Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Drama pagi


__ADS_3

Pagi harinya El yang libur kerja masih tertidur sehabis jamaah subuh tadi, karena setoran subuh anak anak Zain dan Jihan memang tidak di kasih jadwal, kecuali Al, karena tempat kerjanya yang dekat dan gak ada yang menuntut juga


Zula yang biasanya di hari minggu selalu bangkong seperti El, tapi tidak kali ini,


Awalnya sehabis sholat subuh dia juga ikut tidur kembali, tapi kali ini setelah Al selesai menyimak santri, Al langsung datang ke kamar Zula yang gak pernah di kunci kalau pagi, berbeda saat malam hari dia selalu berpakaian minim saat tidur, kalau pagi jangankan pakaian minim dia tidur aja masih pake mukena


" La... Kok tidur sih, Zula.." ucap Al membangunkan Zula yang tidak ada gerakan sama sekali


" Zula adekqu sayang, ayo bangun katanya mau bantuin abang" ucap Al sambil menggoyang goyakan tubuh Zula


" Hem.... Iya bentar bang, 5 menit aja" ucap Zula menegosiasi untuk bangun


" Ayo lah La, udah setengah 7 nih, loe belum mandi dan dandan cantik lho, jadi nyonya Al kan harus cantik" ucap Al kembali dan Zula tidak nyaut sama sekali


" Ck.. Bocah bocah" ucap Al capek sendiri bangunin adeknya


" Sayang.... Istri abang sayang, bangun yuk..." ucap Al dengan nada lebay


" Baby Zula, bangun sayang" tambahnya membuat Zula menahan tawa dan merasa lebay serta risih dengan ucapan Al dan gaya ngebangunin Al saat ini,


" Iiiiyyyuuuuuh... Lebay deh," Ucap Zula sambil duduk


Al justru tertawa ngakak saat melihat Zula bangun dengan gaya risihnya


" Simulasi bangunin Helend " ucap Al setelah tertawa


" Okey jadi Ula jadi kak Helend ya" jawab Zula akan menirukan Helend


" Iya Abang, dedek udah bangun, makasih abang muuuaacchhh..." ucap Zula sambil memberi morning kiss pada Al


Romantis memang, keduanya, bukan cuman mereka beedua tapi bertiga, dengan El pun Zula sering kali romantis, dan menurutnya sah sah aja, itu abangnya, sebelum abangnya punya istri dan dia tidak bisa seperti itu lagi


Ya bisa aja, cuman jaga perasaan kakak iparnya tentu jadi prioritas utama


" Gue ada ide, bentar" ucap Zula bangun cepat dan keluar dari kamarnya


" Mau kemana?" heran Al dan mengikuti Zula yang ternyata pindah ke kamar El


Di sana El juga masih tertidur pulas dengan menggunakan celana kolor pendek dan juga singlet saja


Zula berjalan pelan menghanpiri El yang memeluk gulingnya , dengan selimut terbuka tanpa peduli dinginnya AC kamarnya


" Sayang, bangun yuk, udah pagi mandi sarapan, nanti berangkat sekolah" ucap Zula membangunkan El sambil mengelus kepalanya


" Itu mah bangunin anak sekolah La" ucap Al mengingatkan karena El masih aja tertidur

__ADS_1


" Oh iya ya, okey okey ralat" ucap Zula lagi


" Sayang.... Abang sayang" ucap Zula lembut sambil memainkan brewok El yang sekarang memang berbrewok seperti abah Zain


" Bangun sayang yuk, udah siang" ucap Zula lagi


" Hem... Bentar sayang" jawab El malah merubah posisinya memeluk Zula


Karena kebetulan El juga sedang mimpi di bangunkan oleh Ailza


Mata Zula langsung membelalak menatap Al yang sudah menahan tawa mendengar jawaban El


