC
Karena banyak resiko dan kendala yang Zula alami apa bila melahirkan normal, jadi Zula di jadwalkan oprasinya
Kebetulan sang umi adalah specialis bedah, dan akan di tangani oleh Uminya sendiri dan abangnya serta kakak iparnya sendiri, dan di dampingi oleh dokter specialis kandungan dan anak tentunya
Kini Zula sudah siap siap mau ke rumah sakit, Keluarga Ryan juga sudah datang, dan sudah berkumpul untuk menyambut cucu pertama mereka
Sedari kemaren Ryan terus menguatkan Zula untuk tetap kuat bertahan
Tak lama Zain dan Jihan datang, sebelumnya Jihan dan El meminta Zula untuk puasa dulu dari rumah, karena jaraknya dekat biar sampai di rumah sakit langsung tindakan
" Sudah siap?" tanya El yang juga nyamperin ke sana
" Sakit gak nanti??" tanya Ryan dia yang malah ser seran
" Menurut Elo, kalau perut Elo di gores sakit gak? Di beleh lho" Ucap Al dan Ryan sudah menggidik ngeri
" Memang gak bisa normal ya Mi?" tanya Ryan pada Jihan
" Kata dokter kemaren gimana?? Tanya Jihan balik
" Kondisi air ketuban makin berkurang Mi, menipis" jawab Ryan apa adanya
" Itu lah, nanti kalau di paksakan lahir normal, kan harus melahirkan normal lama dan makin menipis Ryan" jawab Jihan menjelaskan
" Nanti kamu gak apa apa sayang?" tanya Ryan pada Zula
" Doakan istrinya yang terbaik ya" ucap Emak Ryan dan Ryan masih gak tega
" Temani saat di dalam" jawab Zula dan Ryan mengangguk dan mencium kening Zula
" Elo santai aja kali Ryan, gue sama Umi tiap hari nemuin orang oprasi, santai aja, " jawab El terlihat santai
" Tolong berikah yang terbaik ya Bang, Umi, kakak, " Ucap Ryan masih kasian pada Zula
" Elo itu bilang gitu sama gue, Zula itu adek gue, adeknya Heny dan anaknya Umi, gila lho kalau kami ngadi ngadi" bantah El dan Ryan hanya tersenyum
" Doa yang terbaik, veri semangat dan dampingi Zula ya, jangan pengecut seperti Abah" Ucap Zain menepuk pundak Ryan
__ADS_1
Kini mereka semua mulai berangkat ke rumah sakit, dan Ryan sama sekali gak nyetir dan di setirin Al
Ryan terus memeluk dan terus menggenggam tangan Zula, hingga mereka sampai di rumah sakit
Zula bersalaman ke pada semuanya sebelum masuk keruangan opserfasi
" Abah, doain Zula ya, Zula minta maaf kalau Zula ada salah sama Abah" Ucap Zula pada Zain .
" Iya sayang, semangat lancar dari awal sampai akhir" Jawab Zain memeluk Zula
Zula berpindah ke kedua mertuanya, Uminya yang menemani nanti aja sebelum melakukan tindakan
" Emak Abah, Zula minta maaf kalau Zula ada salah sama Emak sama Abah, doakan yang terbaik untuk Zula ya mak bah" Ucap Zula pada ibu mertua dan abah mertuanya
" Sayangnya Emak... Kuat, sayangnya emak, Hebat, ibuk yang hebat ibu yang berjuang untuk buah hatinya, semangat ya sayang , Zula putri Hebat, lancar awal sampai akhir" Ucap Emak Ryan sambil menitikkan air mata
Zula menangis dan di peluk Emak mertuanya, mereka cukup dekat saat belum menjadi istri Ryan juga sangat dekat
Sesudah meminta doa pada semuanya Zula di bawa ke tempat ibserfasi kesehatan dulu,
Sebenarnya sudah di cek dan normal semua cuman mau di suntik untuk memberi bius
Setelah itu Zula di temani Ryan masuk ke ruang obrasi, bersama dengan El, Jihan, Heny dan beberapa suster serta dokter specialis kandungan dan anak
Hari ini hari yang sangat bersejarah bagi Jihan, di masa pensiun dininya, dia kembali terjun ke lampangan demi buah hatinya
Ryan sudah menangis sejak Zula pamitan dan minta doa, kini dia terus menggenggam tangan Zula yang ada tepat di bawahnya
Sampai oprasi sudah berjalan dengan lancar hingga suara tangisan bayi terdengar begitu keras
" Baby Udah lahir sayang" Ucap Ryan dengan tangisnya yang semakin pecah
" Makasih sayang" jawab Ryan dan menyatukan hidung nereka juga tangis air mata haru keduanya
" Cucu Uti" Ucap Jihan menimang bayi yang pertama kali dia keluarkan dari rahim Putrinya
" Anak Mami" Ucap Heny mendekat pada bayi tersebut
Heny tak kuasa menahan air mata begitu juga dengan El yang pertama kali mengoles obat pada Zula rasanya udah merinding
Kini bayi Zula di dekatkan pada Zula dan Ryan
" Perempuan, cantik banget mirip Ayahnya" Ucap Jihan pada Zula dan Ryan
Mereka tidak mengetahui jenis kelaminnya sebelumnya, dan saat di USG selalu di tutupi jadi tidak kelihatan jenis kelaminnya
__ADS_1
Dan ini adalah kejutan bagi semuanya dengan lahirnya putri mungil Ryan dan Zula
" Putri Ibuk" ucap Zula sambil mengelus
" Putri ayah, masyaallah..." Ucap Ryan haru
Dan Ryan kembali berucap trimaksih pada Zula dan berkali kali menciumnya
Setelah selesai semuanya, Baby sudah di bersihkan, Dan Ryan langsung mengadazani baby mungil tersebut
Dan Zula masih di bersihkan dan di bereskan oleh Jihan dan El, serta Heny
Setelah selesai semuanya, Jihan langsung memeluk Ryan, entah rasa haru begitu kuat di saat anak perempuannya melahirkan, berbeda dengan rasa yang 2 kali Jihan alami pada Aliza
" Makasih Umi, telah melahirkan wanita terbaik dan hebat untuk Ryan dan baby Ryan" Ucap Ryan memeluk Jihan
" Jaga putri dan cucu Umi ya nak" jawab Jihan masih menangis
" Pasti Umi" jawabnya lagi
Semua keluarga sudah menunggu di ruangan Zula, karena keluar dari pintu yang berbeda, setelah oprasi
Tak lama Zula kini di pindah ke ruang perawatannya, dengan sosok baby mungil yang sudah ada di sana juga
El dan Heny serta Jihan juga sudah ganti baju dan ikut berkumpul di sana
Yang di sana juga sedang mengerumuni baby kecil di dalam boxnya
" Baby cantik" ucap Bibi melihat baby tersebut
Dan masih banyak ucapan serta celotehan pada semuanya, yang mengerumuni baby gilr tersebut
Tak lama Zula masuk di dorong oleh perawat dan bareng dengan Ryan, El, Jihan dan Heny
" Assalamualaikum..." Ucap mereka saat masuk
" Waalaikumsalam... " jawab yang di dalam sana
Dan Zain langsung menghanpiri bangkar Zula dan mengikuti sampai di mana tempatnya
" Putri Abah... Hebat, Selamat ya sayang ya" Ucap Zain mencium dan memeluk kepala Zula dengan tangisannya kembali
" Makasih Abah" Ucap Zula membalas pelukan Abahnya walau dengan tiduran
__ADS_1