Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Keputusan


__ADS_3

El tentu menjawab sesuai apa yang terjadi, dia gak mau jadi beban pikiran orang lain yang selalu bertanya tanya tentang kegagalan pernikahannya itu


Dan kini El berada di jalan lingkar, mereka sudah pulang, sudah dapat sarapan juga, dan melihat keadaan kakek nenek sepupunya yang alhamdulillah sehat sehat saja


Kini Zula tidak tidur lagi, karena kekenyangan, dan rasanya perutnya sangat begah


" La..." ucap El dengan nada yang tenang


" Hem...?" jawab Zula menoleh pada El


" Loe kalau bisa jangan di tunda dan membuat Maulana menunggu elo lama lama, nanti berpaling lho La, elo gak mah merasakan kesakitan kan seperti apa yang Abang dan Umi pernah rasaman?" tanya El lagi pada Zula yang seketika teridam


Zula memikirkan ada benarnya juga ucapan El kali ini, tapi jujur dia juga belum siap


" Udah loe kasih kepastian belum? Mau kapan nikahnya?" tanya El dan Zula menggeleng


" Dia gak pernah tanya kok" jawab Zula santai


" Ya mau tanya gimana? Dia menghargai keputusan Elo la, dia tuh menunggu Elo, gak mau pertanyaannya jadi beban pikiran elo" jawab El yang mewakili Maulana


" Iya masak gue harus ngomong duluan, yok nikah yuk, kan gak enak" Jawab Zula lain pemikiran


" Ya Elo udah siap belum,?" tanya El lagi dan Zula menggelengkan kepalanya


" Elo jangan gitu terus La, Elo harus segara siap, jangan gantung perasaan orang lain, kasian yang Nunggu" jawab El lagi malah mulai emosi sama Zula


" Kok elo yang ngegas sih, " Bantah Zula balik


" Ya gimana gak ngegas, gue tuh gak mau elo merasakan sakitnya di duakan, elo tau dan lihat sendiri kan, gimana marahnya Umi saat Gue di sakiti, itu mungkin akan gue lakukan kalau ada orang yang menyakiti Elo juga, " Jawab El makin meninggikan note suaranya


" Makanya jangan elo gantung Maulana, kasih jawaban, Elo kalau udah bersuami bukan hal repot, sekarang semua ada, semua serba mudah La, dan gak bakalan susah, Ada Suami hidup Loe lebih terjamin dan lebih aman" ucap El lagi memberi wejangan pada Zula


" Iya bang.. Gue tau, itu, lagian dia lho baru belajar bisnis kan baru selesai kuliahnya" jawab Zula lagi dan bermaksud Agar Mauala belajar bisnis dulu


" Intinya Abang Minta segera kasih jawaban sama Maulana" jawab El dan Zula mengalah mengangguk


" entar ya, pas dia ulang tahun, kayaknya gue ada scedhul ke Turky, jadi sekalian, habis lebaran ya" ucap Zula dan El sudah enggan debat

__ADS_1


" Habis sarapan gue barusan " gumam El yang terdengar oleh Zula yang langsung tertawa


Kini perjalanan mereka berlanjut dengan obrolan ringan, dan El sangat lega karena Zula sudah ada niatan untuk segera memberi jawaban, walapun belum tahu kapan, senggaknya ada kemajuan


Kini Sampai dia di rumah megah Abah Zain,


Beberapa santri putra di minta El untuk membantu mengangkat box penuh yang dia beli barusan


" Apa itu El?" tanya mbak Fatim yang kebetulan di sana


Mbak Fatim sudah seumuran Ibunya Jihan, sudah sangat tua memang, walaupun sudah berpisah tempat tinggal semenjak menikah, tapi mbah Fatim sesekali main ke pondok, untuk menyambangi Abah Hasan dan Umi Zahra


Seperti pagi ini dia sudah di sana bersama suaminya kang Farhan supir Zain dulu, mereka akhirnya berjodoh, dan mendapat kado rumah dari Zain dan Jihan, di salah satu perumahan yang dekat dengan area pesantren


