
Kini Zula sudah di dalam ruangan Ryan, mau gak mau dia ikut lembur dengan kostum yang menurutnya gak banget itu
Tentunya dengan wajah yang sudah sama sekali gak sedap di pandang dan hanya Ryan saja yang mau mandang, dan bahkan cengengesan , karena akhirnya orang yang di nanti dari kemaren kembali ke kantor
" Senyam senyum sendiri lama lama loe setres " ucap Zula sambil mengerjakan kerjaannya yang sangat menumpuk
Ryan tidak menjawab dan masih sibuk dengan laptopnya dan berkas berkas yang ada di hadapannya
" Orang gak jelas, bilang aja kalau loe kangen sama gue" ucap Zula lagi dan Ryan sama sekali tidak menjawab dan masih sibuk dengan berkas berkasnya
Zula lama lama kesal dan merogoh ponselnya lalu menghubungi Abahnya yang saat ini masih di rumah sakit, cuman mau bilang dengan Zain kalau dia mau gak mau harus kerja di malam minggu
" Assalamualaiakum bah" ucap Zula sambil menerapkan ponselnya di selipkan di hijabnya
"Waalaikumsalam... Iya sayang... Kok gak pulang pulang, tadi katanya cuman mau ambil mobil?" tanya Zain yang ada di seberang sana
" Iya ada orang setres di kantor" jawab Zula sambil terus mengetik di kayboard laptop
" Maksudnya,?" tanya Zain lagi
" Tadi Ula mau ambil mobil, baru mau di bukak di tarik sama tuh setan gendeng," Jawab Zula langsung membuat Ryan menoleh padanya dengan panggilannya yang asal nyeplos
" Siapa? jadi kamu sekarang lembur di kantor?" tanya Zain panik dari seberang sana
" Abah jemput sekarang" tambah Zain lagi
Zain sendiri gak tega lihat anaknya tiap hari kerja, ini malah malam minggu waktunya istirahat healing malah di minta lembur mau cari gara gara aja tuh orang
" No.... Gak usah ya Bah, udah nanti Ula pulang " jawab Zula cepet karena belum mau ketahuan
" Enggak sayang, ini bukan jam kerja" ucap Zain lagi dan hendak pergi menjemput Zula
" Abah ke Kantor sekarang, mau cari gara gara tuh orang" ucap Zain kekeh
" Abah Abah No..." ucap Zula membuat Ryan langsung menoleh padanya
__ADS_1
" Abah ke sini Ula marah dan gak mau pulang ke rumah" ucap Zula sudah makin panik karena takut ketahuan penyamarannya
Ryan makin mengerutkan keningnya, sampe segitunya Zula berbicara dengan orang tuanya, tapi di situ Ryan jadi berfikir apa orang tua Zula gak rela anaknya kerja di hari libur
" Sayang... Abah akan marah lagi sama tuh orang yang nyuruh kamu lembur, semua karyawan pasti udah pulang, lha ini kamu malah suruh kerja" jawab Zain masih tidak terima
" Udah gak apa apa, nanti kalau Ula udah bosen Ula pulang, ini urusan Ula" jawab Zula di tengah kepanikan Abahnya
" Bilang siapa dia? Biar abah tegur" ucap Zain lagi
" Kok enak aja dia nyuruh nyuruh anak Abah, mau cari masalah" ucap Zain masih Emosi
" Apaan sih Bah" ucap Jihan penasaran dengan suaminya yang emosi menjelang magrib
Kemudian Zain cerita seperti apa yang Zula ucapkan tadi, Zula sendiri tidak menanggapi dengan penuh emosi seperti abahnya, karena pikirannya di bagi menjadi dua dengan bagian laptop di hadapannya
" Itu mah kerjaan Ryan paling, merek kan musih bebuyutan" jawab Al yang langsung Faham
" Coba Abah Cek aja di CCTV, Enggak enggak kalau putri kesayangan dj apa apakan sama Ryan, kalau di apakan nanti depak Ryan" jawab El yang kenal dekat juga dengan Ryan
" Namanya juga belum tau, mau cari gara gara sama Abah gimana? yang ada kalau Abah ke sana, abah cari gara gara sama abak gadisnya, udah tau masih nyamar mau di gagalkan, gak di sapa mau?" jawab Jihan yang faham kalau Ryan belum tau siapa Zula, kalau pun tau pasti Ryan gak akan seperti itu
