Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Fans Berat


__ADS_3

Jihan menoleh ke arah pintu dan ternyata Heny dan perawat yang masuk, ke ruangannya


" Silahkan masuk dokter, suster" ucap Jihan ramah


Walau dia sebagai seorang pemilik rumah sakit, Jihan selalu menanggil semua karyawan sesuai bidangnya, baik dia dokter maupun suster


" Dokter apa kabar? gimana sudah enakan?" tanya suster tersebut melihat kondisi Jihan yang masih di pasang infus


Jihan tersenyum dan mengangguk, kemudian membenahkan tidur Zula yang masih memeluknya


" Maaf suster, saya sambil tiduran gak apa apa ya, gak enak bangunin anak wedok" ucap Jihan sembari mengelus kepala Zula


Heny yang melihat sebenarnya cukup kaget, segitu dekatnya Zula dengan Ibu mertuanya, bahkan sampe tidur dengan memeluk Jihan segala, apa lagi ini bukan di rumah tapi di rumah sakit yang pastinya bukan tempat pribadi walaupun ini rumah sakit milik pribadi


" Iya gak apa apa dokter, dokter istirahat dulu ya, ini untuk makan siangnya," ucap Suster tersebut dan Heny hanya bisa ikut tersenyum saja


Iri? jelas ada sikap iri dari Heny pada Zula, sudah mendapat suami kaya mapan tampan, dengan mertua yang baik hati ramaha penyayang, dan cita citanya yang hangus di temu oleh Zula


Di tambah paket kompit Zula yang cantik pinter berpendidikan, seleb lagi membuat dirinya makin iri pada Zula


Ceklek... Pintu terbuka giliran El yang masuk


" Assalamualaikum..." ucap El saat masuk ke ruangan Uminya dan melihat Heny juga


" Waalaikumsalam..." jawab Semua yang ada di sana


" El tolong nak, ini Zula pindah aja, kasian kalau sama Umi sempit gini gak nyenyak dia tidurnya" ucap Jihan pada El untuk memindahkan Zula


El seketika menoleh pada Heny yang juga sedang menatapnya, dan El tau arti dari tatapan tersebut


" Pindah kemana? Ada Bang Al di sana, " jawab El sambil menoleh pada Al yang tertidur di sofa


" Itu, abangmu kan di sofa, Zula pindah ke sana dulu, tempat tidur situ dulu" ucap Jihan sambil nunjuk ke salah satu tempat tidur yang biasa di sediakan untuk penjaga pasien


" Okey... " jawab El dan mendekat pada Zula


" Bismillah.... Katanya mau jagain kok ikut tidur" kedumel El sambil menggendong Zula


Heny melihat jelas semua itu, dan tentu ada desirah panas di hatinya, karena sifat romantis El pada Zula

__ADS_1


" Namanya ngantuk El, udah gak usah di bangunin biar tidur aja" ucap Jihan dan kini terduduk sambil menghadap pada Heny dan suster lainnya


" Maaf dokter, saya cek dulu ya kondisi dokter" ucap Heny pada Jihan


" Baik silahkan" jawab Jihan dan Heny tersenyum


Jihan profesional di sana, gak mau bahas masalah masa lalu Heny dengan El di hadapan Heny juga, El sudah punya pilihan sendiri dan begitu juga dengan Heny yang mungkin sudah punya masa depan sendiri


Heny sangat deg degan memeriksa Jihan, soalnya siapa yang dia periksa takut ada kesalahan, dan Jihan langsung menegurnya


Tapi Jihan bukan orang yang suka menjatukan, dan mengingatkan secara terang terangan, sekalipun itu di rumah sakit dia sendiri Jihan selalu menghargai pendapat dan cara orang tersebut bekerja


" Saya deg degan sus" ucap Heny lirih


" Kenapa?" tanya Jihan yang cukup mendengar


" Kata dokter Heny deg degan, mungkin karena memeriksa dokter Jihan" jawab perawat tersebut sopan


" Oalah.. Udah santai aja, saya juga manusia, buktinya masih sakit juga, masih perlu bantuan kalian juga" jawab Jihan santai dan Heny tersenyum


El duduk di sebelah Zula yang masih tertidur pulas, sambil sesekali membenahkan hijab Zula yang sudah berubah bentuknya


