
" Gimi mas Mbak, karena Abah saya ini masih di Turky, insyaallah besok kalau beliau pulang kami ke sini kembali, untuk khitbah sekalian ijab qobul, gimana?" tanya Al mengajukan maksudnya
" Ijab Qobul?" kaget Qliza langsung mendongkakan kepalanya dan menatap Al
" Iya, kamu gak keberatan kan?" tanya Al lagi dan Aliza nyengir
" Maaf gini ya mas, maksud saya segera mengajak ijab qobul karena saya gak mau ada hal hal yang gak kita inginkan, maksudnya agar kita bisa halal dan tidak terjadi perzinaan, baik dari Zina mata dan lainnya " tambah Al menjelaskan
Karena hal yang di namakan perzinaan itu ketika hal tersebut, di dasari dengan syahwat, berbeda saat bekerja sama dalam satu ruangan, tanpa adanya ketertarikan
Tapi apa bila kita memandang seseorang dengan adanya rasa syahwat, atau ketertarikan itu di sebut zina, jadi hati hati ya para sahabat, zina mata itu juga ada, bukan hanya berhubungan saja
Kedua kakak Aliza mengangguk dan faham akan maksud Al barusan,
" Gimana Za?" tanya Farhan
" Ya mas gimana alangkah baiknya?" tanya Aliza balik
" Kalau menurutku, bener juga kata pak Al, setan jaman now berbahaya Za, apa lagi kalian bekerja dan bertemu di ruangan yang sama, mas tau kalian bisa saling menjaga tapi zina mata itu juga ada" jawab Furkon lagi
" Siap ya..." ucap Al lembut sambil menatap Aliza
" Kapan?" tanya Aliza lirih
" Perkiraan, mungkin lusa Umi abah kembali, ini hari kamis, besok jum'at, berarti Umi sabtu atau enggak ahad sampai rumah, senin singa gimana?" tanya Al berembuk
" Senin siang lamarannya? " tanya Aliza lagi
" Sekalian ijab, nanti sekalian biar saya urus surat suratnya, sekalian penghulunya, " jawab Al lagi
" Gimana Mas?" tanya Aliza yang ngikut kedua kakaknya
" Untuk persiapan itu mbak sama mas, belum punya uang kalau hari senin Za" bisik kakak ipar Aliza, karena keseharian mereka hanya cukup untuk makan dan hidup sehari hari
" Belum panen" tambahnya lagi
" Iza ada kok mbak, kemaren baru gajian" jawab Aliza yang masih terdengar oleh Al
Al tau mereka memerlukan persiapan yang cukup matang, dan hal itu perlu biaya, berbeda dengan Jihan dulu, yang orang tuanya masih berada di banding keluarga Aliza saat ini
Jadi dulu walaupun Zain mendadak, mereka tetap ada persiapan
" Soalnya gini mas, seminggu lagi, kami mau berangkat ke Geman, karena adek saya mau lamaran, kalau dek Liza sudah jadi istri saya kan nanti sekalian, biar saya ajak ke German juga, sekalian liburan, saya juga gak mau mas LDR sama dek Liza lama lama, apa lagi di langkahi adek adek saya" jawab Al membuat mereka tertawa karena candaan Al
" Bismillah.. semoga lancar ya, acara kita, " jawab Aliza dengan hati yang sudah pasrah
Selanjutnya Aliz dan Al di beri kesempatan untuk mengobrol berdua, setelah kakak kakaknya menyetujui, mereka juga ngobro sendiri di ruang belakang alias di dapur untuk persiapan acara Aliza dan Al
" Gak apa apa kan? kalau dadakan gini" tanya Al lagi
__ADS_1
" Kan mau jalan jalan" jawab Aliza sudah mulai care banget dengan Al
" Bulan madu" ucap Al, pipi Aliza langsung memerah,
" Udah malem, Balik dulu ya, besok di rumah aja, nanti pulang ke KDS nya bareng setelah ijab qobul aja" ucap Al berniat pamit
" Tapi kerja" jawab Aliza keberatan
" Gak usah mikir kerja dulu, udah di rumah di pingit" jawab Al lagi
" Harus ngurus berkas tapi" tanya Aliza lagi
" Berkasnya bawa sini sayang, nanti biar orang kantor yang urus aman, udah di rumah senin kita nikah, ya" jawab Al dan Aliza kembali tersipu malu
" Masalah resepsi pikir keri" jawab Al sebari berdiri dan Aliza mengangguk
