Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Gibahin Neng


__ADS_3

Kini Zula sedang berada di kamar baby Bibi, setelah tadi memberikan piring kotornya pada mbak santri


" Dia sebenarnya siapa sih? Sok sokan aja, gak pulang pulang lagi" nyinyir salah satu Santri yang kesal sama dia


" Loe gak tau dia siapa?" tanya teman lainnya


" Siapq emangnya?" tanya balik santri tersebut


" Dia tuh anak BNT yang dulu di perhatikan sama Gus Al, dan Gus El, mungkin karena mereka kasian sama Tuh anak, di angkat paling" jawab Salah sayu santri yang termasuk kakak kelas Zula dulu


" Terus si Nada menghilang kan karena dia juga, entah apa yang terjadi, buktinya kemaren pas Gus Al nikah, bapaknya Nada juatru bawa perempuan lain, bukan Ibunya nada lagi" saut lainya yang mereka sedang ngerumpi di dapur Ndalem


" Ada apa sih? Pada Ghibah apa?" tanya salah satu santri yang sekarang sudah kuliah di kampus Al


" Tuh Si Zula, enak aja nyuruh nyuruh kami nitip bawa piring kotor turun, emang dia siapa di sini? Keluarga aja enggak" saut lainnya yang memang tidak tau, dan kabar tersebut belum beredar di pondok


" Eh... Kalian belum tau?" tanya balik santri yang baru datang tadi


" Tau apanya?" tanya mereka kompak


" Menurut pangakuannya di Kampus kemaren dia tuh putrinya Abah Zain, dan Umi Jihan, tapi kalian kan tau sendiri gimana beritanya dulu di BNT" Jawab santri lagi


" Apa?" kaget semua yang ada di sini


" Tapi entah benar apa sandiwara gue gak tau, apa di angkat sama keluarga sini, dan jadi anak angkat atau adek angkat Gus Al dan Gus El, gue juga gak faham, tapi kalau di perhatikan memang ada mirip miripnya sih mereka, " jawab santri yang mengetahui


" Tapi kalau di tamatkan memang ada mirip miripnya sih, tapi masak iya itu putri Abah Zain dan Umi Jihan, sikapnya aja jutek buanget, Umi abah lho ramah" jawab Yang masih kesal sama Zula


" Iya, pas labrak president kampus aja sangar, gebrak meja ke ruangan sekertariat" jawab santri yang tau tadi


" Masak Neng kayak gitu" ucap salah tau mereka


" Eh... Jangan kenceng kenceng, gitu aja loe juga kalau setor sama dia" jawab teman lainnya


" Mana, gue gak pernah ya setor sama dia, gue aja selalu menghindar kalau dia yang nyetorin" jawab Salah satunya yang masih pesimis sama Zula


" Jangan gitu dia gitu gitu ahlul Qur'an Lho, kalau bener dia putrinya Abah Zain dan umi Jihan kalian semua kualat lho" jawab salah satu mereka cukup menakutan dan menggidik ngeri semuanya

__ADS_1


Di kamar baby Bibi Zula masih duduk di sebelah baby Bibi yang sudah terbangun kembali,


" Baby..... Kok kamu lahirnya cowok sih, kan nanti kakak gak ada kawannya untuk foto brg dandan cantik, " ucap Zula seolah bercerita


" Umi tuh denger itu udah ke sekian kalinya lho La, ya udah apa adanya aja baby nya, itu tandanya kamu suruh jadi ratu satu satunya, paling cantik ke sayangan Abah" ucap Jihan mengingatkan


" Gek kesayangan Umi?" jawab Zula tanya balik


" Kesayangan donk.... " jawab Jihan sebelum Zula ngambek


Zula sedari tadi belum bisa yang namanya gendong adeknya, masih takut karena sedari kecil dia yang tidak punya saudara membuatnya tidak kenal anak kecil , apa lagi sampai mengendongnya


Dan bahkan mau gendong aja masih takut, takut sempal kepala adeknya, rapi mau mencoba


Zula menarik mencoba memasukkan tangannya ke bawah leher adeknya, tapi kembali di cabut lagi


