
Kini mobil El berhenti di pelataran rumah yang sangat Zula kenali, awalnya Zula gak ngeh dia di ajak pergi ke mana, karena asyik mengajak bermain dan ngobrol sama baby Bibi
" Kok kesini? Mau ngapain? Udah putus kan?" tanya Zula kaget saat El berhasi parkir di sana dan Heny sudah menunggu juga
El hanya tersenyum dan tidak menjawab, dan Zula makin mencep dengan mengerutkan keningnya
" Assalamualaiakum..." Ucap Heny saat El membuka kaca sebelah Zula
Zula melirik tajam ke El, dan langsung mencibitnya keras
" Aduh aduh aduh..... Ula... Sakit.... " Keluh El saat kena cubitan kepiting dari adeknya
" Sayang... Di cubit nih sama Zula" Manja El pada Heny
" Tambah lagi dek, biar kapok" jawab Heny malah mengompori Zula
" Betul tuh kak.. Gak jelas nih orang, sama sekali gak cerita sama Ula" Jawab Zula sambil membuka pintu mobilnya
" Ohya belum di jawab salamnya, Waalaikumsala kakak" jawab Zula mewakili baby Bibi
" Masyaallah gantengnya baby Bibi" Ucap Heny karena baru pertama kali ketemu baby Bibi
" Sama Abang gantengan mana? " tanya El yang baru turun dari mobilnya
" Gantengan baby dong..." Jawab Zula dan Heny kompak
" Wah.. Parah Loe Bi, tau gitu gak abang ajak, bikin rusuh aja nyaingin abang" ucap El dan mereka tertawa
Dari jauh Ayah Bundanya Heny masih ngangkatin sayur dari belakang rumah karena nanti di ambil sama pedagang
Mereka yang melihat Zula dan juga El langsung cuci tangan dengan bersih, untungnya gak kotor kotoran dan cuman mindahin saja, karena udah di panen sehabis subuh, selesai mandi sarapan dan baru di pindahi
" Assalamualaikum.." Ucap El salaman pada kedua calon nertuanya
" Waalaikumsalam..." jawab Ayah dan bunda Heny kompak
" Ayah bunda" ucap Zula bersalaman juga
" Ini nak zula?" tanya mereka dan Zula tersenyum
" Masyaallah.... Cantik, ini anaknya?" tanya Bunda Heny yang melihat baby Bibi
" Adek Bunda... Zula belum nikah, belum ada yang mau" jawab Zula ramah dan bergurau
__ADS_1
" Ya Allah.. Maaf mbak Zula, Bunda baru tau kalau punya adek ganteng" jawab Bunda Heny dan Zula tersenyum
" Ikut kakak dong..." Ucap Heny mangadahkan tangannya pada baby Bibi
Baby Bibi langsung ngikut dan beberapa kali di cium Heny
" Ayo masuk dulu nak, mbak Zula" Ucap ayah Heny dan mereka masuk kedalam
Sesampainya di dalam mereka ngobrol ngobrol dan saling ramah tamah
Kemudian El menyampaikan maksud dan tujuannya ke sana
Awalnya Heny dan orang tuanya snagat kaget, karena termasuk dadakan, cuman El dan Zula menenangkan dan menjalaskan bahwa mereka terima bersih, apa lagi Zula yang sangat berpengalaman
" Maaf ayah bunda, kita gerak cepat ya yah bund.. Intinya Ayah dan Bunda tenang aja, semua kami yang persiapkan, soalnya selain Abang saya yang sudah kebelet, " Ucap Zula belum selesai tapi langsung di senggol El
" Dan Abah sama Umi repot banget banyak undangan juga di luar, jadi mungkin sibuk dan kebetulan yang kosong besok jadi kita langsung sat set" jawab Zula kembali menjelaskan
Memang El gak salah punya adek seperti Zula yang bisa di andalkan ke sana kemari dan sat set
" Ayah sama bunda hanya mengundang sebagian keluarga dan tetangga aja, nanti masalah katring dan lain lain saya langsung hubungi, mungkin siang nanti atau sore pihak vendir langsung hadir kesini" Ucap Zula dan akhirnya keluarga Heny menyetujui