" Alhamdulillah dokter sudah agak enakan ya, tapi sepertinya masih harus menginap dulu di sini, agar dapat kemasukan cairan infus untuk dokter" ucap Heny setelah memeriksa karena Jihan yang masih kurang banyak cairan


" Okey siap, terimakasih ya" jawab Jihan ramah dan Heny tersenyum


" Kalau gitu kami permisi dokter" pamit Heny ramah dan keluar dari ruangan Jihan tak lupa mengucapkan salam juga


Seperginya Heny, El mendekat pada Jihan yang masih terduduk


" Umi mau turun?" tanya El dan Jihan menggeleng


" Mantan" ucap Jihan menggoda anaknya


" Iya tau, dia aja taunya Zula istri El" jawab El duduk di bangku dekat bangkat Uminya


" Kok bisa" heran Jihan sambil mengerutkan keningnya


" Bisa dong, drama, tau sendiri kan Umi dulu suka drama nurun ke anaknya" ucap El makin santai

__ADS_1


" Kok gitu, gak boleh El" ucap Jihan lag


" Masak iya Mi, dia sudah punya suami anak, El masih lajang terus gengsi dong," jawab El santai


" Gengsi gengsi, Orang dulu kamu yang mutusin" jawab Jihan dan El cengengesan


" Iya sih, tapi kami sekarang friend kok, gak neko neko, gak saingan" jawab El makin santai dan cengengesan


" Ya udah kalau masih berteman, jangan saing saingan, males Umi" jawab Jihan merasa aman kalau anaknya masih saling jaga silaturrahmi


" El kalau gak drama, takutnya nanti dia gak bisa move on dari El Mi, secara El ganteng, gagah lagi" tambah El songong dan Jihan hanya mencep


" Kalau El berdrama sama Zula kan cocok, dan Zula juga cantik, cocok untuk di ajak drama , jan the best banget adekku itu" ucap El membanggakan Zula


Jihan hanya tersenyum dan melirik Zula yang makin pulas tidurnya


" Sepertinya mereka berdua memang begadang semalaman, apa lagi yang jomblo tuh, ngenes kali nampaknya, kok ya ngikut jejak abahnya, tua tua malah jomblo" ucap Jihan sambil menoleh pada Al yang sama sama tertidur pulas


" Nanti ketemu jodohnya kan yang kayak Umi, sabar baik hati" ucap El memuji Uminya


" Yang suka ngomel juga?" tanya Jihan dan El tertawa


Di tengah canda tawa mereka pintu kembali terbuka dengan kedatangan Ismi yang kembali heboh kalau sahabatnya sakit


" Assalamualaikum say.. Ya Allah... Kenapa lagi kamu nih, puluhan tahun jadi dokter kok, giliran pensiun malah masuk rumah sakit terus" ucap Ismi sambil ngomel heboh sendiri


Jihan hanya senyam senyum tau sendiri gimana sahabatnya itu, kalau udah mulai heboh di tambah panik makin rame suasananya dan bisa bisa kedua anaknya ikut bangun karena kehebohannya


" Ayo tante... lanjut heboh, ini belum ada tante Mega sama Melisa yang masuk lho, kalau mereka masuk makin rame reuniannya" jawab El yang tentunya faham gimana sahabat sahabat Uminya


" Tapi kalau cuman ada bu Nyai Naifa sama Bu Nyai Ilma kalem ya El, yang cerewet hanya Tante sama Umimu doang" bantah Ismi gak terima


" Idih... Loe aja Say, gue bisa kalem juga" jawab Jihan santai


" Iya lah yang jadi bu Nyai bu Nyai kalem semua, tapi... Lama lho kita gak reunian Say, semenjak elo di Swiss sampai saat ini, yuk kpan yuk reuni nostalgia lagi, kan seru, " ucap Ismi rasanya pengen bernostalgia lagi dengan para sahabat santrinya dulu


" Iya ya, masak tiap hari gue hanya jumpa sama Elo, Mega Melisa doang" jawab Jihan memancing wajah cemberut Ismi dan Jihan malah ngakak


" Jangan gitu tan, El takut kalau reunian, nanti Mantan Umi gak bisa move on, Abah gantian yang masuk rumah sakit" jawab El yang tau siapa fans berat Uminya dulu

__ADS_1


__ADS_2