Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Odong odong


__ADS_3

" Pak Ryan turunkan gak?" teriak Zula saat di dalam lift


Karena Ryan sendiri belum benurunkan Zula sama sekali


Ryan tidak menjawab dan justru menatap mata Zula agar terlihat salah tingkah, trik dari Ucup akan dia gunakan saat ini


Tatapan tajam Ryan pada mata Zula justru tidak membuat Zula salah tingkah, tapi malah membuat Zula sengaja menggodanya balik dan Ryan sendiri yang salah tingkah


Zula di lawan, ....


Pintu Lift terbuka, dan Ryan masih menggendong Zula hingga ke parkiran, Zula tidak seperti wanita umum yang justru malu, tapi dia justru melambaikan tangannya sambil berkata


" Siapa yang mau naik odong odong gratis" ucap Zula membuat Ryan menghentikan langkahnya dan menurunkan Zula


" Enak aja loe ya, loe samain gue sama odong odong" kesal Ryan pada Zula


" Emang kayak odong odong" jawab Zula myeleneh dan langsung kabur


" Makasih tumpangannya odong odong" jawab Zula sambil melambaikan tangannya dan berjalan keluar dari kantor tersebut


Zula kini sudah berada di mobil dan hendak ke rumah sakit untuk menjemput abangnya,


Sesampainya di rumah sakit El sama sekali gak ada menunggu di lobi seperti biasa, jadi Zula berjalan masuk menuju ruangannya El


Di Lorong rumah sakit, untuk ke ruangan El, Zula bertemu dengan Heny yang sedang berjalan ke lawan aeah dengannya


" Mbak Zula" panggil Heny yang melihat duluan


" Eh.. Kak Heny, apa kabar?" tanya Zula sambil salaman dan cipika cipiki


" Alhamdulillah sehat" jawab Heny sopan


Mereka sudah saling mengenal dan akrab, apa lagi Zula yang saat ini masih menjadi BA dari butik Zula, sering kali bertemu dan ngobrol, walau gak lama ngobrolnya, secara Zula adalah orang sibuk


" Alhamdulillah... Nampak Bang El?" tanya Zula lagi dan Zula sudah tidak lagi menyamar sebagai istrinya El, karena semuanya sudah terbongkar


" Di ruangannya paling mbak, soalnya dokter minta free dulu" jawab Heny yang sudah mengetahui hal itu


" Okey kalau gitu saya permisi ke sana dulu" pamit Zula dan di angguki oleh Heny


Heny melihat kepergian Zula, sosok wanita sempurna yang di kenalnya, wanita muda yang serba bisa seperti Uminya, yang hambel cantik cerdas dan menjadi motifator bagi dirinya

__ADS_1


Apa lagi kalau melihat ke akuran kerukunan dan kekompakan keluarga Zain dan Jihan , Heny peling seneng lihatnya, adem hawanya, apa lagi dirinya yang anak sebatang kara gak punya tunggal sama sekali


Tok tok tok....


" Assalamualaikum..." ucap Zula sambil mengetuk pintu


" Waalaikumsalam masuk" teriak El dari dalam


El duduk di kursi kekuasaannya, sambil menekan dan memijat mijat kepalanya yang di penuhi pikiran aneh aneh yang berhubungan dengan perasaannya


" Kenapa sih? Pusing?" tanya Zula mendekat pada El


" Gue gak tau, dengan perasaan gue yang tiba tiba gak enak banget seperti ini" jawab El yang langsung terus terang


" Kenapa bisa begitu, ada apa awalnya?" tanya Zula lagi


" Mertua gue telfon, tapi gak bilang apa apa sih, setelah itu entah perasaan gue jadi gak enak banget seperti ini" ucap El kembali mengatakan yang sebenarnya


Zula berfikir sejenak, dan terdiam sejenak, dia tau apa yang El rasakan, karena Zula tau gimana kepekaan El , paling peka banget tentang perasaan


Dan ini pasti ada hubungannya dengan hal yang gak beres, dengan persiapan pernikahan pikir Zula


Kini Zula membantu membereskan meja dan barang barang El, dan membantunya untuk di bawa turun ke mobilnya,