" Pulang dulu ya, nanti sampe rumah tak telfon, El sama Zula belum tau soal ini, tali dari semalam udah kepo mereka" jawab Al bercerita
" Masak?" tanya Aliza dan Al mengangguk
" Panggil mas sama mbak, mau pulang dulu, mau pamit" ucap Al pada Liza
" Bentar ya, tak panggilkan dulu" jawab aliza dan Al mengangguk
Kemudian Aliza kebelakang untuk memanggil kakak kakaknya, dan sesaat kemudian mereka bermunculan karena calon adek ipar mereka mau pamit pulang
" Iya mas, udah malam, " jawab Al sopan
" Ya udah hati hati ya, salam buat keluarga" jawab Farhan saat Al bersalaman dengannya
Al kemudian pamit dan berjalan keluar Rumah, mereka mengantarkan sampai ke teras rumah sedangkan Aliza mengantarkan Al sampai ke mobilnya
" Assalamualaikum mas mbak" ucap Al saat berjalan berdampingan dengan Aliza menuju mobil
Hingga Al membuka pintu mobil Aliza masih di sebelahnya
" Hati hati ya pak " ucap Aliza pada Al masih dengan panggilan Pak
" Baik buk" jawab Al membuat Aliza tersenyum
" Jangan kangen, nanti malam mimpiin aku" ucap Al kembali gombal
Aliza tak menjawab dan malah menggelengkan kepalanya
Al senyam senyum sendiri, sembari membuka bashboart mobilnya untuk mengambil uang untuk Aliza
Setelah uang berwarna merah 2 gepok dia Ambil, Al membuka amplop coklat isi berkas Aliza, dan mengeluarkan berkasnya
Kemudian memasukkan uang tersebut ke dalam amplop tersebut
__ADS_1
" Buat acara besok ya" ucap Al sembari memberikan amplop pada calon istrinya
" Enggak... Itu acara kita, kamu tamu masak modal sendiri" ucap Aliza gak mau menerima
" Sayang.... Simpan Uang gajimu untuk tabunganmu, itu acara aku yang minta, dan aku yang harus modal, plis terima ya, " jawab Al memohon
" Enggak aku masih punya uang juga lho" jawab Aliza lagi kekeh
" Uangmu gak laku sayang, udah lah, ayo udah malem, kalau gak mau nerima tak peluk ya" jawab Al mengancam lucu
" Tapi"
" Gak usah tapi tapian, sayang kan sama aku, " jawab Al memalas hingga akhirnya Aliza menerimanya
" Mau tambah peluk cium gak?" goda Al sebelum pergi
" Besok ya tunggu halal" jawab Aliza dan membuat Al klepek klepek
" Ya udah pulang dulu ya, Assalamualaikum" ucap Al sembari menutup pintu mobilnya
" Waalaikumsalam... hati hati" jawab Aliza lagi dan Al mengangguk
Kemudian Al melajukan mobilnya dan tak lupa membunyikan klaksonnya saat meninggalkan area rumah Aliza
Seperginya Al, Aliza kembali kerumahnya, dengan membawa amplop coklat tersebut
" Itu apa Za?" tanya Farhan pada Aliza
" Entah nih pak Al, malah maksa banget kasih ini, katanya untuk biaya besok, aku tadi udah bilang maish ada simpenan, dia ngotot malah bilang uangku gak laku untuk belanja" jawab Aliza sambil bercerita dan masuk kedalam untuk membuka isi amplop tersebut
" Masyaallah Za, ini bukan untuk lamaran, untuk mantu juga bisa" ucap Furkon yang ikut membuka amplop tersebut yang berisi kurang lebih 100 juta
Pasalnya 2 gepok tadi adalah 2 gepoj berisi 50 juta pergepok, atau 2 gendel uang 100 ribuan
" Lha gimana? sekalian mantu mas?" tanya kakak ipar Aliza atau istri Fahran
" Kalau cukup gak apa apa" jawab Farhan santai
Di sisi lain, setelah menempuh perjalan krg lebih 45 menit, Al kini datang kerumah dan ternyata ada Zula di luar yang sedang main catur dengan kang santri yang barusan selesai mengikuti kegiatan malam jum'at
Memang dasar si Zula, mungkin karena gabut El juga belum pulang karena ada jadwal oprasi dadakan, dan Al juga gak ada di rumah
" Assalamualaikum..." ucap Al pada Zula yang sedang asyik main catur
" Waalaikumsalam baru pulang?" tanya Zula kembali fokus
" Iya, gue ada kabar gembira" jawab Al penuh kebahagiaan
" Apaan?" tanya Zula langsung noleh
__ADS_1