Selanjutnya El meminta izin untuk mengajak Heny keluar untuk mencari seserahan, dan sekaligus belanja beberapa perlengkapan
Heny langsung siap siap setelah mendapat restu dan kini pamit untuk pergi
" lha jadi...? Gue bukan supir kalian ya" Kesal El saat melihat bangku di sebelahnya kosong
" Hem.... Jalan pak" Ucap Zula sengaja meledek Abangnya
" Sesuai aplikasi ya Pak" tambah Heny dan mereka akhirnya tertawa
Mobil berjalan dan Zula sama Heny sibuk bercerita tentang kisah kembalinya cinta mereka
Dan Zula juga cerita tentang kisah gagalnya pernikahannya juga
Heny juga menguatkan karena dia juga merasakan menahan cinta yang pernah terluka
" La.. Untuk perlengkapan kali ini, sponsory dong, dari butik" ucap El basa basi
" Ini kan BAnya yang mau nikah" tambah El lagi
" Terus apa lagi? Sengsara banget hidup gue, udah jomblo di suruh ngurus nikahan lagi, masih minta di sponsori? " jawab Zula seolah kesal dan El tertawa ngakak
__ADS_1
" Enggak , jangan di butik kak, kita ke mall aja, enak aja mau nikahin anak orang modal, biar keluar uangnya " jawab Zula lagi dan mengompori Heny
Setelah itu mereka sampai di salah satu pusat perbelanjaan, dan Zula langsung manarik Heny dan memberikan baby Bibi pada El
" Kok jadi gue yang momong" ucap El kesal
" Dada Baby.. Sama Abang ya, jadi bodigat kakak" jawab Zula sambil menarik Heny
Zula mengajak Heny ke salah satu brand ternama dan memilihkan baju yang cocok untuknya dan juga El,
Sesekali Zula menggendong baby Bibi saat El sedang feeting bajunya
Dan selesai sudah baju untuk acara mereka tinggal beberapa seserahan suruh menyiapkan sekalian dan mereka pindah ke salah satu toko perhiasan
" Mau cari cincin tunangan mbak" Ucap Zula to the poin mana sambil gendong Baby Bibi lagi
" Untuk mbaknya? " tanya sang pedagang
" untuk " Ucap Zula belum selesai
" Siapa? Abangnya ya mbak? Ya Allah mas, kayak gak ada yang gadis aja, masak carinya yang janda punya anak lagi, cantik sih tapi nanti bikin beban" ucap Sang pelayan nyerocos
Zula amarahnya langsung di ubun ubun dan makin murka
Udah capek gendong adek muter muter malah di katain janda lagi
" Heh... asal jeplak aja ngomongnya" kesal Zula sambil menggebrak meja kaca untung gak jebol
" Baru jadi pelayan toko udah blagu, anda cantik? Anda gadis? Okey.... Gak usah sombong, " tambah Zula makin kesal
" Cari toko lain, pedagangnya gak punya etika sama sekali, " tambah Zula makin emosi
" Udah jangan emosi" Ucap El menemangkan Zula
" Gimana gak emosi, gue males dengan orang yang ngomongnya gak pake saringan"kesal Zula sudah kesal banget
" Ini adek gue bukan anak gue faham" tambah Zula langsung pergi
Tapi saat mereka hendak pergi ternyata yang punya toko datang dan melihat siapa yang datang
" Maaf kak.. Maaf banget, pak dokter silahkan" Ucap sang pemilik toko pada El yang mengenal El memang
Karena pemilik tokonya sering mengantar ibunya kontrol pada El sebagai dokter specialis
__ADS_1
" Maaf ya kak..." Ucal sang pemilik toko ke sekian kalinya
" Ini pak dokter, dan ini adeknya, mereka pernah ke sini sama pak Al" jawab Sang pemilik toko pada pelayan songong tadi