
El tersenyum dan geleng geleng kepala melihat Heny yang gelagapan
" Hadeh .... Kenapa? Udah melamunnya?" tanya El lagi
" Siapa yang melamun?" elak Heny malu
" Gaya siapa yang melamun, di tanya aja gak jawab jawab" jawab El lagi dan Heny nyengir
" Hehehe Sorry, tadi loe ngomong apa?" tanya Heny lagi
" maksud gue tanya apa" tambahnya kembali salah tingkah
El hanya tersenyum dan mulai peka terhadap Heny yang salah tingkah padanya
" Gue geser deh, Elo kayaknya salah tingkah gue di depan elo pas" jawab El langsung pindah
Pasalnya meja mereka cukup sempit dan kalau El menaruh tangannya di meja, dan Heny juga kan tinggal sejengkal jarak mereka jadinya Hany makin dag dig dug dueeer
El bangkit dari duduknya dan menggeser kursinya
" Salah tingkah ya buk" Goda El dan Heny langsung memerah pipinya
" Haduh gak kuat gue lihat mantan makin cantik dan manis gitu" Batin El kesemsem juga
" Ehem...." Dehem El untuk menetralkan perasaannya
Dia ragu banget sangat ragu dan sangat merasa bersalah, pada Heny, takut Heny kembali menolaknya dan takut Juga kalau dia belum bisa move on dari Ailza dan akan melukai Heny lagi
" Gimana?" tanya Heny memberanikan diri
" Kenapa gak ambil paket sekalian, kalau pake Koas gini kan makin lama," tanya El lembut
" Yah Elo, kan Elo tau sendiri gimana kemampuan otak gue, pas pasan ini, bukan putri Umi Jihan apa Abah Zain, jadi pas pasan, " ucap Heny mengakui kalau dirinya tak secerdas putra putri Umi Jihan dan Abah Zain
__ADS_1
" Gak gitu juga kali, kami juga sama sama belajar Hen... Gak langsung instan juga" jawab El santai dan Heny mulai netral perasaan gugupnya
" Iya tap kampuannya lan beda El, secara ya Elo 4,5 tahun udah lulus S2, lha gue, S1 aja belum ke kejar udah 4.5 tahun juga, masih koas, besok lanjut lagi, entah kapan wisudanya" jawab Heny seolah mengeluh
" Ya gak apa apa semua butuh proses, Habis wisuda mau kerja apa nikah, apa lanjut S2?" tanya El lagi makin santai
" Ya nikah ya kerja dong, kalau lanjut kayaknya enggak deh... Pusing gue kalau masalah belajar" jawab Zula makin nyaman ngobrolnya
" Kerja sini aja lagi, terbuka untukmu lowongannya" jawab El lagi dan sedikit kecewa sih denger Heny yang mau nikah
" Wah siap.... Terimakasih.." jawab Heny seneng karena udah di kasih katu VIP untuk kembali bekerja di rumah sakit miliknya
" Kalau mau di dekat rumah juga ada, saat ini masih penelitian dan persiapan pembukaan, cuman udah banyak yang daftar" jawab El bercerita
" Di mana? KDS?" Tanya Heny dan El mengangguk
" buka cabang berarti?" tanya Heny lagi dan El kembali mengangguk
" Insyaallah...." jawab Heny dan El tersenyum
" Gak tau.. Ya pokoknya habis Wisuda lah, kan habis wisuda waktunya masih lama, masih panjang, dan gak tau kapan nikahnya, calon aja belum punya" jawab Heny sambil terkikik geli
" Maksudnya? Tapi bukannya waktu itu udah?" tanya El yang teringat Heny bawa calon dan di kenalkan padanya saat jumpa di Kampus
" Oh... Dulu pas jumpa di kampus? Itu cuman untuk manasin Elo aja, habisnya Elo bikin gue kecewa El, balik lah, kesel gue" jawab Heny santai dan El tertawa terpaksa,
Tapi dalam hati El cukup sakit dan merasa bersalah juga mendengar pengakuan Heny yang sakit hati karena di putusin olehnya
Begitu juga dengan Heny, berusaha asal nyeplos seperti Zula kalau sedang ngomong, biar gak kaku dan gak gugup apa lagi sama mantan yang di anggap sebagai teman,
Walaupun masih ada perasaan tapi terlihatlah seperti sudah move on biar terlihat tidak canggung, kalau canggung hawanya gak nyaman banget kalau ngobrol, apa lagi cuman berdua seperti ini
" Sorry..... Gue waktu itu juga kecewa kali Hen, lihat Elo udah punya tunangan, sempet gue minta pindah ke Luar Negri karena itu, " jawab El lagi mengungkapkan perasaannya juga
__ADS_1
" Terus pindah? Dapat bule?" tanya Heny santai dan El tersenyum
" Terus gimana sekarang udah ada calonnya?" tany El lagi seolah mancing
Kalau ada peluang kan lumayan masuk lagi, kalau tidak ya gimana ya, harus kembali menelan kekecewaan
" Kenapa? Elo mau jadikan gue yang ke dua?" tanya Heny bercanda dan El malah tertawa ngakak
" Serius ini Hen, udah ada calon? Bunda sama Ayah pasti kan pengen dan punya mantu, punya cucu" jawab El lagi
" Iya.... Sudah ngebet juga suruh gue cepet nikah, lha calonnya gak ada mau nikah sama siapa?" jawab Heny seolah sudah tidak ada perasaan sama sekali
" Ya cari lah" jawab El justru makin gugup karena ternyata Heny belum punya tunangan dan dia ada kesempatan
" Ampun deh El, cari di mana? Di Mini market emang ada? Apa kasirnya aja ajak pulang untuk jadiin suami, ?" jawab Heny mengelak balik
" Gue juga maunya ada yang datang nembak kali El, punya harga diri yang gak perlu repot repot myari, tapi gak ada yang mau" jawab Heny lagi terkikik
" Masak?" tanya El sudah susah berkata kata lagi
" Iya lah, dulu yang mau cuman Elo, eh.. Elonya juga ternyata gak mau juga sama gue, ya masih sendiri sampai saat ini, apa boleh buat, nasib dan jalan hidup gue kali ya " jawab Heny blak blakan
Sebenarnya bukan begitu juga sih, cuman sengaja Heny berucap seperti itu, mau tau reaksi El gimana?
Lagian udah malam banget untuk penghilang kantuk yang sebelumnya sudah menghampiri mata indahnya
Makanya ogah kalau jaim jaiman sama El toh dia sendiri yang bertanya, jawabnya apa adanya biar dia tau gimana reaksinya
Dan Heny juga bukan gak laku apa gimana, banyak cowok tenan sekampunya yang deketin dia, yang nembak dia, cuman Heny masih belum move on sama El jadinya belum buka hati untuk siapapun
Bahkan berkali kali ayahnya menjodohkannya, banyak bujangan bujangan tampan yang datang kerumahnya untuk melamarnya, langsung pada orang tuanya, tapi apa boleh buat,
Heny juga menjawab dengan apa adanya, kalau di terima takut membuat yang melamar kecewa, karena dia sendiri masih belum bisa melupakan rasa nyaman yang El berikan
__ADS_1
" Ya Udah yuk balikan Yuk.." ajak El ngasal ucap karena dia sangat gugup banget,
Heny cukup kaget dan mengerutkan keningnya, tapi dia tau siapa El, yang suka gombal dan bercanda, dia sadar hal ini gak perlu di buat baper takutnya malah dia kembali kecewa lagi