" Hem..." dehem Zula menetralkan suasana


" Sayang.... Ayo dong, udah siang lho, waktunya ke rumah sakit" ucap Zula lagi


" Sayang dulu nanti Abang baru mau bangun" jawab El mengigo


Al sudah gak tahan mendengar ucapan El yang pas dengan ucapan Zula


" Suut.... Jangan keras keras bang" ucap Zula sambil memberi isyarat


" Muuuachh.. Udah ayo bangun" ucap Zula lagi dan El bukannua bangun malah menggeliat


" Lagi" ucap El dan Zula kembali membelalakkan matanya


" Emuuuaaach.... muach muach" ucap Al sambil berkali kali mencium El


" Kok kasar sayang, kamu kayak kumisan ya" ucap El langsung Zula dan Al tertawa ngakak


" Wkwkwkwkwkwkwk ...." tawa mereka meledak membuat Zain dan Jihan yang ada di bawah pun kedengeran


Sontak El terbangun mendengar tawa mereka


" Kalian apaan sih?" kesal El terduduk


" Sayang kamu brengosen ya" ucap Zula membuat Al kembali tertawa


" Sialan..." umpat El langsung kesal karena mimpi indahnya di ganggu oleh kedua saudaranya


Jihan dan Zain keburu naik ke lantai tiga untuk memastikan ketiga anaknya yang pagi pagi sudah tertawa ngakak


" Ada apa pagi pagi udah ngakak tuh?" tanya Jihan saat mendapati semua pintu kamar mereka terbuka, dan Kamar El yang paling rame


" Iya ada apa sih nak?" tanya Zain yang sempet khawatir

__ADS_1


" Emang kedengeran?" tanya Al lagi


" Kedengeran dong, ada apa sih?" tanya Jihan duduk di sebelah El yang baru bangun


Zula masih di posisi yang sama di sebelah El juga, dan El di apit oleh kedua wanita kesayangannya


" Abang ngigo, Zula di kira kak Ailza mungkin" jawab Zula jujur


Zain dan Jihan langsung menatap El yang kelihatan masih kesal


" Pasti kalian kerjain kan?" tanya Jihan udah faham


" Lho harus dong" jawab Zula santai


" Harus Harus" ucap El langsung membawa Zula ke dekapannya


" Ya udah ayo turun sarapan, " ucap Umi Jihan pada anak anaknya


" El masih mau tidur" ucap EL enggan turun


" Kamu juga Il?" tanya Jihan pada Zula


" Enggak lah, Ula mau ikut abang ke BNT" Jawab Zula apa adanya


" Tumben " ucap Jihan karen Zula paling anti kalau main ke BNT, Apa lagi mengingat banyak musuh di sana


" Ula udah Insaf mi, gak mau dendam lagi, walau bagai manapun BNT Tempat Zula menimba Ilmu dari bocil sampai SMA" jawab Zula sok Yes


" Dan lebih pentingnya, bisa lulusin Zula hanya dalam waktu setahun saja" imbuhnya membuat Al dan El kompak menonyor Zula


" Eh... Jangan dong, anak kesayangan Abah di tonyor" kesal Zain justru menonyor Al dan El dengan kedua tangannya


" Abah..." bela Jihan pada anak cowoknya


" Hayo Al yakin Umi yang menang" Heboh Al sendiri


" Siapa yang mau tarung, iya kan Mi" ucap Zain sambil mendekap Jihan membuat Zula dan El tertawa


Kini Zula sudah siap dengan pakaian simpel yang sudah di kenakan, dan terlihat cocok menjadi istri dari Muhammad Haidar Al Musthofa


Zula turun ke lantai dasar untuk sarapan dengan kelurganya


Bukan semuanya, paling di sana cuman ada El saja, karena Umi Jihan masih membantu kang santri merawat Abah untuk berjemur di pagi hari


" Sudah cantik gak Zula bang?" tanya Zula sambil berputar di hadapan kedua abangnya

__ADS_1


" Cocok..... Nyonya Al" jawab El memuji Zula


" Ada Honornya lho ya, masak iya, gue jadi bahan kalian aja, kali kali gaji kek bonus, drama kan capek" ucap Zula nyeleneh pada kedua abangnya


__ADS_2