" Itu ikan bude, mbah Abah sama Mbah Umi lagi pengen makan bareng bareng, bantu masak ya" ucap El pada mbah Fatim


" Hoalah,... Pantesan Umimu telfon mbak suruh kesini, mau makan besar?" tanya Mbaka Fatim dan El mengangguk


Kemudian mbak Fatim meminta para santri untuk membawa ikannya di tempat cuci yang lebar seperti biasanya


El kemudian naik ke kamarnya, untuk mandi dan ganti baju,


Mereka ingin mengabarkan Al dan Aliza kalau semuanya siap seru sruan bareng masak besar dan makan besar


Tapi sayang ketukan pintu mereka tidak ada jawaban sama sekali, ya Secara kedap suara


Pemilik kamarnya sedang di mabuk asmara, bahkan kali ini Aliza yang sangat agresif banget, yang seolah meminta jatah lebih dari Al setelah beberapa lama


Katanya sih anaknya minta di tengoin sama Abahnya dan Al gak mau melewatkan hal itu


Aliza dan Al sedang bersunah rosul, serta membuata jalan lahir untuk baby di dalam kandungan Umi Aliza


Al sempat terganggu dengan ketukan Al dan Zula langsung meraih ponselnya di sebelahnya karena dia diminta Aliza untuk duduk di atas mejanya


Aliza menghentikan aktifitasnya dan Al menelfon El sebentar untuk tidak mengetuk pintu kamarnya terus


" Assalamualaikum.." Ucap El dari seberang setelah terhubung

__ADS_1


" Kumsalam.. Gimana? " tanya Al bersuara seperti bangun tidur dan pura pura


" Ayo kebawah olah ikan" ajak El dari sambungan telfon


" Nanti lagi gue masih lembur, besok udah puasa" jawab Al santai tanpa rasa sungkan apa lagi malu sama adeknya sendiri


" Wong edan.." Ucap El dan Zula dari luar


Kemudian mereka mematikan panggilannya karena menggidik ngeri dengan jawaban singkat dari abangnya,


" Abang gak ada aklaq" ucap mereka berdua menggidik ngeri


Setelah selesai putus sambungan telfonnya, mereka lanjut dengan kegiatan mereka sampai membuat mereka melayang ke atas awan


Ya di kasur tempat tidur king size milik keduanya, yang sesekali berubah menjadi gempa bumi bagi keduanya


Hal seperti itu menjadi sunah rpsul dan kegiatan wajib bagi pasangan suami istri,


Dan hormon ibu hamil sangat berpengaruh besar pada keduanya, dan menjadikan tambahnya jadwal berkunjungnya Al pada baby utun dalam perut Umi Aliza


" Baby sayang.... Assalamualaikum" Ucap Al pada calon buah hatinya


Tak lama responnya di balas dengan tendangannya dari dalam


" Wah di respon Sayang," Kaget Al karena terasa di tangannya


" Heem..." jawab Aliza gak bisa bicara normal karena dia sungguh sangat pengen banget


" Adek sudah pengen?" tanya Al lembut dan Aliza mengangguk tanpa gengsi dan malu lagi


" Baby Abah masuk ya, Baby tunggu di dalam Aja, nanti Abah kasih mainan asyik" ucap Al sambil mengelus perut Aliza lagi


Elusan Dari Al di perut Aliza makin membuat Aliza gak terkira lagi , suaranya makin horor apa lagi saat sentuhan dari tangan Al sampe di bagian bawah perut makin membuat Aliza semakin gak sadar diri


" Turun lagi sayang" Pinta Aliza gak sabar


Al mengikutinya dan akhirnya tepat di tempat kesukaannya

__ADS_1


" Baby... Abah akan datang" ucap Al lagi sambil sesekali membuka dan penasaran dengan dalamnya yang seolah merah merekah dan pink pink cantik,


__ADS_2