Zula mendengar semua percakapan abang dan yang lainnya karena sambungan telfonnya masih terhubung
" Udah lah, abah lihat aja seperti apa yang abang bilang, tenang aja nanti Ula siap depak kalau aneh aneh" ucap zula lagi dan akhirnya Zain luluh dan akan mengintai Zula dan Ryan dari balik CCTV yang terhubung di ponselnya
" Okey okey Abah Lihat dari CCTV ya, kamu hati hati, nanti kalau gak berani pulang telfon abah aja, " ucap Zain sebelum mengakhiri panggilannya
Setelah panggilan berakhir dengan salam, Zula kembali kerja lagi dengan serius biar cepet selesai, dari pada akhirnya nginep dan malam mingguan di kantor
" Ngomong sama orang tua kok gak pake adab" ucap Ryan tiba tiba dan Zula mendengar kalau dia sedang di sindir
" Bukan urusan loe" jawab Zula sinis
" Loe tuh, emang mau kasih bonus apa sih, nyiksa orang sampe segitunya, loe punya kalender gak? kalau besok tuh weekand, tanggal merah, apa tanggalan loe hitam semua?" ucap Zula sambil terus mengerjakan tugasnya tanpa menghentikan aktifitasnya
__ADS_1
" Gue tuh baik hati tau gak, gue tau loe lagi kesepian, namanya lagi LDR kan, makanya gue temeni disini malam mingguannya untuk kerja" jawab Ryan santai karena dia sudah merasa berhasil untuk ngejain Zula yang membuatnya darah tinggi sedari kemaren
" Gue gak butih kebaikan hati loe tau gak? Ini bukan namanya baik hati, tapi nyiksa hati, " jawab Zula makin sinis
" Loe kalau jomblo jomblo aja, jangan di lampiaskan sama gue, kehidupan loe yang sepi gelap gulita tuh di di terangi, jangan ngajak ngajak orang lain" jawab Zula yang terus ngomel dan ngebantah jawaban santai Ryan yang sok Yes
Di rumah sakit Zain terus pantengin Zula, dan mendengarkan obrolan Zula dengam Ryan yang sama sekali gak ada akur akurnya,
Rasanya pengen tertawa sendiri mendengar ejekan dari Zula ke Ryan yang kadang tersulut emosi juga dari Zula
" Lucu ya mereka" Ucap Zain sambil senyam senyum
" Anakmu nih Mi, kayak Uminya kalau lagi ngambek sama Abah, jawabannya sadis ketus sinis" ucap Zain lagi masih asyik mendengar obrolan Ryan sama Zula
" Mana sih?" kepo Jihan dan Zain mendekatkan ponselnya pada Jihan
" Masyaallah... Anak wedokmu bah, begitu di satukan jadi apa perusahaan?" ucap Jihan yang baru tau percekcokan Zula dan Ryan
" Kata Irfan rame, jadi musik di lantai paling atas katanya, kalau salah satu gak ada sepi" jawab Zain yang sempet di ceritakan sama Irfan
" Rame lah, cekcok setiap hari, terus kinerjanya gimana?" tanya Jihan lagi, karena Jihan paling sebel kalau ada percekcokan di perusahaan
" Aman sih, kalau Abah cek laporannya aman, karena mau gak mau Si Ryan sering kali ngalah sama Zula" jawab Zain menjelaskan
" Lama lama darah tinggi mereka berdua" jawab Jihan menggelengkan kepala dan lanjut mendengarkan obrolan konyol Zula dan Ryan
Tak terasa adzan magrib berkumandang, dan Ryan bangkit dari duduknya untuk mengambil Wudhu dan sholat magrib
" Udah magrib sholat sholat" ucap Ryan sambil berjalan menuju kamar mandi
" Loe gak sholat?" ucap Ryan pada Zula
" Gak, gue tiba tiba M saat lihat muka loe" jawab Zula ngasal
" Oh lagi M, pantesan aja banyak setannya, ngomel dan marah mulu" ucap Ryan sambil lanjut berjalan
__ADS_1
" Lagian kalau gak M kenapa? mau aja gue jamaah,?" tanya Zula lagi
" Ogah Gue jadi makmum dan di Imami orang kayak loe" tambah Zula makin kesal apa lagi tadi di sebut temannya setan