Mencoba mengangkat kakinya dulu, dan di tarik kembali, memiringkan juga di tarik kembali


" Kenapa sih? Mau gendong?" tanya Jihan yang melihat tingkah Aneh Zula


" Iya tapi gimana Mi? Hehe" jawab Zula cengengesan


" Lihat Umi" ucap Jihan lagi


Jihan menyampingkan Baby Bibi , secara perlahan kemudian mamsukkan tangannya di bawah kepala dan leher Bibi, dan mengangkat bokong dan punggung baby Bibi


" Gitu aja Mi?" tanya Zula terlihat gampang


" Sini Ula pangku aja, takut kalau harus gendong" jawab Zula masih nyengir


" Katanya gitu aja" jawab Jihan makin nyengir


Di kamar Al dan Aliza , Aliza masih ngerengek dan mohon pada Al tentang sambal petai jengkol tersebut


" Jauh sayang.... Tahan ya, nanti kalau Abang libur, dan kandungan adek udah masuk simetri ke 2, kita sama sama kesana untuk makan sambal sepuasnya" ucap Al meredam kepinginan Aliza


" Bang.. Kali ini aja ya Bang, plis, Adek kan belum pernah ngidam bang" mohon Aliza masih ada rasa segan dan takut

__ADS_1


" Iya sayang.. Pasti Abang ajak kesana, tapi jangan sekarang" jawab Al dan Aliza cukup kecewa tapi gak berani mengungkapkan


Bahkan rasanya sudah gak bisa di tahan lagi, dan ingin nangis kalau gak keturutan


Tapi Al begitu santai menanggapinya, Aliza yang merasa dia istri yang gak bisa bantah apa lagi protes suami memilih diam, dan menahan untuk kali ini


Aliza terdiam, tapi karena kepekaan Al yang kurang membuat Al tidak menyadari akan rasa kecewanya Aliza


Aliza membalikkan badannya dan seolah sangat nagntuk, kemudian memejamkan matanya dan tak terasa air matanya menetes karena sangat pengen sambal tersebut sekarang


Ya cukup lebay tapi namanya pengen gak bisa ditahan lagi, sehingga merasa tidak di perhatikan dan menangis


Lama Aliza terdiam dan memejamkan mata sambil menangis, dan Al ikut tidur dan gak tau kalau istrinya menangis sehingga suara isakan mengganggu tidurnya dan bangun


Al langsung bangkit dan menoleh pada Aliza yang masih miring


" Sayang.... Kenapa?" tanya Al baru sadar


" Enggak gak apa apa Mas, " jawab Aliza mengusap air matanya


" Kok nangis" jawab Al masih belum peka dan Aliza makin jadi tangisannya


" huuaaa... Hiks hiks.... Huuu Huuu" tangisan Aliza makin menjadi


" Eh kenapa? Ada yang sakit? Sayang?" panik Al saat melihat istrinya manengis kencang


" Liza cuman pengen Sambal itu lho Mas, Mas gak peka banget sih" ucap Aliza kembali menangis


" Masyaallah... Gak bisa di tahan sayang sampe nangis gitu, cuman sambal lho" jawab Al malah meremehkan


" Mas bisa bilang cuman sambal doang, tapi gak mikir gimana anak dan istrinya pengen banget sambal itu, coba Abang di posisi kami, yang nahan, pengan nangis Liza Bang" jawab Aliza kembali menangis makin keras


" Masyaallah..... Maaf maaf, " jawab Al lagi dan memeluk Aliza


" Biar ngences nanti anaknya, turut turut jalan, biar encenya bisa buat wudhu orang se kampus" jawab Aliza mengancam


" Eh... Jangan dong, nanti uang Abahnya utuh gegara udah di buatkan sumber mata air dari ences anaknya" jawab Al malah makin nyeleneh tanpa takut

__ADS_1


" Maassss" kesal Aliza tambah nangis sejadi jadinya dan Al justru tertawa


" Ini gara gara Zula ini, huh" kesal Al di tengah tawanya memeluk Aliza


__ADS_2