Dan Kini mereka sudah berada di dalam mobil dan lanjut ke perjalanan pulang menuju rumah mereka


45 menit, Zula mengendarai mobilnya dan sampai di pelataran Ndalem ponpes Al Musthofa


El segera turun tanpa menunggu Zula, Zula membawakan barang barang El tanpa protes,


Perasaan El yang makin menjadi membuat El terdiam dan terus berjalan menuju kamarnya


Zula mengikutinya sampai di kamar El dan menaruh barang barang El ke tempat kerja El


Sedangkan El sudah melepas bajunya dan menyisakan boxer pendeknya dan singletnya saja dan langsung membaringkan tubuhnya di kasurnya


Setelah Zula menaruh dan membereskan barang barang El, Zula menghampiri El


" Udah Lho, apaan sih, gitu aja di pikir, kan belum tau apa yang sebenarnya terjadi, " ucap Zula sambil duduk di tempat tidur El


" Loe tau insting gue gimana kan La, apa lagi nih lihat gue chat gue trlfon Ailza dari tadi gak ada jawaban, chat gue cuman di baca doang, apa gak makin aneh dan makin gak karuan perasaan gue" jawab El sambil memperlihatkan panggilannya dan chatnya ke Zula

__ADS_1


" Iya tau, tapi berfikir positif aja ya bang, Hem.. Mau gue ambilin makanan?" tanya Zula lagi nuntuk mengalihkan suasana


" Gue gak mood makan" jawab El sudah gak semangar sama sekali


" Okey lah, loe mandi dulu aja gih, ketemu beby Bibi pasti lebih sejuk, " ucap Zula yang berfikir sejak adanya baby Bibi semuanya menjadi obat bagi abang abangnya


" Jangan bilang sama Umi dulu, tau sendiri kan Umi baru habis lahiran, gue gak mau nanti Umi tau" ucap El lagi dan masih berfikir soalnya beberapa hari ini Umi Jihan sempat mengalami baby bluse


" Enggak.... Cepet mandi" ucap Zula dan dia juga keluar kamar dan masuk ke kamarnya sendiri


Zula juga menaruh semua barangnya di di meja kerjanya, dan beres beres bebersih kemudian sholat dan lanjut ke kamar malaikan kecilnya


Dan ternyata baby Bibi juga baru selesai mandi, dan sekarang sedang di gantiin baju sama Abah Zain


Zain memang benar benar menjadi abah yang tanggung jawab kali ini, dan menepati semua ucapannya


Sejak baby Bibi Umur seminggu atau setelah lepas tali pusarnya, Zain mulai belajar memandikan gantiin popok dan menemani tidur baby Bibi


" Assalamualaikum..." ucap Zula saat masuk


" Waalaikumsalam... Lho kakak Ula udah pulang, " ucap Zain menirukan suara baby


" Hallo baby,... iya udah pulang dari setengah jam yang lalu kakaknya" jawab Zula yang mendekat pada baby Bibi


" Kok tumben, kenapa?" tanya Zain lagi


" Abang yang ngajak, ya udah Zula pulang" jawab Zula sambil memegangi tangan Baby Bibi yang masih mungil


" Umi kemana Bah?" tanya Zula lagi dan Zain sudah selesai memakaikan baju baby Bibi


" Umi di bawah, hari ini kan selapanan Adek, sama 4 bulanan kak Aliza, jadi Umi sama kak Aliza mengarahkan di bawah sama mbak santri" jawab Zain apa adanya


Dan Cupp...


Kecupan lembut mendarat di pucuk kepala Zula dari Zain,


Zain gak pernah luput saat bertemu dengan Zula selalu memberi kecupan untuk Zula, putri satu satunya yang sampai saat ini dia masih sangat merasa bersalah


" Mau gendong baby?" tanya Zain dan Zula mengangguk


" Besok kalau baby udah Umur 2 bulan, Abang El udah selesai menikah, kita liburan sama sama ke Bali," ucap Zain yang pengen jalan bareng dengan anak anaknya dan menantunya

__ADS_1


__ADS_2